OpenRice Index
  
bungtje
This is bungtje . I am a SpectatorI like to hang out in Kebayoran Lama. Manado, Chinese, Jepang are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Chocolate / Candy Shop and Siomay / Batagor, Martabak.
Member 23 First(s)
No. of Review26 Review(s)
編輯推介數目17 Editor's Choice
Recommended13 Recommended
Popularity13345 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos98 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant1 My Restaurant(s)
Follow0 Following
粉絲66 Follower(s)
bungtje  Level 2
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 1 to 5 of 26 Reviews in Indonesia
Sendiri Saja ke Dua Nyonya Smile Oct 28, 2010   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Seafood | Halal | Kumpul Keluarga

Pekan lalu, nyangkut di Cikini. Sudah pernah ke Bakoel Koeffie, Cafe Au Lait, dan Vietopia. Ingin mencoba tempat baru, dan memutuskan mampir saja ke Dua Nyonya.

Tempatnya mungil, sempit memanjang, mungkin cuma 2,5 x 8 meter.

Menunya sekilas tampak kurang meyakinkan. Hahaha. Tanpa banyak bertanya, saya pesan Es Leci (Rp 18 ribu) dan Nasi Ikan Cakalang (Rp 29.750).

Es Leci datang duluan dan... betul-betul cuma es leci! Hihi. Enam buah leci kalengan dengan air dari kaleng itu, plus es.

Saya langsung pesimis dan pasrah, seperti apa pula nasi ikan cakalang itu nantinya.

Mbak pramusaji datang dan... JRENG! Porsinya banyak betuuul! Cakalangnya besar, disajikan di wajan tanah liat kecil di atas anglo (yang cuma pajangan karena tak ada baranya). Di piring, bukan cuma nasi yang nangkring, tapi juga emping, sambal dabu-dabu, cah kangkung, dan bakwan jagung.

Mak... ini mah porsi buat dua orang!

Rasanya di luar dugaan. ENAK! Bumbu ikan cakalang meresap, asam pedas bercampur nikmat. Bakwan jagungnya hangat baru digoreng, renyah.

Tapi ya itu tadi, porsinya besaaar. Saya yang gembul ini saja nggak sanggup menghabiskannya sad

Saran saya, makanlah dengan seorang kawan, dan pesan satu nasi lagi. Mungkin bakal lebih nikmat.

Oya, restoran ini menempel pada toko batik lawas berlabel Dua Nyonya juga. Sayang saya datang terlalu malam, toko batik itu tutup pukul 20.00. Dari etalase kacanya sih, batiknya bagus-bagus (tapi sepertinya mahal).
Nasi Ikan Cakalang

Nasi Ikan Cakalang

 
Es Leci

Es Leci

 
 
Recommended Dish(es):  Nasi Ikan Cakalang
 
Date of Visit: Oct 22, 2010 

Spending per head: Approximately Rp55152

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   4 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Lagi-lagi ke Zenbu Smile Oct 28, 2010   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Kumpul Keluarga

Bolak-balik lewat Senopati, saya balik lagi ke Zenbu. Sushi yang harganya terjangkau plus wafel Gelato yang nikmatnya selangit, membuat saya tak kapok kembali. (Hidangan utama Zenbu, mozaru alias nasi berkeju, justru tak memikat lidah saya.)

Senangnya, ocha di Zenbu sekarang gratis, tak lagi dikenai bayaran seperti dulu lol

Saya lapar dan agak menggila... Pesan Unagi Ball (Rp 8 ribu), Nigiri Salmon (Rp 10 ribu), Nigiri Inari (Rp 15 ribu), plus segelas ocha panas.

Unaginya agak terlalu kering, tapi salmon dan inari-nya pas smile

Kelar makan sushi, saya memesan wafel terenak di Jakarta dari gerai Gelato yang ada di Zenbu ini. Saat itu hari Selasa, dan wafel dikorting 50 persen! *joget girang*

Wafel reguler yang dibandrol Rp 28 ribu, hari itu saya tebus dengan harga Rp 14 ribu saja. Wafel yang lembut di dalam garing di luar itu rasanya jadi lebih eeeenak. Hahaha.
Inari Nigiri & Salmon Nigiri

Inari Nigiri & Salmon Nigiri

 
Unagi Ball

Unagi Ball

 
Wafel Reguler

Wafel Reguler

 
 
Recommended Dish(es):  Nigiri Salmon, Nigiri Unari, Wafel Reguler
 
Date of Visit: Oct 05, 2010 

Spending per head: Approximately Rp54300

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Kari Paling Gila Se-Jakarta! Smile Oct 09, 2010   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Pekan lalu ulang tahun Alam, sepupu saya. Sesama pengelana di Jakarta. Dia dan pacarnya, Asih, mengajak saya makan di Go!Curry, Citos. Kata mereka, karinya enak. Mereka baru coba kemarin siang dan nggak ragu buat balik lagi malam itu.

"Sebenernya kita tertarik buat ke sana karena tempatnya bagus," kata Alam si arsitek.
"Desain grafisnya juga lucu," ujar Asih yang desainer grafis dan sekarang sedang dalam proses menamatkan sarjana arsiteknya.

Saya yang bukan arsitek maupun desainer grafis cuma bisa mengangguk, semangat menuju makanan gratisan.

Sampai di Go!Curry, ternyata beneeer tempatnya keren! Dan desain grafisnya lucu, ada lima ikon dari lima negara pemakan kari: India, Thailand, Jepang, Inggris, dan Indonesia. Untuk yang Indonesia, gambarnya orang Minang lol

Sistem menu kari di sini empat tahap: pilih jenis kari, tingkat kepedasan, jenis nasi, dan jenis lauknya. Jenis karinya ada brown, green, red, yellow, dan rogan josh. Untuk kepedasan bisa pilih mild, medium, hot, very hot, dan insanely hot (nambah Rp 10 ribu buat yang terakhir itu).

Untuk nasi ada yang plain, cilantro butter, dan yellow nut rice. Lauknya macam-macam, mulai sayur, ikan, buntut sapi, sampai kambing.

Kami pesan dua kari untuk bertiga, karena porsinya lumayan hore. Satu hot red Australian Oxtail curry (Rp 65 ribu), dan satu very hot rogan josh Lamb Cubes with Herbs curry (Rp 65 ribu). Keduanya dipesan dengan cilantro butter rice (yang ternyata memang enak).

"Yang lamb bener very hot? Pedesnya jauh banget lho sama yang hot," tanya mbak pelayan nan ramah.
"Iya yang very hot, soalnya yang hot nggak pedes," jawab Asih yakin.
"Buat aku yang nggak suka pedes aja, yang hot itu nggak pedes," si Alam hakul yakin gitu nambahin komen.

Buat kawan kari, saya juga pesan butter naan (Rp 15 ribu). Di deret naan ini ada juga versi yang plain, garlic (@ Rp 15 ribu), dan cheese (Rp 18 ribu).

Minumnya milih yang segarrr pineapple lime mojito (Rp 25 ribu). Betulan segar, aseeeeem banget tapi cocok lah sama kesukaan saya tongue Lantas saya motret Alam dan Asih yang lagi cengar-cengir mesra-mesra gitu (ih ini kok nada ngiri nggak ditemenin pacar ya) di depan slogan Go!Curry di atas dapurnya: Eat Curry, Be Happy.

Lalu datanglah kari domba yang VERY HOT itu. Warnanya agak coklat, sekilas mirip dengan kari buntut yang kemerahan. Suapan pertama langsung terasa: PEDES BANGET! Bumbu lainnya ketutup sama pedasnya. mad

Alam dan Asih betul-betul sampai menangis kepedesan. Saya juga kepedesan tapi nggak nangis, mungkin karena keasyikan ngetawain pasangan di hadapan saya itu hahaha... tongue

"Gimana Mas? Kalau kurang pedas, bisa ditambah bubuk cabe," kata si mbak tadi dengan nada puas dan sinar mata 'kan-udah-saya-bilang-pedes-banget'.

Saya nyengir kuda. lol

Jadilah kami pesan teh hangat -- TWG Darjeeling dan TWG Chamomile (@ Rp 22 ribu) untuk melunturkan pedas.

Tapi bener sih kata Alam dan Asih, "hot"-nya buntut sapi dari Australia memang nggak terlalu pedas. Masalahnya "very hot"-nya bisa dibilang terlalu drastis, mungkin dua kali lipat si "hot". Tips: lebih baik pesan yang hot lalu minta tambahan bubuk cabe!

Dagingnya sendiri enak, empuuuuuk banget (baik yang domba maupun sapi). Cuma ya bumbu lainnya sumpah mati jadi nggak kerasa setelah kami dihajar cabe VERY HOT itu.

Setelah shock hilang dan makanan ludes (kecuali bumbunya yang kami biarkan tetap di piring karena ya itu tadi: pedeeeeees), kami pesan makanan penutup. Banana katsu (Rp 28 ribu) dan dark chocolate samosa (Rp 28 ribu). Dua-duanya ueeeenak, dan layak dicoba.

Kesimpulannya sih, saya bakal balik lagi ke restoran ajib ini lol
VERY HOT Rogan Josh Lamb Cubes with Herbs Curry

VERY HOT Rogan Josh Lamb Cubes with Herbs Curry

 
Naan

Naan

 
Pineapple Lime Mojito

Pineapple Lime Mojito

 
Chocolate Samosa

Chocolate Samosa

 
si Minang doyan kari

si Minang doyan kari

 
 
Recommended Dish(es):  Lamb Cubes Rogan Josh Curry, Oxtail Red Curry, Cilantro Butter Rice, Chocolate Samosa, Banana Katsu
 
Date of Visit: Sep 26, 2010 

Celebration:  Birthday 

Spending per head: Approximately Rp150000

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   6 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Domain Might Be YOUR Domain Smile Sep 25, 2010   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Lounge/Bar | Wine

...that is, if you have enough money in your pocket. or your bank account..

or, you're invited for the OpenRice.com & CHIP gathering. like I did lol

Tak disangka tak diduga saya dikontak kawan-kawan OpenRice untuk makan malam spesial *uhuk* di Domain, Senayan City. Tempatnya agak nyempil di pojokan B2, via tangga dari Crystal Lagoon.

Ini mungkin kelebihan sekaligus kekurangan: spot yang asyik buat ngumpet plus berasa bagian dari komunitas rahasia, tapi boleh jadi bikin Domain susah narik pelanggan karena nggak bakal ada yang lewat ke arah sini kecuali mau ke Domain (atau Q Billiard yang ada di sebelahnya).

Tempatnya nyaman dan supercozy, temaram lilin dan lampu diset bernuansa hangat. Kayu pinus yang dipakai di interior membuat saya berasa ada dalam spa raksasa (minus uap dan handuk, plus baju lengkap hahaha). shocked

Musik yang diputar pas buat teman ngobrol dan bermesraan *aih* Selama sibuk mengunyah, saya melihat beberapa pasangan dan kelompok-kelompok sosialita Jakarta berdatangan.

Bersama empat kawan OpenRicer dan sejumlah kru OpenRice plus CHIP, kami mencicip menu yang kabarnya sih andalan terbaru Domain ini: Fondue.

Domain menyediakan dua macam fondue atawa celup-celupan (eh kok rasanya jadi nggak elit ya kalau disebut gitu hehehe). Pertama, Savory Fondue yang gurih, dan Sweet Fondue yang manis. Seperti saya. *lebay mode on*

bowl Di deret Savory, ada Bagna Cauda (Rp 295 ribu untuk dua orang), Roasted Tomato & Cheese (Rp 240 ribu), dan Classic Cheese (Rp 225 ribu). Untuk yang manis, ada dua pilihan, dengan cokelat putih atau cokelat gelap alias dark chocolate (Rp 145 ribu).

bowl Ronde pertama, kami mencoba Bagna Cauda dan Classic Cheese, masing-masing ditemani piring berisi daging ayam, daging sapi, crouton (roti panggang), jamur, timun, tomat, brokoli, wortel, dan paprika. Classic Cheese-nya benar-benar PENUH KEJU alias pekat banget, ninggalin sedikit rasa pahit di mulut. Bagna Cauda lebih saya sukai karena lebih gurih, mirip rasa saus pesto. Dua-duanya membuat mulut Asia saya ingin tambahan saus cabai hahaha...

bowl Giliran berikutnya fondue cokelat, dengan kawan marshmallow, strawberry, aprikot kering, dan bolu (kerennya sih disebut spongecake). Fondue cokelat ini di menunya sih disebutkan ada lemon zest, tapi lebih terasa di fondue yang cokelat putih. Strawberry terbukti jadi favorit, paling cepat habis. Aprikot keringnya kurang laku, kasihan juga, saya sendiri juga nggak begitu doyan karena rasa manis-lengketnya kurang nyambung sama cokelat.

Harganya mungkin terasa mahal untuk saya yang masih kacung ini, tapi buat yang berduit, nggak rugi mampir ke sini untuk makanan yang sedap dan tempat yang top markotop lol

Yang membuat kumpul-kumpul ini terasa asooooooy banget adalah ketemu teman-teman baru yang seolah sudah akrab dari jaman SD *masih lebay*. Dan tentunya fakta bahwa makannya gratisan! Meski harus rebutan karena dua porsi untuk dua orang direbutin sepuluh orang.... Hahaha. tongue

Terima kasih segudang buat OpenRice dan Domain... Jangan kapok undang saya ;)
Classic Cheese

Classic Cheese

 
Dark Chocolate Fondue

Dark Chocolate Fondue

 
awas panas!

awas panas!

 
yang pada sibuk motret

yang pada sibuk motret

 
 
Recommended Dish(es):  Bagna Cauda Fondue,
 
Date of Visit: Sep 25, 2010 

Spending per head: Approximately Rp370000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   6 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Mengusir Duka di Lokananta Smile Jul 09, 2010   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Steak & Grills | Halal | Kumpul Keluarga

Malam Minggu yang menyebalkan: mau ke Citos makan waktu 3 jam! Gara-gara ada Reyes dan nonton bareng Piala Dunia, katanya. Untung yang nyetir bukan saya, tapi Yoga smile

Sampai di depan Citos, ternyata parkirnya sudah ludes, hoho, itu pula yang bikin kemacetan makin parah rupanya. Untuk mengobati luka hati *hedeeeeeh* kami memutuskan mencari makan saja... Mau belok ke Kemang, macetnya na'udzubillah... Yo Oloh ini orang Jakarta mbok ya malam Mingguan ke tempat laiiiin! mad

Yah akhirnya kami mengarahkan tunggangan (kuda?) ke arah Panglima Polim, menuju Lokananta. Jam tangan saya menunjukkan waktu pukul 10 malam lebih, tapi Lokananta ramai, ruangan yang dilengkapi televisi penuh oleh pengunjung yang nonton Piala Dunia. Jadi kami harus duduk di teras...

Kami langsung memesan Triple Sausage with Lemon Garlic Butter Sauce (Rp 45 ribu), Sirloin Fried Rice (Rp 32 ribu), Hot Chocolate (Rp 18 ribu) dan saya seperti biasa minta, eh, beli, teh panas (Rp 9 ribu) saja.

Pesanan datang agak lama, lebih dari 15 menit. Hidangan sosis ternyata datang beserta pasta, yang di luar dugaan saya, enak! Pastanya ditumis dengan rempah (mungkin basil atau oregano, saya tak tahu pasti), porsinya pas untuk menemani trio sosis sapi nan gigantik.

Nasi goreng sirloin pesanan Yoga tampak seperti nasi goreng biasa dengan telur ceplok di atasnya lol sirloinnya oke, tapi porsinya sedikit, nggak imbang dengan nasinya yang melimpah. Nah, nasinya pedas, kebanyakan saus sambal sepertinya. Yoga langsung garuk-garuk kepala (katanya kalau dia kepedasan, kepalanya gatal. er... anehhhhh)

Makanya minum yang dia pesan langsung habis... Dan dia pun memesan Green Barrets (Rp 18 ribu) sebagai penggantinya. Ini campuran minuman dengan komposisi yang agak aneh: sayur hijau (saya lupa kailan/bok choy/brokoli), nanas, dan sirup. Rasanya... rada ajaib sih ehehe lol

Terakhir, tentuuuu saya harus memesan Chocolate Melt (Rp 25 ribu) yang legendaris ituuuuu... eeeenak banget, seperti biasa, meski memakan waktu lebih lama lagi untuk menunggunya -- hampir 30 menit, kayaknya.

Sedikit catatan soal pelayanan: susah banget manggil pelayannya. Mungkin karena lagi ramai...
Triple Sausage with Lemon Garlic Butter Sauce

Triple Sausage with Lemon Garlic Butter Sauce

 
Sirloin Fried Rice

Sirloin Fried Rice

 
Green Barrets

Green Barrets

 
Chocolate Melt

Chocolate Melt

 
 
Recommended Dish(es):  riple Sausage with Lemon Garlic Butter Sauce , Chocolate Melt
 
Date of Visit: Jul 03, 2010 

Spending per head: Approximately Rp85000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   5 Vote(s)   View Results
Recommend