OpenRice Index
  
Dhanny
This is Dhanny . I am a Writer and EditorI like to hang out in Cilandak, Cinere, Margonda. Jepang are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Fast Food and Es Krim/Yogurt, Sushi, Bubble Tea / Jus, Mie ayam, nasi goreng.
Member 398 First(s)
No. of Review905 Review(s)
編輯推介數目136 Editor's Choice
Recommended14 Recommended
Popularity15636 View(s)
Replies in Forum3 Comment(s)
Upload Photos2086 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant63 My Restaurant(s)
Follow9 Following
粉絲1730 Follower(s)
Dhanny  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 1 to 5 of 568 Reviews in Indonesia
Sushi Mojok di Fukuzushi Smile Jul 15, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Ramen | Sushi | Kumpul Keluarga

Duuh, bener-bener deh lagi ngidam sushi, tiba-tiba si pacar dengan baik hati menawarkan untuk mentraktir makan sushi. Emang sih pake voucher diskon yang dapat di salah satu web, tapi nggak apa-apalah yang penting nyushi! lol lol

Pada hari yang sudah dijanjikan, kami pun pergi ke PVJ. Sebelumnya, saya dan pacar nonton Man Of Steel dulu dan baru makan pukul 14.00. Pas jam makan siang dan perut lagi meronta-ronta karena lapar. Nama tempatnya adalah Fukuzushi. Letaknya di dekat Daisho, tapi terletak di lantai dua di atas sebuah butik (lupa namanya saya, saudara-saudara mad). Dari bawah sih terlihat sepi, tapi begitu masuk, kita ternyata lumayan ramai juga. Ada sushi bar dan sofa-sofa biasa. Jadi mengingatkan saya sama Sushi Tei meskipun tempatnya tidak terlalu besar.

 
Menu yang disajikan di sini cukup banyak, seperti sushi, bento, hingga ramen. Serunya lagi, ada dua promo yang akan manjain para pengunjung Fukuzushi. Promo pertama adalah diskon 50% untuk hidangan tertentu dari Senin-Jumat. Promo kedua adalah Buy 1 Get 1 Free (khusus sushi di conveyor belt). Jadi, dengan pembelian minimal Rp100.000, kita bisa makan sushi apapun yang ada di conveyor belt dengan aturan piring gratis yang kita ambil harganya harus di bawah piring yang kita bayar.

 

 

 
Karena voucher diskon yang dibeli pacar udah tertera makanannya apa aja jadi kita nggak bisa mesan seenaknya. Oke, dibahas dari minuman dulu ya.

bowl Lime Mojitos
Minuman ini kayaknya campuran antara jeruk nipis dan soda deh. Diberi gula sedikit biar manis. Disajikan dalam gelas tinggi dengan es batu, rasanya asam dan menyegarkan. Hati-hati buat yang perutnya lemah sama minuman macam gini lebih baik cari minuman yang lebih kalem daripada sakit perut. Tapi, lime mojito ini pas banget dipesan untuk menetralkan eneg kalo kebanyakan makan sushi.
Lime Mojito

Lime Mojito

 
bowl Yakitori
Pesanan berikut yang datang adalah Yakitori. Kalau kita di sini sih nyebutnya sate ayam. Cuma bedanya sate ayam ala Indonesia dengan Jepang adalah bumbu, rasa, dan ukurannya lol. Yap, sate ayam ala Jepang ini nggak dimakan dengan bumbu kacang kayak di Indonesia, tapi lebih ke olesan kecap manis yang agak encer. Rasanya juga lebih gurih dan di sela-sela tusukannya diberi potongan asparagus. Sementara untuk ukurannya, lebih besarlah daripada sate ayam Indonesia. Sayang dihidangkannya nggak pake lontong, tapi kol dan salad. Mungkin akan lebih kenyang ya, hihihi.

 
bowl Salmon Head Hokage
Menu ini dikuasai sendiri oleh pacar, sementara saya cuma dikasih dikit-dikit sad. Ini adalah kepala salmon yang disajikan dalam kuah semacam gulai. Rasanya cukup enak, tapi agak nggak jauh beda menurut saya sama kepala ikan masakan Indonesia. Kepala ikannya agak kecil dan sayang sebenarnya dimakan begitu saja. Pengennya sih pake nasi. Hahaha.

 
bowl Tuna Salad Spicy Mentai
Akhirnya pesanan sushi tiba! Dari tampilannya aja udah bikin liur menetes. Sesuai dengan namanya, sushi ini diisi oleh tuna dan salad kemudian di atasnya diberi siraman saus spicy mayonaise yang sooo yummy plus saus sambal. Kemudian, sebagai pelengkap ada siraman bubuk crunchy yang bikin kita makannya kriuk-kriuk kayak pake kerupuk. Hihihi. Rasanya cukup enak karena ada timun juga di dalamnya. Cuma, makan sushi ini emang nggak bisa sendirian karena kalau kebanyakan jatuhnya jadi eneg.

 
bowl Sunset Mentai
Yang ini juga nyaris sama seperti Tuna Salad Spicy Mentai cuma bedanya mayonaisenya nggak terlalu pedas dan tidak ada sambal di atasnya. Isinya ada kepiting, timun, dan crunchy salmon skin. Cukup mengenyangkan dan enak juga. Yummy. Yang ini sih di luar voucher jadi bayar, tapi karena termasuk dari promo diskon 50% jadi dari yang Rp60.000, kami cukup bayar Rp30.000. Lumayaaan...

 
 
Date of Visit: Jun 16, 2013 

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Shabu Shabu | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Gimana caranya supaya bisa makan enak sepuasnya, tapi juga nggak bikin kantong bolong? Jawabannya mudah, makan aja all you can eat! Di kota-kota besar, seperti Jakarta dan Bandung, rasanya orang udah terbiasa banget sama menu makan sepuasnya ini. Ada all you can eat untuk menu makanan Jepang seperti shabu-shabu, sukiyaki, dan robatayaki; terus ada menu Italia, seperti pizza, pasta, dan steak; serta menu ayam. Nah, ngomong-ngomong soal restoran all you can eat, rasanya nggak ada yang nggak kenal sama nama satu ini. Yes, it's Hanamasa! Restoran yang khusus menyajikan menu Jepang ini bisa dibilang adalah restoran all you can eat yang sudah cukup punya nama di Indonesia. Meski harganya tidak murah untuk satu kali makan, tapi tetap aja tempat ini selalu punya pelanggan setianya. lol

Jadi, Sabtu kemarin saya akhirnya ke Bandung. Seneng banget bisa maen ke kota ini lagi setelah dua minggu berkutat dengan kesibukan dan kesemrawutan Jakarta yang ampun-ampunan itu. Dan yang paling seneng, tentu aja saya bisa ketemu pacar, hehehe. Tadinya, kami janjian mau ada acara buka bersama dengan teman-teman saya di Bandung. Tapi, karena nggak ada kejelasan, akhirnya saya dan pacar kembali ke rencana awal: makan di Hanamasa. Meski hari itu saya lagi gak berpuasa, tapi untuk menghormati sang pacar, sayapun tidak makan dan minum di depannya. Oh iya, sebelumnya kami nonton Total Recall dulu di Ciwalk abis itu baru ke Hanamasa IP. Sempat khawatir sih takut nggak kebagian tempat. Tapi ternyata, kami dapat juga meski letaknya di pojokan. Nggak apa-apalah. lol

Begitu datang, kita akan langsung disambut oleh pelayan yang mengenakan yukata atau baju khas Jepang. Sepintas, orang mungkin akan menganggap bahwa ini adalah kimono. Tapi, tentu aja beda. Kalau yukata ini lebih santai daripada kimono yang lebih terkesan mewah dan elegan. Setelah menanyakan jumlah yang makan (cuma saya dan pacar), kami pun dibawa ke meja pojok. Ruangan di Hanamasa ini cukup besar dengan meja yang terbagi antara untuk empat orang atau untuk sekeluarga. Di masing-masing meja ada penggorengan yang digunakan untuk menggoreng shabu-shabu, dan panci untuk merebus sukiyaki. Sementara, kalau untuk robatayaki atau panggang-panggangan, kita bisa minta ke pelayannya untuk memanggangkan.

 

 
Pelayanan di sini bisa dibilang oke lho. Meski pelayannya sedikit, tapi mereka sigap dalam membantu para pengunjung. Mungkin karena konsepnya adalah ambil-dan-masak-sendiri, jadi pekerjaan para pelayan ini nggak terlalu banyak. Meskipun begitu, kalau kita mau pesan minum atau butuh bantuan untuk menyalakan kompor, minta tambahan minyak, sambal, atau kecap asin, mereka pasti sigap. Okelah pokoknya lol.

Di tengah-tengah ruangan ada meja panjang yang isinya bahan-bahan yang bisa kita ambil sepuasnya untuk kita masak, seperti daging ayam, sapi, sosis, ikan, udang, cumi, dan masih banyak lagi. Adapula sayur dan tahu untuk rebusan. Untuk yang malas masak, bisa mengambil salad dan ke bagian robatayaki di mana kita bisa minta dipanggangkan menu yang ada di hadapan kita. Jadi, gak bakal kena asap-asap dari masak-masak sendiri. Cumaaaa, di situlah sensasinya all you can eat. smile

 

 
Begitu azan maghrib berkumandang, si pacarpun langsung memasak daging-dagingan yang sudah ia ambil. Saya pun dengan senang hati membantu memasakkan. Sebelumnya, saya udah pesan cumi bakar untuk pacar dan sosis yang dibalut daging asap dan isinya adalah keju. Nyaaam. Rasanya enaaaaak. Terus, setelah selesai memanggang, hidangan pun langsung kami santap.

Saya sendiri juga sibuk menuangkan sukiyaki untuk pacar yang terdiri dari chikuwa roll, tahu sutera yang lembuuut banget, dan sosis. Cuma, ternyata si pacar gak terlalu doyan karena katanya rasanya aneh sad. Untuk minumnya, saya ambil es teh manis yang bisa direfill berulang kali, sementara si pacar memesan es leci (Rp22.500). Untuk harganya, masing-masing orang dikenakan Rp125.000. Mahal? worth it-laaah untuk all you can eat sepuasnya smile.
Sosis keju & cumi bakar

Sosis keju & cumi bakar

 
Ice Lychee (Rp22.500)

Ice Lychee (Rp22.500)

 

 
Oh iya, kalau udah selesai makan makanan berat, dipersilahkan banget lho untuk mengambil dessert yang banyak banget jenisnya. Ada buah, puding, es teler, hingga jajanan pasar. Duh, lengkap banget deh pokoknya hidangan yang disediakan oleh Hanamasa ini. lol
 
Date of Visit: Aug 04, 2012 

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

The Place for Sushi Lover Smile Jul 31, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Sushi | Kumpul Keluarga

Duuuuh, emang beneran Sushi Tei itu bikin nagih ya lol. Sejak dikenalkan pertama kali oleh teman saya dengan makanan khas Jepang ini, saya langsung ketagihan. Rasanya tuh unik banget dan enak. Untungnya, saya dikenalkan lebih dulu dengan sushi yang mateng sehingga first impression saya sama sushi nggak jelek. Yap, untungnya waktu itu teman saya berbaik hati dengan mentraktir saya sushi dan memilihkannya. Saya masih ingat banget pilihan dia saat itu, yaitu sushi yang isinya udang tempura. Dan, itu sampai sekarang langsung jadi menu favorit saya. lol

Setelah sempat pindah ke Bandung selama satu tahun, saya sempet agak ragu apakah saya bisa menikmati sushi seenak ini di kota kembang ini. Ternyata eh ternyata, di Bandung juga ada Sushi Tei lhoooo. Dan letaknya juga nggak jauh dari kantor lagi. Cukup naik angkot sekali dan voila, sampailah saya di sini. Posisi tepatnya sih di Jalan Sumatera. Kalau dulu sekitar tempat ini hanya diisi oleh restoran dan cafe, sekarang kondisinya makin rame karena ada karaoke DIVA milik Rossa yang baru buka di sana.

Dari luar sih bangunannya kelihatan nggak begitu besar karena ternyata memanjang ke belakang. Tapi, suasana Jepangnya sangat terasa lewat kolam kecil di kiri kanan, air mancur mini, bangku-bangku kayu, dan wallpaper bergambar bambu. Begitu melewati pintu masuk, kita akan langsung disambut oleh pelayan Sushi Tei yang menyerukan kalimat "Irasshaimasen!" yang artinya adalah selamat datang. Kemudian mereka akan menanyakan berapa orang yang akan makan di Sushi Tei dan di mana letaknya, meja biasakah atau sushi bar. Kalau kita udah menentukan mau duduk di mana, mereka kemudian akan mengantarkan kita sesuai dengan meja yang kita inginkan.

Setelah duduk, mereka akan langsung memberikan dua buku menu, yaitu menu makanan dan menu minuman serta dessert. Pelayanannya sendiri menurut saya cukup oke karena pelayan Sushi Tei tahu banget setiap menu yang ada. Kemungkinan besar sih mereka sebelum melayani pembeli udah di-briefing dulu. Jadi, kalau misalnya pengunjung bingung dalam menentukan mau mesan apa, mereka tinggal menjelaskan menu-menu unggulan Sushi Tei. Oh iya, mereka juga rajin keliling lho untuk mengisi ulang ocha kita, bahkan sebelum ocha kita benar-benar habis. Two thumbs up untuk pelayanan ini deh. lol

 
Kayaknya, Open Ricers yang udah sering banget berkunjung ke Sushi Tei bisa dibilang khatam buku menu ya, lol. Di bagian depan, kita bisa menemukan side dishes, seperti tamagoyaki (telur dadar), gyoza, jumbo yakitori (sate ayam), hotate teriyaki (sate kerang), dan masih banyak lagi. Beranjak ke halaman tengah, ada menu sushi dan sashimi berbagai varian. Beranjak ke halaman belakang, ada menu udon, ramen, dan donburi. Untuk harga, cukup mahal karena berkisar antara Rp8.000-Rp200.000. Itu masih belum ditambah dengan pajak 15%. Cuma enaknya, kalau kita pesan minuman ocha dingin atau panas gratis dan bisa nambah berulang kali alias refill lho. lol Oh iya, saat ini sih di bulan puasa mereka punya berbagai menu yang menarik dan setiap pembelian main course menu tersebut dapat gratis nori tempura :9.
Cold Ocha (free!)

Cold Ocha (free!)

 
Udon curry (Rp64.000)

Udon curry (Rp64.000)

 
Karena saya cuma datang berdua sama pacar, jadinya pesanan kami nggak begitu banyak. Eh, jangan ketipu foto ya karena bagi kami pesanan ini belum begitu banyak, hihihi. Saya dan pacar sepakat untuk pesan ocha dingin karena emang segar dan enak. Oh iya, kalo menurut penelitian sih minum ocha itu bisa meluruhkan kadar lemak yang ada di dalam tubuh. Dan okenya, gak ada kandungan gula sehingga baik untuk penderita diabetes. Rasanya sendiri emang agak-agak pahit, tapi justru rasa ini pas banget untuk meredakan eneg abis makan sushi.

Menu pertama yang datang adalah udon curry. Karena waktu itu kami lihat teman kami pesan udon dan ukurannya gede banget, akhirnya kami sepakat untuk menghabiskan satu mangkuk berdua. Seperti yang sudah kami duga sebelumnya, udon curry ini disajikan dalam mangkuk besar. Kuahnya kental dan berwarna kecokelatan gitu. Terus, di atasnya ada taburan jahe berwarna merah. Isinya ada banyak lho, seperti kentang, wortel, dan daging. Bahkan, biarpun kami sudah bagi dua untuk makan rasanya isi mangkuknya gak habis-habis. >_<
Salmon mentai canape (Rp35.000)

Salmon mentai canape (Rp35.000)

 
Pesanan berikutnya adalah salmon mentai canape. Sejak nyoba salmon crispy mentai, si pacar jadi ketagihan deh. Makanya dia langsung pengen nyoba ini. Bentuknya tuh kayak sushi yang dibalut dengan nori itu lho. Kalau sushi biasa isinya ditaruh di tengah atau dalamnya, canape ini isinya diletakkan di bagian atas. Toppingnya adalah salmon yang dipotong-potong, kemudian dicampur dengan semacam mayonaise kemudian dibakar. Rasanya sih enaaaaaak banget dan ukurannya cukup gede sehingga ketika semua masuk ke mulut, dikunyahnya sih agak susah lol.
Mango ice cream (Rp26.000)

Mango ice cream (Rp26.000)

 
Sebagai hidangan penutup, pacar memesan Mango Ice Cream. Harganya cukup mahal sih, tapi menurut saya setara sama rasanya. Ini tuh adalah es krim yang disiram dengan saus mangga dan di bagian bawah gelasnya ada potongan-potongan buah mangga. Rasanya segar dan manis banget. Pas banget deh menutup makan saya dan pacar kali ini. smile
 
Date of Visit: Jun 02, 2012 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   3 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Pesta Pancake di Yuky Pancake Smile Jul 27, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Pancakes / Waffle / Crepes | Kencan / Berpasangan

Jadi, waktu itu saya dan pacar lagi ngidam untuk makan pancake. Karena malas jauh-jauh ke PVJ untuk sekadar makan pancake doang, akhirnya saya coba iseng browsing di internet menu pancake yang ada di daerah Dago atau Dipati Ukur. Eh, ternyata nemu! Lokasinya dekat pula dari kosan. Akhirnya, saya dan pacar pun sepakat untuk mengunjungi tempat ini.

Namanya Yuky Pancake (atau Penkeik kalo ejaan yang tertulis di papan namanya). Posisinya ada di Jalan Teuku Umar, Dipati Ukur. Untuk mencapai tempat ini nggak susah kok karena bisa dari dua arah. Pertama, yaitu dari Jln. Ir. H. Juanda atau Dago dengan mengambil jalan yang berada persis di samping Factory Outlet Jetset dan jaraknya kira-kira 300-400 meter dari jalan besar dengan posisi di sebelah kanan. Sementara, jalan kedua bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari tempat ngetem bis DAMRI di Dipati Ukur. Kalau Open Ricers pernah mencoba Mie Reman, Yuky Pancake ini sejalur kok, hanya lebih masuk ke dalam lagi.

Letaknya di pinggir jalan tapi dekat dengan kompleks perumahan sehingga suasananya sepi, tenang, dan adem-ayem. Maklum, gak ada angkot yang lewat jalur ini. Mobil pun jarang banget lewat sini. Bangunannya tuh kalau dari luar kayak bangunan dari batu-batu gitu dan agak kumuh. Hal ini mungkin dipengaruhi dari bangku dan meja kayu yang ada di luar lebih menyerupai meja dan bangku kayu untuk anak SD. Tapi, biarpun begitu, tempat ini lumayan ramai lho oleh pengunjung. Mungkin karena faktor sepi dan tenangnya.

 
Dekorasi bagian dalamnya itu enak banget karena kita berasa kayak lagi bertamu ke rumah orang. Di sudut ada rak yang digunakan untuk menaruh helm. Di dindingnya pun terpajang berbagai gambar berwarna dan hitam-putih yang dibingkai plus lukisan sehingga rasanya cozy banget deh makan di tempat ini. Pelayannya nggak terlalu banyak karena hanya ada satu orang cewek pelayan dan satu orang koki cowok yang siap memasakkan semua makanan kita.

Menu yang disajikan di sini cukup beragam, tapi menu utamanya tentunya adalah pancake dengan berbagai rasa dan varian. Ada pancake buah, pancake manis (koko crunch, es krim, keju, susu), dan pancake asin (tuna pedas). Selain itu, adapula menu spaghetti seperti bolognaise, carbonara, atau tuna. Untuk minumnya juga ada banyak pilihan, seperti es teh manis, es jeruk, dan jus buah.

 
Kali ini, saya pesan jus melon yang ukurannya cukup besar dan rasanya juga cukup segar. Manis-manis dingin gitu deh. Nggak berapa lama kemudian, pesanan saya datang. Saya pesan Snow White. Ini tuh selembar pancake yang ditaburi gula halus kemudian diberi tambahan satu scoop es krim cokelat. Rasanya manis dan lembut banget. Sayang, es krimnya kurang banyak menurut saya.
Jus Melon (Rp10.000)

Jus Melon (Rp10.000)

 
Snow White (Rp13.500)

Snow White (Rp13.500)

 
Nah, karena pacar kurang suka yang manis-manis, akhirnya dia pesan pancake tuna. Sambil menunggu, kami mengira-ngira kayak apa bentukannya ya? Begitu datang, kami agak kaget dengan porsinya yang cukup besar. Yup, ternyata ini adalah tuna dan salada yang diletakkan di antara dua lapis pancake terus ditambah dengan mayonaise. Rasanya sih cukup enak apalagi kalau ditambah dengan sambal. Sayangnya, tunanya terlalu sedikit sementara saladanya banyak banget >_<.

Pancake Tuna (Rp17.500)

Pancake Tuna (Rp17.500)

 
 
Date of Visit: May 26, 2012 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Amerika | Es Krim/Yogurt | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Es krim memang banyak ragamnya. Di Indonesia sendiri, kita pasti kenal dengan merek-merek yang umum, seperti Walls, Campina, Baskin Robbins, atau Haagen Dazs. Nah, ada satu lagi nih es krim yang kayaknya patut banget dicoba sama mereka penyuka makanan dingin dan manis ini. Namanya adalah Cold Stone Creamery. Gerainya sendiri sudah cukup banyak tersebar di kota-kota besar, seperti Jakarta dan Bandung. Nah, kali ini saya mau mereview Cold Stone yang ada di Bandung.

Di Bandung sendiri, gerai Cold Stone Creamery itu hanya satu, yaitu di Paris Van Java (PVJ), salah satu mal besar di Bandung yang kalau weekend penuuuh banget. Tapi, penuhnya bukan sama orang Bandung yang lagi menghabiskan waktu libur mereka, tapi orang Jakarta yang memang kebetulan lagi berkunjung ke Bandung. Agak mengherankan sih ngapain juga orang Jakarta kalau ke Bandung nyari mal lagi? Kayak mal di Jakarta masih kurang aja. Tapi ya itulah orang Jakarta, hiburannya sekarang cuma mal doang. Sayang ya? sad

Posisi Cold Stone sendiri terletak di lantai bawah. Kalau dari parkiran, tinggal lewat pelataran yang bersebelahan dengan MU Cafe. Dari sini, kita tinggal turun ke bawah menggunakan eskalator. Dan sampai di bawah, voila! Kita akan langsung ada di samping gerai Cold Stone Creamery. Letaknya pas banget bersebelahan dengan Haagen Dazs. Cuma kalau menurut saya kelebihan dari Cold Stone ini karena harganya cenderung lebih murah sedikit dibanding Haagen Dazs.

 

 
Gerai es krim ini didominasi dengan warna merah. Begitu masuk ke dalam, saya langsung datang ke counternya. Di sini, saya akan dipersilakan untuk memilih ukuran cup. Ukuran di sini cukup bervariasi karena ada yang kecil, sedang, hingga besar. Nah, yang kecil aja bahkan ternyata nggak terlalu sedikit porsinya karena cukup banyak satu scoop-nya. Setelah memilih ukuran cup dan es krimnya, saya dipersilakan untuk memilih satu topping untuk dicampur dengan es krim yang ada. Bingung sih soalnya toppingnya banyak dan keliatan enak-enak. Ada smarties, sugar cone, wafer, cokelat, biskuit, kitkat, dan masih banyak lagi. Setelah pilihan jatuh kepada kitkat, kemudian pelayannya mengambil satu scoop besar es krim dan mencampurkannya dengan kitkat sehingga es krim cokelat saya ada topping cokelat kitkat dan crispynya gitu. Enak deh keliatannya lol

 
Nah, pilihan saya itu namanya adalah Chocolate Devosion. Isinya benar-benar sangat memanjakan penggemar cokelat karena ada chocolate ice cream, chocolate chip, brownie, dan fudge. Belum lagi ditambah dengan cokelat kitkat topping saya tadi. Satu cup sendiri emang banyak banget menurut saya, nyaris dua scoop. Oh iya, siap-siap untuk minum air putih abis makan es krim ini ya karena cokelatnya yang pekat bikin kita kangen sama air putih lol.
Chocolate Devotion (Rp58.000)

Chocolate Devotion (Rp58.000)

 
 
Date of Visit: Jun 16, 2012 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0