OpenRice Index
  
unnie
This is unnie living in Kampung Melayu. I work in Palmerah.
Member 0 First(s)
No. of Review3 Review(s)
編輯推介數目0 Editor's Choice
Recommended0 Recommended
Popularity94 View(s)
Replies in Forum0 Comment(s)
Upload Photos14 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant0 My Restaurant(s)
Follow0 Following
粉絲20 Follower(s)
unnie  Level 1
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 1 to 3 of 3 Reviews in Indonesia
Belgian Waffle Yahud OK Sep 19, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Es Krim/Yogurt | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

OpenRice gathering kali ini diselenggarakan di Brussel Spring, dan beruntungnya gw diundang. Seru deh nyobain kuliner khas asal Belgia (meskipun ga bener-bener otentik Belgian cuisine sih menurut gw). mad

Tapi gpp ketemu member yang lain ditemenin sama menu lezat dari Brussel Spring cukup membayar kekecewaan dengan menu yang kurang otentik itu tadi. Tapi gw cukup acungi jempol deh buat dessertnya. Lho ko dessert dibahas duluan sik? Jadi begini berhubung lidah gw ngerasa dessert nya yg paling mirip dengan Belgian cuisine (dari keseluruhan menu yang dihidangkan), so gw mw bagi2 opini gw tentang dessertnya dulu nih.

Dessert apa sih yang pengen banget gw certain sampe ngalahin appetizer sm main course plus baverage nya. Ini dia OpenRicers, mengingat Belgia terkenal dengan waffle nya, so di Brussel Spring menyajikan dessert banana waffle dan liege waffle. Keduanya diolah berdasarkan resep cara membuat waffle ala Belgia. Apa bedanya dengan American waffle ya? Okeh, adonan Belgian waffle itu lebih ‘ringan’ sehingga saat dimasak hasilnya waffle terasa lebih renyah dan ‘tipis’, beda dengan American waffle yang cukup tebal dan padat. So, klo dijadikan menu sarapan Belgian waffle agak kurang nampol makanya dessert ini memang hanya untuk menu penutup atau camilan.

 
Jenis waffle yang dihidangkan adalah banana waffle yang sesuai dengan resep Belgian waffle tadi. Benar saja rasanya ringan dan garing. Ditambahin one scoop chocolate ice cream, sedikit whipped cream dan sebiji buah ceri. Jika didiamkan sebentar lelehan ice cream akan membantu melembutkan wafflenya. Jadi sesuai selera deh kalau pengen sensasi garing lekas2 makan atau pengen lembut tunggu beberapa saat. Satu lagi Belgian waffle yang disajikan yaitu liege waffle. Nah, kalau waffle yang ini benar2 kebalikannya masih memakai adonan yang sama namun liege waffle lebih padat seperti American waffle. Mungkin waffle ini dibuat untuk memuaskan selera pengunjung yang udah terlanjur jatuh cinta sama tekstur American waffle ya. Klo menurut gw, liege waffle lebih oke, mungkin karena gw jarang makan waffle garing. Abisnya waffle garing ko malah lebih mirip crepe renyah ya di lidah gw hehehehe. Oia penyajian waffle nya bisa sesuai selera lho misalnya mw pilih rasa ice cream sendiri.

Okeh soal dessert udah kelar, sekarang gw mw runut jabarin menu keseluruhan. Yang keluar pertama udah pasti appetizer. Brussel spring ngasi dua pilihan menu pembuka yaitu bitterballen dan tahu pletok. Menurut gw bitterballennya nothing special tp ga jelek2 amat ko (masih bisa ketelen hehehehe). Tahu pletoknya lumayan ketolong sama sambelnya (maklum lidah Indonesia selalu nyari sambel). Penampilan tahu pletok menurut gw mirip tahu pong yang ditempelin sama cireng hehehehe gimana ya renyah2 gurih gitu.

 

 
Trus menu selanjutnya adalah main course, ada spageti ala brussel spring. Sekilas mirip carbonara soalnya sausnya pakai jenis saus cream. Rasanya juga ga begitu beda jauh, creamy2 gurih. Toppingnya ada irisan daging tenderloin sama jamur, bawang bombai dan paprika. Not bad lah, tekstur spagetinya cukup al dente. Main course satu lagi yaitu brussel beef steak with mushroom sauce. Uuummm sebentar2 gw agak sedikit mikir gimana mendeskripsikan rasa dari steak ini. Soalnya klo bicara steak itu bener2 selera masing2 ya tergantung tingkat kematangan daging yang disukai. Untuk steak di Brussel Spring lumayan sesuai sama selera gw. Tekstur dagingnya lembut, cukup matang hingga ke dalam namun ga terlalu mentah juga…hhmmm disebut apa ya antara medium mengarah ke medium well kyanya. Pokoknya di bagian tengah masi cukup ‘pink’ tapi ga terlalu mentah. Steak tenderloinnya disajikan bareng rebusan sayur kaya wortel dan buncis yang menurut gw agak overcook. Dipercantik dengan hiasan spageti yang digoreng jadi mirip lidi. Trus dipakein saus mushroom yang gurih.

 
Nah untuk beverage nya disediain sejenis fresh cocktail dengan potongan buah segar seperti strawberry, melon, apel dan pir. Klo menurut gw mirip Italian soda deh, air soda yang dikasi sirup. Cuma yang ini ditambahin buah2an segar. Pilihan sirupnya ada rasa blueberry, mangga dan orange.

Secara keseluruhan menu di Brussel Spring cukup okeh ditambah pelayanannya yang sigap dan ramah serta suasananya yang apik dan bersih. Kombinasi yang keceh punya deh. Gw rekomendasiin wafflenya buat kamu cobain klo datang ke Brussel Spring OpenRicers. Oke segitu aj penjabaran gw tentang pengalaman makan diacara OpenRice Gathering bersama Brussel Spring. Lain waktu gw diundang lagi pasti gw bagi cerita serunya. See ya OpenRicers.
 
Recommended Dish(es):  Liege Waffle
 
Spending per head: Approximately Rp50000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Sunda | Restaurant | Iga | Rombongan | Kumpul Keluarga

Ini kali kedua gw diundang ke acara gathering OpenRice. Resto kali ini resto sunda (lagi) yang gw datangi. Hhhmmm mungkin kalau ketiga kalinya diundang ke resto sunda (lagi) bisa jadi spesialis masakan sunda niy hahahhaha (kidding) tongue. Tapi memang masakan nusantara itu ga ada matinya deh OpenRicers. Berikut review gw terkait menu khas sunda yang gw cicipi di Lalapan Hidangan Sunda.

 
Gurame pepes edun, pedasnya lumayan sopan tapi kalau dicocol sambal edun yaitu sambal dari cabe rawit ulek baru terasa pedas yang sesungguhnya. Dagingnya lembut dan wangi karena terselip daun kemangi.
Udang Bakar Madu

Udang Bakar Madu

 
Udang bakar madu , manisnya udang perfect banget dioles bumbu kecap dan madu. Lagi-lagi jajal cocol udangnya dengan sambal rawit ulek dan wow enaak hehehehe...manis pedas gurih bercampur jadi satu. Sepertinya gw suka dengan kolaborasi udang sama sambel rawitnya. Jempolan. lol
Cumi Bakar Madu

Cumi Bakar Madu

 
Cumi bakar madu,hampir serupa dengan udang. Menu ini memakai bumbu yang sama. Sebenarnya gw bukan penggemar cumi, jadi agak khawatir kalau-kalau cumi alot. Tapi pas suapan pertama ternyata di luar dugaan daging cuminya empuk. Saat dikunyah tak ada perlawanan hebat dari cumi. Mulus sempurna tanpa susah payah menggigit. Penilaian gw ok, nomor dua setelah udang. smile
Iga hareudang

Iga hareudang

 
Iga hareudang, daging iga yang dimasak pedas. Ini benar-benar pedas dan tidak bercanda. shocked Gw tidak terlalu banyak makan menu ini karena ga kuat sama jebakan betmennya (baca:irisan rawit). Dan daging iganya menurut gw kurang empuk. Gw cukup ‘kelelahan’ menaklukkan daging iganya. Tapi dari segi rasa cukup lumayan ga terlalu asin.
Sambel Edun

Sambel Edun

 
Setelah lidah terbakar dengan rasa pedas dari iga hareudang dan dua jenis sambal yaitu sambal edun dan sambal goreng terasi.
Mix Juice

Mix Juice

 
Gw pesan minuman mix jus strawberry dan sirsak. Lumayan segar menyapu semua pedas yang terasa di lidah. tongue
Oke itu review gw saat makan di Lalapan Hidangan Sunda. Favorit menu gw adalah udang bakar madu. Juara punya. Kalau OpenRicers datang berkunjung ke resto ini jangan lupa pesan udang bakar madunya ya hehehehe...just info buat OpenRicers kalau datang pas hari jumat dan memakai batik bakal dapat diskon lho... lol
 
Recommended Dish(es):  Udang Bakar madu
 
Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

OpenRice Gathering di Cabe Ulek OK Jan 15, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Sunda | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

siang ini....gw lunch di Cabe Ulek. HHHmmmm bisa dibilang ini adalah kali pertama gw ikut acara gatheringnya OpenRice. Gak nyangka acaranya seru!!! Kalau diundang lagi mesti wajib hadir nih hehehehe...

 
Lokasi gathering OpenRice kali ini adalah resto Cabe Ulek yang mengusung tema kuliner khas Sunda. Sudah kebayang kan OpenRicers gimana wanginya aroma masakan khas Sunda. Begitu masuk ke dalam resto perut sudah dibuat menjerit karena aroma cabai dan segala jenis masakan seolah meledek minta disantap. Gw mesti sabar, berhubung ini acara gathering ga bisa maen sikat hehehehe...sambil nunggu hidangan disajikan gw clingak-clinguk ke sekeliling resto. Ternyata interior resto ini memang unik yah. Dindingnya ditempeli wallpaper bergambar hamparan sawah serasa makan di tengah sawah tongue. Tapi yang kurang sinkron adalah acara televisi yang diputar saat itu. Menurut gw kurang pas aj suasana tradisionalnya sudah dapat tiba-tiba rusak karena acara yang agak modern. Saran gw mungkin diputar musik khas Sunda atau instrumen yang menenangkan lol

Kurang lebih 20 menit menu makanan sudah berdatangan. Dimulai dari Paket Bandeng 2 rasa. Menu ini disajikan lengkap dengan sayur asem dan nasi timbel bambu bakar. Untuk bandengnya gw agak bingung dimana letak 2 rasa yang dimaksud ya? Soalnya gw hanya merasakan satu rasa dominan yaitu manis dari kecap. Tapi secara keseluruhan menu ini enak karena ikannya empuk. Dan yang paling penting tidak berbau lumpur. Sementara nasi timbel bumbu bakarnya cukup unik campuran antara rasa manis, gurih dan asin dari ikan teri medan di dalamnya. Sepertinya diselipkan juga daun kemangi untuk menambah aromanya. Primadona menu ini adalah sayur asem. Inilah sayur asem pertama yang gw cicipi dengan taburan bawang putih goreng yang dicincang. Awalnya gw bingung sayur asem kok aroma bawang putih. Setelah suapan ketiga gw baru menyadari taburan kecil berwarna kecoklatan yang mengapung di atasnya adalah bawang putih goreng. Entah Cabe Ulek terinspirasi dari mana yang pasti itu enak perpaduan asem segar dengan gurihnya bawang putih. Sayangnya satu kekurangan sayur asem ini. Isiannya kurang lengkap. Gw hanya menemukan labu siam, jagung manis dan daun melinjo. Kemanakah gerangan melinjo, kacang panjang dan kacang tanah? Heheheheh

 
Menu selanjutnya yang datang berbarengan adalah terong bakar bumbu cabe ulek dan rica-rica, gurame saus superior dan cah kangkung ebi. Gurame saus superior kurang mengena di lidah gw. Soalnya, pertama gw ga suka asin dan menu gurame saus superior ini cukup asin sad. Kedua, gw ga suka tauco dan menu ini memakai tauco dalam resepnya. Tapi keseluruhan guramenya enak dagingnya manis, empuk dan renyah di luar. Untuk cah kangkung gw rasa standar dimana pun tumis kangkung jika dimasak benar tidak terlalu lama sensasi renyah krenyes-krenyes masih terasa. Penilaian gw cah kangkungnya boleh lah. Dan taburan ebi di atasnya membuat tumis kangkung ini jadi mirip cah kangkung terasi. Selanjutnya terong bakar bumbu rica-rica dan cabe ulek. Kedua bumbu untuk terong bakar tersebut menurut gw JUARA!!!. Sejujurnya gw bukan penggemar terong, inilah menu terong kedua yang gw bilang enak setelah pernah mencicipi parmigiano eggplant. Terongnya matang sempurna tanpa ada bagian yang terlalu lembek. Tidak ada rasa pahit berlebihan dan bumbunya pedas benar-benar menggugah selera. Endos gandos pokoknya.

Lalu ada paket nasi timbel bambu bakar dan ayam bakar. Untuk nasi timbelnya sama dengan paket nasi timbel bambu bakar dengan bandeng 2 rasa. Sementara untuk ayam bakarnya gw menilai rasanya standar. Sori ya Cabe Ulek gw pernah merasakan yang sedikit lebih enak heheheheh.

Menu main course yang telat datang karena nasinya udah keburu habis tongue adalah ayam pop dan ayam bakar bumbu hijau. Kedua menu tersebut memakai jenis sambal yang sama. Cukup pedas bagi yang kurang suka pedas tapi bagi gw tingkat kepedasannya masih berada di level 2 dari skala 1 sampai 5. Unfortunately gw ga mencicipi prasmanan sambal yang disediakan cuma-cuma oleh pihak resto. Kalau tahu ada sambal 'nganggur' semua sudah gw cicipin heheheheh. Kalau rasa ayamnya gw lebih memilih ayam bakar karena lebih berasa bumbunya. Tapi keduanya sama-sama empuk karena ukuran ayam yang tidak terlalu besar sehingga matang sampai ke tulang.

 
Setelah kenyang dengan menu utama kami disuguhi dessert berupa dua jenis es tradisional. Pertama es shanghai, sekalipun namanya mengandung unsur Chinese food tapi sebetulnya ini adalah es campur yang isinya cincau hitam, jelly mutiara dan kelapa muda dengan kuah dari sirup cocopandan (sepertinya begitulah yang lidah gw rasa tongue)

 
Cukup menyegarkan bagi yang kepedasan karena sambal ala cabe Ulek. Dan kedua es pisang hijau, es ini mirip es palu butung dari Makassar hanya saja tanpa memakai bubur sum-sum. Entah pisang raja atau pisang kepok yang dipakai dalam resep, gw merasakan empuknya pisang seperti pisang kepok dan wangi seperti pisang raja. Apapun pisangnya yang penting enak. Adonan tepung beras yang dipakai untuk membungkus pisang cukup kenyal dan mulus tanpa perlawanan dalam mulut gw. Gw pernah menemukan es palu butung yang alot jadi bisa dibilang es ini oke lah. Kuahnya hampir sama dengan es shanghai hanya saja es pisang hijau ini ditambahi santan jadi agak lebih gurih. Bagi OpenRicers penyuka masakan khas Sunda nampaknya tambah lagi satu resto yang wajib didatangi. Gw sangat menyarankan hehehehe
 
Recommended Dish(es):  Terong bakar bumbu cabe ulek,sayur asem
 
Date of Visit: Jan 14, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0