OpenRice Index
  
Leenaa
This is Leenaa . I am a WriterI like to hang out in Sarinah. Sunda, Chinese are my favorite cuisines. I also love Kafe, Restaurant and Siomay / Batagor.
Member 83 First(s)
No. of Review248 Review(s)
編輯推介數目14 Editor's Choice
Recommended14 Recommended
Popularity5236 View(s)
Replies in Forum3 Comment(s)
Upload Photos424 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews1 Recommended Review(s)
My Restaurant118 My Restaurant(s)
Follow7 Following
粉絲256 Follower(s)
Leenaa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 16 to 20 of 248 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Es Krim/Yogurt | Halal

Jadi, Gusto Gelato ini sering banget direkomendasiin sama temen kalo lagi ngomongin es krim atau gelato. Tapi karena lokasinya lumayan jauh, jadi kadang-kadang males berangkatnya. Sampai akhirnya suatu ketika, ngidam makanan dingin menyerang. Berangkat lah kami ke sini, tanpa sadar bahwa hari itu adalah weekend dan sedang high season liburan.

Begitu masuk ke ruangan dalamnya, bener saja, ramai! Namun area duduknya terbagi menjadi indoor dan outdoor. Kalau ingin merasa dingin karena sejuk AC yah pilih indoor saja. Tapi kalau mau menikmati suasana yang lebih "Bali" nah di outdoor lebih enak karena ada bale-bale dan semilir angin. Dekorasi di bagian dalam lebih terasa seperti kafe, dengan dominasi warna orange dan putih. 

Saya akhirnya memilih gelato Snickers, karena memang saya doyan cokelat Snickers jadinya pas liat itu langsung pesan tanpa pikir dua kali. Hmmm, pas sendok pertama rasanya enak. Begitu masuk sendok kedua, kok rasanya kemanisan yah. Masuk sendok ketiga aduh mulai eneg. 

Saya juga mencoba punya teman saya, Strawberry dan Passion Fruit. Jadi di satu cup itu bisa pesan dua rasa, masing-masing satu scoop. Saya cobain Strawberry nya dan Passion Fruit nya secara terpisah, aduh enak! Asam manisnya pas dan bikin ketagihan! Seger!

Lalu saya mencoba juga punya teman saya yang memesan Chocolate dan Vanilla. Hmm, rasanya yah enak, tapi biasa saja, ga bikin ketagihan atau kepengen lagi.

Satu cup gelato disini dihargai 25ribu untuk dua rasa. Bisa juga pesan tiga rasa, tapi nambah lagi. Overall, saya sih suka yah, tapi emang musti jago pilih rasa deh lain kali, mending yang seger ketimbang manis, karena cup nya lumayan gede. 

 

 

 

 

 

 

 
 
Spending per head: Approximately Rp25000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Bebek di Tepi Sawah~ OK Feb 04, 2016   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Bali | Restaurant | Bebek | Halal | Kumpul Keluarga

Jadi memang rasanya belum afdol kalau berada di Bali tapi gak nyobain tempat ini. Nah, supaya afdol, akhirnya kami berempat berangkat lah ke Ubud demi sang bebek. Namun, kami lupa kalau itu ternyata adalah weekend, dzengggg! Ramainyo amboi! Dari depan memang sudah terasa sih kok agak sulit yah nyari parkiran, ha. 

Dari pintu depan ada replika gambar bebek yang dipahat di batu, memang itu simbolnya. Begitu masuk ke dalem, beuh, ramainya emang ga kira-kira. Kami sempat minta untuk dikasih tempat di area sawah, tapi katanya sudah penuh. Jadi lah saya melirik sebuah meja yang bisa untuk berempat dan pas banget memang bisa menghadap ke rerumputan (tapi bukan sawah yah, hanya rerumputan, sawahnya masih di ujung sebelah depannya lagi huhu). Daripada gak melihat yang ijo sama sekali, jadinya kami duduk di situ saja, gapapa deh liatin rumput haha.

Karena tak lama setelah kami duduk, baru lah kami sadar kalau semua meja sudah terisi penuh. Dan benar saja, sehabis itu langsung waiting list. Wow, Tuhan memang baik. 

Setelah diberikan buku menu, tak lama kemudian kami disamperin sama mbak'e yang lain tapi dia bawa toples berisi kue pia. Loh? Saya sih seneng aja pas disuruh cobain, ada berbagai rasa, cokelat, keju, dan apa gitu satu lagi saya lupa. Ternyataaa, Bebek Tepi Sawah sekarang juga jualan pie. Jadi itu adalah teknik jualannya, hahaha. Disuruh cobain tester sambil nunggu pesanan. Boleh juga mbak. Temen saya beli deh 1 dus.

Kami semua tentunya memesan si Crispy Duck yang notabene-nya sudah terkenal itu. 4 porsi Crispy Duck kemudian datang. Piringnya gede bener yay! Isinya sangat lengkap, mulai dari sambal Bali, nasi, lalapan, hingga si bebek itu sendiri. 

Sebelumnya, saya juga pernah diajak makan daging bebek di kawasan berbeda. Itu ukuran daging bebeknya kecil-kecil. Dan saya sebenernya gak terlalu suka makan daging bebek sih, karena gak ada dagingnya, beda sama ayam ya kan.

Pas di sini, yah sedikit lebih mending karena ukuran bebeknya sedikit lebih gede, walaupun menurut saya sih tetep lebih keceh daging ayam haha. Untuk harga 100,000 per porsi, yah sudah lah saya pikir, cukup sekali dalam 6 bulan ke sini, hahah. Karena saya lebih enjoy makan daging ayam. 

Secara rasa, yah memang enak, lebih crispy (saya enjoy makanin kulit bebek yang garingnya) sambalnya enak, nasinya juga legit anget, tapi yah sudah, begitu saja, gak ada faktor yang bikin saya ketagihan mau balik lagi. Saya lebih nagih makan bakmie, hoho.

 

 

 

 
 
Spending per head: Approximately Rp120000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Wanna cokelat dan mentega Smile Feb 04, 2016   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kedai Kopi & Teh

Brown & Butter ini sebenarnya berlokasi di dalam hotel BerryBiz, dan kenapa saya akhirnya bisa menemukan tempat ini? Alkisah, ada satu masa dimana kantor saya mati internet selama dua hari karena lupa bayar pas jatuh tempo. Akhirnya selama 2 hari itu kami berkelana mencari tebengan wifi. Hari pertama, kami sign up free 1 day mencoba kerja di sebuah working hub. Asyik banget kan tuh seharian bisa kerja di tempat nyaman, dan gratis! Tapi cuma sehari aja sepuasnya. Besoknya, kami akhirnya memutuskan hijrah ke sini, karena temen saya udah pernah coba koneksi wifinya yang keceh.

Begitu masuk ke dalam lobby hotel, nah di seberang meja resepsionis, langsung deh terpampang nyata cafe ini dengan dekorasi yang langsung merebut hati saya. Desain interiornya yang simple, seakan-akan berkata "less is more" haha! Hanya dengan dinding berkombinasi warna hitam dan putih, lalu deretan kursi dan meja kayu yang dipercantik dengan bantal-bantal besar (sangat nyaman buat dipeluk). 

Ukuran ruangannya pun sangat luas, dan jarak antar meja cukup baik sehingga meja lain ga bisa nguping apa yang kami bicarakan, yah kecuali kalau teriak-teriak yah. Ada juga sisi bangku di area outdoor buat para perokok, but hey, please stop smoking lah if you can. Lalu ada juga area bangku yang dibentuk seperti kapsul. 

Pelayanan juga sangat tanggap, dan mereka memang sudah faham benar kalau anak muda dateng dan membawa laptop, pasti mau nebeng wifi. Mereka sudah ada stok password wifi di lembaran kertas-kertas kecil, jadi tinggal minta saja dan langsung srenggggg wifi lancar!

Kali itu saya hanya memesan minum, sorenya baru pesan makan tapi lupa difoto. Saya pesan jus strawberry, enak dan menyegarkan. Harganya kisaran 25-30ribuan untuk drinks. Sementara roommate saya memesan kopi latte (seperti biasa). Dihias dengan gambar hati, haha, hanya dengan diantar ke meja saja sudah bisa tercium wanginya, yumm.

Untuk makanan, enak enak juga kok, saya pesan French fries, kirain yah standard saja kan, namun ternyata disajikan dengan irisan suwir daging ham dan saus homemade buatan mereka sendiri. Enak! Sayangnya, karena waktu itu sudah agak sore dan kami laper jadi gak foto deh. Harganya 38ribu. Asyik lah bisa ngantor dari tempat begini, cuma kalau kelamaan duduknya yah pegel juga, haha. 

 

 

 

 

 

 

 
 
Spending per head: Approximately Rp60000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Batu Smile Feb 04, 2016   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kedai Kopi & Teh | Halal

Kenapa judul reviewnya adalah batu? Karena, biasanya temen2 di kantor selalu plesetin "Milestone" dengan sebutan "Ayo ke Batu yuk?" haha! Well, sebenernya Milestone ini belum terlalu lama buka. Belum setahun bahkan. Tapi sudah lumayan famous (setidaknya di kalangan pecinta kopi kawasan Denpasar). Kenapa? 

Karena....dekorasinya bro, sis! Bagus banget! Jadi begitu masuk ke dalam akan langsung terasa nuansa Jepang yang tidak dibuat-buat. Dinding bertema industrial dengan warna abu semen, tangga besi dengan pegangan hitam pekat, lighting bulbs yang menggantung secara horizontal melintang di atas meja, hingga pilihan musiknya. Hipster namun relaxing. 

Terdiri dari dua lantai, dan di bawah adalah kasir serta tempat memasak-meracik kopi. Sebenarnya ukuran coffee shop ini kecil lho, hanya ruko tiga lantai. Lantai satu hanya muat 2-3 meja. Di lantai dua baru lumayan, bisa 5-6 meja tapi itupun berdekatan. Lantai tiga adalah tempat mereka menyimpan semua perabotan dan bahan kopinya.

Karena saya tidak bisa minum kopi, jadinya saya pesan Nachos. Believe me, Nachos nya super enak! Dengan irisan daging ham dan melted cheese, adoh! Dan dibanderol seharga 25,000 apa 35,000 gitu. Buat makan sendirian sih puas, beneran deh. Temen saya ngopi, dan sebagai pecinta kopi sih dia bilang lolos lah dari standar kopi enak.

Kami pernah datang dan akhirnya iseng juga memesan cheese cake nya, tanpa ekspektasi apapun. Karena biasanya jarang lho ada coffee shop yang cake nya enak. Ternyata oh ternyata, enak! Krimnya lembut dan manisnya pun gak berlebihan. 

Oh ya, satu hal lagi yang saya suka dari Milestone adalah pelayanannya! Super! Begitu kita dateng nih, langsung naik ke lantai 2 kan, gak perlu lama, nanti ada waiter dateng dan langsung bawain kita gelas lalu nuangin kita air mineral GRATIS. Luar biasa ga tuh? 

Eh, masih ada lagi. Wifinya kenceng! Udah deh, bungkus cuss.

 

 

 

 

 
 
Spending per head: Approximately Rp50000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Meksiko | Restaurant | Kumpul Keluarga

Pada waktu itu, saya dan roommate saya menghabiskan Sabtu siang dengan mencari tempat makan apa saja yang belum pernah kami coba. Dan Taco Beach Grill ini menjadi salah satu tujuan kami, yang bahkan kami ketahui dari temannya roommate saya (orang dari Jakarta) yang sedang liburan di Bali. Ha!

Tempatnya cukup kecil dan hanya ada 5 sampai 6 meja saja. Bahkan kalau mau parkir, harus di area jalan yang agak maju ke sanaan dikit, karena lokasinya langsung di tengah jalan utama. Begitu masuk ke dalam tempat ini (yang menurut saya, cukup mirip kedai), langsung banyak hiasan ala Mexico yang memenuhi seluruh ruangan. Warna-warna mencolok dengan poster-poster menarik berisikan petikan tulisan berbahasa Inggris yang menggelitik langsung berjejeran di dinding. 

Staff yang bekerja pada hari itu hanya ada dua orang saja. Saya juga kurang tahu apakah di dapur masih ada orang lain lagi, ataukah salah satu dari mereka ternyata memasak? 

Langsung saja saya menanyakan apa menu best seller mereka. PORK TACO. Hmmm, menarik. Saya memesan itu, roommate saya memesan Salmon Taco. Kami ditanyakan, mau memilih taco nya yang empuk atau keras. Jika empuk, berarti doughnya tidak dibakar dan agak tipis. Sedangkan kalau mau taco yang keras, berarti crunchy dan jadinya lebih tebal sedikit. Saya memilih yang lembut. 

Tanpa perlu menunggu terlalu lama, pesanan kami tiba. Nampak sangat meyakinkan! Porsinya juga wow! Selesai difoto-foto untuk review, langsung kami hap! E N A K!

Di dalam dough taco yang lembut tadi, isinya penuh dengan irisan daging pork yang disuwir dengan sempurna. Benar-benar tidak langsung terasa 'pork' nya. Disajikan dengan dua pilihan saus (yang sayangnya lupa saya tanyakan apa namanya). Yang jelas, salah satunya memberikan sedikit esensi rasa pedas. Tapi enak!

Oh ya, untuk harganya seporsi ini adalah 60,000. Sangat recommended!

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 
 
Recommended Dish(es):  Pork Taco
 
Spending per head: Approximately Rp75000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0