OpenRice Index
  
Nardit
This is Nardit living in Pondok Bambu. I am a swasta, work in Kuningan. I like to hang out in Karet, Kelapa Gading, Senopati. Betawi, Padang, Chinese are my favorite cuisines. I also love Restaurant, Food Court and Soto/Rawon, Bakmi/Kwetiau, Bakso.
Member 315 First(s)
No. of Review1276 Review(s)
編輯推介數目4 Editor's Choice
Recommended18 Recommended
Popularity7030 View(s)
Replies in Forum0 Comment(s)
Upload Photos6249 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant358 My Restaurant(s)
Follow20 Following
粉絲438 Follower(s)
Nardit  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 1 to 5 of 8 Reviews in Indonesia
Bakpia Pathok 25 Smile Aug 10, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jawa

Masih menggali kuliner Jogja oleh oleh apa yang menjadi pilihan sebagai buah tangan tentunya salah satunya bakpia peganan khas Jogja ini sudah menjadi ikonhya kota Jogja, bakpia seting dipakai sebagai buah tangan karena cukup tahan lama kurang lebih seminggu jadi bisa menjadi pilihan yang cocok. Mereka menyebugnya bakpia pathuk, karena daerah pathuk yang menjadi sentra penghasil kue ini jadi or orang menyebutnya bakpia Pathok, bukan bakpia yang lain karena banyak daerah lain yang membuatnya juga.
Bakpia Pathok juga banyak mereknya ada beberapa salah satunya yang menurut saya cocok dengan saya yang bermerek 25 ini, lokasinya tetep di daerah Pathuk ini sebenarnya mereka tidak hanya menjual bakpia saja trtapi banyak yang lainnya ada macam macam kripik, kue kue dan macamnya puluhan jadi bila kita ingin membeli oleh oleh cukup dateng disatu tempat saja semua macam tersedia, dengan tempat yang terbuka ini kita self service memilih semua makanan yang kita suka baru dibawa kekasir, bila perlu kardus untuk pengepakan pelayan siap membantu pengepakannya.

Peganan yang paling laku memang bakpia nya disini bakpia dibuat setiap hari dan setiap hari barang yang dibuat selalu habis, menurut penjaga disitu jadi jangan kuwatir akan mendapatkan barang lama.
Rasa bakpia juga beraneka ragam sekarang tapi saya tetep lebih suka yang biasa saja rasa kacang hijau atau coklat saja karena kayaknya lebih cocok dengan rasa begitu. Bakpia Pathok 25 ini kulit adonannya
Lembut tidak keras jadi tidak cepet hancur dan isiannya juga tidak terlalu manis, rasa bakpianya juga tidak berubah walaupun sudah dua atau tiga hari, masih tetap lembut.

Bagi yang tidak berkendaraan di Jogja kalau ingin ke Bakpia Pathok bisa naik becak atau delman yang bisa mengantar kita ketempat bakpia ini bahkan kita juga diajak ketempat lain bila masih mau belanja atau menikmati makanan lain.

 

 
 
Spending per head: Approximately Rp25.000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Choklat Monggo Smile Aug 10, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chocolate / Candy Shop

Kota Gede Yogjakarta bukan hanya pusat penghasil kerajinan perak, tapi juga punya pabrik coklat yang bertaraf internasional, produknya sudah menjadi ikon oleh oleh kota Jogja dikalangan terutama kaum muda, sebenarnya produknya banyak kita jumpai disetiap toko oleh oleh atau tempat penjual souvenir dipusat kota, juga dibanyak tempat makan, tidak afdol kayaknya kalau tidak beli ditempat asalnya, kita bergeser tidak terlalu jauh dari kota Jogja, kearah Kota Gede tempat asalnya coklat Moggo ini berasal, tempatnya homi banget dengan bangunan rumah tua sebagai front office nya tapi sudah direnovasi jadi terlihat terawat sekali semua interior kantornya, termasuk sebagai tempat show room nya kita juga bisa melihat sebagian dari proses pembuatan coklat tersebut dibuat.

Ternyata Coklat Monggo ini didirikan mulainya oleh seorang Belgia yang tidak menemukan coklat yang enak ketika berkunjung di Jogja, karena dia ahli membuat coklat makanya dia ingin menciptakan coklat yang enak dengan selera lingkungan disana. Akhirnya sampai sekarang mampu menguasai percoklatan kota Jogja, bahkan sudah mempunyai cabang di Surabaya dan Jakarta.

Coklat produksi Monggo ini menurut saya sangat cocok dengan lidah saya coklatnya menggunakan dark coklat yang yang mengandung banyak khasiat rasanya tuh tidak terlalu manis dan rasa pahit kakao nya itu enak di mulut, apalagi desain nya beraneka ragam jadi tidak ngebosenin yang lagi in sih coklat pralinnya, ada yang polos ada juga yang divariasi dengan white coklat, bahkan untuk idul fitri dibuat coklat pralin dengan isi buah kurma, cocok banget buat oleh oleh Idul Fitri, inovasi yang harus tetap dijaga. Bahkan sekarang ini kita juga bisa memesan coklat untuk pesanan khusus untuk acara acara tertentu, sebagai promosi kantor atau ucapan terima kasih.

 

 
 
Spending per head: Approximately Rp50000

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Ratengan Bu Warno Smile Aug 10, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jawa | Stand / Kios

Openricer kali ini saya mau share tentang satu lagi makanan khas yang cukup unik di Jogja ini, ratengan artinya sih aaya gak begitu tau tapi ini sudah cukup terkenal dan sudah jadul banget, jualanya juga sudah turun temurun , lokasinya berada di lantai dua Pasar Bringharjo dibagian tempat makan food courtnya lah, disini memang semuanya kios makanan, dan memang berjualan nya sudah lama sekali terbukti dengan adanya billboardnya yang tertulis generasi kedua,adanya juga yang ketiga , karena memang pasar Bringharjo ini sudah jaman jadul ,sudah berkali kali renovasi. 

Walaupun lokasinya didalam pasar tapi makan disini cukup nyaman tidak sumpek dan bau, walaupun sudah lama tapi kebersihan juga tetap terjaga dan pemilik kios memang menjaga nya agar menarik tamu yang datang, terlihat cukup ramai disini yang sengaja memang untuk makan atau sekedar bernostalgia saja.
Ratengan Bu Warno ini berupa daging empal sapi, tapi menurut literaturnya tuh yang bikin orang ketagihan tuh bagian urat uratnya ya sedikit bergemuk atau ada yang bilang koyor kalau disini, itu rasanya benar benar ajib, kenyel kenyel garing dan bumbu nya tuh meresap banget, makanan ini semua sudah dimaraned dengan bumbu empal dan sudah digoreng, tapi bagi yang ingin santap dirempat digoreng lagi biar masih manas dan dimakan bersama nasi putih panas lalapan dan sambel terasinya.
Makan seperti ini jarang ditemui di Jogja, apalagi di Jakarta, rasanya tuh khas Jawa banget.
Ternyata banyak juga yang bungkus untuk dibawa pulang, bahkan ada seseorang juga dari Jakarta membeli ratengan untuk oleh oleh kerabatnya yang meminta dibawain ratengan Bu Warno ini.

Kebanyakan kios disini memang dilayani oleh pemilik nya langsung dan kadang kadang hanya ditemani asisten satu saja, walaupun demikian pelayanan cukup cepat dan yang utama sangat ramah dan familiar dengan bahasa Jowo yang halus, bikin nyaman serasa makan dirumah.

 

 
 
Spending per head: Approximately Rp30000

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Oseng oseng mercon Smile Aug 10, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jawa | Street Foods | Halal

Jogja indentik dengan warung makan lesehannya, rata rata warung lesehan lebih ramai pengunjung nya daripada rumah makan biasa, kali ini saya mau share mengenai makanan yang sedikit beda , yang biasanya makanan Jogja agak manis tapi makanan ini  berasa pedas, namanya oseng oseng mercon milik racikan bu Narti , oseng merconnya merupakan pelopor akan masakan pedas di Jogja, yang ternyata juga menyukai masakan pedas juga, tempatnya di jl. Ahmad Dahlan , kalau kita dari Malioboro menuju alun alun setelah lampu merah belok kanan nah itu namanya jl. Ahmad Dahlan daerah itu juga banyak makanan lesehannya, salah satu yang ramai pasti oseng oseng merconnya bu Narti, biasanya banyak orang yang menunggu giliran mendapat kan meja .

Menunya disitu sebenarnya banyak juga ada ayam goreng, lele dan semacamnya , tetapi mayoritas yang datang ingin menyantap oseng oseng ini, menu makanan ini berisi potongan daging sapi bagian yang banyak minyak dan urat seperti bagian kepala sapi , memang tidak full daging, kemudian dioseng dengan bumbu sambal yang sangat pedes jadi sewaktu masuk mulut terasa mercon, mau meledak rasanya, tapi bagi yang suka tetep aja menyantap ini seperti makanan biasa. Rasa dagingnya tuh kenyal kenyal empuk walaupun sedikit bergemuk tapi memang makanan seperti ini banyak penggemarnya, tapi yang mempunyai kolesterol hati hati dengan makanan ini.

Oseng oseng mercon Bu Narti ini merupakan pelopornya masakan pedas ini, dahulunya menjual masakan ayam goreng dan sejenisnya , karena ternyata laku dan banyak yang suka akhirnya banyak juga yang menjual masakan sejenis ini . Walaupun cuma dilesehan tetapi lingkungan disini cukjp bersih dan pelayanannya juga cepat dan familiar sekali apalagi kalau bisa bahasa Jawa, makin akarab aja rasanya
Tempat ini juga bisa kita diantar oleh becak maupun delman , bagi yang tidak berkendaraaan

 

 
 
Spending per head: Approximately Rp25.000

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

malioboro Smile Jun 02, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Enggak ke Jogja kalau tidak ke Malioboro, salah satu icon nya kota Jogja ini, kota yang indah dan ramah penuh sejuta kenangan. Jalan jalan di sepanjang Malioborro jadi moment yang asik , teringat temen saya hati hati kalau makan lesehan di sepanjang Malioborro kalau mau makan lihat dulu apa ada tabel harganya atau tidak sebaiknya dihindari agar tidak terjadi kesan yang tidak enak.

setelah beberapa meter perjalanan ada pedagang lesehan tepatnya didepan toko batik ada kesibukan akan membuka dagangannya walaupun belum buka tapi sudah ditungguin orang jadi ikut penasaran nunggu sambil mendengarkan pengamen menghibur tamu.
 tidak perlu waktu lama mempersiapkan kelengkapan karena tidak begitu banyak perabotannya dan telah disiapkan disamping toko.

Namanya SBTB tertera dispanduknya ,selidik ternyata itu singkatan sebrang batik terang bulan
lokasi dipakai sebagai nama lesehan biar orang inget kali ya.

ternyata bukan hanya spanduk yang dipajang daftar harga juga ditempel di pagar toko.
menu disini ada ayam goreng , gudeg  yang saya bilang enak dan sajian burung dara goreng yang spesial enak .
untuk harga sih tidak terlalu murah , tapi suasana malioboro, makan lesehan dan ditemani pengamen jalanan kayaknya gak ada di tempat lain.

walaupun hanya lesehan tempatnya cukup bersih dan pelayanan juga banyak dan ramah.
tips bagi yang ingin makan disini lebih baik nunggu sebelum buka dari pada nunngu yang selesai makan, makannya pada lama disini.

 

 

 
 
Spending per head: Approximately Rp40.000

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0