OpenRice Index
  
Dhanny
This is Dhanny . I am a Writer and EditorI like to hang out in Cilandak, Cinere, Margonda. Jepang are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Fast Food and Es Krim/Yogurt, Sushi, Bubble Tea / Jus, Mie ayam, nasi goreng.
Member 398 First(s)
No. of Review905 Review(s)
編輯推介數目136 Editor's Choice
Recommended14 Recommended
Popularity15654 View(s)
Replies in Forum3 Comment(s)
Upload Photos2086 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant63 My Restaurant(s)
Follow9 Following
粉絲1730 Follower(s)
Dhanny  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 16 to 20 of 568 Reviews in Indonesia
Soto Padang Smile Dec 25, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Padang | Restaurant

Waktu itu Bandung lagi dingin-dinginnya. Beneran deh, ujan nggak berenti-berenti turun jadinya hawanya bener-bener pas banget buat ngendon di dalam kamar. Tapi, nyebelinnya entah kenapa saya tiba-tiba ngidam pengen makan yang berkuah dan panas. Si pacar menyarankan untuk beli soto padang jadilah di tengah ujan yang rintiknya lumayan deras kami keluar nyari makan. Sayangnya, Suryo Bundo yang biasa jadi langganan si pacar beli nasi goreng dan soto padang tutup! Akhirnya kami terus ke Simpang Dago untuk beli soto padang yang dijual di rumah makan Padang.

Rumah makan Padang ini sendiri bisa dibilang letaknya strategis karena ada di ujung jalan Dipati Ukur dan biasa dijadika tempat ngetem angkot-angkot. Ruangannya cukup besar. Dulu, ada dua ruangan, tapi sekarang yang di sebelahnya lagi direnovasi sehingga cuma dipakai satu aja. Kelebihan rumah makan Padang ini sendiri adalah buka 24 jam dan sedia Wi-Fi dengan kecepatan yang lumayan. Makanya, nggak heran pas saya ke sana lagi ada beberapa mahasiswa yang sedang browsing dengan laptopnya.

Menu di sini selain aneka masakan padang seperti rendang, gulai cumi, ayam pop, dan masih banyak lagi, adapula menu lain seperti soto padang dan juga martabak mesir. Penasaran seperti apa martabak mesir itu? Bentuknya serupa sama martabak telor hanya dengan isian yang lebih banyak sehingga bentuknya lebih tebal. Si pacar aja bilang kalau makan martabak mesir itu bikin kenyang. Wew, @_@!

Pesanan saya di malam yang ujan (tapi nggak romantis itu) adalah soto padang (seperti yang saya pengen banget dari awal). Sotonya sendiri beda sama soto ayam, soto betawi, atau soto bandung. Kuahnya berwarna kehitaman dan agak pekat dengan merica sehingga bikin panas tenggorokan. Isinya sendiri ada bihun, perkedel kentang, dan potongan daging yang digoreng kering sehingga ketika direndam kuah soto tidak lembek. Sebagai teman soto padang ada kerupuk pink dan nasi putih. Rasanya cukup enak dan harganya juga cukup murah meski masih lebih murah Suryo Bundo sih. Tapi, di tengah udara dingin, soto padang ini lumayan menghangatkan badan.

 
 
Date of Visit: Dec 15, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Prosperity Burger Smile Dec 22, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Fast Food | Halal | Kumpul Keluarga


Saya tau sih junkfood itu nggak baik untuk kesehatan, tapi kalau nggak dimakan sering-sering masih termaafkan kan? *wink wink*. Inilah yang saya lakukan sama pacar ketika saya balik dari Jakarta. Karena baliknya udah sore sehingga sampe di Bandung malam, akhirnya si pacar yang jemput mengajak saya untuk sekalian makan malam aja.

McDonald yang jadi pilihan kami manalagi kalau bukan McD Simpang Dago yang dekat dengan kosan. Letaknya sendiri cukup strategis karena merupakan pertemuan dari empat jalur sekaligus dan biasanya dijadikan tempat untuk janjian. Cuma, menjelang UTS atau UAS jangan heran melihat pemandangan para mahasiswa yang sedang sibuk dengan laptop atau kertas-kertas ujian mereka yang bertebaran di atas meja. Selain itu, McD di sini buka 24 jam (kayaknya hampir seluruh McD udah buka 24 jam sih) sehingga untuk mereka yang lapar malam-malam, pengen ngemil, atau pengen nonton bola rame-rame bisa mampir ke sini.

Menu McD sendiri tidak ada perubahan, masih menyajikan burger dan ayam sebagai menu utama. Selain itu, ada juga menu sarapan yang dimulai dari jam 05.00 sampai 11.00 berupa egg muffin, chicken muffin, nasi dan ayam, pancake, kopi, dan masih banyak lagi. Untungnya, secara harga, meskipun ada kenaikan tapi tidak sampai berlebihan. Paling naik sekitar Rp1.000-Rp2.000.

Ini dia, menu pesanan saya dan pacar. Karena lapar, saya pesan menu favorit: PaNas Spesial dengan isi dada ayam, nasi, scrambled egg, dan ice lemon tea. Salah satu alasan saya selalu pesan menu nasi ini adalah karena ada telur yang tidak dijual terpisah. Huhuhu, padahal telurnya enak lho. Sementara, si pacar makan Prosperity Burger yang dikemas dengan paket kentang dan minum. Ini adalah burger yang cuma dirilis setahun sekali menjelang Imlek. Enak banget dan jadi best seller di bulan-bulan menjelang Imlek. Bentuknya memanjang dengan daging yang empuk dan juicy dicelup ke dalam saus lada hitam. Gurih dan super yummy. Kentangnya sendiri diberikan kentang ulir dengan minuman mango punch (soda dengan potongan buah mangga). Sayangnya, kentang ulirnya terlalu sedikit porsinya sehingga kurang mengenyangkan. Harganya sih lumayan nyekek kantong menurut saya, Rp44.000.

 
 
Date of Visit: Dec 12, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Cemilan Tengah Malam Smile Dec 22, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Fast Food | Burger

Ini dia salah satu menu cemilan malam (kalau orang bule sana bilangnya ‘late night snack’) yang jadi favorit anak kosan di daerah Tubagus Ismail. Robakus sendiri singkatan dari Roti Bakar Kukus. Artinya, kita bisa milih mau pesan roti yang dibakar atau dikukus.

Penjualnya adalah bapak-bapak yang ramah. Saking ramahnya, saya pernah diajak main catur sambil nunggu ngukus roti, hihihi. Doi biasanya hobi mangkal di seberang Rumah Makan Padang Pagi Sore atau samping fotokopian. Gerobaknya mudah dikenali kok karena lampu neon yang dipasang lumayan terang dan raknya juga dipenuhi dengan deretan roti. Bikin siapapun yang lewat pasti ngeh dengan keberadaannya.

Harga satu roti cukup murah, yaitu Rp4.000 dengan olesan dua jenis rasa. Kalau tiga, jadi Rp6.000. Untuk hamburger sendiri dijual mulai dari Rp6.000. Kalau mau tambah keju dan telur bisa tambah Rp2.000 untuk masing-masing topping. Jadi, paling mahal burger si bapak cuma Rp10.000. Pilihan olesan rasanya sendiri cukup banyak, antara lain cokelat, stroberi, blueberry, kacang, durian, atau parutan keju.

Kalau pilihan saya sendiri adalah burger yang isinya cukup banyak karena ditambah telur, selada, dan bawang bombay. Rasanya enak dan yang pasti mengenyangkan. Harganya sendiri bisa dibilang murah karena cuma Rp8.000. Untuk late night snack, Robakus ini bisa jadi pilihan lho lol.

 
 
Date of Visit: Dec 02, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Zoe: Nggak Cuma Asyik Buat Baca Smile Dec 14, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Steak & Grills | Halal

Mungkin banyak yang heran kenapa saya hobi banget mereview Zoe. Zoe kan cuma tempat penyewaan komik? Eit, jangan salah. Meski ada penyewaan komiknya, tapi Zoe juga bisa jadi pilihan tempat nongkrong yang asyik. Apalagi, ada berbagai pilihan menu yang mereka tawarkan dengan harga terjangkau dan porsi besar.

Kalau datang ke sini, saya biasanya pilih duduk di area outdoor yang letaknya persis di depan Zoe. Kalau untuk yang mau shalat, tidur, atau males kena asap rokok bisa pilih area indoor di lantai dua. Sayangnya, menu makanan dan minuman terlarang untuk dibawa ke sini. Mejanya sendiri berupa meja kayu panjang yang disusun dengan rapi. Siap-siap jaket karena kalau menjelang malam udara di sini lumayan bikin badan menggigil. Enaknya, Zoe ini posisinya di komplek perumahan sehingga nggak terlalu banyak kendaraan bermotor yang lewat. Jadinya, kita bisa baca dan ngobrol dengan tenang.

Menu yang ditawarkan di sini cukup variatif. Mulai dari yang ringan kayak cream soup, roti bakar, pisang bakar, indomie, frenc fries, hingga yang berat kayak spaghetti, nasi goreng, chicken steak, hingga tenderloin pun ada. Harganya juga murah karena mulai dari Rp8.000-Rp30.000. Minumannya juga banyak dan paling mahal itu sekitar Rp15.000-an. Pelayanannya standar, lumayan cepatlah.

Nasi Goreng Buntut
Ini menu yang dipesan si pacar. Porsinya cukup besar dan isiannya lumayan melimpah karena selain ada potongan daging buntut diberi juga bakso dan di atasnya diberi potongan telur dadar. Rasanya cukup enak dan mengenyangkan. Harganya juga lumayan murah sekitar Rp14.000 saja.

 
Nasi Goreng Keju
Ini pesanan saya. Taburan keju di atasnya menggoda banget ya? Saya sendiri bisa dibilang pencinta keju sehingga suka makan apapun yang ditaburi keju di atasnya. Isiannya juga cukup melimpah karena ada bakso dan sosis. Terus, di sampingnya ada kerupuk dan acar. Rasanya cukup enak dan porsinya juga cukup besar sehingga dijamin kenyang. Oh ya, jangan lupa pesan nasi gorengnya jangan dimasak dengan banyak minyak biar nggak eneg ya.

 
 
Date of Visit: Nov 16, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Gathering at The Food Opera Smile Nov 23, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Timur Tengah | Kafe | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga | Hang Out

Suasana Bandung dalam beberapa minggu terakhir ini lagi nggak begitu enak deh. Hujan terus-menerus atau tiupan angin dingin di malam hari bikin kesehatan saya menurun. Jadilah, saya langsung menderita flu dan agak sedikit demam. Untungnya, pas kemarin diundang untuk ikut gathering Open Rice, kesehatan saya udah agak membaik. Iyalah, mana mau saya ngelewatin acara kumpul-kumpul sambil makan enak, hehehe.

Acara kali ini diadakan di The Food Opera Dago yang kebetulan dekat dengan tempat kost saya dan pacar. Letaknya sendiri satu lokasi dengan butik Polo Ralph Laurent dengan Food Opera menempati lantai 2. Pintu masuknya sendiri berupa lorong berukuran satu meter dengan sebuah tangga kayu yang mengarah ke atas.

Begitu sampai di atas, kita langsung disambut dengan ruangan yang cozy dengan dominan warna cokelat tanah. Lampu-lampunya juga sengaja dipasang dengan tingkat keterangan yang pas sehingga nggak berkesan temaram, tapi juga nggak gelap. Pilihan area duduknya sendiri ada outdoor dan indoor dengan kursi kayu, kursi suede, atau sofa. Tinggal pilih enaknya duduk di mana.

 

 
Saya sempat mengintip sedikit menu yang disajikan di Food Opera ini. Untuk menu utamanya sendiri ada Australian Wagyu Steak yang digadang-gadang sebagai daging steak terempuk di dunia. Selain itu, ada juga Arabian Food, Western Food, dan yang pasti Indonesian Food. Untuk kisaran harganya mulai dari Rp20.000-Rp170.000 (steak). Mereka juga menyediakan Chinese Food lho meskipun, menurut Pak Sugi, menu ini hanya dapat disajikan bila dipesan untuk acara tertentu dan bukan a la carte. Pilihan minuman dan dessertnya sendiri cukup melimpah lho. Dijamin pusing bin puyeng milihnya lol.

 
Asyiknya lagi, bocoran dari Pak Sugi adalah setiap Rabu dan Kamis ada diskon sebesar 50% untuk pembeli wanita (food only). Wah, para peserta langsung antusias memilih menu yang nantinya akan mereka pesan kalau nggak kenyang. Untuk Selasa sendiri, diskon berlaku untuk para pegawai bank sebesar 20%. Lumayan kan, kapan lagi makan wagyu bisa diskon sampai setengah harga? Hehehe. Terus, karena tempatnya yang cukup besar dan nyaman, kita bisa ngadain acara di sini. Tidak dikenakan charge untuk tempat, cukup hanya membayar biaya listrik sebesar Rp100.000 pada saat acara berlangsung.

Setelah menunggu selama sekitar setengah jam, akhirnya makanan pun dikeluarkan. Wah, para peserta gathering langsung antusias memotret dan bertanya kepada chef dan Pak Sugi yang setia mendampingi untuk memastikan rasa ingin tahu kami terpuaskan lol. Setelah puas memotret, para peserta dipersilakan duduk di meja panjang yang sudah disusun oleh pihak Food Opera. Terus, apa saja menu yang dihidangkan? Ini dia reviewnya:

bowlAlaskan Breeze
Sepintas, minuman ini mirip kopi dengan whipped cream. Tapi, begitu ditanya campurannya ternyata cukup banyak juga. Ada kopi, tiramisu, es krim vanilla, whipped cream, dan kurma. Rasanya cukup ringan sehingga cocok untuk yang ingin minum kopi, tapi takut nggak bisa tidur. Jangan lupa diaduk karena rasa kurmanya agak mengendap di bawah sehingga baru akan terasa menjelang akhir kalau tidak diaduk. Ukurannya cukup besar dan kayaknya pesan satu udah cukup mengenyangkan.

 
bowl Nasi Kebuli Kambing + Sup
Nasi kebuli sepintas kayak nasi goreng, tapi rasanya sendiri gurih dan tidak terlalu berminyak. Menu ini disajikan dengan daging kambing yang telah dibakar di bagian atasnya plus salata (acar versi Arab yang isinya terdiri dari timun, bawang bombay, dan wortel yang direndam di dalam cuka). Nasinya sendiri cukup enak dan pera’ alias tidak pulen. Jenis nasi yang memang pas digunakan untuk menu seperti nasi goreng dan nasi kebuli ini. Daging kambingnya sendiri agak sedikit keras, mungkin karena disajikan sudah dingin. Oh ya, makannya sendiri harus disiram sup berwarna kuning yang sedikit asam untuk memberikan rasa tersendiri di atas daging kambingnya.

 
bowl Nasi Bebek Sambal Kecombrang
Tampilannya tidak terlalu istimewa, tapi menu yang satu ini wajib dicoba. Kenapa? Rasanya enak banget. Daging bebeknya empuk dan nasinya juga pulen. Di atasnya diberi siraman sambal kecombrang yang dicampur dengan bawang bombay. Meski banyak yang bilang kalau daging bebeknya asin, tapi pas saya makan rasanya nggak asin. Mungkin ketika dimasak bumbunya kurang tercampur rata. Cuma, untuk jenis makanan berat dari bebek, menu ini rekomendasi banget sih.

 
bowl Shawarma
Namanya mungkin sering kita dengar di tukang kebab pinggir jalan. Tampilannya juga nggak jauh beda, cuma bentuknya memang lebih besar dan dihidangkan di atas piring dengan dua porsi. Yang membedakan antara shawarma di sini dengan di pinggir jalan mungkin hanya dari isiannya yang lebih variatif. Bila tukang pinggir jalan menggunakan daging, maka di sini digunakan daging ayam yang disuwir-suwir. Ditambah dengan bawang bombay, paprika, salada, dan tomat plus mayonnaise. Sayang, sayurannya menurut saya agak kebanyakan sehingga daging ayamnya agak tertutup. Tapi, rasanya yang enak-enak asam memang pas di lidah dan cocok sebagai appetizer sebelum main course dihidangkan.

 
bowl Australian Wagyu Steak
Ini dia menu utama yang sudah saya tunggu-tunggu. Wagyu asal Australia yang beratnya 200 gram. Harganya Rp159.500. Side dish-nya lengkap banget karena ada sayuran, kentang bulat, wedges yang diberi bumbu, dan salad dengan taburan kacang mete di atasnya. Bersama dengan side dish itu, kita disediakan stone grill alias batu vulkanik yang sudah dipanaskan terlebih dulu di dalam oven. Daging wagyu yang disajikan kemudian bisa kita masak sendiri atas stone grill itu sehingga tingkat kematangannya bisa kita pilih sendiri, mau rare, medium rare, atau well done. Dan, apa yang menjadi tagline The Food Opera ‘steak terempuk sedunia’ memang benar adanya (biarpun saya belum pernah makan steak di belahan dunia lain sih, hehehe). Rasanya empuk dan lembut. Nggak nyangkut di gigi lagi. Sausnya sendiri ada tiga pilihan, yaitu barbeque, mushroom, dan blackpepper.

 
bowl Opera Fried Banana
Setelah disajikan menu yang begitu berlimpah tadi, sekarang saatnya dessert alias pencuci mulut. Kami dihidangkan Opera Fried Banana yang disajikan dalam mangkuk kecil. Isinya ada potongan pisang, madu, dan keju yang ditutup dengan adonan semacam kue cubit yang dibentuk menyerupai roti jala kemudian di atasnya diberi es krim cokelat. Dessert ini disajikan hangat dan rasanya juga cukup enak. Sayang, pisangnya masih agak kurang matang sehingga sedikit keras dan agak bergetah.

 
Overall, rasa makanan di Food Opera cukup enak dan suasananya cozy. Cocok dipakai untuk nongkrong atau bikin acara di sini. Pelayannya juga ramah.
 
Date of Visit: Nov 21, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0