OpenRice Index
  
yellow.girl
This is yellow.girl living in Serpong. I am a Legal, work in Senayan. I like to hang out in Senayan, BSD City, Serpong. Chinese, Jepang, Barat are my favorite cuisines. I also love Hotel Restaurant, Kafe, Restaurant and Pizza & Pasta, Bakso, Buffet.
Member 10 First(s)
No. of Review398 Review(s)
編輯推介數目14 Editor's Choice
Recommended1 Recommended
Popularity2085 View(s)
Replies in Forum0 Comment(s)
Upload Photos172 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant0 My Restaurant(s)
Follow0 Following
粉絲83 Follower(s)
yellow.girl  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 11 to 15 of 393 Reviews in Indonesia
Hawker food in Malay Village Smile May 28, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Singapura / Malaysia | Restaurant | Martabak | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Nyokap tuh suka banget ma hawker food, kaya makanan asal malaysia gitu. Jadi kalo ada resto baru yang menawarkan menu hawker nyokap biasanya langsung ngajakin kita makan ramean. Dan biasanya kalo uda cocok ma nyokap, bisa lumayan sering deh kita mampir lagi. Nah salah satu resto kesukaan nyokap tuh adalah Malay Village. Resto Malay Village merupakan salah satu resto yang menyediakan menu hawker food, resto ini terletak di Mall Living World, Alam Sutera. Malay Village, cukup mudah ditemukan, biasanya abis kita parkir mobil dan masuk melalui pintu akses masuk mall dari parkiran lurus uda ketemu deh ma Malay Village, lokasinya berdekatan dengan resto Bangkok Jam. Sign board restonya sih memang tidak terlalu besar, tapi resto ini cukup eye catching karena selalu rame ma pengunjung.

 
Ukuran resto Malay Village cabang Mall Living World ini memang tidak terlalu besar. Karena cukup banyak peminatnya, akhirnya Malay Village memperlebar area dine in nya dengan memanfaatkan bagian luar resto, jadi pagar pembatasnya di mundurin gitu. Dengan memadatkan kapasitas, kadang jadi berasa agak berisik karena penuh sesak oleh pengunjung. Suasana resto sih menarik ya, interiornya berkesan modern dan minimalis. Warna yang mendominasi di Malay Village adalah putih, bentuk bangunannya melayu jaman dulu gitu. Penambahan canopi di dalam resto membuat kesan unik dan jadul hadir di Malay Village. Di saat jam makan malam, restonya suka penuh jadi ga heran kalo terlihat antrian waiting list. Di depan restonya disediakan menu book jadi sambil nunggu kadang kita bisa milih2 dulu menu yang akan dipesan nantinya. Pelayanan di Malay Village kalo lagi rame suka agak lama, tapi kalo gak terlalu rame, pelayanannya terbilang cukup cepat.

 


Pilihan menu makanan di Malay Village cukup bervariasi. Tersedia menu makanan yang disajikan individual portion maupun menu ala carte (semacam lauk) gitu yang biasa dipesan untuk makan keluarga. Dibuku menunya diberi beberapa label chef’recommendation untuk menu2 yang di favoritkan di Malay Village. Label chef's recommendation ini yang kadang membuat saya tertarik mencoba menu yang tidak pernah saya pesan sebelumnya. lol

Menu : Nasi Lemak with rendang
Price : Rp 34.800
Nasi lemak with rendang

Nasi lemak with rendang

 
Menu kesukaan nyokap di Malay Village adalah nasi kerabu dan nasi lemaknya. Kali ini nyokap mesen nasi lemak with rendang. Nasi lemak di Malay Village ini emang lengkap banget isian lauknya. Nasi lemak ini disajikan di piring dengan alas berupa daun pisang lalu nasi lemaknya dicetak bentuk persegi dengan taburan kacang di atasnya. Lauk di sampingnya terdiri dari sebutir telur balado yang dibelah dua, dua ekor udang balado, dan semacam acar buah yang rasanya agak manis asem gitu. Sementara untuk rendangnya disajikan di mangkok kecil terpisah sehingga kuah rendangnya tidak membasahi nasi lemaknya. Nasi lemak sekilas sih sering dikira nasi uduk oleh sebagian orang, padahal tastenya berbeda loh. Nasi lemak itu lebih berasa gurih dan agak basah karena memakai santan dalam jumlah lebih banyak. Rendang daging sapinya emang juara, dagingnya benar-benar empuk dan bumbu rendangnya pas banget, asin, manis dan gurihnya berasa.

Menu : Horfun Siram Seafood
Price : Rp 30.000
Horfun siram seafood

Horfun siram seafood

 
Karena lagi kurang pengen menyantap menu nasi, saya memesan horfun siram seafood. Menu ini sebenarnya menyerupai kwetiau siram seafood. Mungkin di Malay kwetiau disebut sebagai horfun. Bentuknya dan teksturnya mirip kwetiau hanya saja lebih lebar deh. Horfun siram seafood ini disajikan di sebuah piring agak cekung sehingga tepat untuk menu berkuah seperti ini. Isian horfun siram seafoodnya terdiri dari udang, crab stick, daging ayam, telur dan sayuran. Porsi menu satu ini terbilang mengenyangkan karena emang banyak banget. Kuah siram horfunnya berasa gurih dan harum dengan penambahan bawang putih goreng di atasnya. Udangnya juga fresh dan berukuran gede-gede. Crabsticknya juga dikasih cukup banyak, dimakan dengan sambel, uenakkk..

Menu : Bee hon goreng beef
Price : Rp 30.000
Bee hon goreng beef

Bee hon goreng beef

 
Menu ini dipesan karena ternyata bokap masih kurang kenyang. Haha.. Bee hon goreng beef ini adalah menu bihun goreng dengan tambahan potongan daging sapi. Porsi bee hon gorengnya lumayan banyak, hanya saja pas disajikan ke meja, agak berantakan penampilannya. Bihun gorengnya gak kaya bihun goreng biasa, melainkan bihun goreng dengan cita rasa agak melayu. Rasanya berasa aroma kemiri, ada tambahan irisan wortel, kol dan toge. Beefnya gak terlalu banyak ditemukan dalam bee hon goreng ini. Overall sih, dari cita rasa lumayan lah, mungkin dengan tambahan acar menu ini bisa jadi lebih menarik dan nikmat.

Menu : Orange Juice
Price : Rp 18.000
Orange Juice

Orange Juice

 
Sebagai menu minuman, saya memesan menu orange juice. Mengenai minuman satu ini overall sih lumayan ya tastenya, aroma dan rasa jeruknya berasa banget, agak asem manis segar gitu rasanya. Dan sepertinya juice orange di Malay Village gak banyak pake air sehingga warna orangenya lebih pekat dibanding orange juice biasanya. One of recommended juice in Malay Village..

Malay Village, dengan slogannya Best Malay Hawker Food merupakan salah satu resto hawker food terbaik yang saya pernah cicipi. Menunya bervariasi, cita rasa yang ditawarkan juga otentik. Kalo ditilik dari segi harga menu yang ditawarkan juga bisa dibilang terjangkau, sesuai dengan porsi dan taste makanan. Minus di Malay Village adalah pelayanan, kalo lagi rame penyajian makanannya agak berantakan (taste sih tetap enak) dan agak lama.

Rating

Food : 8/10
Price : 8/10
Environment : 8/10
Service : 7/10

 
Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Seafood | Kumpul Keluarga

Environment

Medan, kota yang terkenal dengan kue bika ambon ini memang bisa dikatakan kota penuh kuliner lezat. Jadi ga heran deh di kota Jakarta pun bertaburan aneka kuliner khas dari Kota Medan, terlebih di kawasan Muara Karang dan Pluit. Dua kawasan tersebut merupakan pusat kuliner asal kota Tangerang. Tapi kali ini saya tidak akan mereview resto yang berlokasi di dua lokasi tersebut, melainkan sebuah resto yang terletak di daerah Batu Ceper, Pecenongan. Nama restonya adalah Sinar Medan. Yap, dari nama restonya saja kita dapat menyimpulkan menu makanan apa yang ditawarkan resto ini, pastinya semua sajian menu khas Medan. Resto Sinar Medan sepertinya tidak pernah sepi pengunjung. Kami berkunjung ke resto ini jam 11.30 dengan tujuan menghindari penuhnya pengunjung resto di jam makan siang. Walaupun demikian ternyata resto juga sudah mulai penuh pengunjung, dan hanya tersisa beberapa saja meja yang kosong. Penggemar setia resto Sinar Medan ternyata memang cukup banyak.

 
Ukuran resto Sinar Medan sebenarnya cukup luas, kapasitasnya juga cukup besar. Hanya sayang untuk area parkir agak terbatas, sehingga kadang sulit menemukan lot parkir kalo pengen makan disini. Interior resto Sinar Medan gak terlalu special, gak ada hiasan apapun dalam restonya, hanya ada gantungan lampion2 chinese. Meja yang tersedia untuk dine in pun didominasi meja bulat, mungkin dari awal memang di konsepkan sebagai resto untuk makan keluarga. Tiap meja bulat disertai dengan putaran meja sehingga memudahkan semua orang dalam semeja untuk menggambil lauk tanpa harus berdiri. Kalo merhatiin keadaan resto kebanyakan yang makan adalah keluarga, ada juga rekan sekantor, jarang sih yang makan berdua doang disini. Karena agak rame, menu pesanan dianterin ke meja kami berkisar 15 menit kemudian. Sinar Medan tidak hanya buka di Batu Ceper, ada juga cabangnya di Gading Serpong dan Kelapa Gading.

Food


Seperti nama restonya, semua menu makanan di Sinar Medan didominasi cita rasa medan yang khas. Memang sih menu yang ditawarkan kelihatan cukup umum, tapi dari cita rasa memang terasa berbeda, sepertinya Sinar Medan lebih berani dalam bumbu dan rasa. Variasi menu nya pun cukup banyak, dari seafood, ayam, daging, sampai pork tersedia di resto ini.

Menu : Nila Tim Sauce Medan
Price : Rp 76.000
Nila tim sauce medan

Nila tim sauce medan

 
Salah satu menu yang wajib di coba kalo makan ke resto Sinar Medan adalah ikan nila tim sauce medan. Bisa dikatakan ini adalah menu andalan Sinar Medan. Untuk ikannya sih bisa milih mau ikan nila atau ikan gurame. Tapi kali ini saya memilih ikan nila saja. Penyajian ikan nila tim sauce medan ini cukup unik, dengan piring berbahan stainless steel dan kompor mini di bawahnya. Api di bawahnya sih memang api kecil yang berfungsi untuk menjaga kehangatan ikan tim ini. Namanya ikan tim emang harus disajikan dan dimakan hangat2 untuk menghindari timbulnya bau amis, jadi penyajian seperti ini memastikan ikan timnya tetap enak di makan. Ukuran ikan nilanya lumayan besar, disajikan utuh dengan kuah tim yang bercita rasa arak dan sedikit rasa taoco serta taburan selederi di atasnya. Ikannya fresh banget, rasanya manis dan ga berbau tanah sama sekali. Sedangkan untuk saos tim medannya juga juara banget, rasa gurih, sedikit pedas dan manis berpadu dengan sempurna.

Menu : Kailan Baby Dua Musim
Price : Rp 35.000
Kailan baby dua musim

Kailan baby dua musim

 
Sebagai menu sayurannya, saya memesan menu kalian baby dua musim. Menu sayuran ini juga best seller di Sinar Medan. Di sebut kalian baby dua musim karena menu ini memakai bahan baby kalian yang cita rasanya masih manis dan empuk. Lalu disebut dua musim karena menu ini merupakan paduan dua jenis masakan. Jadi batang baby kailannya dimasak dengan cara tumis dengan bumbu bawang putih. Sementara untuk bagian daunnya, dimasak dengan cara digoreng sampe krispi, jadi mirip keripik sayur gitu. Jadi dalam satu jenis masakan anda akan merasakan dua sensasi rasa yang berbeda. Tumis kailannya enak, bagian batangnya empuk dan gurih. Sementara untuk daun kalian gorengnya, teksturnya yang crunchy dan sedikit asin membuat sajian ini juga menarik untuk disantap.

Menu : Ayam Filet Saus Tiram
Price : Rp 43.000
ayam filet saus tiram

ayam filet saus tiram

 
Lagi kepengen menikmati ayam tanpa bikin tangan belepotan, akhirnya saya memesan menu ayam filet saus tiram. Ternyata pas disajikan ke meja, menu ayam filet saus tiram ini berporsi sangat besar, ini sih cukup untuk sharing berempat. Ayam filetnya berupa potongan-potongan cukup besar dengan saos tiram dan irisan bawang Bombay yang melumuri ayamnya. Ayam filet yang sebelumnya digoreng dahulu ini rasanya cukup kering dibagian luarnya sementara daging dalamnya tetap empuk. Saos tiramnya enak, memang sih saosnya tidak terlalu banyak hanya berfungsi membalut ayam filet gorengnya saja. Tapi cita rasa menu satu ini cukup membuat saya gak berhenti menyumpit filet ayamnya. Dimakan dengan saos sambel rasanya lebih nikmat.

Menu : Liang Tea Medan
Price : Rp 9.000
Liang teh

Liang teh

 
Minuman andalan di Sinar Medan antara lain kietna dan jus kedondong, tapi kali ini saya lagi pengen mencoba liang tea medannya. Penyajian liang tea medan ini mirip dengan penyajian ice tea, gelasnya cukup besar. Liang teanya memiliki ciri khas rasa dan aromanya yang cukup terasa. Warnanya yang agak gelap menandakan sari tea nya cukup pekat dan penambahan air cukup pas. Liang tea ini disajikan dingin dengan tambahan es batu. Minuman ini merupakan salah satu minuman menyehatkan, karena bisa menyembuhkan panas dalam.

Menu : Es Puter
Price : Rp 12.000
Es Puter Ting-ting

Es Puter Ting-ting

 
Setelah bersantap ria, saya melihat beberapa meja sebelah yang menyantap ice cream. Karena penasaran saya menanyakannya ke pelayan Sinar Medan, dan dijelaskan kalo itu adalah es puter khas Medan dengan brand "ting-ting". Cup nya lumayan gede sih, jadi untuk sharing berdua sih cukup. Untuk rasa ice creamnya ada bermacam-macam, saya memilih yang rasa durian. Es puternya lembut dan creamy rasanya, walaupun tesktur es nya tidak selembut ice cream biasa, es puter ini punya ciri khas es jaman dulu. Rasa duriannya pun berasa banget, sepertinya dari durian bukan menggunakan pasta. Recommended dessert..!!

Conclusion

Banyak resto yang menawarkan menu Chinese food, kadang kita sendiri sampe bingung memilih untuk makan di resto yang mana. Menurut saya, resto Sinar Medan cukup berhasil dalam menarik pengunjung resto menikmati aneka sajian Chinese food ala Medan dengan harga yang bisa dikatakan sangat-sangat regular, tapi dengan cita rasa yang nikmat. Selain itu, Sinar Medan sangat “royal” dalam porsi, hampir semua menu makanannya berporsi besar. Tidak ada service charge yang dikenakan, jadi menu makanan hanya dikenakan tax 10%.

Rating

Food : 9/10
Price : 9/10
Environment : 7/10
Service : 8/10

 
Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Itali | Kafe | Pizza & Pasta | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Environment

Saya kadang suka memperhatikan kalo lagi jalan2 ke suatu tempat, resto western ternyata cukup mendominasi dunia kuliner kita. Gak hanya kelas-kelas resto, tapi banyak juga sekarang resto kaki lima berani menawarkan menu western sebagai menu andalannya. Bicara mengenai western food, saya sendiri merupakan salah satu penggemar setianya, terlebih steak.. Oke, back to the topic, kali ini saya akan mereview salah satu resto western food, yang mungkin sudah tidak asing lagi namanya. Kafe Pisa, resto ini terletak di food area Flavor Bliss, Alam Sutera. Flavor Bliss disulap oleh pengelola Alam Sutera dengan sangat baik menjadi kawasan kuliner yang sangat hidup di malam hari. Banyak banget resto yang bergabung di kawasan ini, salah satunya Kafe Pisa. Resto Kafe Pisa ini buka semenjak denyut pertama flavor bliss, jadi mungkin sudah beroperasi sejak 3-4 th yg lalu. Memang sih letak Kafe Pisa ini agak di belakang, kalo anda menelusuri bagian belakang Flavor Bliss, letaknya gak jauh dari Bandar Djakarta, lumayan dekat dengan Starbucks.

 
Dari segi bangunan, Kafe Pisa memang tidak terlalu besar. Tema dekorasi ala eropa di adopsi dengan baik oleh Kafe Pisa, dengan tembok yang masih menonjolkan sisi natural berupa batu bata merah menjadi hal menarik dalam interior resto Kafe Pisa. Wallpaper bergambar menara pisa juga memperindah interior resto. Sisi bagian resto yang menempel dengan tembok ditempatkan meja dengan kursi sofa yang comfy. Sementara bagian tengah ruang, berupa beberapa meja dengan kursi biasa. Berbagai hiasan khas Eropa juga melengkapi suasana interior resto. Penerangan ruangannya di set dengan pencahayaan yang member kesan warm untuk pengunjung dine in, alunan music pun selalu terdengar saat anda dine in. Di bagian luar resto, ditempatkan beberapa meja untuk dine in dengan payung diatasnya. Selain menawarkan suasana outdoor dengan keramaian Flavor Bliss, bagian outside resto ini dimanfaatkan sebagai smoking area. Kalo malam, area ini suka rame ditempati. Satu hal lagi, pelayan di Kafe Pisa sepertinya terlatih dengan baik, beberapa kali kami makan disini kami dilayani dengan baik, pengetahuan atas menu nya komplit, dan pesanan kami gak pernah terlalu lama dihidangkan ke meja.

 
Food

Pilihan makanan di Kafe Pisa lengkap, mulai dari appetizer, main course sampe aneka dessert dan beverage. Menu makanannya di dominasi menu pizza, pasta, dan steak, serba western food deh. Buku menunya mencantumkan nama menu, deksripsi menu dan harga lengkap dengan gambar menunya.


Menu : Caesar Salad
Price : Rp 49.000
caesar salad

caesar salad

 
Caesar salad adalah salah satu menu appetizer yang kami pesan. Menu ini emang sudah umum ada di menu appetizer banyak resto. Di Kafe Pisa, Caesar salad ditawarkan dalam porsi yang “royal”, bisa untuk sharing bertiga sampai berempat. Penyajian Caesar salad ala Kafe Pisa ini adalah dalam sebuah mangkok besar dengan alas sebuah piring dibawahnya. Sementara saus dressing saladnya disajikan di sebuah mangkok kecil terpisah. Isian Caesar saladnya bisa dikatakan komplit, mulai dari smoked beef, irisan telur rebus, irisan tomat, keju, wortel, kentang, lettuce dan olive. Saus dressing salad yang digunakan adalah campuran thousand island sauce di dalamnya. Untuk cita rasa, dua jempol deh untuk menu appetizer ini. Walaupun gak bikin kenyang, Caesar salad ini sungguh mengugah selera makan sambil menunggu main course disiapkan.

Menu : Cream Soup
Price : Rp 30.000
cream soup

cream soup

 
Menu selanjutnya yang kami pesan adalah cream soup. Cream soup ala Kafe Pisa ini disajikan dengan roti bulat yang bagian atasnya telah dipotong sebagian sebagai wadah soupnya. Penampilan cream soupnya cukup mengugah selera. Saat disajikan sih, kelihatannya porsinya agak minimalis ya, tapi setelah dimakan ternyata isian cream soupnya cukup banyak. Hanya saja untuk roti yang dipakai sebagai wadah cream soup ini rasanya agak keras, kalo dari tekstur rotinya sih sepertinya roti gandum. Mungkin memilih jenis roti ini supaya tahan dengan panasnya cream soup yang diisikan ke dalamnya. Mengenai cita rasa sih, cream soupnya enak banget, tekstur dan kekentalan soupnya pas, rasanya gurih dan ada campuran smoked beef kecil-kecil didalamnya.

Menu : Chicken Cordon Bleu
Price : Rp 59.000
chicken cordon bleu

chicken cordon bleu

 
Chicken cordon bleu adalah menu pilihan hubby. Penyajian menu chicken cordon bleu ini terkesan sederhana, kurang rapi gitu deh penampilannya. Chicken cordon bleu ini adalah menu filet ayam bagian dada yang diisi dengan smoked beef, jamur, dan keju mozzarella. Disajikan dibelah dua, sehingga saat kita bisa melihat langsung didalamnya, yummy.. Sebagai pelengkapnya, menu ini disajikan dengan French fries dan tumisan vege & egg. Untuk menu pelengkapnya, porsinya agak minimalis, fries dan sayurannya hanya sedikit. Tapi untuk chicken cordon bleunya, porsinya lumayan besar, daging ayamnya less fat, bagian luarnya krispi banget. Sementara bagian dalam nya masih juicy, smoked beefnya banyak, kejunya juga royal. Overall, walaupun side dishnya minim, menu ini ternyata mengenyangkan juga.

Menu : Grilled Sirloin
Price : Rp 99.000
sirloin steak

sirloin steak

 
Berbeda dengan hubby, saya lebih tertarik dengan grilled part di Kafe Pisa. Dan ini adalah menu pesanan saya, grilled sirloin. Grilled sirloin ini adalah menu beef steak, bagian sirloin. Saya memang menyukai sirloin, fat beefnya itu yang bikin steak lebih enak (imho, menurut saya loh). Grilled sirloin ini penyajiannya lebih rapi ketimbang chicken cordon blue. Grilled steaknya disajikan dipiring, bukan hotplate. Untuk tingkat kematangannya, saya memesan medium well, dan sesuai yang saya inginkan kematangan dagingnya pas. Great..!! Sirloin steak ini disajikan dengan side dish berupa French fries dan steamed vegetable yang ditata dalam pangsit yang digoreng menyerupai mangkok. Untuk sausnya sepertinya gak bisa milih deh, saus yang diberikan adalah BBQ Sauce. Berbeda dengan penyajian steak pada umumnya, dimana sausnya disiramkan ke atas steak. Di Kafe Pisa, saus BBQ nya justru sudah disiramkan ke piring dan daging steaknya ditempatknya diatas sausnya.

Menu : Orange Juice
Price : Rp 25.000
orange juice

orange juice

 
Menu minuman di Kafe Pisa jenis pilihannya lumayan banyak variasinya. Hanya saja mengingat kami sudah memesan makanan dalam porsi lumayan banyak, jadinya kayanya lebih baik menghindari minuman yang kelewat manis. Akhirnya minuman ini deh yang kami pesan, gak lain adalah orange juice. Orange juice nya disajikan dengan gelas cukup cantik penampilannya. Rasanya dingin karena ice nya langsung di blend, juicenya pun berasa pas kekentalannya, gak hanya air saja. Seiris jeruk menghiasi ujung gelas ini, segar dan juicy banget..!!

Conclusion


Menikmati berbagai sajian di Kafe Pisa, hanya satu komentar saya. “puas banget”. Suasana dan interior restonya yang menarik, warm, dan comfy untuk dinner berdua atau family dinner. Pelayanan yang sangat baik dan ramah, ditambah dengan makanan yang rich taste adalah beberapa point kelebihan resto Kafe Pisa. Menilik dari segi harga, memang harga yang ditawarkan oleh Kafe Pisa sedikit agak pricey, but it totally worth it dengan cita rasa makanannya. Semua makanan di Kafe Pisa dikenakan tax dan service charge. Totally recommended resto..!!

Rating

Food : 9/10
Price : 8/10
Environment : 9/10
Service : 9/10

 
Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Lunchy time in Carlo De Huts Smile May 21, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Multinasional | Steak & Grills | Halal | Kumpul Keluarga

Sebenarnya ada plus minus juga kerja di sekitaran Senayan. Saya jadi bisa berkesempatan mencicipi aneka resto di sekitar mall, like Plaza Senayan dan Senayan City. Salah satu resto yang baru-baru ini saya kunjungi adalah Carlo De Huts. Resto Carlo De Huts berlokasi di Mall Senayan City, terletak di LG Floor. Resto Carlo De Huts ini memiliki dua area resto, yakni smoking dan smoking area. Jadi kalo yang smoke, milih area di luar resto gitu, agak berkonsep kebun. Bagian luarnya dibuat seperti kita memasuki rumah ala pedesaan jaman dulu, lengkap dengan kanopi gitu. Sementara di dalam, restonya lebih menarik lagi, suasananya dibuat berbeda. Suasana resto yang menarik, interior restonya dibuat klasik ala eropa jaman dulu. Tembok restonya masih menonjolkan bata merahnya. Alat-alat masak juga digantung sebagai hiasan di interior resto. Selain itu, berbagai lampu gantung unik juga mempercantik interior resto.

Warna hijau menjadi warna yang mendominasi Carlo De Huts, gak hanya interior restonya, tapi buku menu dan alas makan di tiap meja. Penerangan resto emang gak terlalu terang, dibuat agak remang gitu, jadi kesan warm nya dapet banget. Kami berkunjung ke Carlo De Huts pas jam makan siang sih, bersama beberapa rekan kerja kami mencoba menikmati makanan ala Carlo De Hut, banyak yang rekomendasi resto ini karena katanya makanannya unik, porsinya cukup besar dan harganya cukup terjangkau. Mengenai pelayanan sih, pas kami mampir restonya memang tidak terlalu rame, jadinya pesanan kami cukup cepat di anterin ke meja kami, hanya menunggu berkisar 15 menitan deh. Pelayannya juga sangat ramah, kami sempat nanya detail menu ke pelayannya dan meminta rekomendasi menu karena first time visiting dan pelayannya dengan ramah bantuin kami dan menjelaskan detail menu yang kami ingin pesan, good service..

Menu makanan yang ditawarkan oleh Carlo De Huts adalah aneka menu makanan western, sepertinya sih western ala Dutch yah. Di Carlo De Huts pilihan menunya super beragam, banyak pilihannya mulai dari pancake yang mereka sebut panekoek, pasta, pizza, steak, kumpir, dan aneka menu lainnya.

Menu : Combo Cheese Panekoek
Price : Rp 40.000an

 
Salah satu menu yang kami pesan adalah combo cheese panekoek. Emang sengaja pesen panekoek yang savory karena ada salah satu temen yang kurang doyan manis, jadi terpilihlah menu ini. Combo cheese panekoek ini sepintas mirip pancake, hanya saja kalo pancake kan agak tebal, kalo panekoek ini tipis (tapi gak renyah yah) dan ada sensasi gosong dikit gitu (jadi mirip roti canne, hehe). Di atas panekoek ini diberikan keju parut, ada potongan daging ham dan saos putih gitu. Panekoeknya enak, harum banget, sementara keju parutnya banyak, so cheesy banget deh. Sekilas sih karena lebarnya nih panekoek keliatan porsinya besar, untuk sharing bertiga sih cukup deh. Karena so cheesy kadang kebanyakan juga suka bikin eneg, jadi pas untuk porsi bertiga. Hehe..

Menu : Cheesy Kumpir Cheese Sauce
Price : Rp 35.000an

 
Menu selanjutnya yang menjadi target kami adalah cheesy kumpir. Awalnya kami sempet menanyakan apa sih makanan yang disebut kumpir itu? Ternyata kumpir tuh mirip dengan baked potato, jadi karena pesennya cheesy kumpir, jadinya bentuknya yah kaya baked potato yang diberi aneka topping diatasnya dan saos mayones yang membentuk pola di atas baked potatonya. Baked potatonya berukuran besar, toppingnya terdiri dari smoked beef, lettuce, chicken dan saos keju. Ini salah satu menu yang wajib coba kalo mampir ke Carlo De Huts. Baked potatonya masih harum, empuk teksturnya, toppingnya yang melimpah juga menjadikan menu ini semakin nikmat. Because I love mayo and cheese, menu ini bisa dikatakan saya banget..!!

Menu : Beef and Cheese Baby Dutch
Price : Rp 30.000-Rp 35.000an (agak lupa price persisnya)

 
Beef and cheese baby dutch ini adalah menu pilihan teman saya. Menu baby dutch ini merupakan salah satu menu special di Carlo De Huts. Menu ini mengingatkan saya pada martabak mini (kalo kata temen saya ndeso abis nyebut baby dutch sebagai martabak). Baby dutch ini mirip dengan cake yang dibaked menyerupai pizza mini dengan topping smoked beef dan cheese mozzarella diatasnya. Enak sih, jadi bagian luarnya masih agak krispi, sementara bagian dalamnya berasa lembut dan aroma harum adonannya masih terasa. Topping smoked beefnya gak pelit, kejunya juga melimpah. Nyam-nyam, recommended menu juga di Carlo De Huts.

Menu : Oreo Tiramisu
Price : Rp 40.000an

 
Menu selanjutnya adalah oreo tiramisu. Saya sudah agak kekenyangan saat menu ini dihidangkan. Request dihidangkan terakhir sih karena ada ice creamnya. Oreo tiramisu ini memakai based adonan yang sama dengan pizza hanya yang membedakan adalah toppingnya. Oreo dan aroma tiramisu berbentuk cream di sajikan diatas adonan pizza tersebut. Lalu whipped cream dan taburan choco chip menjadi hiasan menu dessert ini. Dan gak ketinggalan satu scoop vanilla ice cream dan hiasan daun mint diletakkan disamping menu pizza tiramisu oreo ini. Mengenai taste sih, tiramisu oreo creamnya agak weird sih tastenya, selain terlalu kuat manisnya, ada aroma khas lainnya dalam cream ini, teman saya sih suka banget, sedangkan saya hanya mencoba sedikit saja.

Carlo De Huts, resto dengan suasana yang cantik dan unik ini memang cocok untuk hang out atau romantic dinner dengan pasangan. Istilahnya sih suasananya dapet banget deh. Plus resto Carlo De Huts adalah harga menu makanannya yang reasonable, porsi makanannya juga terbilang mengenyangkan. Selain itu, dari segi pelayanan juga memuaskan. Banyak temen yang rekomen menu pastanya, Cuma belum sempet nyobain, next time boleh deh dicoba. Overall sih one of my recommended resto..!!

Rating

Food : 8/10
Price : 8/10
Environment : 9/10
Service : 8/10
 
Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Daun Bistro Smile May 29, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Kumpul Keluarga

Daan Mogot, daerah ini juga terkenal dengan banyaknya resto di dalamnya. Kadang kalo bingung pengen makan apa, daan mogot bisa jadi tujuan kami, abis keliling2 biasanya menemukan resto baru untuk dicoba. Daun Bistro, demikian nama restonya. Daun Bistro terletak di kompleks perumahan Citra II, Extension Blok BE1. Jujur sih saya cuma tahu kompleks perumahannya saja, kalo nyari blok plus yang ada extension gitu belum pernah. Pas mau makan kesini, saya ngajak hubby karena doi emang lebih tau jalan. Hehe.. Ternyata lumayan juga pencarian kami atas resto ini, ujung keluar kompleks masuk lagi nanya satpam bla2.. Sampe akhirnya ketemu juga deh dengan Daun Bistro. Daun Bistro tuh terletak di deretan ruko, sebelahnya bank BCA. Area parkirnya cukup luas, hanya saja kalo siang hari panas teing daerah sini, jadi no hope deh untuk makan di area outside restonya.

 
Daun Bistro menyediakan area makan di dalam resto yang ber AC dan bagian luar resto dimanfaatkan sebagai area dine in juga dengan meja2 yang diberi payung mungkin biar ga kepanasan, tapi kalo cuaca pas tengah hari sih kayanya payung juga gak ngefek deh. Oke, jadinya akhirnya kami memilih untuk makan di area dalam resto saja. Wah, ternyata Daun Bistro cukup rame saat itu, walaupun sudah jam 1 siang lewat saat itu. Ada beberapa keluarga yang sedang makan saat itu. Kami pun memilih meja yang masih kosong dan memperhatikan sekeliling resto. Gak terlalu besar sih restonya tapi cukup rapi dan bersih. Disebuah meja di tengah resto terdapat aneka sambel dan lalapan yang disediakan oleh daun bistro, dan boleh diambil secara bebas oleh pengunjung yang dine in.

 


Sistem pemesanan makanan di Daun Bistro adalah menghampiri booth makanan, setiap makanan diberi lapisan daun dibawahnya. Tradisional banget. Pilihan lauk yang tersedia cukup bervariasi, mulai dari ayam, udang, daging, ikan, sampe aneka gorengan dan sayuran. Selain itu tersedia juga aneka menu manado di etalase kaca disamping tempat penyusunan aneka makanan ini. Seorang pelayan selalu stand by di booth ni dan siap melayani pesanan kita. Setelah milih lauk yang diinginkan, nantinya akan diolah dahulu, ex di goreng, di bakar, disambelin dll baru dianterin ke meja kita.

Menu : Ayam Cabe Ijo
Price : Rp 16.000
ayam cabe ijo

ayam cabe ijo

 
Hubby memilih ayam cabe ijo ketimbang ayam goreng, katanya biar pedess. Dan gak seperti ayam goreng kuning saya yang disajikan di piring, ayam cabe ijo ini disajikan di sebuah mangkok ceper dengan sambel cabe ijo yang cukup banyak di atas ayam gorengnya. Sebenarnya kalo dilihat sepintas kayanya sih ayam gorengnya sama hanya beda di sambel cabe ijo nya saja. Ayamnya berukuran sama, gurih dan berasa juga bumbunya. Sayang sambel cabe ijonya kurang nikmat, agak tasteless dan kurang sedikit gurih dan asin menurut saya.

Menu : Ikan Kembung Rica-rica
Price : Rp 16.000-Rp 18.000
kembung rica-rica

kembung rica-rica

 
Selain memesan ayam, kami juga memesan menu ikan, di etalase makanan khas manado terdapat berbagai masakan bercabe yang keliatan menggiurkan sekali. Ikan yang kami pesan adalah ikan kembung rica-rica. Ikan kembungnya berukuran cukup besar, dan berbalut sambel merah uleg yang agak kasar ala manado. Wah pokoknya ikan rica-rica ini kelihatan enak dan pedes deh. Ikannya sih dagingnya banyak, gurih dan aroma amisnya tak gitu tercium. Hanya saja ternyata sambel rica-rica yang menggoda itu rasanya gak pedas, malah cenderung agak manis, jadinya agak kurang nendang deh rasanya.

Menu : Sayur Asem
Price : Rp 6.000
sayur asem

sayur asem

 
Rasanya gak afdol kalo makan di resto masakan sunda tanpa memesan menu sayur asemnya. Sayur asem ala Daun Bistro ini disajikan dengan mangkok ukuran agak kecil, porsinya sih pas kalo untuk makan berdua. Kuah sayur asemnya agak merah semburat, tapi jangan khawatir gak ada rasa pedas sama sekali kok di sayur asemnya. Isian sayur asemnya terdiri dari labu, nangka, jagung, daun melinjo dan kacang tanah. Dari segi rasa sih menurut saya sayur asemnya agak cenderung manis.

Menu : Tempe Mendoan
Price : Rp 3.500
tempe mendoan

tempe mendoan

 
Aneka gorengan yang tersedia terlihat cukup menarik, akhirnya iseng-iseng kami juga memesan tempe mendoannya. Sepotong tempe mendoan di Daun Bistro dibandrol dengan harga berkisar Rp 3.500. Agak pricey yah untuk ukuran gorengan, tapi untuk taste sih saya akui memang enak tempe mendoannya, masih hangat saat disajikan tepung gorengnya agak krispi di luar, tapi bagian dalamnya masih "mendo" jadi lembek dan tempenya juga gak sampe krispi. Enak dicocol dengan sambel terasi. Hehe..

Menu : Nasi Uduk
Price : Rp 4.000 – Rp 5.000
nasi uduk

nasi uduk

 
Satu komentar untuk nasi uduknya Daun Bistro, enakkkkkk banget.. Asli emang nasi uduknya tuh enak banget, asin – gurih – harum nya dapet banget, plus nasinya pulen lagi. Nasi uduknya dibungkus dengan daun pisang mirip nasi uduk kebon kacang. Tapi, porsinya itu loh, minimalis abis, kayanya untuk ukuran anak kecil aja gak bakal cukup sebungkus, hikss.. Mungkin kalo untuk ukuran porsi dewasa kudu abis 4 porsi tuh. Karena harganya yang bersahabat akhirnya kami mesen tambahannya nasi merah saja.

Daun Bistro merupakan resto penyedia aneka menu makanan khas Sunda yang menurut saya sih cita rasa makanannya cukup enak. Nasi bakar yang katanya enak pun sudah habis saat kami kunjungi. Yang minus di Daun Bistro ini adalah sambelnya, hampir semua cita rasa sambelnya cenderung manis. Selain itu di stand minuman, agak kurang ngeh saat kami memesan minuman, aneka juice pun banyak yang tidak tersedia. Mengenai harga sih so-so yah, gak bisa dikatakan murah juga, tapi gak mahal juga.

Rating


Food : 7/10
Price : 8/10
Environment : 8/10
Service : 8/10

 
Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0