OpenRice Index
  
yellow.girl
This is yellow.girl living in Serpong. I am a Legal, work in Senayan. I like to hang out in Senayan, BSD City, Serpong. Chinese, Jepang, Barat are my favorite cuisines. I also love Hotel Restaurant, Kafe, Restaurant and Pizza & Pasta, Bakso, Buffet.
Member 10 First(s)
No. of Review398 Review(s)
編輯推介數目14 Editor's Choice
Recommended1 Recommended
Popularity2083 View(s)
Replies in Forum0 Comment(s)
Upload Photos172 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant0 My Restaurant(s)
Follow0 Following
粉絲83 Follower(s)
yellow.girl  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 21 to 25 of 398 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Betawi | Soto/Rawon | Kumpul Keluarga

Tangerang, daerah ini kalo di explore emang banyak banget loh variasi kulinernya. Bahkan ada beberapa kuliner yang bisa dikatakan legendaries, hanya ada di Tangerang. Salah satunya adalah Laksa Tangerang. Dan ga neko-neko, di Tangerang anda bisa menemukan seb uah kawasan yang emang di fungsikan khusus untuk menjual menu laksa tangerang. Plank depan kawasannya bertuliskan “Kawasan Kuliner Laksa Tangerang”. Tempatnya sih sederhana, sepintas mirip saung besar dan memanjang. Begitu anda memasuki kawasan ini, jangan bingung kalo dari awal anda berjalan sampe selesai kawasan ini hanya menjual menu laksa saja, gak ada menu lainnya. Kuliner ini cukup digemari loh, ga heran pagi dan jam makan siang kawasan ini selalu penuh dengan parkiran mobil. Walaupun menjual menu yang sama dengan gerobak dan jongko yang sama, penjualnya beda-beda, dan memang mereka berbeda owner. Unik kan? Silahkan memilih sendiri anda akan makan di penjual yang mana.

 

 
Dari sekian banyak penjual laksa, akhirnya saya memilih mampir ke Laksa Tangerang Bang Kumis Bewok. Entah kenapa, jongko bang kumis ini cukup rame dan menarik perhatian saya. Pas ngeliat penjualnya emang sih gondrong, kumisan dan bewokan. Haha.. Walaupun penampilannya demikian, penjualnya super ramah, kami belum masuk saja sudah disambut dengan senyuman hangat. Di atas mejanya sudah tersedia kerupuk, dan aneka gorengan. Setelah duduk, kami pun sibuk memesan laksa sesuai selera masing-masing. Pelayanannya cukup cepat, karena memang proses persiapan menu ini gak ribet, mirip ketupat, tinggal diguyur kuah laksanya saja, jadi dan dihidangkan ke meja deh. Di atas meja telah disiapkan sambel, garam dan pelengkap lainnya.

Sepanjang kawasan kuliner Laksa Tangerang ini, semua menu yang dijual seragam, yakni laksa. Jadi gak bisa mesen menu lainnya kalo makan disini ya. Kawasan kuliner ini sudah mulai aktif dari pagi banget sampe malam hari, pengunjungnya rame dari berbagai kalangan. lol
Aneka Gorengan

Aneka Gorengan

 
Menu : Laksa Telor
Price : Rp 8.000
Laksa  - Telor

Laksa - Telor

 
Laksa telor ini adalah menu pesanan hubby. Sebenarnya ketika mesen laksa, kita bisa milih mau laksa polos, laksa pake telor, atau laksa pake ayam. Pilihannya sih Cuma 3 jenis menu tersebut. Seporsi laksa telor ini disajikan dengan piring dengan isian mie laksa, sebutir telur rebus yang dimasak dengan kuah laksa, dan kuah laksa, gak ketinggalan taburan daun kucai di atasnya. Simpel banget deh menu laksa ini. Mie laksanya tuh emang beda, khas Tangerang deh, teksturnya agak kasar, bentuknya mirip mie spaghetti. Kuah laksanya bersantan, gurih dan ada kacang tumbuk di dalamnya. Kalo doyan pedes, tambahinn aja cabe rawit ijo ke dalamnya.

Menu : Laksa Ayam
Price : Rp 15.000
Laksa - Ayam

Laksa - Ayam

 
Karena bosen dengan telur, saya memesan menu laksa yang berbeda dengan hubby. Saya memesan menu laksa ayam. Menu ini sebenarnya sama saja dengan menu laksa yang dipesan hubby, bedanya adalah saya memakai ayam. Ayam disini bukan ayam gulai seperti telor, melainkan ayam bakar. Jadi rasanya emang pas banget dengan kuah laksanya. Porsi laksa disini bisa dikatakan mengenyangkan karena cukup banyak. Untuk ayam bakarnya boleh request bagian dada or paha, harganya sama saja. Jadi saya pilih dada deh, ayamnya sih sepertinya ayam pejantan karena dagingnya empuk, less lemak dan ukurannya agak kecil. Enak sih ayam bakarnya, aroma bumbunya cukup berasa dan meresap ke dagingnya. Tambahan sambel rawit ijo mempernikmat menu ini. Enakkk..

Menu : Es Cendol Durian
Price : Rp 7.000
Es Cendol Durian

Es Cendol Durian

 
Kalo menu dessert satu ini bukan dijual oleh penjual laksanya melainkan sebuah gerobak cendol yang selalu mangkal depan kawasan kuliner laksa ini. Hehe.. Penjual cendolnya super ramah, setelah mesen cendolnya akan dianterin ke meja kita. Bayarnya nanti setelah makan kelar. Es cendol durian ini juga juara loh rasanya, cendolnya lembut banget, santan dan gula merahnya pas banget berpadu dengan vla durian di dalamnya. Jadi saat menyantap cendolnya, berasa daging durian di dalamnya. Recommended to try kalo makan laksa disini.

Sepintas memang kuliner sederhana seperti ini gak terdengar menarik. Tapi jika anda berkunjung ke Tangerang, cobalah mampir ke kawasan kuliner Laksa Tangerang ini, karena hanya disini anda menemukan menu laksa khas Tangerang dengan cita rasanya yang berbeda. Mengenai tempat cukup adem, soal harga sih terjangkau banget, rasanya kadang ngangenin buat balik lagi dan makan disini. Selain itu, anda bisa menemukan aneka kue tradisional kaya apem dan kue rangi disini. Jadi sekalian bernostalgia kalo makan disini. Hehe.. Overall, recommended culinary deh..!!

Rating


Taste : 8/10
Price : 9/10
Environment : 7/10
Service : 8/10

 
Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Ramen | Kumpul Keluarga

Bermula dari cerita seorang teman kalo Hakata Ikkousha sudah membuka cabangnya di Gading Serpong. Wah langsung excited deh pengen buru-buru nyobain ramen yang denger-denger sih rasanya spektakuler banget. Dulu sih pengen nyobain tapi karena jauh jadi sampe sekarang belum kesampean. Hehe.. Kali ini deket rumah, jadinya hari ini ngajakin my sis nyobain sekalian jalan-jalan ke mall Summarecon Serpong. Hakata Ikkousha terletak di Eat and Chat, sebuah kawasan gabungan beberapa resto yang terletak di Paramount Serpong, lokasinya gak jauh dari Hotel Aston (sekarang sih jadi Hotel Atria). Di Eat and Chat ini ada beberapa resto yang tergabung seperti BK, Domino’s, Shooter, dan Hakata Ikkousha. Restonya cukup mentereng dengan gantungan kain merah di depan restonya, khas resto jepang gitu deh. Dan begitu kami mendekati pintu pelayan dengan antusias membukakan pintu dan serentak suara rame penyambutan dari semua pelayannya terdengar, seru juga. Selain itu mungkin karena pas itu resto tidak terlalu rame, kami dilayani dengan sangat baik, sampai mempersilahkan kami duduk dan menarik bangku untuk kami. Nice service..!!

 

 
Interior resto Hakata Ikkousha ini gak terlalu special hanya bendera-bendera kemerahan dan papan bertuliskan bahasa jepang yang menghias resto ini. Pelayannya lumayan banyak loh, mungkin mengakomodir kalo tiba2 ada pengunjung datang membludak jumlahnya. Meja yang tersedia untuk dine in cukup banyak, mungkin sekitar 10-15 meja. Kami makan jam 11 siang, dan sekitar 4 meja terisi saat itu. Diatas meja sudah tersedia aneka pelengkap menikmati ramen. Sementara buku menunya yang besar juga diletakkan di atas meja tiap meja diberi dua buku menu. Setelah duduk, pelayannya langsung menunggu kami dan mencatat pesanan kami. Seorang pelayan lainnya terlihat hilir mudik merefill ocha pengunjung yang gelasnya sudah terlihat kosong. Kebersihan meja dan perangkat makan di Ikkousha cukup terjaga, semuanya bebas minyak.

 

 


Menu makanan yang ditawarkan di Hakata Ikkousha kebanyakan didominasi menu ramen, tapi ada juga menu mie celup, dan beberapa menu lainnya serta aneka menu side dish. Ramen yang tersedia di resto ini pun cukup bervariasi jenis kuahnya dan toppingnya, ada yang non halal dan ada pula yang halal (ramen chicken).

Menu : Ramen Babi Special
Price : Rp 45.000

 
Dan inilah menu ramen pesanan saya. Ketimbang daging ayam, saya memang lebih penasaran dengan ramen babinya, hehe.. Ramen babi special ini menjadi pilihan saya atas rekomendasi my sist. Ramen babi special ini disajikan di sebuah mangkok berukuran sedang dan piring sebagai alasnya. Isian ramen babi special ini adalah tiga iris tipis daging babi yang sedkit berlemak, taburan daun bawang, wijen, dan sebutir telur rebus yang dibelah menjadi dua. Telur rebusnya menarik, putihnya matang, sementara bagian kuningnya masih melting gitu, I love much this egg. Kuah ramennya agak kental, dan saya menyukai tesktur kuah yang demikian, rasa kaldunya berasa lebih mengigit. Selain itu, saya menambahkan cabe kasar yang dianterin bareng ramennya. Saya cukup banyak menambahkan cabe merah ini ke dalam ramen saya untuk mendapatkan rasa pedas. Overall puas sih dengan rasa ramennya, emang benar enak sih, kuahnya yang thick, rasa kaldunya yang gak berbau babi, dan daging babinya yang empuk menjadi point penting dalam ramen babi special ini.

Menu : Ramen Babi Tam-tam
Price : Rp 53.000

 
Nah, kalo ramen babi tam-tam ini adalah menu pilihan my sist. Karena penasaran saya sempet icip-icip juga nih. Hehe.. Ramen babi tam-tam ini sebenarnya cita rasanya mirip dengan ramen babi special, yang membedakan adalah penambahan semacam sambel (mungkin ini yang disebut tam-tam, hehe) jadi ramen ini merupakan salah satu pilihan ramen yang bercita rasa pedas. Walaupun demikian, menurut saya sih pedasnya gak mencolok, akhirnya dengan penambahan cabe merah menjadikan menu ramen babi tam-tam ini pedasnya pas. Sama seperti ramen babi special, ramen babi tam-tam ini disajikan juga dengan tiga sliced daging charsu babi, daun bawang, wijen, sambel dan sebutir telur rebus yang dibelah dua. Kuahnya juga cukup thick, mienya kenyal. Porsi ramen di Hakata Ikkousha cukup banyak dan mengenyangkan.

Menu : Ocha Dingin
Price : Rp 8.800

 
Sebagai minuman, kami berdua sama2 memesan ocha dingin. Ochanya bisa di refill sepuasnya, biasanya sih pelayannya yang responsive menuangkan begitu gelas kita kosong, jadi ga perlu memanggil pelayannya untuk merefill minuman kita. Ocha dinginnya sih standar rasanya, gak terlalu tercium aroma green tea nya.

Hakata Ikkousha, sebuah resto ramen dengan slogannya global standar, memang menawarkan menu ramen dengan cita rasa yang memang cukup otentik. Dari segi cita rasa menurut saya sih emang enak banget, gak heran sih resto ramen ni cukup di rekomendasikan oleh banyak pencinta menu ramen. Dari segi harga juga cukup terjangkau, porsi ramennya banyak dan mengenyangkan. Semua harga menu di Hakata Ikkousha belum termasuk tax 10% dan service charge berkisar 3,5%. Overall, recommended ramen restaurant..!!

Rating

Food : 8/10
Price : 8/10
Environment : 8/10
Service : 8/10
 
Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Kumpul Keluarga

Pas nemenin temen ke Alam Sutera, gak sengaja ketemu resto baru di kawasan Town Centre. Pas diperhatiin lagi restonya ternyata berukuran cukup besar, di bagian depannya masih di bangun2 gitu sih tapi restonya sudah buka. Ternyata restonya adalah Super Penyet, saya sih taunya Super Penyet ini ada di Greenvile, ternyata sekarang juga membuka cabangnya di Alam Sutera. Lokasi resto ini cukup dekat dengan resto Ikan Bakar Cianjur. Sign boardnya cukup besar kok, areal untuk parkir juga tersedia cukup luas. Yap kalo dilihat dari ukuran restonya yang emang cukup besar wajar deh kalo resto ini menyediakan area parkir yang luas. Weekend kemaren akhirnya ngajakin hubby nyobain resto ini. Resto yang bertembokkan serba kaca ini membuat resto ini cukup menarik dari luar. Pas masuk ternyata restonya lebih menarik lagi,konsep yang dipakai di dalam interior restonya adalah garden, jadi berasa makan dengan suasana kebun gitu. Ada aksen pagar beserta bunga yang sedang mekar-mekarnya. Bahkan ada pepohonan juga di dalam restonya.

 
Resto Super Penyet ini membagi area dine in nya menjadi dua, yakni di dalam resto yang non smoking dan ber AC, sementara di bagian luar resto juga bisa untuk dine in dan boleh smoking. Mungkin kalo malam asik juga memilih area di luar resto. Begitu memasuki resto ini, anda akan menemukan sebuah meja lengkap dengan beberapa cendil berisi aneka sambel. Ternyata ini adalah booth sambel yang disediakan untuk pengunjung yang akan dine in. Pilihan sambelnya saya akui emang paling banyak diantara resto berkonsep sejenis. Saat mampir, ternyata saya dan hubby adalah pengunjung satu-satunya, restonya masih sepi banget, entah karena memang baru buka atau gimana. Pelayannya menyodorkan buku menu untuk kami memesan. Cukup ramah dan cepat kok pelayanan di Super Penyet Alsut ini. Wastafel nya dan toiletnya ada di luar resto jadi kalo mau cuci tangan sebelum makan kudu keluar dulu, hehe..
aneka sambel

aneka sambel

 


Menu makanan yang ditawarkan oleh Super Penyet adalah aneka menu penyetan. Menu penyetannya biasanya sudah berbentuk paket gitu, dan dibandrol dengan harga cukup ekonomis. Pilihan paketnya cukup banyak. Tapi ada juga kok penyetan yang ala carte, jadi disesuaikan dengan selera saja. Selain itu ada juga aneka menu sayuran dan sop iga. Kalo sambel sih free of charge, boleh ambil sepuasnya asal diabisin aja. Hehe..

Menu : Super Combo 1
Price : Rp 19.500
Combo 1

Combo 1

 
Saya dan hubby sama-sama memesan menu super combo 1 saat makan disini. Super combo 1 ini cukup komplit sih menurut saya. Paket super combo 1 ini terdiri dari ayam goreng (boleh pilih dada/paha), telur dadar, tahu goreng dan tempe goreng. Semua isian paket ini disajikan dalam piring cobek kecil dan dilengkapi dengan sambel penyet dan lalapan berupa irisan kol dan mentimun. Ayam gorengnya sepertinya sih pake ayam broiler sehingga ukuran ayam gorengnya cukup besar, dagingnya pun tebal. Bumbu ayam gorengnya juga cukup meresap sehingga ayam gorengnya cukup renyah dan gurih. Tahu dan tempe gorengnya juga enak, ada bumbunya sehingga saat dimakan gurih dan agak sedikit asin rasanya. Telur dadarnya tebal, walaupun tasteless, enak dimakan dengan sambel. Hanya saja sambel penyetnya yang agak kurang pedas, cenderung manis sih. Aroma jeruk limau cukup terasa di sambelnya. Saya akhirnya mengambil sambel ijonya sebagai cocolan ayam goreng karena rasanya pas (saya doyan asin sih, hehe).

Menu : Ca Kangkung
Price : Rp 12.500
Cah kangkung

Cah kangkung

 
Selain menu super combo, kami juga memesen seporsi sayuran. Menu sayuran yang tersedia gak banyak sih hanya ada cah kangkung, cah toge, cah kacang panjang, cah daun ginseng. Pilihan seperti biasa jatuh pada menu ca kangkung, standar banget ya, haha.. Ca kangkung ala Super Penyet ini ga pake pilihan cah seafood, cah terasi dll jadi cuma di cah pake bawang putih aja. Porsinya cukup besar loh, saya sharing berdua aja berlebih. Kangkungnya enak, dan yang saya suka kangkungnya muda jadinya gak alot saat dimakan. Sensasi krispi di kangkungnya nyaris ilang sih kayanya kematengan. Bumbu bawang putih dan bumbu tumisnya cukup berasa. Cocok juga deh sebagai pelengkap menikmati menu penyetan.

Menu : Es Fantasi Buah
Price : Rp 12.000
ice buah fantasi

ice buah fantasi

 
Sebagai dessert, akhirnya pesen es nya juga. Pilihan es nya ada beberapa jenis, tapi bentuknya sih kaya es serut gitu yang membedakan hanya topping es serutnya saja. Atas rekomendasi pelayannya katanya sih best sellernya es fantasi buah jadinya kami pun memesan menu dessert ini saja. Es fantasi buah ini adalah es serut dengan topping berupa longan, nanas, cincau, melon, semangka dan taburan meses warna warni dengan siraman sirop merah. Es serutnya bukan es serut yang halus jadi masih agak berbatu-batu gitu saat dimakan. Selain itu campuran sirop merah dan air longan kayanya bikin es ini bercita rasa agak aneh. Hubby malah cuma nyendok sesendok doang dan bilang ga mau lagi, haha.. Kayanya kita salah milih dessert nih. Mungkin es lainnya lebih enak kali.

Menu : Ice Tea
Price : Rp 5.000
ice tea jumbo

ice tea jumbo

 
Karena sudah mesen ice sebagai dessert, untuk minumannya saya hanya memesan ice tea saja. Ice tea di Super Penyet disajikan dengan gelas super besar, semacam gelas bir gitu. Hiks, kalo tahu porsi ice tea nya bakal sejumbo ini, harusnya pesen 1 aja sharing berdua. Gelas yang dipake ada cap Super Penyet dengan mascot ayamnya, saking penasarannya saya sempet megang2 gelasnya kirain gambar ayamnya tuh semacam tempelan digelas, ternyata bukan. Iseng.com.. hehe.. Mengenai taste ice tea sih standar ya, rasa dan harum tea melatinya berasa, dingin dan segar. Cocok diminum sehabis menyantap aneka sambel yang pedas.

Kesimpulannya, Super Penyet sih sebenarnya cukup oke dalam harga menu makanannya, bisa dibilang terjangkau banget malah. Hanya saja untuk kualitas sambel sepertinya masih kurang, hampir semua sambelnya bercita rasa agak manis. Padahal untuk penyet kan sambel gurih lebih nikmat (opini pribadi). Selain itu untuk sambel free of charge yang tersedia sepertinya kurang niat disajikan, hanya disajikan sedikit2 setiap jenis sambelnya, kadang harus minta refill dl ke pelayannya dan itu lama, belum lagi cuma di refill dikit again, alias sekali ambil abis (khususnya sambel dondong). Overall bolehlah next mencoba makan di sini lagi mencoba penyetan lainnya, dan kayanya harus minus es nya, mesen es teh aja. Semua harga makanan di Super Penyet belum termasuk tax 10%.

 

Rating


Taste : 7/10
Price : 8/10
Environment : 9/10
Service : 8/10

 
Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Ini kali pertama saya mencicipi makanan khas ala Pakistan dan India. Cerita tertarik mengeksplor makanan ala Pakistan – India ini berawal dari ajakan salah seorang teman yang lagi semangat-semangatnya mencoba aneka masakan dari luar Indonesia. Awalnya sih saya agak ragu saat diajak menuju resto ini. Koh E Noor, demikian nama resto yang terpampang di sign board restonya. Dengan motonya, “Serving the True Taste”, Cuisine of India and Pakistan. Sepertinya cita rasa restonya masih otentik banget nih. Resto Koh E Noor ini terletak di lantai dasar Pasar Festival, Kuningan. Dari luar sih resto ini terlihat cukup ekslusif karena agak tertutup, walaupun demikian rasa penasaran masih membuat kami tertarik ingin mencicipi makanan di resto ini.

 
Begitu memasuki resto, suasana resto di dominasi warna merah. Penerangan ruangannya memang agak minim, kesan hangat pun cukup terasa saat memasuki resto ini. Suka dengan interior restonya yang terkesan klasik dan bersih. Hanya saja begitu memasuki resto ini, aroma rempah-rempah khas India, memang sih tidak tercium tajam oleh hidung, hanya saja untuk saya yang kurang terbiasa dengan aroma khas ini membuat saya mau gak mau ikut menikmati aroma welcome dari Koh E Noor ini. Hehe.. Mengenai pelayanan sih menurut saya sangat baik, mungkin saat itu kondisi resto memang tidak terlalu rame. Jadi menu yang kami pesan tidak terlalu lama dihidangkan ke meja.

 


Daripada bahas mengenai aroma khas ruangan resto, lebih baik cerita tentang menu makanannya. Menu makanan yang ditawarkan oleh Koh E Noor memang cukup unik dan menarik bagi saya. Karena saya gak mudeg dengan menu-menu yang ditawarkan akhirnya saya dengan pasrah menyerahkan sepenuhnya hak memilih menu kepada teman saya. Oke, dan berikut ini adalah beberapa menu yang dipesan dan kami cicipi bersama.

Food : Papadam Masala
Price : Rp 22.000
papadam masala

papadam masala

 
Salah satu menu yang kami pesan adalah papadam masala. Namanya cukup unik ya, menu papadam masala ini sebenarnya mirip dengan peyek (sekilas, pas dimakan sih rasanya beda benerrr), teksturnya krispi dengan taburan cincangan tomat dan bawang, permukaannya mungkin diolesi sejenis minyak sehingga kelihatan cukup oily. Saat dimakan, krispi dan rasa asam, gurih dan aroma rempah-rempahnya cukup terasa. Cocok juga buat appetizer. Papadam masala ini bisa dinikmati dengan 4 jenis sambel yang tersedia, dan saya akhirnya merasa cocok dengan saus berwarna coklat yang cita rasanya agak mirip dengan saos kecap (balik lagi ke soal lidah yang indo abiss).

Food : Dahi Puri
Price : Rp 35.000
Dahi puri

Dahi puri

 
Satu lagi menu unik yang dipesan teman saya adalah Dahi Puri. Menu ini sekilas terlihat mirip bola-bola dengan saos mayones. Hihi.. Saat dinikmati saya baru memperhatikan dengan seksama, bahwa bagian alas menu dahi puri ini adalah semacam cracker tipis yang renyah lalu diisi dengan potongan-potongan kentang dan disiram dengan yogurt. Rasanya yah asem-asem segar gitu. Dahi puri ini agak aneh sih tastenya buat saya, entah lidah saya yang ndeso atau memang kurang bisa menikmati. Tapi menurut teman saya sih katanya enak.

Food : Chicken Tikka Platter
Price : Rp 80.000
chiken tikka platter

chiken tikka platter

 
Menu selanjutnya adalah menu chicken tikka platter. Dan menurut saya menu inilah yang paling enak, paling cocok buat lidah saya. Hehe.. Chicken tikka platter ini porsinya cukup banyak dan mengenyangkan. Seporsi chicken tikka platter ini terdiri dari ayam yang dibumbuin dengan bumbu tikka dan berwarna kemerahan, aroma rempah cukup kentara dalam ayam nya, sekilas sih mirip dengan ayam bakar pedas, walaupun yang ini gak pedas rasanya. Ayamnya empuk, bumbunya berasa dan gak medok bau rempahnya. Menu ini disajikan dengan pelengkap berupa French fries, salad, dan juga dua potong roti mirip roti cane sih tapi agak tasteless, mungkin sebagai karbohidrat untuk menu ini.

Kalo yang doyan makanan yang kaya rempah dan spice sih emang resto Koh E Noor ini cukup menarik untuk anda kunjungi. Lain lagi dengan yang lidahnya agak ndeso mirip saya, mungkin beberapa jenis makanan di Koh E Noor ini merupakan makanan extreme di lidah. Tapi yang pasti chicken tikka platter bisa jadi pilihan menu yang tepat untuk anda yang memiliki selera mirip saya. Hehe.. Ohya, ada dua jenis menu yang katanya sihh, menu andalannya Koh E Noor yang jika anda ingin menyantapnya harus memesannya 1 hari sebelumnya dan yang satunya lagi harus sabar menunggu 30 menit. Sayangnya saya tidak mencicipi kedua jenis menu tersebut. Mengenai harga cukup reasonable, suasana resto juga cukup nyaman dan bersih. Recommended resto for Pakistan – Indian food lover. Harga menu makanan di Koh E Noor belum termasuk tax 10% dan service charge 5%.

Rating

Taste : 8/10
Price : 8/10
Environment : 8/10
Service : 8/10

 
Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Sunda | Restaurant | Seafood | Kumpul Keluarga

Hubby biasanya paling males diajakin makan ke tempat yang terlalu jauh. Pernah baca review salah satu resto seafood yang berlokasi di kolam pemancingan coba ngajak hubby ke sana, maksudnya biar ada yang nganterin soalnya jauh bok. Hehe.. Pas bilang adanya di Muncul doi langsung bilang kagaaa, jauh banget makan aja kesana. Haha.. Gak kapok minggu depannya ngerengek lagi minta ditemanin makan kesana, akhirnya mungkin karena pasrah ma istrinya yang bawel ini akhirnya dengan kerelaan hati hubby mau nganterin kesana plus makan bareng. Asikkk.. By the way, resto yang saya maksud ini adalah Pondok Rizki. Resto ini memang berlokasi di kolam pemancingan ikan, sehingga sambil mancing kita bisa menikmati seafood juga. Lokasinya di daerah Muncul, dan penuh perjuangan juga menemukan resto ini karena ternyata gak berada di jalan rayanya melainkan kami harus melewati gang kecil seperti memasuki area perkampungan gitu dan ternyata mentoknya baru nyampe deh ke Pondok Rizki.

 
Pondok Rizki ini sebenarnya berupa beberapa kolam ikan besar yang pasti ada ikan di dalamnya. Sempet nanya ke pelayannya katanya sih ada ikan gurame dan ikan patin. Kita berdua sih gak mancing, karena emang gak hobi juga. Jadinya langsung menuju saung yang kosong, ohya kalo mau kesini pas weekend ada baiknya reservasi dulu karena restonya ternyata cukup rame. Kan sayang kalo uda datang jauh2 ternyata full. Di Pondok Rizki semua tempat dine in nya berupa saung-saung, dan ukuran saungnya cukup besar dikelilingi juga dengan kolam ikan, jadi sebenarnya bisa2 aja sih makan sambil mancing (kalo niat). Di saungnya dialasi dengan tikar, ukuran saungnya juga besar cocok untuk sekeluarga sih, tapi karena cuma berdua jadi berasa kosong banget. Mesen menu makanan disini wajib agak sabar karena menu kami baru dianterin setelah 20-30 menit lebih menunggu.

Menu makanan yang ditawarkan oleh Pondok Rizki adalah aneka menu makanan seafood, selain itu ada juga menu ayam dan sayuran. Pilihan menunya cukup beragam sih, harganya pun bisa dikatakan cukup murah dan terjangkau.

Menu : Gurame Bakar Ukuran Sedang
Price : Rp 55.000
Gurame bakar

Gurame bakar

 
Kami memesan seporsi ikan gurame ukuran sedang, beratnya sih berkisar 500 gram. Ikan gurame di Pondok Rizki tersedia dalam 3 ukuran yakni kecil, sedang, dan besar. Selain ikan gurame ada tersedia juga ikan patin dan ikan nila. Ikan gurame bakar ini penyajiannya cukup menarik, gak dipiring or hotplate dan sejenisnya, melainkan di tampah kecil yang telah dilapisi dengan daun pisang. Ikan guramenya asli fresh banget, mungkin emang pake gurame hidup. Ikan guramenya dibelah dan dibakar dengan bumbu kecap. Ikannya bebas amis, gak tercium bau tanah sama sekali, bumbu bakar kecapnya pun enak dan meresap ke daging ikannya. Ikan bakar ini disajikan dengan sambel kecap. Habis nih ikan ma kita berdua, hehe..

Menu : Ayam Bekakak
Price : Rp 65.000
Ayam bekakak

Ayam bekakak

 
Menu selanjutnya kami memesan seporsi ayam bekakak. Ayam bekakak ini gak dijual per potong melainkan per ekor. Pas liat harganya okelah masih terjangkau, jadinya mesen seekor deh. Kirain ukuran ayamnya bakal kecil ternyata pas disajikan ukuran ayam bekakaknya lumayan gede juga. Ayamnya dibelah dan dibakar dengan dua tusukan sate gitu. Jujur sih ini pertama kali saya mencicipi yang namanya ayam bekakak ternyata mirip dengan ayam bakar yah rasanya, soalnya ada sensasi gosong hasil bakaran gitu. Daging ayamnya tebal, empuk dan bumbu nya cukup meresap ke dalam ayamnya. Menu ayam bekakak ini disajikan dengan sambel terasi dan lalapan. Sambel terasinya enak, pedesnya pun pas.

Menu : Udang Saos Padang
Price : Rp 45.000
udang saos padang

udang saos padang

 
Awalnya hubby pengen pesen cumi goreng tepungnya, tapi pas ngeliat ada menu udang, akhirnya malah mesen menu udang. Udang saos padang, menu inilah yang kita pesan. Udang saos padang ala Pondok Rizki ini porsinya agak minimalis ya. Seporsi udang saos padang ini hanya terdiri dari beberapa ekor udang jerbung dimasak dengan saos kecoklatan dan potongan bawang Bombay. Penyajian saos padang ala Pondok Rizki ini menurut saya agak kearah saos tiram, dari segi warna dan cita rasa sama sekali tidak menemukan rasa spicy yang strong, cenderung manis dan gurih. Udangnya sih memang fresh, saat dinikmati tesktur lentur udang yang fresh sangat terasa.

Menu : Sayur Asem
Price : Rp 7.000
Sayur asem

Sayur asem

 
Kalo makan seafood gak pake sayuran kayanya ada yang kurang gitu. Jadinya kami memesan seporsi sayur asem. Sayur asem di Pondok Rizki ini juga dibedakan antara porsi besar dan porsi kecil, aya aya wae deh. Jadinya karena cuma berdua kami pesen yang porsi kecil saja. Pas datang ternyata porsinya gak kecil juga yah semangkok ukuran regular deh. Sayur asemnya isinya agak minim sih, banyak di kuahnya. Isiannya hanya berupa labu siam, kacang panjang, daun melinjo dan kacang tanah. Rasa sayur asemnya agak cenderung manis, dan disajikan dalam keadaan kurang panas, jadinya agak kurang nikmat rasanya.

Menu : Nasi Putih & Lalapan (K)
Price : Rp 5.000 & Rp 7.000
nasi putih dan lalapan

nasi putih dan lalapan

 
Penyajian nasi putih di Pondok Rizki benar-benar mengugah selera makan. Nasi putihnya disajikan dibakul dengan dilapisi daun pisang sebelumnya. Aroma harum nasi yang pulen ditambah harum daun pisang membuat nasi putihnya enak banget. Untuk lalapan, di Pondok Rizki tidak diberikan cuma-cuma melainkan harus pesan. Porsi lalapannya tersedia dalam ukuran kecil dan besar. Ini yang kami pesan adalah ukuran kecil, itupun sudah cukup banyak. Lalapannya terdiri dari timun, daun kemangi, rebusan daun singkong, labu siam, dan kol. Lalapannya bersih karena kelihatan basah seperti habis dicuci.

Jika anda memang menyukai mancing, Pondok Rizki bisa jadi resto yang cocok untuk anda. Selain memancing dan dapet ikan, btw ikan yang di dapet bisa di redeem bawa pulang loh hanya bayar Rp 25.000an gitu deh per kg nya, murah banget ketimbang beli di pasar. Selain mancing anda juga bisa menikmati sajian seafood yang harga yang cukup terjangkau. Kalo datangnya sekeluarga dan ada anak2nya kayanya juga seru karena ada rakit2an dan taman untuk bermain anak-anak. Suasana oke, harga makanan oke, taste juga lumayan enak kok. Fishing and eating here..!!

Rating

Taste : 8/10
Price : 8/10
Environment : 8/10
Service : 7/10

 
Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0