OpenRice Index
  
erryfp
This is erryfp . I like to hang out in Senayan. I also love Kafe, Chocolate / Candy Shop, Kedai Kopi & Teh and Es Krim/Yogurt, Sushi, Steak & Grills.
Member 1 First(s)
No. of Review1 Review(s)
編輯推介數目0 Editor's Choice
Recommended0 Recommended
Popularity1224 View(s)
Replies in Forum0 Comment(s)
Upload Photos0 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant0 My Restaurant(s)
Follow0 Following
粉絲0 Follower(s)
erryfp  Level 1
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 1 to 1 of 1 Reviews in Indonesia
Review Rempah Wangi OK Dec 16, 2010   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Indonesian | Restaurant | Kid's Friendly | Bakmi/Kwetiau | Sate | Seafood | Vegetarian | Iga | Halal | Anniversary | Business Meeting | Kumpul Keluarga | Pesta

Baru dibuka Agustus 2010, restoran yang berada di Jl. Fatmawati Raya ini menyajikan berbagai makanan dan minuman khas Indonesia, Salah satu kekhasannya, tentu saja, keberadaan rempah-rempah dalam resepnya.

Untuk minuman, saya mencoba Katulistiwa, campuran jus kiwi, leci, dan sirup grenadine. Cukup menyegarkan, meski rasanya tidak istimewa. Sensasi kecut yang saya harapkan dari buah kiwi tidak muncul karena rasa manis sirup grenadine terlalu mendominasi.

Untuk sajian utama, saya menjajal Ayam Taliwang, Sop Buntut Original, Sop Iga Kadedeh, Oseng Sapi Mercon, Gurame Bumbu Rempah Wangi, dan Buncis Szechuan.

Dari keenam menu tersebut, favorit saya jatuh kepada Oseng Sapi Mercon yang pedasnya menggigit (tidak sampai meledak) dan Sop Buntut. Keduanya berisikan daging sapi yang teksturnya pas. Tidak alot, tapi juga tidak terlalu empuk sampai menghilangkan “rasa” dagingnya.

Untuk sop iga, tekstur dagingnya sama-sama empuk dan mudah dilepas dari tulangnya.

Bagaimana dengan ayam taliwang? Hmm, rasanya memang enak, tapi ini bukan ayam taliwang yang selama ini ada di bayangan saya. Yang muncul di meja, seekor ayam goreng yang sepintas mirip ayam presto, plus tambahan sambal “matah” cair.

Dua sajian lain, gurame goreng dan buncis szechuan, saya anggap biasa saja. Saya pribadi memang kurang gemar ikan gurame yang digoreng tepung, apalagi ini diguyur saus mirip asam manis. Tumis buncisnya juga tidak spesial, walau saya acungkan jempol pada tekstur buncis yang tetap terjaga renyah.
 
Date of Visit: Dec 11, 2010 

Spending per head: Approximately Rp100000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 2

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   14 Vote(s)   View Results
Recommend
0