OpenRice Index
  
themawari
This is themawari living in Karet. I am a Staff, work in . I like to hang out in Kuningan, Tebet, . Manado, Padang, Chinese are my favorite cuisines. I also love Restaurant, Kedai Kopi & Teh, Street Foods and Sushi, Pork/Babi Guling, Bakmi/Kwetiau.
Member 2 First(s)
No. of Review9 Review(s)
編輯推介數目1 Editor's Choice
Recommended0 Recommended
Popularity199 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos29 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews1 Recommended Review(s)
My Restaurant9 My Restaurant(s)
Follow16 Following
粉絲43 Follower(s)
themawari  Level 2
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 1 to 5 of 9 Reviews in Indonesia
Sushi Murah ala Mahasiswa Smile Feb 19, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Sushi | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Sebagai salah satu tujuan wisata kuliner, Bogor menawarkan berbagai jenis makanan dari seluruh penjuru dunia, salah satunya sushi yang berasal dari Jepang. Kali ini saya berkesempatan mencoba resto sushi yang cukup recommended di Bogor, yaitu Sushi Nest. Sushi Nest ini belum lama pindah dari Jl. Mega Mendung no. 3 ke Jl. Pajajaran No. 11 (samping Rumah Mode). Dari depan saja sudah terlihat nuansa Jepangnya nih, terutama dari model pintu dorong khas Jepang.
Sushi Nest  Store Front - Japanese Style

Sushi Nest Store Front - Japanese Style

 
Suasana

Kedai sushi ini tidak terlalu luas, di dalamnya menampung sekitar 10 meja. Ruangannya juga ditata layaknya kedai sushi pada umumnya, dengan nuansa Jepang yang kental. Lantainya dari keramik namun berwarna coklat sehingga seperti kayu, dindingnya pun terbuat dari kayu yang dihiasi dengan bunga sakura imitasi. Lampion kotak pun membuat suasana Jepang semakin terasa.

 
Makanan
Karena saat itu saya dan teman saya tidak terlalu lapar, kami memutuskan memesan hanya dua menu sushi dan satu porsi sashimi. Menu sushi pertama yang kami coba adalah Salmon Spicy Roll yang merupakan menu fusion alias bukan menu Jepang otentik. Seperti yang kita ketahui, menu sushi Jepang asli biasanya adalah sushi mentah, namun sushi yang saya coba kali ini adalah sushi matang. Rollnya diisi dengan ikan salmon, lalu sushi ini dibalut dengan tepung tipis yang renyah kemudian digoreng. Sushi ini lalu diberi topping mayonaise yang ringan sehingga nggak bikin eneg. Harganya dibanderol Rp 26.000. Buat saya rasanya enak, tapi gak kayak makan sushi, jadi kayak makan gorengan. Tapi enak! Mayonaisenya gak eneg, sushinya renyah, sayang salmonnya nggak berasa tongue
Rice, Salmon, Nori, Mayonaise

Rice, Salmon, Nori, Mayonaise

 
Menu sushi kedua yang kami pesan adalah Sushinest Special Roll. Berbeda dari sushi yang sebelumnya, meski sama-sama fusion, sushi ini tidak digoreng. Rollnya berisi telur, timun, yang kemudian diatasnya diberi topping salmon panggang, keju mozarella, mayonaise pedas, tobiko (telur ikan terbang), dan saus teriyaki. Rollnya sendiri cukup besar sehingga mengenyangkan. Rasanya enak apalagi karena banyak keju dan mayonaisenya! Jangan khawatir eneg, karena timun yang ada di dalam roll itu menyeimbangkan rasa sushi itu sendiri. Cukup dengan harga Rp 40.000, kamu udah bisa mencoba hidangan ini, Openricers.
Rice roll with nori, egg, cucumber topped with mozarella, spicy mayo, tobiko

Rice roll with nori, egg, cucumber topped with mozarella, spicy mayo, tobiko

 
Menu lain yang saya coba adalah Salmon Sashimi. Waktu liat harga di menu, saya cukup kaget soalnya murah banget, hanya Rp 20.000. Sedangkan yang biasanya saya makan di toko sebelah bisa mencapai Rp 50.000. Tapi ada harga, ada rupa. Sashiminya agak mini dan tipis banget, satu porsinya dapat 3 potong salmon. Tapi terlepas dari ukurannya yang kekecilan, salmonnya fresh kok. Saya malah gak nyangka kedai sushi kecil gini bisa menyajikan sushi dan sashimi yang fresh.
Sliced sashimi salmon

Sliced sashimi salmon

 
Apapun makanannya, kalo di resto Jepang pasti minumnya Ocha! Saya memilih ocha hangat karena saat itu saya lagi gak enak badan. Ochanya menurut saya agak aneh, kurang berasa ocha dan warnanya hampir kayak teh biasa. Harganya Rp 10.000 free refill.
Hot Ocha

Hot Ocha

 
Kebersihan

Meskipun tempatnya kecil, Sushinest bersih kok. Meja dan kursinya nggak berdebu, pun tidak ada sampah yang berserakan di lantai.

Pelayanan

Karyawan cukup sigap dalam melayani dan jelas ketika menerangkan menu. Bahkan mereka tidak segan meminta maaf ketika teman saya memesan ocha dingin namun esnya habis.

**KESIMPULAN**

Total kerusakan dompet malam itu adalah Rp 116.600 (sudah termasuk PPN 10%). Nggak bisa dibilang murah banget, tetapi buat saya ini kedai sushi dengan harga yang cukup terjangkau, bahan-bahannya fresh, intinya worth the value!

 
Recommended Dish(es):  Sushi Nest Special Roll,Salmon Spicy Roll
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Date of Visit: Jan 24, 2015 

Spending per head: Approximately Rp55000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Stand / Kios | Halal | Hang Out

Semenjak pindah ke Bogor pertengahan Januari lalu, saya jadi rajin nyoba-nyoba tempat makan yg lagi hits di Bogor, salah satunya Warung Nagih ini. Kafe ini menyajikan menu-menu yang ringan, cocok untuk ngemil bersama teman atau pacar dengan harga yang relatif terjangkau. Menu utamanya adalah menu favorit khas mahasiswa (atau anak muda?) yaitu indomie dan roti bakar. Indomienya sih standar, toppingnya palingan juga telur, keju atau kornet, tetapi pilihan roti bakarnya yang banyak mulai dari vanilla sampai koko krunch.

Karena kemarin saya belum makan malam, pilihan pertama saya tentu makan berat dulu yaitu Indomie. Saya pesan Indomie Soto Ayam dengan tambahan telur, sedangkan teman saya memilih Indomie Ayam Spesial dengan tambahan telur dan keju. Ini penampakannya.
Topping telur +2500

Topping telur +2500

 
Telur 2500, Keju 3500

Telur 2500, Keju 3500

 
Untuk dessert (atau cemilan?) saya dan teman memilih roti vanilla dengan toping Oreo. Rasanya sih sebenernya standar aja, isinya adalah susu kental manis vanilla dibakar lalu atasnya diberi Oreo yg sudah dihancurkan. Sayangnya rotinya kurang panas (sepertinya sih sudah dibakar terlebih dahulu) jadi kurang ada crunchy khas roti yang baru dibakar. Oreonya juga kurang blended sama rotinya, harusnya dicampur susu kental manis lagi nih di atasnya biar lebiih menyatu.

 
Supaya nggak seret, minumnya kami pilih Nutella Hangat. Cukup enak meskipun rasanya kurang nendang. Kali ini bukan formulasinya yang kurang sih, mungkin lebih karena rasanya Nutella yang memang dari sononya kurang nendang kalo dijadiin minuman tongue

 
Meski makanannya terbilang standar (ato saya salah pilih makanan?), tempatnya cukup cozy untuk nongkrong. Cafenya semi terbuka jadi bisa ngerasain angin semilir Bogor yang dingin. Kalo musim ujan, makan indomie enaknya jadi 2x lipat! Kursi yang ada sekitar untuk 100 orang, namun meskipun sebesar ini, siap-siap aja untuk waiting list terutama saat weekend. Jangan takut bosen juga karena ada big screen yang biasanya digunakan untuk memutar video-video band/ penyanyi yang keren-keren seperti Coldplay atau Adele untuk menghibur pengunjung. Kebersihannya juga terjaga jadi nggak perlu merasa risih ato nggak nyaman kalau berkunjung ke sini. Pelayanan pun cukup cepat dan sigap. Overall, cafe yang menyajikan makanan dengan harga terjangkau ini cukup pantas untuk dijadikan pilihan saat nongkrong di Bogor.
Taman

Taman

 
Supplementary Information:
Parkiran yang disediakan cukup luas
 
Recommended Dish(es):  Indomie
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Date of Visit: Jan 19, 2015 

Spending per head: Approximately Rp25000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Popular Taiwanese Dessert in Town Smile Jun 16, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Stand / Kios | Bubble Tea / Jus | Halal | Minuman


Taiwanese dessert atau makanan penutup ala Taiwan adalah salah satu makanan yang sedang populer di kalangan anak muda. Makanan penutup yang manis ini mulai menjamur di pusat perbelanjaan seperti mall, bahkan di pusat-pusat jajanan seperti di Tebet atau PIK. Salah satu gerai Taiwanese Dessert yang sedang hits adalah Fat Bubble yang berlokasi di daerah Tebet. Menempati ruko dua lantai, Fat Bubble selalu kebanjiran pengunjung yang rata-rata adalah para remaja. Tempatnya memang tidak terlalu besar, kira-kira ada 15 meja secara keseluruhan, sehingga para pengunjung banyak yang harus waiting list untuk menikmati sajian ini. Namun, tempat ini bersih, rapi dan interiornya sangat cute dengan didominasi warna pastel.
Interior Fat Bubble

Interior Fat Bubble

 
Meskipun tempat ini sering waiting list, untunglah saya dan teman datang sekitar pukul 3 sore, di mana tempat ini tidak terlalu ramai. Meja resto hampir penuh, tetapi kami masih mendapatkan tempat duduk di lantai 2. Para pelayan yang sigap mengantarkan pesanan kami dengan cepat meskipun Fat Bubble cukup ramai. Dari segi pelayanan memang cukup baik, selain cepat dalam mengantarkan pesanan, mereka juga sigap apabila kita meminta tambahan makanan.

Karena mochinya Fat Bubble ini enak banget, saya memilih menu yang ada mochi yang berpadu dengan susu. Saya memilih menu C6 sedangkan teman saya memilih menu C5. Selain itu, kami juga memesan Finger Chicken untuk kudapan asinnya untuk mengimbangi rasa manis dari menu dessert. Menu C6 adalah salah satu menu dari Milk Series yang berisi Fat Q Bubble, Egg Pudding, Mochi dan Mango Pudding yang dicampur dengan es serut dan susu. Egg puddingnya sangat lembut, berpadu sempurna dengan mochi yang sama lembutnya. Mango puddingnya sendiri juga enak, mangganya cukup terasa tapi tidak terlalu strong. Semuanya enak dan sangat cocok dengan kuah susunya. Menu ini seharga Rp 30.000.
30K

30K

 
Sedangkan menu C5 sama-sama dari varian Milk Series. Namun, selain sama-sama menggunakan Egg Pudding dan Mochi, menu ini menggunakan tambahan grass jelly alias cincau dan rice balls. Sama seperti menu C6, buat saya menu ini enak dengan sentuhan yang sedikit berbeda. Cincaunya tidak padat, tetapi lembut dan nikmat berpadu dengan kuah susu dan isian lainnya. Harga menu ini dibanderol Rp 30.000.
30K

30K

 
Menu ketiga yang saya pilih adalah Chicken Finger alias ayam yang dipotong secara memanjang, diberi tepung panir dan kemudian digoreng. Chicken Finger ini disajikan dengan mayonaise dan saus sambal. Menu ini juga recommended, karena ayamnya garing dan gurihnya pas. Sedangkan asam, manis dan gurih mayonaise untuk cocolannya juga sangat cocok dengan rasa ayam tersebut. Kalau tidak salah menu ini harganya Rp 23.000.
23K

23K

 
Total kerusakan santap sore kali ini sekitar Rp 90.000 untuk berdua. Porsinya cukup besar, sehingga buat cewek-cewek yang gak terlalu doyan makan banyak sepertinya bisa untuk berdua. Lokasinya strategis, tempatnya bersih, pelayanan cepat, rasanya enak dan harga yang masuk akal, membuat Fat Bubble bisa dijadikan salah satu tempat nongkrong yang asik buat OpenRicers di Jakarta. 
 
Recommended Dish(es):  C6 - Milk Series,C5 - Milk Series,Chicken Finger
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Date of Visit: Jun 07, 2014 

Spending per head: Approximately Rp45000(Other)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Es Krim/Yogurt | Halal

Es krim instan adalah hal unik yang masih jarang ada di Indonesia. Biasanya selama ini cuma hotel-hotel atau restoran fine dining yang menyajikannya. Namun, ada yang lain nih dari tempat makan es krim yang bernama Ron's Laboratory ini. Selain konsepnya yang unik, yaitu laboratorium, es krimnya juga unik nih OpenRicers, karena dibuat secara instan menggunakan nitrogen cair.

Karena keunikannya itulah, Ron's Lab sangat laris di antara anak-anak muda Jakarta, bahkan sampai ngantri-ngantri lebay segala. Hal ini yang membuat saya penasaran, seenak apakah es krimnya?

Tempat makan es krim yang dikelola oleh jaringan Ismaya Catering ini memang lain dari yang lain. Para pramusaji memakai seragam ala ilmuwan, yaitu jas lab lengkap dengan maskernya. Interiornya juga mengikuti temanya, yaitu laboratorium. Di dinding-dindingnya tertempel papan-papan bersama dengan rumus-rumus dan hal-hal yang berbau sains lainnya.
Dapur para ilmuwan

Dapur para ilmuwan

 
Papan Berisi Rumus Kimia

Papan Berisi Rumus Kimia

 
Menu yang saya pesan dengan teman saya waktu itu adalah Mango Pudding Dimsum dan Cotton Candy Bubble Gum. Mango Pudding Dimsum adalah gelato mangga yang diberi "injection" vanilla. Injection adalah saus tambahan dari es yang kita pilih, yang berbentuk seperti suntikan (injection). Mangganya sendiri sangat lembut, namun bukan berarti tidak terasa. Rasa mangga yang tidak berlebihan ini sangat cocok dipadukan dengan vanilla injectionnya. Enak tapi kurang spesial. Menu ini dibanderol seharga Rp 55 ribu.
Mango Pudding Dimsum 55K

Mango Pudding Dimsum 55K

 
Sedangkan teman saya memilih untuk memesan menu Cotton Candy Bubble Gum. Menu ini unik, karena setengahnya adalah es krim rasa vanilla biasa yang dipadu dengan pudding Puyo (silky pudding rasa permen karet atau bubble gum) lalu ditambahkan rose injection alias injeksi rasa mawar. Es krimnya sendiri biasa saja sih, tapi ketika berpadu dengan rose injection dan pudding bubble gumnya, rasanya berubah menjadi enak dan unik. Pudding ini lembut dan bubble gumnya terasa, sirup mawarnya lembut, wangi tapi nggak bikin eneg. Menu seharga Rp 50 ribu ini benar-benar tidak ada duanya!
Cotton Candy Bubble Gum 50K

Cotton Candy Bubble Gum 50K

 
Sayangnya saya gak bisa nyoba menu lain lagi sih, soalnya udah kekenyangan makan sebelum nyobain es krim ini. Selain es krim, mereka juga menyediakan minuman-minuman seperti kopi atau teh. Untuk saya sih harganya agak-agak pricey alias mahal, gak sebanding juga sama rasanya yang kurang bombastis. Mungkin harga agak mahalnya muncul karena konsep es krim instan menggunakan nitrogen cair ini masih jarang di Indonesia, meskipun kayaknya es krim nitrogen ini udah banyak deh di luar negeri. Tetapi terlepas dari harganya, menurut saya worth to try sih karena kita jadi tahu bagaimana rasanya es krim nitrogen ini. Will i come back? I don't think so. Mungkin lebih baik mencoba ke tempat es krim lain yang belum pernah dicoba kali ya.

Keep eating, Openricers!
 
Recommended Dish(es):  Cotton Candy Bubble Gum
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Date of Visit: Jun 01, 2014 

Spending per head: Approximately Rp50000(Other)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Seafood | Halal | Rombongan | Kumpul Keluarga

Ada berbagai pilihan resto seafood di Jakarta Pusat, tapi hari Minggu kemarin, saya dan teman-teman memilih Saung Grenvil sebagai resto tujuan wisata kuliner karena ini karena kepopulerannya dalam menu seafood (makanan laut). Resto ini adalah cabang dari Saung Grenvil yang berpusat di Greenville, Jakarta Barat. Berhubung resto pusatnya lumayan jauh dari kediaman saya dan teman-teman, saya memilih tempat di Jl. KH. Wahid Hasyim ini.
Waktu saya makan kesana adalah early dinner, karena kami sampai sekitar pukul 17.00. Saat itu pengunjungnya hanyalah kami berempat. Restoran ini memiliki 2 lantai, interiornya modern minimalis sehingga menimbulkan kesan yang bersih dan simple. Pelayannya cukup ramah dan sigap dalam melayani tamu-tamunya.
Interior Saung Grenvil

Interior Saung Grenvil

 
Setelah memilih beberapa hidangan yang akan kami santap malam itu, dengan tidak perlu menunggu lama, datanglah es jeruk yang telah kami pesan. Kandungan jeruk aslinya banyak, tidak terlalu banyak gula sehingga asam dan manisnya pas. 
Es Jeruk

Es Jeruk

 
Kerang Dara Rebus adalah menu yang kami pilih sebagai makanan pembuka. Kerang ini hanya direbus, lalu disajikan dengan saus sambal yang khas dari Saung Grenvil. Saya menebak-nebak sih, tapi sepertinya sambalnya dibuat dari campuran cabe, nanas dan diberi kacang tumbuk di atasnya. Kerangnya enak, tapi entah kenapa setelah kami makan meninggalkan bau anyir yang agak menggangu. Tapi overall rasanya cukup enak.
Kerang Dara Rebus, 20k

Kerang Dara Rebus, 20k

 
Nah, sekarang waktunya makan hidangan utamanya nih. Selain nasi putih, kami memilih Udang Jerbung Telur Asin, Kepiting Saos Padang dan Gurame Saos Mangga sebagai lauknya, lalu Kangkung Cah Polos dan Cah Tauge untuk sayurnya.

Udang Jerbung Telur Asin adalah menu favorit saya di resto ini. Pertama karena udangnya fresh, besar-besar dan rasanya manis. Yang kedua karena bumbu telur asinnya sangat unik. Rasa telur asin menyatu dengan baik bersama dengan manis dan gurihnya udang jerbung, menjadikan masakan ini sangat istimewa. Makanan yang satu porsi berisi 5 udang gendut ini harganya sekitar Rp 90.000.
Udang Telur Asin

Udang Telur Asin

 
Menu utama yang kedua adalah Kepiting Saos Padang. Karena harga kepiting cukup mahal, jadi kita memilih kepiting ukuran small (kecil) saja. Ternyata ukuran ini tidak sekecil yang dibayangkan, malah lumayan besar dan cukup untuk saya berempat. Kami memilih kepiting jantan karena katanya dagingnya lebih banyak daripada kepiting telur. Rasa kepitingnya sendiri gurih, tapi opini pribadi saya sih agak kurang manis. Tapi bumbunya..... MAKNYUS! Seperti judulnya, saosnya ini sesuai dengan ekspektasi saya. Pedasnya garang, manisnya pas, gurihnya terasa. Sangat berpadu sempurna dengan daging kepitingnya, bahkan bisa menutupi kekurangan daging kepiting yang kurang manis. Harganya Rp 150.000 per porsi.
Kepiting Saos Padang

Kepiting Saos Padang

 
Gurame saos mangga adalah satu-satunya menu non-laut yang kami pilih. Gurame digoreng tepung terlebih dahulu, dagingnya sudah dilepaskan dari duri-duri dan tulangnya, namun masih disajikan bersama dengan keseluruhan tubuh ikan. Lalu disiram dengan saos mangganya itu. Saos mangganya kurang asam, kurang berpadu dengan potongan mangga yang ada di atasnya. Kurang rekomen menu ini sih. Harganya sekitar Rp 85.000.
Gurame Saos Mangga

Gurame Saos Mangga

 
Menu sayurnya menyenangkan karena Kangkung Cah Polosnya enak dan bumbunya pas. Sedangkan taogenya sangat segar dan dimasak dengan tingkat kematangan yang pas sehingga waktu kami memakannya masih terasa renyah. Harga sayur masing-masing sekitar Rp 30.000.
Cah Tauge

Cah Tauge

 

 
Total kerusakan malam itu sekitar Rp 150.000 per orang sudah termasuk PPN. Menu yang saya rekomendasikan tentu saja Udang Jerbung Telur Asin dan Kepiting Saos Padangnya. Kalau menginginkan suasana yang lebih tenang, mungkin waktu early dinner (17.00-18.00) seperti saya kemarin adalah waktu yang pas, mengingat saat kami pulang sekitar jam 19.00 tempat ini sudah ramai oleh pengunjung.

 
Recommended Dish(es):  Es Jeruk,Kepiting Saos Padang,Udang Telur Asin
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Date of Visit: Jun 01, 2014 

Spending per head: Approximately Rp150000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0