OpenRice Index
  
Nanaseven
This is Nanaseven living in Cempaka Putih. I like to hang out in Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara. Indonesia, Chinese, Jepang are my favorite cuisines. I also love Roti & Kue, Restaurant, Kedai Kopi & Teh and Dessert, Pancakes / Waffle / Crepes, Green Tea, Milk Tea. Sakura, Coconut, Berries, Watermelon.
Member 316 First(s)
No. of Review494 Review(s)
編輯推介數目341 Editor's Choice
Recommended58 Recommended
Popularity10474 View(s)
Replies in Forum9 Comment(s)
Upload Photos4247 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant1038 My Restaurant(s)
Follow4 Following
粉絲915 Follower(s)
Nanaseven  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 1 to 5 of 494 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Restaurant

 
Ada satu resto yang belum lama buka di Kelapa Gading yaitu Feel Good Resto. Karena tertarik promo diskon 30%, akhirnya mampir. Tempatnya sendiri cukup besarlah. Untuk servicenya, server yang melayani aku cukup informatif sewaktu aku bertanya. Diskon 30%nya hanya berlaku untuk dimsum, akhirnya pesan dimsum dan main course. Ternyata kalau pesan main course, diskon dimsumnya hangus. Sebenarnya agak bikin binggung, kan bisa dimsumnya saja yang diskon sedangkan main coursenya tidak. Ambiencenya sih agak krik krik yah menurut aku, karena hanya meja aku saja yang terisi.

Mie Freedom

 
Tertarik memesan menu ini karena melihat postingan orang. Sesuai namanya, kita bebas ingin mencampurkan apa saja dari kondimen yang diberikan. Sayangnya menu ini ga bikin happy. Bakminya sepertinya hanya direbus saja, sebelum dicampur dengan kondimen, aku coba dulu, rasanya hambar dan mienya masih keras kalau untuk aku. Bahan pelengkapnya ada daging sapi cincang, sambal kacang, irisan daung bawang dan cabai, semacam chilli oil yang kasar dan kuah. Dari kesemuanya hanya dagingnya saja yang enak. Kuahnya biasa saja dan sambal kacangnya hambar, hanya seperti kacang tanah yang dihaluskan dan diberikan air. Udah ke campur ke minya, tapi ga bisa mengangkat rasanya. Rasanya pengen ninggalin aja, akhirnya bener - bener ga mampu buat habisin dan minta ditakeaway.

Bakpau Landak Goreng

 
Ini kalau tidak salah isinya tausa. Rasa bakpaunya lumayan dan bagian luarnya terasa crunchy sewaktu digigit.

Es Barley Kacang Merah

 
Minuman ini juga merupakan hal yang bikin aku singgah di resto ini. Rasanya sih biasa saja, tapi seneng sih bisa nemuin resto yang di menunya ada barley. Untuk barley dan kacang merahnya kurang sedikit lembut sih untuk aku.

 
Other Ratings:
Rasa
 2  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Sunny Side Up @ MKG Cry Jun 17, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

 
Sunny Side Up merupakan resto yang pada awalnya menggunakan telur sebagai bahan utama menu mereka. Namun kini Sunny Side Up merubah konsep mereka menjadi house of omurice. Tapi terdapat beberapa menu lama yang dipertahankan seperti egg bacon. Cabangnya sendiri juga cukup banyak berada di mal - mal di Jakarta.

 

 

 

 

 
Untuk tempatnya terbagi menjadi dua yaitu indoor dan outdoor. Untuk bagian indoornya terbagi menjadi 2 lantai. Servicenya cukup wise dan ambiencenya cukup nyaman di sini.

Chicken Katsu Curry
Butter rice and chicken katsu served with special Japanese curry sauce

 
Untuk menu ini agak mengecewakan buat aku. Rasa karinya agak kurang buat aku but still acceptable. Sayurnya masih agak sedikit keras sewaktu dikunyah. Chicken katsunya cukup lumayan walaupun ukurannya berbeda dari buku menunya. Telurnya cukup enak dan lembut. Butternya ricenya kurang terasa butternya dan nasinya kurang pulen. Aku sendiri memilih well cooked egg dan bila ingin memilih half cooked egg akan dikenakan harga sebesar 58k.

Spicy Katsubushi
Spicy Katsubushi rice served with chicken and onion

 
Untuk menu ini pedasnya hanya dari potongan cabai rawit saja. Daging ayamnya cukup lumayan rasanya. Selebihnya biasa saja.


Green Tea Latte

 
Pas pertama minum rasanya bland. Ga jelas antara susu dan green teanya dan aku binggung cara mendeskripsikannya. Rasa green teanya hanya terasa samar-samar. Ini green tea latte paling kurang yang pernah aku coba. Dan menurut aku harganya kemahalan untuk rasa yang seperti ini. Ga worth it.

Conclusion
Ga tahu yah mungkin aku sedang ga beruntung saja sehingga mendapatkan rasa seperti yang aku bilang di atas. Mungkin mikir 2 kali kalau mau balik. Tadinya mau pesan pancake matchanya juga. Tapi ga jadi karena melihat rasa dari green tea lattenya takutnya kecewa. Harga di atas belum termasuk tax dan service.
 
Other Ratings:
Rasa
 2  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Ramen | Kumpul Keluarga

 
Orenchi Ramen merupakan salah satu restoran yang belum lama membuka restorannya di bilangan Mangga Besar yang merupakan salah satu pusat kuliner di Jakarta Barat.

 

 

 

 
Tempatnya sendiri tidak begitu besar, di dominasi dengan meja dan kursi berbahan kayu, mengingatkan saya akan meja dan kursi kayu seperti kedai ramen di Jepang. Di dinding tergantung beberapa ornamen, seperti lukisan, banner dan ada gantungan yang seperti berisi seperti omamori (jimat keberuntungan bagi orang jepang) dan ema (papan kayu yang biasa ditulisi dengan harapan yang terdapat di kuil - kuil jepang) Di bagian belakang terdapat dapur yang dibatasi dengan kaca transparan, sehingga kita bisa melihat proses pembuatan ramen di dapurnya. Kokinya orang Jepang dan lumayan ganteng lho XD

Karena belum lama buka, ada beberapa menu mereka yang belum available dengan kata lain coming soon. Karena spanduk di luar menuliskan ramen asli Jepang, jadi saya sangat berekspektasi tinggi dengan ramen di Orenchi Ramen ini. Karena saya sudah lama sekali tidak makan ramen, jadi kalau istilahnya saya comeback berramen ria. Jadi pengen rasa ramen yang istimewa saat saya mencoba makan ramen kembali.
Orenchi Ramen Rp 58.000

Orenchi Ramen Rp 58.000

 
Karena saya penggemar ramen dengan kuah spicy, saya memesan menu yang satu ini, mungkin merupakan signature dishnya karena nama menunya sesuai dengan nama restorannya. Ramen ini disajikan dengan mangkok yang cukup besar. Kalau saya boleh bilang porsinya sedikit yah. Udah gitu isinya cuma mi, telur rebus setengah bagian, charsiu babi 1 potong dan taburan daun bawang. Pas nyobain kuahnya, rasanya kurang nendang, rada kecewa deh, jadi ga nafsu makan. Soalnya saya menilai enak tidaknya ramen dari kuahnya. Kuahnya kayaknya sih pake kaldu babi, agak pekat sih, mpe pas minum kuahnya, berasa minyak nempel di bibir. Telurnya juga telur biasa terus agak kematangan padahal lebih enak kalau masih agak cair empuk gitu. Saya coba menambahkan chili oil dan cabe bubuk, dan rasa kuahnya jadi lebih berasa.
Tokyo Ramen Rp 48.000

Tokyo Ramen Rp 48.000

 
Ini pesanan teman saya, harganya lebih murah dari ramen saya, tapi isiannya lebih banyak, terdapat rebung dan bokcoy di ramen ini. Rasa kuahnya cenderung light sih. Untuk keseluruhan hampir sama dengan ramen pesanan saya, nothing special.
Hot Green Tea Rp 8.000

Hot Green Tea Rp 8.000

 
Sesuai namanya green tea ini berwarna hijau, pas awal disajikan tidak terasa panas sama sekali, tapi ketika direfill ulang oleh server, green teanya hangat, enak banget pas diminum. Tidak begitu pekat.

Conclusion
Bagi pencinta ramen yang menyukai ramen dengan citarasa kuah yang strong mungkin tidak saya sarankan untuk mencoba ramen di sini, tapi bagi Anda yang suka dengan citarasa kuah yang light, bolehlah dicoba Orenchi Ramen ini. Saat ini mereka memberikan diskon 20% but food only. Tidak hanya ada ramen, ada juga yaki soba, tsukemen, kalau tidak salah ramen yang dihidangkan dengan kuah yang terpisah, ada juga beberapa varian side dish dan dessert. Sebenarnya agak kecewa sama ramen di sini, ah mungkin saya saja yang kurang beruntung. Semoga openricers lain yang mencoba ramen di sini, bisa mendapatkan pengalaman kuliner yang lebih menyenangkan dari saya. Tapi, untuk pelayanan dan kebersihan udah bagus kok. Oh yah harga di atas belum termasuk diskon 20% dan pajak 10%. Kalau ga diskon, menurut saya harga ramen di sini agak pricey. Dan mereka tutup kalau di hari Minggu.

 
Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

So so bubble tea Cry Nov 08, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kedai Kopi & Teh | Stand / Kios

Cooling Wave ini salah satu stand yang menjual bubble tea. Di sini varian teanya lumayan banyak. Cuma kayaknya uda mengalami penurunan yah dari segi packaging maupun rasa. Di gambar cupnya terdapat tulisan cooling wave, tapi sewaktu saya membeli bubble tea di sini, cup seperti cup untuk minuman teh atau bubble tea yang suka dijual di pinggir jalan.
Chocolate Milk Tea Rp.12.000

Chocolate Milk Tea Rp.12.000

 
Untuk rasa agak aneh yah kalau boleh aku bilang, rasa coklatnya kurang berasa, yah ga langsung aku minum sih, pas pulang baru aku minum, tapi masa sampai ga berasa coklatnya, trus toppingnya kayak jeli gitu, ga tahu jeli apa, ga berasa apa rasanya, padahal aku ngarepinnya pake bubble, padahal di gambar semua tehnya pakai bubble.

Service
Yang menurut aku bagus cuma servisnya, yang ngelayanin ngko2 gitu tapi masih lumayan muda, baik kok orangnya, ramah lagi. Bikin teanya juga cepet. Sayang padahal rasanya waktu masih cup cooling wave dari yang aku baca lebih bagus dari sekarang yang cupnya biasa aja. Yah atau karna aku ga langsung minum, coz kalau beli milk tea yah harus langsung diminum, baru berasa enaknya.
 
Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Just an Ordinary Egg Cry Sep 10, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Kumpul Keluarga

Halo Openricers

Kembali saya ingin mereview salah satu restoran yang berada di bilangan Hayam Wuruk, tepatnya di The Food Place. d’Omelette merupakan restoran yang membuka restorannya pertama kali di kota kasablanca, dan yang berada di The Food Place merupakan cabang keduanya. Sesuai namanya, restoran ini memang menjadikan telur sebagai menu utama. Letak d’ Omelette sendiri diapit oleh Pizza Hut dan Duck King. Sebelum ditempati d’Omelette, tempat tersebut pernah ditempati oleh Jessylin Cake.

 
Suasana & Environment

 

 

 

 
Dekorasi dari d’omelette didominasi oleh unsur kayu dan juga dinding yang menggunakan batu bata, terasa seperti rumah - rumah di pedesaan di Eropa. Di dindingnya terdapat beberapa gambar yang mengambarkan kota London, ada juga beberapa papan tulis yang digantung yang ditulisi dengan nama – nama menu dari d’Omelette dan juga terdapat juga botol – botol minuman yang ditaruh di atas rak yang terbuat dari kayu yang panjang. Yang paling aku suka ada ornament jam dinding besar yang digantung di tengah ruangan dan diapit dua lampu tempel, lucu banget. Dan di situ juga ada wastafel untuk mencuci tangan. Lampunya juga cukup unik, menggunakan kap berbentuk bulat, terlihat seperti akuarium ikan yang bentuknya bulat, cuma ini bedanya isinya lampu jadi terang tongue

Menu yang disajikan oleh d’Omelette kebanyakan makanan yang berunsur western. Selain menu berunsur telur ada juga pasta, main course yang berunsur ikan dan daging, ada juga dessert seperti waffle dan chocolate mouse dan bermacam – macam minuman. Dan berikut ini menu yang kami pesan.

 
Rainbow Waffle Rp. 28.000

Menu ini merupakan salah satu signature dish dari d’omelette. Tentunya karena signature dish, saya mempunyai ekspektasi yang tinggi untuk menu yang satu ini. Padahal awalnya saya lebih tergiur dengan menu paradise waffle karena isinya yang lebih menarik. Tapi, pada akhirnya saya memutuskan untuk memesan rainbow waffle karena embel – embel signature dishnya. Disajikan di piring bulat berwarna putih, wafflenya sendiri nampak cantik dengan warna pink, hijau dan kuning. Di atasnya ditaruh satu scoop ice cream vanilla dan satu buah strawberry yang dibelah menjadi empat bagian, tapi tidak sampai putus. Di samping ice creamnya diberikan wafer stick atau bisa kita sebut astor dan kemudian disiram dengan saus coklat. Pada saat saya mencicipi waffle, saya merasa menu satu ini sepertinya kurang pantas untuk menyandang title signature dish. Rasa wafflenya plain, saya kira wafflenya akan mempunyai rasa yang berbeda untuk tiap warnanya, dimakan dengan ice cream vanilla sedikit menolong rasa dari waffle ini. Dan yang membuat saya kecewa untuk ukuran satu scoop ice cream, ice cream vanillanya sangat sedikit dan datang dengan keadaan yang sudah meleleh. Oh yah untuk topping asli di atas ice cream vanillanya seharusnya yang digunakan adalah cherry, cuma karena sedang kehabisan mereka menggantinya dengan strawberry. Rasa astornya pun biasa saja, rasanya sama seperti astor pada umumnya.

 
Choice of Tea, Green Tea Rp. 16.000

Untuk menemani aku menyantap waffle, aku memilih hot tea dengan green tea flavour. Disajikan di cangkir putih yang berukuran sedang. Tehnya sendiri menggunakan teh merk Dilmah, yang pastinya udah dikenal karena keharumannya. Rasa tehnya sendiri enak dan harum.

 
Egg Benedict RP 48.000

Egg benedict sendiri merupakan salah satu menu sarapan yang biasa disantap oleh orang Amerika. Disajikan dalam piring putih bulat sama seperti piring untuk menyajikan waffle aku. Terdiri dari dua lembar roti panggang yang di atasnya ditaruh dua buah poached egg, dihidangakan bersama dengan dua lembar beef bacon, potato wedges yang digoreng, sebuah strawberry dan hollandaise sauce. Walaupun ini pertama kalinya saya mencoba egg benedict, setahu saya kuning telurnya seharusnya masih agak cair, tapi di sini telurnya matang dan juga sausnya terasa aneh. Setahu saya hollandaise sauce merupakan campuran dari kuning telur dan butter cair, mungkin asam yang saya rasakan berasal dari sari lemon, dan juga seharusnya sausnya terlihat creamy, tapi ini seperti mentega cair yang dituang di atas poached eggnya. Mungkin karena ini pertama kalinya saya mencoba menu ini, sehingga lidah saya mungkin kurang cocok dengan rasa dari menu yang satu ini, baconnya juga berasa biasa saja, malah cenderung hambar, yang paling mending dari hidangan ini hanya potato wedgesnya, lumayan lembut walaupun bukan potato wedges terenak yang pernah saya makan, tapi cukup okelah. Sebelumnya saya pernah membaca review tentang egg benedict d’omelette yang berada di kota kasablanca dari blog salah seorang food blogger. Ia juga mengeluhkan egg benedictnya yg kuning telurnya matang. Saya pikir karena berbeda lokasi bisa saja berbeda, tapi ternyata sama saja, jadi merasa agak kecewa sama taste makanan di sini.

Pelayanan cukup baik, pas kita duduk ada waiter yang langsung menghampiri, tapi sewaktu menunggu pesanan kami datang agak lama keluarnya, apalagi pesanan waffle aku, padahal cuma waffle dan ga banyak topping, tapi kenapa pesanan egg benedict yg lebih banyak isinya malah duluan keluar.
Untuk tempatnya sendiri cukup bersih, tidak ada kotoran terlihat. Cuma saat ada perkakas bekas makan dan customer sudah pergi, waiternya tidak langsung membereskannya, padahal keadaan tidak terlalu ramai saat itu.

Mungkin kalau untuk tempat nongkrong, d’omelette cukup cozy untuk didatangi, ada juga colokan jika ingin menggunakan laptop atau mencharger handphone. Untuk rasa biasa saja, tidak terlalu istimewa. Tapi, saya masih ingin mencoba menu main course dan beberapa macam menu dessert yang cukup menarik perhatian saya. Karena baru grand opening, d’omelette memberikan diskon 50%, food only dan hanya untuk dine in saja. Yah bolehlah dicoba, tapi jangan terlalu berekspektasi tinggi untuk rasa makanan di sini kalau tidak mau kecewa. Sayang sekali, tempat yang cukup cozy untuk kongkow-kongkow, tapi tidak diimbangi dengan rasa makanan yang baik. Sekian review dari saya openricers, sampai bertemu lagi di review berikutnya.
Happy Eating everybody ^_^
 
Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0