OpenRice Index
  
Leenaa
This is Leenaa . I am a WriterI like to hang out in Sarinah. Sunda, Chinese are my favorite cuisines. I also love Kafe, Restaurant and Siomay / Batagor.
Member 83 First(s)
No. of Review248 Review(s)
編輯推介數目14 Editor's Choice
Recommended14 Recommended
Popularity5236 View(s)
Replies in Forum3 Comment(s)
Upload Photos424 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews1 Recommended Review(s)
My Restaurant118 My Restaurant(s)
Follow7 Following
粉絲256 Follower(s)
Leenaa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 1 to 5 of 248 Reviews in Indonesia
Toro Sushi Review Smile Feb 23, 2016   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Sushi

Menjelang sore, akhirnya kami memutuskan untuk early dinner. Teman saya bilang sashimi favorit dia kalau ke Ubud adalah di Toro Sushi, jadi lah kami melipir ke sana. Tapi, Toro Sushi ini ada dua di Ubud, ada yang cafe, ada yang restonya. Jadi memang agak tricky untuk menemukannya. 

Kami pun sempat nyasar, tapi no worries, karena dari tempat pertama ke tempat kedua (tempat yang sesungguhnya dituju) tidak terlalu jauh kok, masih dalam satu area. 

Untuk makan di sini, harus naik tangga dulu karena letaknya agak ke atas. Perabotan kayu dengan nuansa yang terasa "oldies" belum lagi ada begitu banyak lukisan bernuansa Jepang tapi sedikit berdebu dan usang, makin menambah rasa "oldies" di sini. 

Buku menu pun diberikan, pada sore hari itu, kebetulan hanya kami saja yang datang makan. Saya langsung memilih Fried Tempura. Selalu menjadi kesukaan saya dimana saja dan kapan saja, hahay! Tempuranya tiba dengan ukuran yang lumayan besar, disajikan dengan saus celupnya, duh enak! Kulitnya garing namun ga bikin lecet dan ga bikin sakit tenggorokan. 

Selebihnya adalah pesanan teman saya, dia pesan Sashimi Set. Isinya lengkap banget dengan semua tuna segar, salmon, dan semua tersaji mentah. Sayangnya saya memang kurang bisa menikmati ikan mentah, jadinya saya tidak tahu seperti apa rasanya. 

Ada juga jenis sushi lainnya yang dibaluri mayonaise dan ketchup khas, tapi saya sih tetap lebih menikmati tempura saya, haha!

Untuk pelayanan, jumlah staff nya seingat saya ada lima orang pada saat itu, dan yang melayani hanya 1-2 orang saja. Jadi cukup banyak waktu luang, mereka mengobrol. Saya harap tempat ini diperbaiki dan dimodernisasikan. Soalnya sayang aja, sushinya enak, tapi "nampak" kurang menarik untuk dicoba. 

 

 

 

 

 

 

 
 
Spending per head: Approximately Rp150000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Sushi

Jadi alkisah, internet di kantor mati selama beberapa hari, dan kami semua ga bisa bekerja. Dengan bantuan teknologi, kami jadi tahu kalau ada working hub yang lagi ngasih FREE trial selama 1 hari full. Akhirnya kami daftar dan bekerja dari tempat itu, super homey dan wifinya kenceng, banyak bule kerja di situ juga (entah member atau FREE trial, hehe).

Nah, ketika laper, kami keluar dari sana dan ga menemukan tukang makanan satu pun, kecuali resto Sushi Hana yang ada di sebelah gedung. Kami pun ke sana, dan ketika masuk, ga terasa kaya masuk resto, karena masuk ke area agak gelap dan ada pintu gerbang besar lagi untuk dibuka. Ketika buka pintu gerbang (ala jaman dinasti), nah baru deh itu Sushi Hana di dalam. Tersembunyi banget deh kesannya.

Begitu di dalam, uwow! Tempatnya keren! Ada nuansa gloomy yang keren, dengan dekorasi gelap berwarna cokelat gelap dan hitam. Kami pun akhirnya memesan menu.

Saya memesan Baked Dynamite Roll, karena memang saya suka jenis sushi yang penuh dengan lumuran crunchy. Asam manisnya terasa pas di lidah, trus ukuran sushinya juga gedeeeee banget! Ini di foto sih kurang keliatan yah soalnya ketutup bubuk crunchy. Saking gedenya, sampai kami bungkus bawa pulang. Tapi pas sore saya cemil, bubuk crunchy nya sudah melembek, jadi alangkah baiknya kalau makan langsung di tempat. 

Lalu teman saya memesan Don Katsu, karena belum kenyang namanya kalau belum makan nasi full portion, hahay! Slices dagingnya pas dan rata, sesuai dengan satu suapan nasinya yang lembut. Teman saya sih doyan banget ya, pas saya cobain dagingnya emang enak juga.

Terus kami juga pesan satu menu lagi, tapi lupa nama lengkapnya apa. Itu lebih ke makanan pembuka sih dengan mayonaise dan beberapa irisan daging plus jamur di dalamnya. Enak juga kok, ringan, dan bikin kita merasa laper untuk masuk ke makanan berikutnya. 

Pelayanan di sini sih baik-baik. Dan tempatnya enak buat yang ingin menyepi sejenak di kala lunch. smile

 

 

 

 

 

 
 
Spending per head: Approximately Rp100000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Bebek di Tepi Sawah~ OK Feb 04, 2016   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Bali | Restaurant | Bebek | Halal | Kumpul Keluarga

Jadi memang rasanya belum afdol kalau berada di Bali tapi gak nyobain tempat ini. Nah, supaya afdol, akhirnya kami berempat berangkat lah ke Ubud demi sang bebek. Namun, kami lupa kalau itu ternyata adalah weekend, dzengggg! Ramainyo amboi! Dari depan memang sudah terasa sih kok agak sulit yah nyari parkiran, ha. 

Dari pintu depan ada replika gambar bebek yang dipahat di batu, memang itu simbolnya. Begitu masuk ke dalem, beuh, ramainya emang ga kira-kira. Kami sempat minta untuk dikasih tempat di area sawah, tapi katanya sudah penuh. Jadi lah saya melirik sebuah meja yang bisa untuk berempat dan pas banget memang bisa menghadap ke rerumputan (tapi bukan sawah yah, hanya rerumputan, sawahnya masih di ujung sebelah depannya lagi huhu). Daripada gak melihat yang ijo sama sekali, jadinya kami duduk di situ saja, gapapa deh liatin rumput haha.

Karena tak lama setelah kami duduk, baru lah kami sadar kalau semua meja sudah terisi penuh. Dan benar saja, sehabis itu langsung waiting list. Wow, Tuhan memang baik. 

Setelah diberikan buku menu, tak lama kemudian kami disamperin sama mbak'e yang lain tapi dia bawa toples berisi kue pia. Loh? Saya sih seneng aja pas disuruh cobain, ada berbagai rasa, cokelat, keju, dan apa gitu satu lagi saya lupa. Ternyataaa, Bebek Tepi Sawah sekarang juga jualan pie. Jadi itu adalah teknik jualannya, hahaha. Disuruh cobain tester sambil nunggu pesanan. Boleh juga mbak. Temen saya beli deh 1 dus.

Kami semua tentunya memesan si Crispy Duck yang notabene-nya sudah terkenal itu. 4 porsi Crispy Duck kemudian datang. Piringnya gede bener yay! Isinya sangat lengkap, mulai dari sambal Bali, nasi, lalapan, hingga si bebek itu sendiri. 

Sebelumnya, saya juga pernah diajak makan daging bebek di kawasan berbeda. Itu ukuran daging bebeknya kecil-kecil. Dan saya sebenernya gak terlalu suka makan daging bebek sih, karena gak ada dagingnya, beda sama ayam ya kan.

Pas di sini, yah sedikit lebih mending karena ukuran bebeknya sedikit lebih gede, walaupun menurut saya sih tetep lebih keceh daging ayam haha. Untuk harga 100,000 per porsi, yah sudah lah saya pikir, cukup sekali dalam 6 bulan ke sini, hahah. Karena saya lebih enjoy makan daging ayam. 

Secara rasa, yah memang enak, lebih crispy (saya enjoy makanin kulit bebek yang garingnya) sambalnya enak, nasinya juga legit anget, tapi yah sudah, begitu saja, gak ada faktor yang bikin saya ketagihan mau balik lagi. Saya lebih nagih makan bakmie, hoho.

 

 

 

 
 
Spending per head: Approximately Rp120000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Wanna cokelat dan mentega Smile Feb 04, 2016   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kedai Kopi & Teh

Brown & Butter ini sebenarnya berlokasi di dalam hotel BerryBiz, dan kenapa saya akhirnya bisa menemukan tempat ini? Alkisah, ada satu masa dimana kantor saya mati internet selama dua hari karena lupa bayar pas jatuh tempo. Akhirnya selama 2 hari itu kami berkelana mencari tebengan wifi. Hari pertama, kami sign up free 1 day mencoba kerja di sebuah working hub. Asyik banget kan tuh seharian bisa kerja di tempat nyaman, dan gratis! Tapi cuma sehari aja sepuasnya. Besoknya, kami akhirnya memutuskan hijrah ke sini, karena temen saya udah pernah coba koneksi wifinya yang keceh.

Begitu masuk ke dalam lobby hotel, nah di seberang meja resepsionis, langsung deh terpampang nyata cafe ini dengan dekorasi yang langsung merebut hati saya. Desain interiornya yang simple, seakan-akan berkata "less is more" haha! Hanya dengan dinding berkombinasi warna hitam dan putih, lalu deretan kursi dan meja kayu yang dipercantik dengan bantal-bantal besar (sangat nyaman buat dipeluk). 

Ukuran ruangannya pun sangat luas, dan jarak antar meja cukup baik sehingga meja lain ga bisa nguping apa yang kami bicarakan, yah kecuali kalau teriak-teriak yah. Ada juga sisi bangku di area outdoor buat para perokok, but hey, please stop smoking lah if you can. Lalu ada juga area bangku yang dibentuk seperti kapsul. 

Pelayanan juga sangat tanggap, dan mereka memang sudah faham benar kalau anak muda dateng dan membawa laptop, pasti mau nebeng wifi. Mereka sudah ada stok password wifi di lembaran kertas-kertas kecil, jadi tinggal minta saja dan langsung srenggggg wifi lancar!

Kali itu saya hanya memesan minum, sorenya baru pesan makan tapi lupa difoto. Saya pesan jus strawberry, enak dan menyegarkan. Harganya kisaran 25-30ribuan untuk drinks. Sementara roommate saya memesan kopi latte (seperti biasa). Dihias dengan gambar hati, haha, hanya dengan diantar ke meja saja sudah bisa tercium wanginya, yumm.

Untuk makanan, enak enak juga kok, saya pesan French fries, kirain yah standard saja kan, namun ternyata disajikan dengan irisan suwir daging ham dan saus homemade buatan mereka sendiri. Enak! Sayangnya, karena waktu itu sudah agak sore dan kami laper jadi gak foto deh. Harganya 38ribu. Asyik lah bisa ngantor dari tempat begini, cuma kalau kelamaan duduknya yah pegel juga, haha. 

 

 

 

 

 

 

 
 
Spending per head: Approximately Rp60000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Batu Smile Feb 04, 2016   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kedai Kopi & Teh | Halal

Kenapa judul reviewnya adalah batu? Karena, biasanya temen2 di kantor selalu plesetin "Milestone" dengan sebutan "Ayo ke Batu yuk?" haha! Well, sebenernya Milestone ini belum terlalu lama buka. Belum setahun bahkan. Tapi sudah lumayan famous (setidaknya di kalangan pecinta kopi kawasan Denpasar). Kenapa? 

Karena....dekorasinya bro, sis! Bagus banget! Jadi begitu masuk ke dalam akan langsung terasa nuansa Jepang yang tidak dibuat-buat. Dinding bertema industrial dengan warna abu semen, tangga besi dengan pegangan hitam pekat, lighting bulbs yang menggantung secara horizontal melintang di atas meja, hingga pilihan musiknya. Hipster namun relaxing. 

Terdiri dari dua lantai, dan di bawah adalah kasir serta tempat memasak-meracik kopi. Sebenarnya ukuran coffee shop ini kecil lho, hanya ruko tiga lantai. Lantai satu hanya muat 2-3 meja. Di lantai dua baru lumayan, bisa 5-6 meja tapi itupun berdekatan. Lantai tiga adalah tempat mereka menyimpan semua perabotan dan bahan kopinya.

Karena saya tidak bisa minum kopi, jadinya saya pesan Nachos. Believe me, Nachos nya super enak! Dengan irisan daging ham dan melted cheese, adoh! Dan dibanderol seharga 25,000 apa 35,000 gitu. Buat makan sendirian sih puas, beneran deh. Temen saya ngopi, dan sebagai pecinta kopi sih dia bilang lolos lah dari standar kopi enak.

Kami pernah datang dan akhirnya iseng juga memesan cheese cake nya, tanpa ekspektasi apapun. Karena biasanya jarang lho ada coffee shop yang cake nya enak. Ternyata oh ternyata, enak! Krimnya lembut dan manisnya pun gak berlebihan. 

Oh ya, satu hal lagi yang saya suka dari Milestone adalah pelayanannya! Super! Begitu kita dateng nih, langsung naik ke lantai 2 kan, gak perlu lama, nanti ada waiter dateng dan langsung bawain kita gelas lalu nuangin kita air mineral GRATIS. Luar biasa ga tuh? 

Eh, masih ada lagi. Wifinya kenceng! Udah deh, bungkus cuss.

 

 

 

 

 
 
Spending per head: Approximately Rp50000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0