OpenRice Index
  
Leenaa
This is Leenaa . I am a WriterI like to hang out in Sarinah. Sunda, Chinese are my favorite cuisines. I also love Kafe, Restaurant and Siomay / Batagor.
Member 83 First(s)
No. of Review248 Review(s)
編輯推介數目14 Editor's Choice
Recommended14 Recommended
Popularity5238 View(s)
Replies in Forum3 Comment(s)
Upload Photos424 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews1 Recommended Review(s)
My Restaurant118 My Restaurant(s)
Follow7 Following
粉絲256 Follower(s)
Leenaa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 11 to 15 of 248 Reviews in Indonesia
Coffee 'n Oven Review Smile Feb 23, 2016   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Kafe | Hang Out

Jadi, alkisah, ini terjadi di hari Minggu ketika siang hari kami memutuskan untuk mencari coffee shop. Teman saya akan segera bekerja sebagai barista di salah satu coffee shop kece di Bali, makanya kami berkelana untuk mencicipi berbagai coffee shop untuk testing kopi-kopi di Bali. Awalnya, kami mau ke coffee shop yang namanya DROP, eh ternyata tutup. Lalu kami menuju ke coffee shop kedua, (saya lupa namanya) eh ternyata juga sudah pindah tempat. 

Kami maju terus aja di kawasan Canggu, dan itu sedang hujan gede banget. Akhirnya pas lagi menepi sambil mencari2 list coffee shop di Google, eh kami lihat lho di depan situ ada logo gelas kopi sepertinya. Kami pun maju dan memutuskan untuk mencoba, Coffee 'n Oven namanya. Begitu turun eh semua meja sedang penuh oleh bule-bule. Wah, kalau banyak bule yang makan, berarti selera kopinya bagus nih, begitu lah yang saya pikir.

Setelah duduk di area semi outdoor (masih ada cipratan air hujan yang sesekali kena ke meja) saya memilih breakfast all day nya yang berisikan 3 jenis pastry (croissant chocolate, croissant polos, dan roti entah apa namanya). Lalu segelas Hot Chocolate untuk menghangatkan suasana di kala hujan.

Sementara teman saya memesan Latte dan Black Coffee. 

Tak terlalu lama, pesanan kami datang dan wah saya langsung suka dengan penampilannya. Disajikan dengan begitu cantik! Croissantnya juga nampak mengkilat! Semuanya nampak meyakinkan dan terlihat enak!

Begitu digigit, behhhhh pastry nya beneran enak! Renyah, empuk, lembut dan wangi! Satu keranjang pastry dapet 3 jenis croissant! Sukaa banget.

Hot Chocolate saya juga enak, enggak kemanisan. 

Top lah! Saya pun berkeliling di dalam tempatnya, melihat lihat di tempat pastry. Kalau beli satuan, 1 croissant polos harganya 7,000. Croissant isi harganya 9,000. Oh iya, di setiap pesanan minuman, dia kasih 1 butir cookies juga. Duh cookiesnya aja enak dan wangi! Dijual juga kok per bungkus isi 10 cookies harganya 10,000. 

Saya benar-benar merekomendasikan buat pecinta pastry buat cobain kesini.

 

 

 

 

 
 
Date of Visit: Feb 21, 2016 

Spending per head: Approximately Rp60000(Tea)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Simply Brew Review Smile Feb 23, 2016   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kedai Kopi & Teh

Sebelumnya, kami terbiasa untuk menikmati kopi dan cemilan agak berbobot di Milestone. Kenapa saya bilang "agak berbobot" ? Soalnya mereka ada nachos dan sandwich, jadi lumayan mengenyangkan walaupun bukan menu berat. Nah, sebenarnya di lokasi ini kayak ada lima ruko berderet, dan yang terisi itu hanya ruko paling kiri dan ruko paling kanan. 

Ruko paling kanan adalah Milestone, dan ruko paling kiri adalah si Simply Brew ini. Jadi lah kami mencoba menjawab rasa penasaran kami akan Simply Brew dan melipir ke sini. To be honest, dari tampak luar secara dekorasi, Milestone lebih mengundang orang untuk masuk karena mengusung konsep Japanese industrial. Sedangkan Simply Brew ini dari depan nampak sangat plain, flat, dan ga ada dekorasi yang bikin anak-anak muda mau menginjak masuk, benar-benar sesuai namanya aja, simply. 

Ternyata, ketika masuk ke dalam, eh lumayan bagus lho! Langsung tercium aroma bijih kopi yang enak, damai, dan menenangkan. Di sisi kiri juga disediakan tempat duduk outdoor dengan hiasan dinding mural. 

Saya dan teman saya hanya memesan 1 chocolate pie, 1 latte coffee, dan saya memesan Lychee blended coffee (tapi saya ga foto, karena tampilannya seperti jus berkopi di gelas tinggi).

 

 
Chocolate pie nya seharga 25ribu, hmmm, untuk suapan pertama sih enak. Tapi begitu masuk ke suapan kedua dan seterusnya, enggak bikin pengen makan lagi dan lagi. Yah hanya cokelat, padat dan manis.

Latte coffee milik teman saya katanya enak. Dia sempat ditanya sama yang punya coffee shop, dan teman saya (yang kebetulan bisa bikin kopi) menyampaikan secara jujur kalau aftertaste nya agak pahit sedikit. Dan dengan luar biasanya, sang owner langsung bikinin yang baru dan kali ini rasanya pas (menurut teman saya). Salut deh sama pemilik coffee shop yang seperti ini. smile

Meanwhile minuman pesanan saya si Lychee blended, saya suka. Dengan irisan buah Lychee di dalamnya, yum yum!
 
Date of Visit: Feb 20, 2016 

Spending per head: Approximately Rp50000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Toro Sushi Review Smile Feb 23, 2016   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Sushi

Menjelang sore, akhirnya kami memutuskan untuk early dinner. Teman saya bilang sashimi favorit dia kalau ke Ubud adalah di Toro Sushi, jadi lah kami melipir ke sana. Tapi, Toro Sushi ini ada dua di Ubud, ada yang cafe, ada yang restonya. Jadi memang agak tricky untuk menemukannya. 

Kami pun sempat nyasar, tapi no worries, karena dari tempat pertama ke tempat kedua (tempat yang sesungguhnya dituju) tidak terlalu jauh kok, masih dalam satu area. 

Untuk makan di sini, harus naik tangga dulu karena letaknya agak ke atas. Perabotan kayu dengan nuansa yang terasa "oldies" belum lagi ada begitu banyak lukisan bernuansa Jepang tapi sedikit berdebu dan usang, makin menambah rasa "oldies" di sini. 

Buku menu pun diberikan, pada sore hari itu, kebetulan hanya kami saja yang datang makan. Saya langsung memilih Fried Tempura. Selalu menjadi kesukaan saya dimana saja dan kapan saja, hahay! Tempuranya tiba dengan ukuran yang lumayan besar, disajikan dengan saus celupnya, duh enak! Kulitnya garing namun ga bikin lecet dan ga bikin sakit tenggorokan. 

Selebihnya adalah pesanan teman saya, dia pesan Sashimi Set. Isinya lengkap banget dengan semua tuna segar, salmon, dan semua tersaji mentah. Sayangnya saya memang kurang bisa menikmati ikan mentah, jadinya saya tidak tahu seperti apa rasanya. 

Ada juga jenis sushi lainnya yang dibaluri mayonaise dan ketchup khas, tapi saya sih tetap lebih menikmati tempura saya, haha!

Untuk pelayanan, jumlah staff nya seingat saya ada lima orang pada saat itu, dan yang melayani hanya 1-2 orang saja. Jadi cukup banyak waktu luang, mereka mengobrol. Saya harap tempat ini diperbaiki dan dimodernisasikan. Soalnya sayang aja, sushinya enak, tapi "nampak" kurang menarik untuk dicoba. 

 

 

 

 

 

 

 
 
Spending per head: Approximately Rp150000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Nasi Ayam Ibu Mangku Smile Feb 21, 2016   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Bali | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Setiap kali mau berkelana ke kawasan Ubud, saya sih selalu senang. Pertama, karena hawa di sana memang lebih enak, lalu kedua, karena memang banyak tempat makan yang berpotensi luar biasa namun nampak 'sederhana' apa adanya, bersahaja. 

Nah, kali itu saya berkesempatan untuk mencoba Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku. Memang ada beberapa cabang, namun kata teman saya yang di Bali, cabang utamanya adalah di Ubud ini. 

Begitu masuk, saya langsung suka dengan suasana tempat duduknya yang outdoor dan duduk di bale-bale. Setiap balenya mengharuskan kita sedikit naik, jadinya perlu lepas alas kaki dan makan dengan suasana santai. Ada banyak bale hingga ke bagian belakang, jadi tempat ini memang bisa menampung banyak pelanggan.

Kami pun duduk dan memesan, ada dua pilihan yang membuat saya bimbang saat itu, yaitu Nasi Ayam atau Nasi Ayam Spesial. Saya bingung apa bedanya, namun karena sudah berada di tempat langsung, jadilah saya pesan yang Nasi Ayam Spesial. Minumnya saya pesan Kelapa Muda. 

 

 
Seporsi nasi ayam spesial pun tiba, dan wow, banyak isinya! Ada suwiran daging, sepotong dada ayam, kacang, kuah kari, dan juga sate. Satenya enak! Untuk harga 27,500 rupiah, makanan ini tergolong sangat memuaskan buat perut saya yang mungil. 

Kelapa Mudanya juga segaarrr! Daging buah kelapanya lembut dan sangat mudah dikerok. Dengan cuaca Ubud yang tergolong adem, menikmati sebuah kelapa muda, rasanya sempurnaaa.

Overall, secara pelayanan pun saya merasa tidak ada yang perlu dikeluhkan sih, semua menyapa dengan baik dan melayani dengan sopan. Saya sempat memesan Nasi Ayam ibu Mangku lagi, tapi tanpa perlu ke Ubud, saya pesan dengan fasilitas Go-food saja, hehe!

 

 
 
Spending per head: Approximately Rp50000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Sushi

Jadi alkisah, internet di kantor mati selama beberapa hari, dan kami semua ga bisa bekerja. Dengan bantuan teknologi, kami jadi tahu kalau ada working hub yang lagi ngasih FREE trial selama 1 hari full. Akhirnya kami daftar dan bekerja dari tempat itu, super homey dan wifinya kenceng, banyak bule kerja di situ juga (entah member atau FREE trial, hehe).

Nah, ketika laper, kami keluar dari sana dan ga menemukan tukang makanan satu pun, kecuali resto Sushi Hana yang ada di sebelah gedung. Kami pun ke sana, dan ketika masuk, ga terasa kaya masuk resto, karena masuk ke area agak gelap dan ada pintu gerbang besar lagi untuk dibuka. Ketika buka pintu gerbang (ala jaman dinasti), nah baru deh itu Sushi Hana di dalam. Tersembunyi banget deh kesannya.

Begitu di dalam, uwow! Tempatnya keren! Ada nuansa gloomy yang keren, dengan dekorasi gelap berwarna cokelat gelap dan hitam. Kami pun akhirnya memesan menu.

Saya memesan Baked Dynamite Roll, karena memang saya suka jenis sushi yang penuh dengan lumuran crunchy. Asam manisnya terasa pas di lidah, trus ukuran sushinya juga gedeeeee banget! Ini di foto sih kurang keliatan yah soalnya ketutup bubuk crunchy. Saking gedenya, sampai kami bungkus bawa pulang. Tapi pas sore saya cemil, bubuk crunchy nya sudah melembek, jadi alangkah baiknya kalau makan langsung di tempat. 

Lalu teman saya memesan Don Katsu, karena belum kenyang namanya kalau belum makan nasi full portion, hahay! Slices dagingnya pas dan rata, sesuai dengan satu suapan nasinya yang lembut. Teman saya sih doyan banget ya, pas saya cobain dagingnya emang enak juga.

Terus kami juga pesan satu menu lagi, tapi lupa nama lengkapnya apa. Itu lebih ke makanan pembuka sih dengan mayonaise dan beberapa irisan daging plus jamur di dalamnya. Enak juga kok, ringan, dan bikin kita merasa laper untuk masuk ke makanan berikutnya. 

Pelayanan di sini sih baik-baik. Dan tempatnya enak buat yang ingin menyepi sejenak di kala lunch. smile

 

 

 

 

 

 
 
Spending per head: Approximately Rp100000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0