OpenRice Index
  
Dhanny
This is Dhanny . I am a Writer and EditorI like to hang out in Cilandak, Cinere, Margonda. Jepang are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Fast Food and Es Krim/Yogurt, Sushi, Bubble Tea / Jus, Mie ayam, nasi goreng.
Member 398 First(s)
No. of Review905 Review(s)
編輯推介數目136 Editor's Choice
Recommended14 Recommended
Popularity15619 View(s)
Replies in Forum3 Comment(s)
Upload Photos2086 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant63 My Restaurant(s)
Follow9 Following
粉絲1730 Follower(s)
Dhanny  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 31 to 35 of 905 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Halal | Kencan / Berpasangan | Hang Out

Kelar karaoke, saya dan teman suka bingung nyari tempat makan. Di Jalan Sumatera sendiri, tempat makannya lumayan banyak karena ada Bober, Brusselspring, hingga Sushi Tei. Tapi, ya tau sendirilah kalau tempat makan itu rata-rata harganya lumayan mahal dan porsinya terkadang kurang bikin kenyang. Akhirnya, saya sama pacar mengajukan satu nama tempat yang sering kami datangi, yaitu Wingz o Wingz.

Meski lokasinya tidak berubah, tapi ada sedikit perubahan terutama pada desain interiornya. Sekarang, kursinya lebih enak karena ada sofa di dinding, bukan sekadar kursi. Ada juga bangku panjang dari kayu yang diletakkan di dekat pintu dengan meja kayu panjang. Di dinding juga sekarang ada tambahan hiasan berupa papan tulis hitam yang dipenuhi coretan kapur para pengunjung. Mau titip salam, menyatakan cinta, ninggalin pesan? Semuanya bisa ditulis di sini.

Menunya pun mengalami sedikit perubahan dengan beberapa tambahan. Harganya juga agak naik sedikit meskipun masih dalam tahap wajar. Beberapa menu baru, antara lain paket chicken katsu dan juga tambahan waffle. Pancakenya sendiri juga kini ada banyak tambahan topping yang bisa dipilih sendiri.

 
Combo Deluxe (Rp19.500)
Ini menu pesanan saya. Isinya ada nasi yang diberi taburan scrambled egg alias telur orak-arik kemudian ditutup dengan lapisan chicken katsu. Ukuran chicken katsunya cukup besar, tapi bumbu tepungnya agak aneh. Beda dengan katsu yang biasa dilapis dengan tepung roti. Ukuran daging ayamnya sih cukup tebal. Nasi dan telur orak-ariknya sendiri biasa aja. Nggak ada yang spesial. Oh ya, untuk minuman, saya pastinya selalu pesan ice lemon tea dong. Segar sih soalnya, hehehe.

 
Combo 2 (Rp26.500)
Kalau ini pesanan si pacar. Isinya nasi, enam potong chicken wing, dan minum. Untuk bumbu ayamnya, si pacar nyoba atomic. Begitu datang, saya juga ikut icip-icip. Chicken wing di sini ukurannya sedikit lebih besar dari chicken wings di beberapa resto yang menyajikan menu serupa. Jadi, bisa lebih puas makannya deh. Ternyata, bumbu atomic ini rasanya kayak ayam goreng di resto siap saji. Luarnya renyah dan dalamnya agak pedas sedikit karena ada lada hitam.

 


Onion ring (Rp8.500)
Salah satu cemilan favorit saya nih. Disajikan dalam piring yang bentuknya unik, sebenarnya ada enam bulatan tapi dua udah saya makan terus baru keinget untuk foto lol. Ukuran onion ringnya cukup tebal, cuma bumbu luarnya agak kurang terasa gurihnya. Oh ya, tepungnya kayaknya sama dengan tepung si chicken katsu deh. Soalnya ketebalan, warna, dan rasanya sama. Terus, bawang bombay-nya entah kenapa terasa tidak terlalu manis di lidah.

 
Pancake Raisin Berry (Rp14.000)
Biarpun udah agak kenyang, tapi saya masih tetap pengen makan pancake. Akhirnya, sepakat sama si pacar untuk bagi dua. Kami pesan Raisin Berry. Ukurannya tidak terlalu besar, kalau dimakan sendiri pas, tapi kalau dibagi dua berasa kurang, hehehe. Di atasnya diberi satu scoop es krim yang rasanya bisa dipilih (vanilla, cokelat, stroberi) terus diberi siraman saus blueberry dan taburan kismis. Kirain kismisnya cuma taburan aja, tapi ternyata di dalam adonan pancake juga ada. Rasanya empuk, enak, dan manis. Pas sebagai pencuci mulut.

 
 
Date of Visit: Nov 16, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Zoe: Nggak Cuma Asyik Buat Baca Smile Dec 14, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Steak & Grills | Halal

Mungkin banyak yang heran kenapa saya hobi banget mereview Zoe. Zoe kan cuma tempat penyewaan komik? Eit, jangan salah. Meski ada penyewaan komiknya, tapi Zoe juga bisa jadi pilihan tempat nongkrong yang asyik. Apalagi, ada berbagai pilihan menu yang mereka tawarkan dengan harga terjangkau dan porsi besar.

Kalau datang ke sini, saya biasanya pilih duduk di area outdoor yang letaknya persis di depan Zoe. Kalau untuk yang mau shalat, tidur, atau males kena asap rokok bisa pilih area indoor di lantai dua. Sayangnya, menu makanan dan minuman terlarang untuk dibawa ke sini. Mejanya sendiri berupa meja kayu panjang yang disusun dengan rapi. Siap-siap jaket karena kalau menjelang malam udara di sini lumayan bikin badan menggigil. Enaknya, Zoe ini posisinya di komplek perumahan sehingga nggak terlalu banyak kendaraan bermotor yang lewat. Jadinya, kita bisa baca dan ngobrol dengan tenang.

Menu yang ditawarkan di sini cukup variatif. Mulai dari yang ringan kayak cream soup, roti bakar, pisang bakar, indomie, frenc fries, hingga yang berat kayak spaghetti, nasi goreng, chicken steak, hingga tenderloin pun ada. Harganya juga murah karena mulai dari Rp8.000-Rp30.000. Minumannya juga banyak dan paling mahal itu sekitar Rp15.000-an. Pelayanannya standar, lumayan cepatlah.

Nasi Goreng Buntut
Ini menu yang dipesan si pacar. Porsinya cukup besar dan isiannya lumayan melimpah karena selain ada potongan daging buntut diberi juga bakso dan di atasnya diberi potongan telur dadar. Rasanya cukup enak dan mengenyangkan. Harganya juga lumayan murah sekitar Rp14.000 saja.

 
Nasi Goreng Keju
Ini pesanan saya. Taburan keju di atasnya menggoda banget ya? Saya sendiri bisa dibilang pencinta keju sehingga suka makan apapun yang ditaburi keju di atasnya. Isiannya juga cukup melimpah karena ada bakso dan sosis. Terus, di sampingnya ada kerupuk dan acar. Rasanya cukup enak dan porsinya juga cukup besar sehingga dijamin kenyang. Oh ya, jangan lupa pesan nasi gorengnya jangan dimasak dengan banyak minyak biar nggak eneg ya.

 
 
Date of Visit: Nov 16, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

D'Cost Cinere Smile Dec 14, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Seafood | Halal | Kumpul Keluarga

Kembali saya akan mereview salah satu tempat makan yang cukup punya banyak cabang dan tempatnya juga enak. D’Cost, restoran spesialis seafood. Jadi, pas kemarin pulang ke Jakarta, saya bareng bokap dan nyokap memutuskan untuk makan di sini ketika lagi main ke Cinere Mal.

Tidak banyak perubahan yang terjadi di D’Cost ini. Ruangannya masih sama, luas, dan terang dengan dominasi warna kuning, orange, dan putih. Kebersihannya juga terjaga karena para pelayannya langsung sigap membersihkan meja begitu para konsumen beres makan. Jadi, misalnya meja penuh, para pengunjung berikutnya tidak perlu menunggu lama dan harus rela duduk di meja yang kotor dengan piring dan bekas makan orang lain.

Yang agak baru adalah sudut roti yang berada di sebelah kiri pintu masuk. Namanya mungkin terdengar agak aneh, yaitu D’Stupid Bakery (kalau nggak salah). Kenapa harus stupid alias bodoh ya? Eniwei, menu di D’Cost sendiri bertambah banyak. Sekarang ada tambahan kerang bambu dan scallop. Tapi, menu lama kayak tahu jepang saus padang/telur asin, udang, kepiting, cumi, omellete seafood, nasi goreng, sayur asem, tom yum, dan lain-lain masih tetap ada lho. Sayangnya, harga-harga D’Cost kini naik dan lumayan mahal. Kalau nggak makan sama orangtua mungkin akan mikir dua kali untuk makan di sini.

Berikut ini beberapa menu yang saya santap bersama mereka:

Tahu Jepang Saus Padang
Menu favorit. Dulu harganya masih sekitar Rp15.000/porsi, sekarang udah mencapai Rp20.000. Mahalnyaaa @_@. Kenapa jadi favorit? Karena rasa tahunya yang lembut bercampur dengan saos padang yang gurih dan enak di lidah. Enak banget kalau dimakan bareng nasi yang masih hangat. Satu porsi sendiri bisa dimakan untuk dua orang.

 
Sayur Asem
Kalau yang ini rasanya nggak perlu dijelasin lagi karena semua orang pasti tahu dan pernah makan. Dihidangkan dalam mangkuk kecil, ukurannya memang pas alias tidak terlalu besar atau kekecilan. Isinya adalah jagung, kacang, dan potongan kacang panjang. Rasa asamnya terasa segar dan pas.

 
Kakap Bakar Kecap
Yang ini menu yang agak mahal, tapi bisa dinikmati 3-4 orang karena ukurannya sedang. Tadinya nyokap sempat pengen gurame, tapi bokap maunya kakap. Akhirnya, nyokap terpaksa ngalah deh. Daging ikannya empuk dan bumbu kecapnya meresap hingga ke dalam sehingga rasanya jadi gurih-gurih manis. Ditambah dengan sambal terasi dan nasi hangat bener-bener surga dunia deh, hehehe.

 
 
Date of Visit: Nov 13, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend

Gathering at The Food Opera Smile Nov 23, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Timur Tengah | Kafe | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga | Hang Out

Suasana Bandung dalam beberapa minggu terakhir ini lagi nggak begitu enak deh. Hujan terus-menerus atau tiupan angin dingin di malam hari bikin kesehatan saya menurun. Jadilah, saya langsung menderita flu dan agak sedikit demam. Untungnya, pas kemarin diundang untuk ikut gathering Open Rice, kesehatan saya udah agak membaik. Iyalah, mana mau saya ngelewatin acara kumpul-kumpul sambil makan enak, hehehe.

Acara kali ini diadakan di The Food Opera Dago yang kebetulan dekat dengan tempat kost saya dan pacar. Letaknya sendiri satu lokasi dengan butik Polo Ralph Laurent dengan Food Opera menempati lantai 2. Pintu masuknya sendiri berupa lorong berukuran satu meter dengan sebuah tangga kayu yang mengarah ke atas.

Begitu sampai di atas, kita langsung disambut dengan ruangan yang cozy dengan dominan warna cokelat tanah. Lampu-lampunya juga sengaja dipasang dengan tingkat keterangan yang pas sehingga nggak berkesan temaram, tapi juga nggak gelap. Pilihan area duduknya sendiri ada outdoor dan indoor dengan kursi kayu, kursi suede, atau sofa. Tinggal pilih enaknya duduk di mana.

 

 
Saya sempat mengintip sedikit menu yang disajikan di Food Opera ini. Untuk menu utamanya sendiri ada Australian Wagyu Steak yang digadang-gadang sebagai daging steak terempuk di dunia. Selain itu, ada juga Arabian Food, Western Food, dan yang pasti Indonesian Food. Untuk kisaran harganya mulai dari Rp20.000-Rp170.000 (steak). Mereka juga menyediakan Chinese Food lho meskipun, menurut Pak Sugi, menu ini hanya dapat disajikan bila dipesan untuk acara tertentu dan bukan a la carte. Pilihan minuman dan dessertnya sendiri cukup melimpah lho. Dijamin pusing bin puyeng milihnya lol.

 
Asyiknya lagi, bocoran dari Pak Sugi adalah setiap Rabu dan Kamis ada diskon sebesar 50% untuk pembeli wanita (food only). Wah, para peserta langsung antusias memilih menu yang nantinya akan mereka pesan kalau nggak kenyang. Untuk Selasa sendiri, diskon berlaku untuk para pegawai bank sebesar 20%. Lumayan kan, kapan lagi makan wagyu bisa diskon sampai setengah harga? Hehehe. Terus, karena tempatnya yang cukup besar dan nyaman, kita bisa ngadain acara di sini. Tidak dikenakan charge untuk tempat, cukup hanya membayar biaya listrik sebesar Rp100.000 pada saat acara berlangsung.

Setelah menunggu selama sekitar setengah jam, akhirnya makanan pun dikeluarkan. Wah, para peserta gathering langsung antusias memotret dan bertanya kepada chef dan Pak Sugi yang setia mendampingi untuk memastikan rasa ingin tahu kami terpuaskan lol. Setelah puas memotret, para peserta dipersilakan duduk di meja panjang yang sudah disusun oleh pihak Food Opera. Terus, apa saja menu yang dihidangkan? Ini dia reviewnya:

bowlAlaskan Breeze
Sepintas, minuman ini mirip kopi dengan whipped cream. Tapi, begitu ditanya campurannya ternyata cukup banyak juga. Ada kopi, tiramisu, es krim vanilla, whipped cream, dan kurma. Rasanya cukup ringan sehingga cocok untuk yang ingin minum kopi, tapi takut nggak bisa tidur. Jangan lupa diaduk karena rasa kurmanya agak mengendap di bawah sehingga baru akan terasa menjelang akhir kalau tidak diaduk. Ukurannya cukup besar dan kayaknya pesan satu udah cukup mengenyangkan.

 
bowl Nasi Kebuli Kambing + Sup
Nasi kebuli sepintas kayak nasi goreng, tapi rasanya sendiri gurih dan tidak terlalu berminyak. Menu ini disajikan dengan daging kambing yang telah dibakar di bagian atasnya plus salata (acar versi Arab yang isinya terdiri dari timun, bawang bombay, dan wortel yang direndam di dalam cuka). Nasinya sendiri cukup enak dan pera’ alias tidak pulen. Jenis nasi yang memang pas digunakan untuk menu seperti nasi goreng dan nasi kebuli ini. Daging kambingnya sendiri agak sedikit keras, mungkin karena disajikan sudah dingin. Oh ya, makannya sendiri harus disiram sup berwarna kuning yang sedikit asam untuk memberikan rasa tersendiri di atas daging kambingnya.

 
bowl Nasi Bebek Sambal Kecombrang
Tampilannya tidak terlalu istimewa, tapi menu yang satu ini wajib dicoba. Kenapa? Rasanya enak banget. Daging bebeknya empuk dan nasinya juga pulen. Di atasnya diberi siraman sambal kecombrang yang dicampur dengan bawang bombay. Meski banyak yang bilang kalau daging bebeknya asin, tapi pas saya makan rasanya nggak asin. Mungkin ketika dimasak bumbunya kurang tercampur rata. Cuma, untuk jenis makanan berat dari bebek, menu ini rekomendasi banget sih.

 
bowl Shawarma
Namanya mungkin sering kita dengar di tukang kebab pinggir jalan. Tampilannya juga nggak jauh beda, cuma bentuknya memang lebih besar dan dihidangkan di atas piring dengan dua porsi. Yang membedakan antara shawarma di sini dengan di pinggir jalan mungkin hanya dari isiannya yang lebih variatif. Bila tukang pinggir jalan menggunakan daging, maka di sini digunakan daging ayam yang disuwir-suwir. Ditambah dengan bawang bombay, paprika, salada, dan tomat plus mayonnaise. Sayang, sayurannya menurut saya agak kebanyakan sehingga daging ayamnya agak tertutup. Tapi, rasanya yang enak-enak asam memang pas di lidah dan cocok sebagai appetizer sebelum main course dihidangkan.

 
bowl Australian Wagyu Steak
Ini dia menu utama yang sudah saya tunggu-tunggu. Wagyu asal Australia yang beratnya 200 gram. Harganya Rp159.500. Side dish-nya lengkap banget karena ada sayuran, kentang bulat, wedges yang diberi bumbu, dan salad dengan taburan kacang mete di atasnya. Bersama dengan side dish itu, kita disediakan stone grill alias batu vulkanik yang sudah dipanaskan terlebih dulu di dalam oven. Daging wagyu yang disajikan kemudian bisa kita masak sendiri atas stone grill itu sehingga tingkat kematangannya bisa kita pilih sendiri, mau rare, medium rare, atau well done. Dan, apa yang menjadi tagline The Food Opera ‘steak terempuk sedunia’ memang benar adanya (biarpun saya belum pernah makan steak di belahan dunia lain sih, hehehe). Rasanya empuk dan lembut. Nggak nyangkut di gigi lagi. Sausnya sendiri ada tiga pilihan, yaitu barbeque, mushroom, dan blackpepper.

 
bowl Opera Fried Banana
Setelah disajikan menu yang begitu berlimpah tadi, sekarang saatnya dessert alias pencuci mulut. Kami dihidangkan Opera Fried Banana yang disajikan dalam mangkuk kecil. Isinya ada potongan pisang, madu, dan keju yang ditutup dengan adonan semacam kue cubit yang dibentuk menyerupai roti jala kemudian di atasnya diberi es krim cokelat. Dessert ini disajikan hangat dan rasanya juga cukup enak. Sayang, pisangnya masih agak kurang matang sehingga sedikit keras dan agak bergetah.

 
Overall, rasa makanan di Food Opera cukup enak dan suasananya cozy. Cocok dipakai untuk nongkrong atau bikin acara di sini. Pelayannya juga ramah.
 
Date of Visit: Nov 21, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Ta Wan Smile Nov 11, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Restoran yang menyajikan makanan China memang banyak. Tapi, yang menyajikan bubur dengan berbagai rasa kayaknya nggak afdol kalau nggak nyebut nama Ta Wan. Salah satu cabangnya ada di fX yang kebetulan saya datangi dengan teman. Letaknya agak mojok dan berbentuk area tanpa dinding. Pelayanan Ta Wan sendiri cukup baik karena pelayannya ramah dan siap membantu kita yang ingin tahu menu-menu yang disajikan.

Ta Wan sendiri memiliki banyak menu yang bisa bikin kita bingung milihnya. Mulai dari varian daging, ayam, bebek, hingga seafood. Tapi, sesuai dengan mottonya 'Porridge Palace', menu utama Ta Wan yang banyak dipesan oleh para pengunjung adalah buburnya. Cukup dengan harga sekitar Rp12.000-Rp22.000 kita bisa mendapatkan bubur dengan ukuran medium atau large yang bisa dimakan sendiri atau berdua.

Ini dia bubur yang saya bicarakan. Kalau ini adalah bubur tiga rasa. Disebut tiga rasa karena mengandung tiga topping, yaitu ikan, ayam, dan udang. Semuanya itu berupa potongan yang ditaruh di bagian dasar mangkuk. Tinggal diaduk dan isinya akan tercampur. Di bagian atas ada taburan cakue dan daun bawang. Rasa buburnya hambar jadi kalau mau enak tambahin kecap asin dan sambal. Berikutnya ada tofu seafood hotplate. Disajikan dalam piring hot plate, tahu yang digunakan adalah tahu Jepang sehingga lembut dan gurih. Disiram dengan kuah black pepper sehingga rasanya agak pedas dan panas di tenggorokan. Tapi, enak dan gurih. Potongan daging seafoodnya juga besar-besar.

Terakhir, ada fried tofu with chicken atau kalau diterjemahin tahu goreng dengan ayam. Bentukannya kayak fuyung hai, hanya saja isinya adalah tahu yang dicampur dengan potongan daging ayam. Gurih dan enak. Daging ayamnya juga cukup banyak sehingga nggak menipu, hehehe. Wajib coba kalau datang ke sini.

 

 

 
 
Date of Visit: Nov 11, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0