OpenRice Index
  
Dhanny
This is Dhanny . I am a Writer and EditorI like to hang out in Cilandak, Cinere, Margonda. Jepang are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Fast Food and Es Krim/Yogurt, Sushi, Bubble Tea / Jus, Mie ayam, nasi goreng.
Member 398 First(s)
No. of Review905 Review(s)
編輯推介數目136 Editor's Choice
Recommended14 Recommended
Popularity15640 View(s)
Replies in Forum3 Comment(s)
Upload Photos2086 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant63 My Restaurant(s)
Follow9 Following
粉絲1730 Follower(s)
Dhanny  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 36 to 40 of 568 Reviews in Indonesia
Roti Boy Smile Oct 11, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Roti & Kue | Halal

Open Ricer pencinta roti pasti tahu berbagai merek roti yang ada di mal-mal besar. Mulai dari roti yang menyajikan berbagai rasa kayak Bread Talk, Bread Life, Jeslyn Cakes, hingga yang hanya menyajikan satu jenis roti saja. Yap, kali ini saya akan mereview toko roti yang kerap ada di mal besar (meskipun nggak sebanyak cabang Bread Talk dan teman-temannya).

Namanya Roti Boy. Letaknya diapit oleh McD dan Es Teler 77. Tapi, bahkan biarpun letaknya jauh dari pintu utama, tapi baunya pasti udah kecium lho begitu udah sampai dekat-dekat situ. Tempatnya sih nggak begitu besar karena emang gerai Roti Boy ini nggak didesain khusus untuk makan di tempat. Banyak pembeli yang beli untuk dibawa pulang. Kalaupun ada yang mau makan di tempat disediakan kursi dan meja kok. Gerai ini bener-bener simpel. Saking simpelnya meja kasir dan dapur dijadikan satu. Jadi, sambil nunggu kita bisa melihat proses pembuatan rotinya.

Harga satu buah roti boy adalah Rp8.500. Ukurannya lumayan besar dan mungkin buat yang nggak biasa makan banyak mengenyangkan. Jenis roti boy ini cuma ada satu alias nggak ada varian lain. Tapi, emang di sini ciri khasnya.

Bentuk roti boy ini bulat dengan bagian datar di bawahnya. Isinya adalah custard mentega yang menurut saya rasanya kayak kopi. Rotinya dari luar keliatan krispi, tapi begitu digigit ternyata empuk dan lembut di dalam. Roti ini enaknya dimana hangat-hangat. Kalau udah dingin sih tetap enak, tapi agak berkurang nikmatnya. Wajib coba buat Open Ricer pencinta roti.

 
 
Date of Visit: Sep 21, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Soto Padang Smile Oct 08, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Street Foods

Daerah Simpang Dago itu emang terkenal banyak pilihan makanan kalau malam. Mulai dari pecel ayam, nasi goreng, pisang/roti bakar, sate ayam, hingga aneka gorengan dan es shanghai. Jadi, buat anak kos yang tinggal di Cisitu Baru atau Tubagus Ismail mau nyari makan tinggal jalan aja ke Simpang. Saya dan pacar pun termasuk salah satunya. Kebetulan waktu itu saya lagi nggak enak badan dan pengen makan yang panas-panas jadinya saya ngajak pacar makan soto padang.

Salah satu warung pinggir jalan yang menyajikan menu khas Padang dan jadi favorit pacar (karena doski asli sono) adalah Suryo Bundo ini. Kalau restoran-restoran Padang kebanyakan ada di bangunan sendiri dan menyajikan berbagai menu khas makanan Padang, Suryo Bundo ini bisa dibilang agak lain dari yang lain.

Berdiri di pinggir jalan, kira-kira 300 meter dari Simpang Dago, Suryo Bundo ini hanya memiliki dua menu , yaitu nasi goreng padang dan soto padang. Meskipun begitu peminatnya sendiri cukup banyak. Terbukti dengan pengunjung yang tidak pernah habis-habis datang untuk makan di sini. Lahan parkirnya sendiri tergolong sempit karena mengambil bahu jalan. Kalau untuk motor bisa parkir di depannya, sementara untuk mobil harus siap-siap parkir agak jauh.

Kalau dari yang saya lihat sih untuk nasi gorengnya mereka masak dalam jumlah banyak baru kemudian diambil seporsi demi seporsi sesuai dengan yang pesan. Kelebihannya kalau rame cepet, tapi makanannya jadi nggak terlalu hangat lagi. Karena saat itu saya lagi nggak enak badan, akhirnya pilihan saya adalah soto padang. Soto padang yang ada di sini disajikan di mangkok bakso sehingga kuahnya membanjir. Isinya ada bihun sejumput, potongan daging goreng kecil-kecil, dan kerupuk pink yang ditabur di atas kuah soto sehingga jadi lembek. Rasanya lumayan enak, apalagi ketika ditelan, tenggorokan dan perut terasa hangat. Kuahnya gurih. Untuk yang suka pedas mungkin bisa menambahkan sambal. Hati-hati jangan kebanyakan biar nggak terlalu pedas.

 
 
Date of Visit: Sep 22, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Fast Food | Halal | Kumpul Keluarga

Laper malem-malem, Open Rice? Untungnya, sekarang ini restoran udah banyak yang buka 24 jam. Laper terus malas keluar? Tinggal angkat telpon dan pesan. Tapi, kalau mau jalan-jalan sedikit sambil menghirup udara malam, apalagi di Bandung yang terkenal dengan hawa dinginnya, bisa banget. Kayak saya dan pacar yang tiba-tiba kelaparan di tengah malam. Maka, kami berdua pun memutuskan untuk dateng ke McDonald Simpang Dago yang kebetulan dekat dengan kosan.

Kalau ke McD saya lebih milih untuk beli nasinya. Bukannya apa-apa, soalnya selama ini menurut saya burger McD itu kurang enak. Rotinya berasa 'palsu' aja. Nah, kalo untuk ayamnya sendiri lumayan saya suka karena kulitnya garing dan ada rasa gurih tersendiri. Biasanya kalau ke sini, saya pesan PaNas Spesial (Paket Nasi Spesial). Isinya adalah nasi, ayam (yang selalu saya minta dada mentok), scrambled egg, dan minuman. Untuk minumannya sendiri, daripada coca cola, saya lebih milih lemon tea. Selain karena saya kurang suka minuman bersoda, lemon tea juga nggak bikin perut kembung.

Kenapa saya milih PaNas Spesial ini? Selain karena mengenyangkan, saya suka banget sama scrambled egg-nya. Sayangnya, telur berbentuk kotak ini nggak dijual terpisah dan ada di paket manapun selain PaNas Spesial makanya saya selalu beli ini. Oh ya, hati-hati kalau memesan menu karena si pelayan suka dengan seenak jidat meng-upsize pesanan kita tanpa bertanya dulu. Jadi, saya selalu mengingatkan mereka untuk nggak mengupsize yang berarti menambah ukuran jadi lebih besar. Dulu, PaNas Spesial ini cuma kena Rp25.500. Tapi karena naiknya harga BBM harganya jadi Rp27.500. Kalau di-upsize total jadi Rp30.000.

Dibandingkan dengan ayam KFC, ayam McD memang kalah jauh dari soal kerenyahan kulitnya. Bagian dalamnya juga masih sedikit basah, tapi rasa kulitnya emang lumayan enak karena gurih dan sedikit pedas. Terus, scrambled egg-nya itu lembut. Tapi, jangan lupa menaburkan garam biar ga hambar.

Kalau pesanan si pacar adalah dua ayam yang kadang ditambah dengan nasi atau kentang. Kenapa dua? karena perut si pacar gembul jadi kalau satu kurang. Hihihi. Oh ya, dulu banget kita bisa beli ayam satu biji aja, tapi sekarang ada kebijakan bahwa minimal harus beli dua ayam. Kalau cuma satu, silakan beli yang paketan. Nggak hemat ya... sad

 

 
 
Date of Visit: Sep 28, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Lumpiate: Enak sih, tapi Mahal Smile Oct 01, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Stand / Kios

Pas pagi-pagi ke Car Free Day sama pacar di Jalan Dago, saya tertarik untuk coba Lumpiate. Yang letaknya berdekatan dengan Kartika Sari. Sebenarnya sih saya udah sering banget liat Lumpiate ini, tapi baru sekarang berkesempatan mencoba.

Posisinya sejajar dengan Kartika Sari. Letaknya sendiri satu tempat dengan bubur ayam dan lontong kari. Mungkin karena letaknya yang strategis jadi pemilik rumah menawarkan untuk menyewakan bagian depan rumahnya untuk tempat berjualan sehingga menu yang ada di sini campur-campur. Selain lumpia, bubur ayam, dan lontong kari, ada juga batagor dan bakso. Kumplit. Di sini disediakan kursi dan meja untuk makan di tempat, tapi sayang nggak ada tempat parkir yang memadai sehingga Open Ricer yang datang ke sini terpaksa parkir di Kartika Sari atau Indomaret Point yang terletak di sebelahnya.

 
Salah satu promosi mereka adalah sambalnya yang katanya bikin nagih. Hmm, saya jadi penasaran. Agak melotot juga melihat harganya yang tergolong mahal untuk lumpia pinggir jalan, yaitu sekitar Rp24.000/4 buah untuk lumpia udang dan ayam keju. Berarti kalau dihitung-hitung, harga per buahnya sekitar Rp6.000. Gila, mahal banget! Apalagi ketika melihat bentuknya yang tidak terlalu besar (kira-kira telunjuk dan jari tengah disatukan dengan panjang setengah jengkal). Akhirnya, karena duit yang tidak memungkinkan (kiran cuma Rp3.000-an), akhirnya saya pesan sebiji aja. Cukup deh buat ngerasain aja.

 
Saya pesan lumpia ayam keju. Disajikan di atas piring kecil, kita akan diberi sambalnya juga yang katanya bikin kita 'nambah lageeee' itu. Rasa lumpianya emang cukup enak. Isi daging ayamnya juga banyak (bukan cuma di ujung doang tapi tebal sampai ke tengah. Cuma yang bikin kuciwa adalah embel-embel 'keju' di namanya yang sama sekali nggak terasa. Emang sih, sambal yang disebut-sebut di standing banner di bagian depan nggak bohong. Lumayan enak dan emang pas dicocol dengan lumpia yang ada. Rasanya sendiri mengingatkan saya sama saus a la Thai cuma di sini minus asam dan ditambah sedikit rasa pedas.

Overall:
Dengan ukuran yang kecil, harga Rp6.000 rasanya kurang masuk akal. Emang sih jualannya di pinggir Jalan Dago yang mungkin sewanya agak mahal. Tapi, kalau dipatok harga semahal itu rasanya agak keterlaluan. Lumpia doang gitchuuu.
 
Date of Visit: Sep 08, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 1

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Risoles ala Iku Aku Smile Sep 28, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Stand / Kios | Dessert

Kalau Open Ricers menyempatkan diri untuk ke Bandung dan mampir ke jalan Tubagus Ismail Raya pasti akan cukup terpuaskan dahaga kulinernya. Di sini, bisa dibilang semua jenis makanan, mulai dari yang berat sampe cemilan tersedia. Sayangnya, perkembangan warung di sini terlalu cepat karena kadang mudah muncul, tapi juga mudah hilang. Salah satunya adalah Iku Aku ini.

Dulunya, tempat ini dihuni oleh Kafe 3 G's yang menyediakan menu pisang bakar dan kentang Arab. Sayangnya, dikarenakan satu dan lain hal, kafe ini tutup dan diganti dengan snack and drink corner dengan nama Iku Aku. Tempatnya sendiri tergolong kecil karena hanya menyediakan dua meja lipat dan dua buah bangku. Setengah ruangannya lagi dipakai untuk dapur. Jadi, kebanyakan pembeli yang datang ke sini tidak makan di tempat alias bungkus. Kalau lebih dari dua orang pun terpaksa menunggu di luar.

Menu yang ditawarkan di sini bisa dibilang agak beragam. Di sini tersedia risoles krim keju susu (risoles dengan berbagai isi), karedok buah, thai tea, hingga mochi es krim. Namun, kayaknya yang mochi es krim kurang diminati sehingga kini gambarnya ditutup. Harga yang ditawarkan sih tergolong murah karena berkisar dari Rp3.000-Rp10.000. Pokoknya sesuai dengan namanya, tempat ini memang bisa dijadikan tempat untuk nyemil.

Saya sendiri suka dengan risoles yang mengusung merek Mamee Shooshan ini. Sebelumnya dijual di Tubagus Ismail Raya belakang (depan Alfamart), kini risoles ini berpindah ke depan. Baguslah, jadi nggak susah-susah lagi untuk membelinya lol. Rasa yang ditawarkan ada beragam, seperti cokelat, strawberry, keju, daging cincang-keju, jamur-keju, daging ayam, dan masih banyak lagi. Semuanya itu hanya dijual seharga Rp5.000/buahnya. Ukurannya sih cukup besar dan mengenyangkan.

Pilihan saya sendiri adalah daging cincang keju. Kulit risolnya memang agak sedikit tebal, tapi ini juga diimbangi dengan isinya yang lumayan banyak. Meskipun begitu, kejunya kurang terasa sih mungkin hanya secuil saja. Tapi, secara keseluruhan, rasanya cukup enak dan bikin saya nagih pengen makan lagi. Hehehe...

 
 
Date of Visit: Sep 14, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0