OpenRice Index
  
Dhanny
This is Dhanny . I am a Writer and EditorI like to hang out in Cilandak, Cinere, Margonda. Jepang are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Fast Food and Es Krim/Yogurt, Sushi, Bubble Tea / Jus, Mie ayam, nasi goreng.
Member 398 First(s)
No. of Review905 Review(s)
編輯推介數目136 Editor's Choice
Recommended14 Recommended
Popularity15620 View(s)
Replies in Forum3 Comment(s)
Upload Photos2086 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant63 My Restaurant(s)
Follow9 Following
粉絲1730 Follower(s)
Dhanny  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 26 to 30 of 905 Reviews in Indonesia
Jus Alpukat Indah Juice OK Dec 22, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Stand / Kios | Bubble Tea / Jus | Minuman

Di Jalan Tubagus Ismail Raya ada warung jus buah namanya Fadhilah. Dulu sih orang-orang suka ke sana untuk makan es durennya. Tapi, sekarang mereka punya saingan baru yang khusus menjual jus. Namanya Indah Juice.

Letaknya agak mojok dan di sebelah kanan jalan kalau dari arah Simpang Dago. Posisinya hanya sekitar 2 meter dari Es Fadhilah. Untuk yang suka melintas di daerah ini Indah Juice sendiri agak mencolok dengan lampu yang terang dan dinding yang dipasangi gambar aneka jus dan khasiat-khasiatnya. Plus dengan rak kaca yang memajang berbagai buah-buahan setidaknya bikin kita pasti akan nengok kalau lewat di sini.

Meski baru buka nyaris setahun, tapi kedai jus ini bisa dibilang lumayan laris. Banyak yang beli beberapa gelas untuk kemudian dibawa pulang. Tempatnya emang kurang enak untuk minum di tempat sih. Tapi, kalau mau nongkrong bisa juga pesan karedok buah, risoles creamy, atau mocha es krim di kedai Iku Aku yang letaknya persis bersebelahan dengan Indah Jus. Sambil menikmati Bandung di sore hari, sambil ngemil-ngemil lucu juga lol.

Harga jus di sini relatif murah karena berkisar antara Rp6.000-Rp15.000 (jus duren). Menu jusnya pun cukup beragam, dari yang standar kayak alpukat, tomat, mangga, sirsak, hingga yang agak sulit ditemui kayak buah naga, sunkist, anggur, dan lain-lain. Bentuk gelasnya juga cukup aman untuk dibawa ke mana-mana dan dijamin nggak tumpah karena si penjual menggunakan segel plastik sehingga jus ini bisa dikonsumsi anak-anak yang biasanya suka nggak apik kalau minum jus dan malah tumpah ke mana-mana.

Pesanan saya adalah jus alpukat. Penampilannya memang cukup menggiurkan ya plus dengan tambahan siraman susu kental manis cokelat. Rasanya lumayan enak meski rasa manisnya masih kurang terasa dan agak sedikit kebanyakan air. Tapi, untuk harga hanya Rp7.000, udah lumayanlah.

 
 
Date of Visit: Dec 01, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Mie Ayam Alfamidi Smile Dec 22, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Stand / Kios | Bakmi/Kwetiau

Saya pulang ke Jakarta itu nggak setiap bulan. Hanya kalau ada urusan mendadak. Nah, kebetulan pas kemarin ada teman yang nikahan dan karena teman dekat jadi saya putuskan untuk pulang. Kebetulan pas pulang itu, saya langsung janjian sama bokap-nyokap untuk belanja di supermarket terdekat. Sebelumnya, mereka jemput saya dulu di daerah Pondok Labu. Karena berangkat dari Bandung pagi-pagi dan nggak sempet sarapan karena harus mengejar travel akhirnya saya putuskan untuk mengisi perut dengan makan mie ayam favorit.

Letaknya di depan Alfa Midi. Gerobak biasa aja sih dengan dua meja dan beberapa kursi. Meskipun letaknya di pinggir jalan, tapi namanya mie ayam pasti selalu ada aja yang makan. Nggak kecuali ini yang rasanya memang harus saya akui lumayan enak dan harganya juga terjangkau. Kalau biasanya yang melayani bapak-bapak, kini dua mas-mas yang masih muda. Mereka lumayan sigap dalam meracik mie dan yang pasti rasanya sih sama.

Ini dia pesanan saya: mie yamin dengan bakso, pangsit goreng, dan pangsit rebus. Ini paket komplit, harganya Rp10.000. Kalau yang biasa alias cuma ada bakso atau pangsit rebus harganya cuma Rp8.000. Rasa mienya cukup enak, gurih di lidah. Sayang, kuahnya hambar. Tapi, karena dipadu dengan rasa mie jadi saling mendukung juga sih (apa deeeh??). Daging baksonya juga kenyal dan enak, bukan yang isi urat hingga kadang suka bikin bête karena nyelip di gigi. Oh ya, untuk pangsit rebusnya, ada isian daging ayam lho. Taburan ayam di bagian atas mie juga dicampur dengan jamur sehingga rasanya enak.

Mie ini sendiri wajib dimakan kalau saya balik ke Jakarta. Murah dan enak lagi lol lol.

 
 
Date of Visit: Dec 08, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Hoka Hoka Bento Cry Dec 22, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Fast Food | Halal | Kumpul Keluarga

Sebagai penyuka makanan Jepang, rasanya saya udah lama nggak makan Hoka-Hoka Bento atau yang suka disingkat HokBen. Bukan karena di Bandung nggak ada, tapi duit saya rasanya nggak sanggup makan itu. Paling banter warteg atau pecel ayam, hehehe. Makanya, ketika saya balik ke Jakarta dan abis belanja bareng bokap-nyokap, saya langsung “todong” mereka untuk membelikan HokBen. Kebetulan, keduanya juga doyan makan di sini. Kloplah yaaa… lol

Pelayanan HokBen di mana-mana sih sama. Kita dipersilakan datang ke counter, mengambil nampan, dan menyebutkan paket yang kita inginkan. Nantinya, si pelayan akan mengambil makanan dari display kaca yang ada di depan kita sehingga kita bisa melihat berbagai pilihan yang ada, seperti gorengan, tumis, sup, puding, hingga jus. Setelah tidak ada lagi yang ingin kita pesan, kita tinggal bergeser ke kasir dan bayar.

Kalau pelayanannya nggak berubah, lain lagi sama menunya. Dulu, HokBen menyediakan beberapa paket, dimulai dari yang paling murah yaitu Paket Hemat, terus ada Paket Komplit, dan akhirnya paket yang paling mahal. Sekarang, mereka hanya membaginya menjadi tiga paket, yaitu Paket Hemat, Paket Favorit, dan Paket Premium. Masing-masing paket diberi tambahan ocha gratis, cuma untuk lauknya tentu ada perbedaan. Hanya gorengan untuk hemat, tumisan ayam untuk Favorit, dan tumisan daging untuk Premium. Harganya pun bisa dibilang melonjak karena untuk Favorit dikenakan harga Rp44.000, sementara Premium Rp54.000

Sayangnya, harga mahal ini tidak diimbangi dengan kuantitas dan kualitas. Dari segi kualitas, rasanya ya standar aja. Nggak nambah jadi enak banget. Pokoknya rasa makanannya serupa sama rasa makanan HokBen dulu. Dari segi kuantitas, bisa dibilang tampilan yang baru ini sangat menurun. Perubahan wadah makanannya sendiri menurut saya juga berpengaruh. Kalau biasanya mereka menggunakan piring untuk meletakkan tumisan dan salad plus mangkuk kecil untuk gorengan. Kini, semuanya dijajarkan di semacam tatakan berbentuk persegi panjang, sementara salad diletakkan di dalam mangkuk es krim. Tapi, karena tempatnya inilah tumisannya jadi berkurang kuantitasnya. Apalagi nasinya yang terasa sekali dikurangi setengah dari porsi yang biasa mereka sajikan. Emang sih dapat tambahan sup dan juga ocha, tapi porsi dan harganya masih tetap nggak sebanding.

Harus saya katakan bahwa inovasi yang dilakukan oleh HokBen terasa mengecewakan karena bukannya memanjakan konsumen, tapi malah menguras kantong tanpa ada penambahan dari segi kualitas maupun kuantitas.

 

 
 
Date of Visit: Dec 08, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 1

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Kane Lagi Smile Dec 22, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Stand / Kios

Makan siang sama nyokap dan kakak emang nikmat banget ketika saya balik ke rumah. Kenapa? Soalnya, bisa makan enak tanpa harus keluar duit alias dibayarin, hihihi. Makanya, pas kemarin saya pulang dan nyokap ngajak makan ke Kane yang ada di perempatan Gandul, saya langsung mengiyakan. Nggak sering-sering lho makan dibayarin, hehehe.

Kane ini letaknya di seberang Bank Mandiri cabang Gandul. Dari jauh kelihatan kok karena warnanya yang cukup mencolok, oranye. Kane sendiri nggak terlalu rame (malah pas saya datang ke sana, sepi banget). Kebanyakan, orang yang beli memilih untuk take-away daripada makan di tempat. Karena letaknya di pinggir jalan emang agak bising sih, tapi itu nggak mengurangi kenikmatan makan di sana ah.

Menu yang ditawarkan ada banyak. Saking banyaknya, saya sama nyokap bingung mau pesan yang mana. Selain ayam, ada juga nasi seperti nasi goreng atau donburi (nasi yang disajikan dalam mangkuk dengan diberi topping aneka gorengan dan salad kemudian disiram mayonnaise) dan juga burger serta hotdog. Minumannya lebih beragam lagi, mulai dari jus, float, hingga milkshake ada. Harganya pun terjangkau banget karena semuanya dimulai dari harga Rp6.000-Rp15.000 (untuk paket).

Oke, jadi setelah menimbang-nimbang, saya, nyokap, dan kakak memesan menu yang cukup banyak. Chicken burger, kentang, dan coffee milkshake untuk kakak; hotdog, milkshake stroberi, dan air putih untuk nyokap; dan saya ayam, kentang, dan ice lemon tea. Daaan, semuanya itu hanya menghabiskan Rp58.000 saja lhoo. Murah kaaan??

Rasanya juga cukup enak. Ayamnya garing dan yang pasti nggak cuma tebal di tepung. Terus, untuk hotdog sendiri sosisnya lumayan besar dan rotinya empuk (ini komentar dari nyokap yang udah tua dan susah makan yang keras-keras). Begitu juga dengan burger yang ukurannya cukup besar dan mengenyangkan. Yang paling saya suka justru adalah milkshake kopi milik kakak (yang diprotes karena saya sering seruput diam-diam) karena rasanya manis-manis pahit sehingga pas di lidah saya yang suka kopi.

 

 

 

 
 
Date of Visit: Dec 09, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Warung Telor Bakar OK Dec 14, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Street Foods | Halal

Setiap kali lewat daerah Dipati Ukur, khususnya di depan Tugu, saya selalu lihat sebuah warung tenda yang namanya Telor Bakar. Beberapa kali lewat, penasaran juga. Maksudnya telor bakar apa sih? Akhirnya, suatu malam saya putuskan untuk mencoba.

Letaknya di pinggir jalan dan tepat berseberangan dengan Universitas Padjadjaran. Lebih tepatnya lagi ada di tempat ngetem-nya Bis Damri yang mau ke Jatinangor. Ukuran warungnya sih nggak terlalu besar. Di bagian depan ada gambar evolusi manusia dari seekor kera hingga akhirnya berubah menjadi cowok. Sebenarnya, agak nggak nyambung juga sih gambar dengan konsep warung tendanya, tapi ya sudahlah yaaa lol.

Untuk menu sendiri, nggak begitu banyak variasinya. Tapi, yang agak unik di sini adalah nama-nama menunya yang catchy abis dan bikin kita ketawa bacanya. Ada air laut keruh untuk nyebut es teh manis, air muara untuk lemon tea, air danau hitam untuk cokelat, air sungai untuk teh tarik, dan air surga untuk air mineral. Kalau menu utamanya yang telor bakar dibagi sesuai dengan jaman prasejarah kayak palaeolitikum (isi kol), mesolithikum (sosis), neolithikum (bakso), dan megalithikum (bakso & sosis). Harga menunya sendiri dimulai dari Rp4.000-Rp6.000. Untuk tambahan nasi yang disebut gumpal batu tinggal tambah harga Rp3.000.

 
Ketika hidangan datang, saya dan pacar cuma bisa saling berpandangan. Ternyata, yang dimaksud dengan telor bakar itu hanya telor dadar yang digoreng kemudian dibakar hingga agak kehitaman. Saya sendiri pesan yang megalithikum. Tapi, isian bakso dan sosisnya terasa sedikit. Malah untuk baksonya sama sekali tidak kelihatan. Untuk rasa sih so-so aja, masih lebih enak telur dadar yang saya buat sendiri malah. Agak mengecewakan sih sebenarnya, tapi lumayan mengenyangkanlah untuk malam itu.

 
Kalau untuk ayam bakar yang dipesan si pacar, rasanya agak lumayan nih. Ayamnya ukurannya standar, tapi bumbunya meresap ke bagian dalam sehingga terasa enak. Dagingnya juga empuk pas digigit. Sambalnya sendiri cukup pedas meski nggak sampai pedas berlebihan, sayang cuma dikasih sedikit dan kalau terasa kurang kita harus minta lagi.

 
Oh ya, yang agak mengecewakan adalah kayaknya yang jualan nggak prepare sehingga kami harus menunggu agak lama karena mereka harus membeli nasi dulu. @_@
 
Date of Visit: Nov 21, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0