OpenRice Index
  
Dhanny
This is Dhanny . I am a Writer and EditorI like to hang out in Cilandak, Cinere, Margonda. Jepang are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Fast Food and Es Krim/Yogurt, Sushi, Bubble Tea / Jus, Mie ayam, nasi goreng.
Member 398 First(s)
No. of Review905 Review(s)
編輯推介數目136 Editor's Choice
Recommended14 Recommended
Popularity15557 View(s)
Replies in Forum3 Comment(s)
Upload Photos2086 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant63 My Restaurant(s)
Follow9 Following
粉絲1730 Follower(s)
Dhanny  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 51 to 55 of 905 Reviews in Indonesia
Braga Permai Smile Nov 07, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Steak & Grills | Pizza & Pasta | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Kelar nonton Thor di Braga City Walk, saya, pacar, dan beberapa orang teman memutuskan untuk agak nongkrong dulu sebelum pulang. Karena Braga City Walk sedang direnovasi, jadinya pilihan tempat makan di mal dengan gedung bergaya kuno ini cukup terbatas. Paling D’Kiosk yang ada di lantai dasar bagian dalam atau Wendy’s yang terletak di pinggir jalan. Tapi, tiba-tiba teman saya mengusulkan untuk makan di Braga Permai saja. Menurutnya, makanannya murah dan cukup enak. Okelah, kami pun akhirnya setuju dan langsung menuju Braga Permai.

 
Ketika disebutkan pertama kali, Braga Permai ini tidak terdengar seperti restoran. Malah namanya mengingatkan saya dengan perumahan lol lol. Ternyata, Braga Permai ini adalah sebuah restoran dengan suasana dan nuansa serupa dengan gaya jadoel alias Belanda. Letaknya tidak jauh dari Braga City Walk karena hanya sekitar 10 meter dan berseberangan. Terbagi menjadi dua area, yaitu indoor dan outdoor. Bagian indoornya sendiri tidak terlalu luas karena hanya ada 3-4 meja dengan payung yang melindungi para pengunjung dari panas atau hujan.

Di bagian dalamnya sendiri cukup luas dan mengingatkan saya sama meja makan ala hotel karena ditata dengan piring dan gelas yang rapi. Selain itu, cara mereka membawa piring-piring yang sudah dicuci untuk ditaruh di atas meja makan, sendok, garpu, tusuk gigi, dan peralatan makan lainnya persis dengan hotel. Begitu juga dengan seragam para pelayannya.

Di bagian dalam ada counter dengan display kue-kue basah yang bisa dipilih untuk cemilan, baik itu makan di tempat ataupun dibawa pulang. Selain kue, mereka juga menyajikan berbagai menu berat, seperti nasi, steak, pizza, sup krim, zuppa soup, dan masih banyak lagi. Untuk minumannya bahkan lebih beragam, mulai dari yang standar kayak teh, jus, kopi, es krim, hingga minuman beralkohol seperti bir, anggur, hingga Jack Daniel. Untuk kisaran harganya sendiri memang bisa dikatakan cukup murah, yaitu mulai dari Rp8.000-Rp80.000an. Sementara, untuk minuman beralkohol tentu lebih mahal.

 

 
Untungnya, hari itu mereka punya promo Couple, yaitu bisa memesan dua buah pizza, pizza dan pasta, atau dua buah pasta dengan harga hanya Rp40.000 dan akan mendapat gratis dua buah minuman yang dipilih, yaitu es teh manis, ice lemon tea, soft drink, atau ice tea lychee. Melihat harganya yang cukup murah (belum termasuk pajak 10%), saya dan teman-teman pun memutuskan untuk memesan dua paket Couple dengan keseluruhan pizza sehingga total ada 4 pan pizza yang masing-masing berisi 6 slice.

Sambil menunggu, kami dihidangkan air putih yang gratis dan bisa refill. Lumayan menghapus dahaga sambil menunggu minuman pesanan kami datang. Pesanan kami pun mulai berdatangan. Berikut adalah reviewnya.

Pineapple punch (Rp8.000)
Disajikan dalam gelas tinggi kayak gelas martini di film-film, Pineapple Punch ini bentukannya kayak sherbet, yaitu es yang diserut lembut. Sesuai dengan namanya, rasanya ya rasa nanas. Manis dan asam berpadu sempurna di lidah. Segar diminum pas cuaca lagi panas.

 
Pizza Margherita & Chicken Pizza (Rp40.000)
Pizza Margherita ini bisa dibilang pizza yang basic banget karena toppingnya cuma tomat, keju, dan basil. Nggak ada tambahan daging, ayam, atau ikan seperti di pizza lain. Tapi, rasanya cukup enak kok. Kalau biasanya saya makan pizza yang rotinya tebal, sekarang nyobain juga pizza yang rotinya agak tipis. Enak juga, jadi berasa ngemil bukannya makan makanan berat. Meski tipis, tapi pizza ini cukup mengenyangkan.

 
Kalau chicken pizza ya taulah toppingnya apa ya. Yang pasti bukan burung dara, hihihi. Potongan daging ayam yang dijadikan topping ukurannya cukup besar lho meskipun terlihat nggak terlalu banyak. Meskipun begitu, rasanya gurih dan enak. Sayangnya, pizza ini yang banyak diserbu teman-teman saya (yang semuanya adalah cowok) sehingga saya cuma kebagian satu slice sad.

 
Ice tea lychee & ice lemon tea (free)
Entah karena dikasihnya gratis atau emang pada dasarnya rasanya kayak gini, minumannya benar-benar mengecewakan. Emang sih gratis, tapi kenapa standarnya diturunin ya? disajikan dalam gelas yang tidak terlalu besar (kira-kira ¾ jengkal), ice lemon tea-nya sama sekali nggak manis sehingga saya harus minta gula tambahan. Rasa lemonnya juga kurang terasa, hanya sedikit kerasa asam tapi lebih banyak hambarnya. Punya pacar, yaitu ice tea lychee, lebih mengenaskan lagi karena hanya berupa teh yang diberi sirup leci. Itu juga kayaknya kebanyakan sehingga terlalu manis. Uuuugh…
Ice tea lychee

Ice tea lychee

 
Ice lemon tea

Ice lemon tea

 
Overall, untuk makanan emang lumayan enak dengan harga terjangkau. Tapi, mudah-mudahan minuman bayar dengan gratisan kualitasnya nggak sama ya. Mengecewakan banget kalau iya.
 
Date of Visit: Nov 03, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Ayam Goreng Pinggir Jalan Smile Nov 06, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Stand / Kios

Akhirnya, setelah beberapa bulan lamanya dibuka dan saya sama Ibu selalu gagal ke sini, pas saya pulang ke rumah kemarin, berkesempatan juga untuk nyoba makan di resto fast food pinggir jalan ini. Sebelumnya, saya dan Ibu udah pengen ke sini, tapi waktu itu lagi renovasi. Terus, pas udah buka, saya harus balik ke Bandung sehingga nggak sempet. Pokoknya, setiap kali mau ke sini pasti ada aja halangannya. Nah, akhirnya bisa juga saya datang ke sini.

 

 
Kane Fried Chicken ini letaknya di pinggir jalan, tepatnya di perempatan Gandul Raya, berseberangan dengan Bank Mandiri cabang Gandul. Meski ruangannya tidak luas, tapi warnanya terlihat mencolok karena didominasi warna oranye dan merah. Begitu datang, kita bisa langsung menghampiri counter untuk memesan makanan dan minuman dengan dibantu pelayan yang akan menjelaskan menu-menu yang ada.

Menu yang di sini meski namanya Kane Fried Chicken, tapi ternyata cukup lengkap. Selain ada ayam dan kentang, adapula burger, nasi, nasi goreng, mie goreng, jus, es krim, dan minuman soda. Harganya sendiri cukup bersainglah alias murah. Untuk minum berkisar antara Rp3.000-Rp10.000, sementara untuk menu makanannya sendiri mulai dari Rp7.000-Rp15.000. Dan, untuk yang Rp15.000 sendiri udah lumayan komplit karena ada berbagai pilihan.

Akhirnya, Ibu dan saya pesan dua menu yang berbeda. Orange juice (Rp8.000) dan Chicken teriyaki (Rp15.000). Untuk jus jeruk seharga Rp8.000, rasanya cukup enak karena terbuat dari jeruk asli yang diperas. Ditambah dengan sedikit gula rasanya jadi asam-asam manis. Menyegarkan. Untuk nasinya sendiri bukan sekadar nasi biasa karena menyerupai menu nasi ala Jepang. Di atas nasinya ada tiga potong daging ayam yang sudah digoreng dengan tepung kemudian diberi siraman saus teriyaki dan mayonnaise yang rasanya manis. Di bagian tepi mangkok diberi salad yang terdiri dari kol dan wortel. Ibu sendiri kurang suka dengan salad yang ada di atas nasi, menurutnya lebih pas kalau saladnya dipisah. Nasinya juga terlalu lembek. Meskipun begitu, ayamnya sendiri cukup gurih dan siraman saus teriyakinya juga pas.

 

 
Pesanan saya sendiri adalah menu paket kentang + ayam (Rp12.000) dan ice lemon tea (Rp3.000). Agak kaget juga dengan menu ice lemon tea yang murah, takutnya rasanya hambar atau biasa aja. Tapi ternyata enak karena pake Nestea Lemon. Jadinya saya nambah dua kali deh minuman ini, hehehe. Untuk menu makanannya sendiri menurut saya lumayan enak. Ayamnya yang saya pesan dada berukuran besar. Jauh dari perkiraan saya bahwa tepungnya akan lebih tebal daripada daging, ternyata nggak seperti itu kok. Daging dan tepung sama-sama berimbang dengan tepungnya gurih dan renyah. Yang oke lagi adalah kentangnya yang rasanya enak karena bukannya asin, tapi gurih dengan selintas rasa pedas lada.

 

 
Overall, penantian saya makan Kane ternyata berbuah manis karena saya sama sekali tidak kecewa. Kapan-kapan, mungkin saya mau coba menu yang lain lol lol.
 
Date of Visit: Oct 31, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Dapoer Melayu Smile Nov 05, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Sebagai wartawan, kadang saya dapat kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat makan yang tadinya nggak kepikiran untuk didatangi. Selain karena lokasi, harganya juga kadang nggak pas di kantong. Seperti pada hari Kamis yang lalu saya berkesempatan mencicip makanan di Dapoer Melayu setelah meliput sebuah film di kawasan Epicentrum.

Lokasinya ada di lantai 2 Epicentrum tepat di atas atrium. Dapoer Melayu sendiri terbagi menjadi tiga area: luar restoran, bagian dalam, dan tempat meeting. Dari luar sih terlihat kecil ya areanya, tapi begitu masuk ke ruang meeting lumayan luas juga ternyata. Uniknya, ruang meeting ini didesain layaknya ruang makan rumah jaman dulu lengkap dengan meja makan dari kayu, dinding batu bata yang dicat putih ala kadarnya, plus dengan lantai yang hanya berupa marmer hitam. Jadi inget sama rumah kakek atau nenek kita dulu lol.

Di bagian depan, bersebelahan dengan kasir sendiri, ada display seperti di warteg tapi tentu aja kalau di sini in an elegant way. Ada piring berisi tumis kacang panjang, tempe, tahu, dan masih banyak lagi plus papan yang menginformasikan menu yang mereka sajikan. Pelayanan di Dapoer Melayu cukup cepat dan ramah. Bahkan, waktu itu pemiliknya tidak ragu-ragu untuk turun tangan sendiri dan memastikan bahwa semuanya berjalan dengan lancar. Jadi, kalau butuh apa-apa, kita tinggal bilang dan si pemilik atau pelayan lain akan membantu.

Menu yang ditawarkan bentuknya prasmanan, tapi sesuai dengan namanya maka semuanya itu adalah makanan khas Melayu. Ada ayam, perkedel jagung, capcay, kerupuk, dan sambal. Untuk minumnya disediakan dua jenis, yaitu air putih dan teh (panas atau dingin). Karena saya tidak suka capcay, jadilah saya ambil daging ayam, kerupuk, kuah capcay, dan perkedel jagung kemudian duduk di pojokan dengan teman.

Makan di sini tuh berasa kayak makan di rumah sendiri dengan makanan yang dimasak oleh Mama. Nasinya pulen dan pas. Ayamnya juga gurih dan enak. Potongannya yang kecil-kecil memudahkan kita untuk menyuap ke mulut. Dagingnya juga nggak alot. Perkedel jagungnya gurih dan biji jagungnya terasa manis. Perpaduan antara tepung dan jagungnya pas alias tidak kebanyakan tepung.

Meski saya tidak berkesempatan mencoba menu khas Dapoer Melayu, tapi dengan menu makanan yang mereka sajikan rasanya sudah bisa memberikan gambaran rasa makanan Dapoer Melayu. Mungkin lain kali kalau ada waktu (dan juga dana), saya ingin balik ke sini dan mencoba menu lain.

 
 
Date of Visit: Oct 31, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Lotteria @ Plaza Semanggi Smile Nov 05, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Fast Food | Halal | Kumpul Keluarga

Sekarang ini, jarang ada orang yang mau menunggu berlama-lama untuk memesan makanan. Karena kesibukan yang terus meningkat, akhirnya makanan cepat saji semakin berkembang. Dulu, yang namanya restoran cepat saji rasanya bisa dihitung dengan jari. Sekarang ini, kayak jamur di musim hujan alias banyak banget. Nggak percaya? Coba deh jalan ke mal, bisa dipastikan minimal ada satu resto fast food di sana. Dan, umumnya resto ini rame dikunjungi karena pelayanannya cepat.

Setelah terbiasa dengan merek fast food yang itu-itu lagi, kini ada merek fast food baru yang merupakan impor dari Korea. Namanya Lotteria. Yap, nggak salah emang kalau namanya mengingatkan kita sama Lotte Mart atau Lotte Shopping Avenue di Jakarta. Lotteria ini tapi letaknya nggak cuma ada di dua tempat itu lho, tapi juga di beberapa mal di Jakarta sudah ada. Sayang, di Bandung sih belum ada.

 
Kali ini, saya makan Lotteria di Plaza Semanggi. Letaknya di lantai bawah, bersebelahan dengan Hoka-Hoka Bento. Areanya sih nggak terlalu besar, tapi lumayan mencolok karena memutar lagu Korea dengan volume yang cukup besar. Pelayanannya sendiri sama seperti resto fast food pada umumnya. Kita dipersilakan memesan makanan di counter dan membawa makanan itu sendiri ke meja yang kita pilih. Menu di sini sendiri terbagi menjadi dua macam, kayak menu-menu di resto fast food lain, yaitu ayam dan burger. Selain ada menu burger biasa, ada pula menu burger dengan daging khas Korea alias bulgogi, ayam dengan saus Korea, burger udang, dan masih banyak lagi. Harganya sih standar harga resto fast foodlah. Mau murah, bisa pilih paket.

Karena lumayan lapar dan pengen makan nasi, saya pilih paket Lotteria Mantap seharga Rp19.000. Isinya ada nasi, ayam sayap, es teh manis, dan salad. Salad ini bisa dibilang salah satu perbedaan antara Lotteria dengan resto fast food lain. Emang sih, hanya kol, tapi rasanya cukup enak dengan dressing yang gurih. Daging ayamnya juga enak, renyah, dan tebal. Nasinya pun pas alias nggak terlalu lembek atau keras. Overall, ini adalah salah satu paket makanan komplit karena ada ayam, nasi, salad, dan minum. Oh iya, di dekat counter sambal ada gula cair, gunakan itu untuk menambah rasa manis pada es teh ya soalnya es teh yang dikasih mereka rasanya hambar jadi kita harus menambah gula sendiri.

 
 
Date of Visit: Oct 30, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Bubur Ayam AK Simpang Dago Smile Nov 05, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Street Foods | Bubur

Pagi-pagi memang enak sarapan. Menurut penelitian, sarapan itu mengembalikan gula darah dalam otak yang menurun akibat diistirahatkan semalaman. Sarapan juga membuat otak dapat bekerja secara maksimal di pagi hari. Makanya, Open Ricer jangan sampai melewatkan sarapan yak arena penting untuk kesehatan dan perkembangan otak.

Speaking of breakfast, kalau di Bandung sih sajian untuk sarapan banyak banget. Eh, sebenarnya nggak cuma di Bandung sih, tapi juga di kota-kota lain. Cuma, kebetulan saya tinggal di Bandung jadi ya reviewnya menu di Bandung . Karena kosan saya dekat dengan pasar jadi pilihan jajanan di pagi hari banyak banget. Mulai dari gorengan, kue pukis, bandros, nasi kuning, nasi uduk, lontong kari, nasi goreng, soto, sate padang, lemper, roti, getuk lindri, ketoprak, dan masih banyak lagi. Bikin bingung milihnya kaaaan??

Pilihan saya jatuh kepada bubur ayam. Bubur ini letaknya diapit antara Lontong Padang Lembah Harau dengan Nasi Uduk. Penjualnya adalah mas-mas yang ramah dan sopan. Bila sedang rame dan ada orang yang baru datang hendak memesan, ia akan mengingatkan bahwa kemungkinan orang tersebut akan menunggu lama. Mas penjual juga memastikan bahwa pesanan kita sesuai dengan yang kita inginkan dengan menanyakan taburan yang ingin digunakan atau mau ditambah telur, ati, dan ampela apa nggak. Dilayani dengan penjual yang sopan membuat pembeli tentu saja senang.

Karena saya lagi nggak terlalu pengen makan yang berat-berat, akhirnya saya pesan semangkuk bubur ayam ditambah dengan ati minus telur dan ampela. Bubur ayam di Bandung agak berbeda dengan Jakarta. Di sini, buburnya cenderung kering dan hanya diberi kecap, cakue, ayam, dan kacang. Bandingkan dengan Jakarta yang diberi kuah kuning, bubuk merica, seledri, bawang goreng, dan remasan kerupuk. Kalau di sini, kerupuknya memang disajikan secara terpisah.

Overall, saya suka dengan rasanya yang cukup enak dan mengenyangkan. Harganya pun cukup murah, yaitu Rp8.000 (dengan ati). Buburnya nggak terlalu encer ataupun masih sedikit berbentuk nasi. Dimakan panas-panas enak lho, nyaaaam…

 
 
Date of Visit: Nov 02, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0