OpenRice Index
  
Leenaa
This is Leenaa . I am a WriterI like to hang out in Sarinah. Sunda, Chinese are my favorite cuisines. I also love Kafe, Restaurant and Siomay / Batagor.
Member 83 First(s)
No. of Review248 Review(s)
編輯推介數目14 Editor's Choice
Recommended14 Recommended
Popularity5238 View(s)
Replies in Forum3 Comment(s)
Upload Photos424 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews1 Recommended Review(s)
My Restaurant118 My Restaurant(s)
Follow7 Following
粉絲256 Follower(s)
Leenaa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 51 to 55 of 248 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Fast Food | Sate

Dari dulu saya suka banget sama sate pork yang ada di Bangkok, biasanya di jual di pinggiran jalan, ukurannya gede dan entah gimana daging pork nya ga berbau. Makanya saya cuma makan pork bisa banyak ketika di sana, karena menurut saya beberapa makanan porky di Jakarta ada 'bau' nya yang saya sulit jelasin tapi begitu dikunyah ada rasa yang bikin ga nyaman deh.

Sekali waktu, saya diajak temen saya melipir ke kawasan Tanjung Duren, dia bilang ini tempat makan Bakut dan Sate kesukaan dia. Saya pikir oke lah, saya makan Bakutnya aja. Begitu sampai di tempat, kedai makanan biasa di pinggir kanan jalan gitu, mas-mas nya lagi sibuk ngipasin sate dan saya langsung ngeh, wah ini pork satay!

Langsung aja temen saya pesenin 2 bakut asin dan 5 tusuk sate manis. Harga 1 tusuknya 4.000 rupiah. Jadi di sini ada beberapa pilihan satenya, ada sate kulit juga. Pas pesanan kami diantarkan, saya ngeliat ada kemiripan nih satenya sama sate yang saya doyan di setiap pinggiran jalan Bangkok: aromanya ga 'berbau' dan full daging. Emang sih ukurannya ga segede di Bangkok, tapi ini juga terbilang ga kecil. Saya cobain satu tusuk dan langsung doyan! Manis, empuk dan enak! Akhirnya ga cukup makan 3 tusuk HAHAHA.
Sate Manis Pork

Sate Manis Pork

 
Oh iya, lalu untuk bakut asinnya sendiri juga enaakk.. Dagingnya ga pelit, walaupun emang ga bisa dibilang terlalu banyak juga sih. Kuah asinnya pas dengan irisan sayur hamchoy yang renyah. Kalo lagi ngiter2 di kawasan Tanjung Duren, saya rekomendasiin banget nih pork satay nya, HAHA!
Bakut Asin

Bakut Asin

 
Overall pelayanan sih ga ada masalah gimana yah, kan kedai makanan tenda gitu. Cuma kadang ada kucing lewat di kolong kaki ajah, dan oh iya mendingan pake celana panjang sih kalo kemari soalnya bernyamuk. lol
 
Recommended Dish(es):  sate manis!
 
Date of Visit: May 15, 2015 

Spending per head: Approximately Rp40000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Genki Sushi for Fun Dining OK May 21, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Sushi | Kumpul Keluarga

Pertama kalinya ke sini gegara mau makan sushi tapi sushi store di atas penuh banget. Alhasil, saya dan sahabat memutuskan ke bawah dan menuju Genki Sushi. Dari luar, tampilannya mirip resto fast food menurut saya, dan begitu saya masuk ke dalam, nunggu sekitar 5 menit. Saya lihat-lihat banyak banget yang bawa anak kecil ke sini. Antara berisik tapi juga rame dalam artian yang bagus nih, saya pikir.

Begitu dapat tempat duduk, saya baru sadar kenapa banyak anak kecil dibawa orangtuanya makan di sini. Ternyata untuk nganterin sushinya, ada kereta dan bus listrik kecil yang menghampiri kita di sisi kanan atau kiri. Wajar banget kan anak kecil jadi girang. Tak jarang saya bisa mendengar suara pekikan girang anak-anak ketika pesanan mereka datang diantarkan dengan kapal atau bus listrik mungil yang berdesain lucu. Konsep yang sangat menarik!
Pesanan kami dan tablet untuk memesan.

Pesanan kami dan tablet untuk memesan.

 
Semua menu yang ingin kami pesan juga secara 'mandiri' langsung bisa kita pesan menggunakan tablet yang terhubung langsung ke area kitchen. Kita hanya tinggal memilih dan memencet. Sangat praktis dan kekinian!

Lalu, saya dan sahabat pun memilih beberapa jenis makanan.
Cunchy Nori Roll

Cunchy Nori Roll

 
Crunchy Nori Roll. Salah satu pesanan kami, sushi dengan balutan crispy nori ini menggunakan tepung dan di dalamnya ada irisan daging kecil. Hmmm, to be honest sih enggak terlalu asyik di lidah saya yah. Kayanya salah pilih, hehe. Tapi untungnya ketolong sama saus dan campuran kecap yang diberikan di situ.
Fried Squid Arm

Fried Squid Arm

 
Fried Squid Arm. Cemilan yang kami pilih, basically ini sih kaki gurita yang digoreng renyah. Awal-awal saya agak takut pas ngeliat. Tapi sahabat saya bilang ini rasanya enak banget, jadi lah oke saya cobain, dan enak! Tapi kalau makan kebanyakkan, mulai berasa deh berminyak lho, haha. Jadi musti selang seling makannya, abis makan ini, makan sushi. lol

Overall, pelayanan sih baik dan ramah, disapa kenceng bener yah ala Japanese resto. Bersih dan untuk harganya juga enggak terlalu berlebihan. Tapi lain kali memang harus pilih lebih jeli menu makanannya.

Cheers!

 
Date of Visit: May 08, 2015 

Spending per head: Approximately Rp85000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Sate | Halal

Setelah mengunjungi Kalimilk, saya dan teman saya memutuskan untuk makan malam yang lebih mengenyangkan. Dan di sini pilihan kami, House of Raminten. Memang ada beberapa cabang, namun cabang ini adalah yang terbesar bahkan bisa sampai mengantri loh ketika weekend. Lucky us, kami datang di jam makan malam dan ada spot di lantai dua yang kosong. Kami bisa menikmati makan malam di ujung dekat tangga, sehingga dekat dengan bunyi air kolam dan bisa melihat pemandangan di sisi jalan.

music Suasana di House of Raminten ini, wah, cukup banyak yang bisa ditulis sih. Pemiliknya memang sangat terkenal di Yogya dan biasa bermain di acara kabaret atau show nyanyi. Dengan nuansa agak mistis, begitu memasuki tempat ini, saya melihat kereta kuda kencana yang besar dan ada sesajen. Ketika saya ke toilet pun, ternyata di belakang sana ada kandang kuda, saya melihat dua ekor kuda. Kuda yang besar berwarna cokelat kehitaman sesekali memekik, rasanya jadi pengen keluar-in mereka dari kandang sick.

Lalu, jika melihat para staff pekerjanya......pria dan wanita, semua menggunakan pakaian khas dengan kain sarung. Para wanitanya mengenakan kebaya hitam, sedangkan yang pria bertelanjang dada, semuanya berotot layaknya pria-pria yang bisa dilihat di sekitar pusat kebugaran. Tampan, harum, dan metroseksual. Tersiar kabar bahwa para pekerja pria-pria berparas tampan di sini adalah penyuka sesama jenis. Namun, entah lah, saya kan tidak bertanya langsung, jadi tidak ada yang tahu kebenaran kabar tersebut. Who knows?

chopstick Berlanjut ke menu makanannya. Saya sempat takjub dengan menu mereka loh karena selain enak, harganya pun terjangkau. Saya jadi sadar kenapa ada kata-kata "Jakarta adalah kota yang kejam" karena ketika berkeliling ke berbagai kota, memang hanya di Jakarta saja yang harga makanan super mahal. Di House of Raminten ini kami direkomendasikan untuk memesan menu baru mereka yaitu: Ayam Koteka.

 

Ayam ini dikukus sepertinya dan disajikan dalam bentuk menyerupai bambu. Enaakk! Lembut dan seperti ayam suwir, gurih dan sudah berbumbu. Tinggal dipadankan dengan sambal saja, sempurna lah! Dan harganya hanya 35.000 per porsi. Kami nikmati dengan nasi uduk yang juga harganya di bawah 10.000. Tak heran kenapa tempat makan ini super ramai! Begitu kami mau pulang saja, antrian di bawah sudah sampai dua baris kursi penuh. Disediakan kursi dan televisi untuk tempat antrian. Jika ingin mencari tempat bersantap dengan nuansa agak mistis dan pemandangan pekerja-pekerja yang tampan, di sini lah sepertinya yah. Cheers!
 
Recommended Dish(es):  Ayam koteka
 
Spending per head: Approximately Rp50.000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Kalimilk - Welcome, Neneners! OK Jan 14, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Halal | Hang Out

Dua bulan lalu, saya dan seorang teman bertualang ke empat kota dengan jalur darat. Pemberhentian pertama kami adalah Yogyakarta! "Pulang ke kotamuuu.. Ada setangkup haru dalam rinduu.. Masih seperti dulu.." (lah malah nyanyi?) music

 
Kalimilk - Mengusung tema sebagai "Neneners Palace" yang diambil dari silsilah "nenen", Kalimilk adalah store pertama yang memberikan sajian berbahan dasar susu sapi segar dari sapi perah yang dimiliki oleh peternakan Kalimilk di kaki gunung Merapi. Quality control yang diterapkan di tempat ini juga terjaga melalui sistem pengolahannya yang mampu mematikan bakteri hingga 95% dan mempertahankan kadar protein susu hingga 97%. Kalimilk sendiri sudah memiliki tiga cabang di kota pelajar ini.
jaw-dropping wooden lamp design~

jaw-dropping wooden lamp design~

 

 
excited Suasana tempat ini ketika kami masuk, bisa dikatakan sebagai tempat nongkrongnya anak muda yang kekinian. Sedikit hipster dengan dekorasi lampu kayunya yang langsung memikat perhatian mata saya. Dindingnya pun dihias dengan berbagai lukisan cat yang sesuai dengan brand mereka. Terbagi menjadi tiga area duduk, saya langsung memilih yang dekat dengan dinding berbata putih gading. Tentu saja, agar bisa menghasilkan foto makanan yang cukup baik. Dan sebenarnya mereka memiliki lantai kedua, namun hanya dibuka mulai jam 8 malam saja, karena outdoor dan bisa melihat pemandangan di Jalan Kaliurang yang tengah dipercikkan hujan rintik-rintik kala itu. Namun, saya meminta ijin untuk naik sejenak sebelum mulai dipadati para kawula mudanya Yogya. Dan, para staffnya mengijinkan.

 
chopstick Menu yang kami pesan adalah: Hot Chocolate, Pure Milk, dan Sandwich with fries. Ehmmm, untuk rasa susunya sendiri, bagi yang suka susu segar, pasti doyan deh. Tidak terlalu kental dan aromanya memang sedikit berbeda dari susu awam yang biasa dikonsumsi. Susu cokelat hangatnya lebih nikmat ketimbang yang plain, mungkin karena efek cuaca sedang dilanda hujan juga pada saat itu yah. Sedangkan sandwich with friesnya, ehmmmm, tidak terlalu banyak yang bisa diceritakan karena cukup standard. Harga yang dipatok juga tak terlalu tinggi sih, berkisar dari 15ribuan sampai 50ribuan.

 

 
frustrated Overall: suasana sih cukup nyaman kok, dan memang khas anak muda banget lah dengan playlist gaul dan sebagainya. Pelayanan cukup baik. Cuma ada satu komplain saja, yaitu toiletnya. Sepertinya perlu diperhatikan dan dibersihkan lebih rajin lagi. Karena cukup memukau sampai saya mengernyitkan hidung dan menggelengkan kepala pas masuk ke toilet. Sayang kan, tempat yang cukup ngetrend seperti itu tapi toiletnya buruk? Sekian saja review saya kali ini yah, see ya!

Supplementary Information:
Toiletnya toloooonggg banget diperhatikan yah.
 
Spending per head: Approximately Rp50.000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 1  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Tamago! Smile Oct 23, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Ramen | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Sebuah fakta menarik yang diungkapkan adalah di dalam semangkuk ramen di sini mampu dihadirkan dengan 380 milimeter kaldu ayam yang sangat pekat dan kental. Maka jangan heran jika melihat kuah kaldu yang berlimpah, karena sang chef membutuhkan sekitar 45 kilogram tulang ayam yang direbus di dalam 18 liter kuah sup sehingga bisa menghasilkan sari kaldu yang super! Bahkan menuliskan ini saja, rasanya perut saya menjadi keroncongan. Hmmm.. Akhirnya dalam satu kesempatan, saya berkunjung ke outlet Marutama yang di sini. Pelayanan yang baik dengan nuansa otentik ala Jepang langsung membuat saya merasa nyaman.

Tamago Ramen ini mengandung setiap bahan berkualitas dengan isian Aosa seaweed, charsiew, welsh onion, dan tentu saja kuah kaldu ayam yang tingkat kepedasannya bisa dipilih. Salah satu hal yang selalu menarik perhatian saya adalah bagaimana caranya telur di setiap kedai ramen selalu lembutttt dan isinya juga tak kalah lembut! Akhirnya saya tahu triknya. Panaskan air dalam panci sampai mendidih yang benar-benar sangat panas, lalu cemplungkan si telur, tunggu 30 detik, kemudian angkat. Jadi deh telur ala kedai kedai ramen yang fenomenal itu. Soal rasa, sudah tak perlu ditanyakan lagi kualitasnya. Kekenyalan yang pas dan memikat sehingga saya sulit pindah ke ramen lain, yummM! Thumbs up, Marutama!

 
 
Spending per head: Approximately Rp80.000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0