OpenRice Index
  
Leenaa
This is Leenaa . I am a WriterI like to hang out in Sarinah. Sunda, Chinese are my favorite cuisines. I also love Kafe, Restaurant and Siomay / Batagor.
Member 83 First(s)
No. of Review248 Review(s)
編輯推介數目14 Editor's Choice
Recommended14 Recommended
Popularity5238 View(s)
Replies in Forum3 Comment(s)
Upload Photos424 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews1 Recommended Review(s)
My Restaurant118 My Restaurant(s)
Follow7 Following
粉絲256 Follower(s)
Leenaa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 26 to 30 of 248 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Stand / Kios | Sate

Lokasi: Ternyata letaknya tidak terlalu jauh dari Beachwalk, jika ditempuh dengan mobil hanya diperlukan waktu 5 menit saja (jika tidak macet yah pada saat weekend atau high season holiday). Tempatnya hanya berupa tenda saja dan berada di bawah pohon besar, cukup mudah dikenali kok karena tendanya berwarna kuning cerah. Begitu datang, di bagian depan tenda, sudah ada seorang ibu berusia lanjut yang masih semangat mengipasi arang untuk membakar sate. 

 

 

 
Lalu proses memesannya adalah harus ke tempat seorang wanita paruh baya yang bertugas menjadi kasir sekaligus yang mengambilkan satai. Biasanya ketika ramai sih kita akan langsung disuruh bayar dan bawa makanannya sendiri. Satu porsi berisi 10 tusuk harganya 20,000 rupiah. Bisa pesan terserah mau menikmatinya dengan nasi atau dengan lontong. Disajikan dengan bubuk garam dan irisan cabai merah yang super pedas. 

 

 

 
Dengan harga dua puluh ribu per porsi, saya langsung jatuh cinta dengan citarasanya. Super enak! Dalam satu tusuk sate memang hanya ada dua buah daging pork yang sudah di-marinated, rasanya meresap dan enak banget! 10 tusuk, mungkin bagi sebagian orang akan terasa kurang cukup deh. Nasi dan lontong pun sama enaknya, namun untuk menyingkat waktu, saya menyantapnya dengan lontong, jadi hanya tinggal tusuk saja, hehe.

Tips: Jika ingin menikmati sate ini, hindari jam makan siang, karena bisa sangat ramai antriannya. Dan karena memang tempatnya adalah tenda bawah pohon, jangan berharap untuk mendapatkan layanan layaknya di hotel bintang lima yah. smile
 
Spending per head: Approximately Rp20000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Kedai Kelle review Smile Nov 06, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Kafe | Halal | Kencan / Berpasangan

Kedai Kelle ini lokasinya ada di Jalan Tukad Musi, tepat ada di barisan belakang Gereja Kathedral Renon, Denpasar. Awalnya, kami pertama kali tau tempat ini karena teman kami bilang, papanya dia ke Kedai Kelle dan bilang makanannya enak. Kami semua langsung teriak, "Wooooo, papamu ajah lebih gaul nih, kita belum pernah cobain makanan di sini!".

Alhasil, di suatu waktu, kebetulan kami habis mampir ke Pixelatte untuk minum-minum kopi sambil kerja. Begitu mau pulang, mendadak tergiur untuk mencoba Kedai Kelle, karena teringat kata papanya teman kami di situ makanannya enak. Kami pun melipir. 

Kedai Kelle ini strategis sih tempatnya karena bisa terlihat dari dua sisi jalan. Terus di dalamnya juga lumayan luas, ada kurang lebih 10 meja, dan di bagian depan, tempat duduk semi outdoor dengan kursi dan meja ala cafe, ada sekitar 6 hingga 8 meja lagi. Tak jarang mereka pun terlihat ramai kok. 

Melihat menunya, kami juga merasa ini harganya pas, enggak terlalu mahal dan enggak kemurahan, totally wajar. 

 

 

 

 
Akhirnya kami semua memesan makanan yang berbeda-beda. Awalnya saya tergiur dengan Gado-Gado, namun ketika melihat di buku menu, mereka ada Indomie kuah! WADUH, godaan terbesar ketika lapar adalah indomie! Alhasil saya memutuskan indomie kuah dengan keju dan kornet untuk dimakan di tempat, sedangkan gado-gado dibungkus take away. 

Teman saya memesan nasi dan ayam bakar. Ada juga yang memesan Chicken Steak. Kami sengaja memesan berbeda-beda supaya lain kali kalau ke sini lagi, jadi sudah tau mana menu yang enak dan mana yang enggak. 

Begitu makanan datang, beh! Saya sih langsung menyantap habis indomie kuah pake keju dan kornet saya, yumm! Mereka gak cuma menyajikan indomie yang konon katanya kurang sehat itu, tapi mereka juga sangat thoughtful dengan menambahkan irisan tomat dan mentimun, serta sayurannya segar. 

Chicken Steak nya sedikit terlalu asin kalau di lidah saya. Sedangkan nasi dan ayam bakarnya tidak saya coba, tapi teman saya bilang sih enak. Overall, semuanya enak dan harganya berkisar dari 14,000 (indomie saya) hingga 35,000 (nasi dan ayam bakar, harga steak juga segituan). 

Untuk minumannya, semua bisa dipilih di bar, mereka bahkan menjual air kelapa! Uyeay! Hingga saat ini, saya sudah 3 kali sih ke Kedai Kelle, recommended!
Steak

Steak

 
Indoramen

Indoramen

 
nasi ayam bakar

nasi ayam bakar

 
steak

steak

 
 
Spending per head: Approximately Rp50000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Watercress Bali review OK Nov 06, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Kumpul Keluarga

Watercress, tempat ini menjadi salah satu lokasi untuk meeting hari itu. Dan saya belum pernah ke sana sebelumnya, jadi saya pikir mungkin akan sama saja seperti kafe di Bali pada umumnya. 

Begitu sampai, kami parkir di sisi kiri dan masuk ke Watercress jalan kaki dari pintu samping. Tanpa saya sadari ternyata ada pintu masuk di depan. Pada saat jam lunch, sungguh sangat sangat ramai! Dan mayoritas tamunya adalah turis bule. Di salah satu sisi meja, ada artis Aline Adita dan Indah Kalalo bersama teman-temannya. 

Tak lama setelah duduk-duduk, kami pun memesan. Saya dan teman saya (karena kami hanya berdua saja), kami memesan Sandwich yang bisa dibagi dua. Teman saya bilang porsinya lumayan. Dan karena harga per menunya memang terbilang cukup mahal, kisaran dari 80,000 an. 

Datanglah pesanan kami, disajikan di atas papan kayu ala ala foodstyling. Benar saja, porsinya luar biasa gede! Kami makan berdua pun cukup. Gurih dan kami suka dengan tingkat kematangan dagingnya. Yumm!
buku menu

buku menu

 
cheesecake Oreo

cheesecake Oreo

 
Snickers

Snickers

 
Vanilla ice cream

Vanilla ice cream

 

 
menu book

menu book

 
Kami pun kemudian memesan dessert, Oreo Cheesecakes nya terlihat menggiurkan. Kami kebetulan sempat mengintip di meja sebelah, hehe. Dan satu jenis cake lainnya yang juga menarik adalah something with Snickers atau Silverqueen. Saya juga minta ditambahkan es krim vanilla (dengan ekstra charge). Cake ini lebih keras ketimbang Oreo Cheesecakes. Jadi lebih butuh effort motongnya sekeras mungkin. Masing-masing harga cakes ini kalau tidak salah sekitar 45,000 per slices. Lumayan banget kan?
note

note

 
sandwich

sandwich

 
buku menu

buku menu

 
Suasana di dalam Watercress ini memang terasa cukup industrial dengan batu bata merah sebagai latar belakangnya. Kemudian di toiletnya juga super lucu dan wangi! Posisi restoran ini bentuknya memanjang, jadi lumayan agak sempit. 

Kalau untuk pelayanannya sih cukup baik yah. Walaupun ada perbedaannya, kalau mereka menyambut turis bule, langsung dituangkan air segar dengan irisan buah lemon dan mentimun. Sedangkan kalau tamu lokal, dibiarkan saja, tidak diberikan air, kecuali minta, baru deh dikasih. 

Kalau untuk sesekali makan di sini, boleh boleh saja, makanannya enak. Tapi kalau sering-sering sih, hmmmm enggak deh. 
 
Spending per head: Approximately Rp150000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Alchemy review OK Nov 06, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant

Alchemy, nama tempat yang satu ini sering banget disebut-sebut sebagai tempatnya para vegan alias pecinta makanan sehat. Memang di Ubud ini adalah pusatnya berbagai makanan sehat, karena banyak yogini (orang yang aktif yoga) sering berkunjung ke Ubud. Hal yang menarik lainnya juga kalau di Ubud itu gaya fashion para turisnya beda banget. Ibarat kata, seperti kaum hipster, wilayah Ubud ini seperti para anak-anak Jaksel ketimbang wilayah lainnya. 

Biasanya, ketika weekend, saya dan teman saya memang lebih senang menghabiskan waktu di Ubud. Waktu itu, kami bertiga mengitari Ubud dan akhirnya memutuskan untuk makan siang di Alchemy, ceritanya lagi mau bergaya hidup sehat.

Begitu masuk ke dalamnya, kami langsung disambut dengan ramah oleh staff di sana. Dia langsung bertanya, "Sudah pernah datang ke Alchemy sebelumnya?" dan kami jawab belum. Lantas, ia langsung menjelaskan bahwa di dalam Alchemy hanya tersedia makanan sehat dan organic. Ruangan terbagi menjadi tiga area. Bagian depan untuk pengunjung yang ingin duduk outdoor, lalu bagian kanan lebih seperti outlet tempat berjualan produk-produk organic kesehatan (minyak rambut, shampoo dan lain sebagainya), lalu di bagian kiri ada etalase makanan dan bila jalan lurus bisa menembus ke area semi outdoor di belakang. 

Secara tempat, saya sangat menyukai nuansa di Alchemy. Sangat menenangkan dan terasa damai bersih. 
Ada tangga ke atas

Ada tangga ke atas

 
Etalase cookies

Etalase cookies

 
Etalase menu makanan salad dan lainnya

Etalase menu makanan salad dan lainnya

 
art frame

art frame

 
art frame

art frame

 
Energy balls cookies

Energy balls cookies

 
seating area

seating area

 
stiker di jendela

stiker di jendela

 
Akhirnya kami memesan 3 jenis makanan yang berbeda. Saya memesan 1 energy ball (ini adalah sebutan untuk cookies yang mereka buat) dari bahan-bahan alami dan organic tanpa pemanis buatan. 1 cookies nya seharga 12,500. Lalu teman saya memesan minum Virgin Mojito (karena setelah melihat list menunya, jenis minuman itu dirasa paling 'mendingan'). Lalu ada juga menu California Sushi. 
California Sushi

California Sushi

 
Begitu semua menu tiba, yang paling mending dilihat untuk first impression adalah si California Sushi. Rasanya pun masih terbilang enak walaupun hambar. Ketika merasa haus, kami menyeruput si Virgin Mojito, dan teman saya langsung memberikan ekspresi "Hueee" yang akhirnya membuat saya penasaran. 

Saya seruput si Virgin Mojito, rasanya memang seperti minum daun. Benar-benar terasa seperti air daun. Untungnya disajikan dengan es sehingga masih ketolong rasanya. 

All in all, semua makanan di Alchemy memang untuk pecinta makanan sehat yang sesungguhnya deh. Tanpa rasa, tanpa pemanis atau perasa buatan. Saya yakin jika selama 10 hari minum minuman di Alchemy, pasti nanti poop-nya wangi. 
 
Spending per head: Approximately Rp76000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Creamy comfort review OK Nov 06, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Dessert | Halal | Hang Out

Kafe ini sebenarnya tergabung dengan kantor fotografi Axioo, dan sesuai dengan namanya, Creamy Comfort ini dibuka untuk kalian yang menyukai makanan manis. Jika ingin bersantap dessert nah boleh lah dicoba ke sini. Bertempat di kawasan Kerobokan, cukup mudah kok menemukannya, sebelum belokan kalian bisa melihat ada tulisan besar huruf A, X, I, O, O dan itu dia tempatnya. 

Kali itu adalah untuk kedua kalinya saya datang, untuk sekalian numpang wifi, hehe. Wifi nya mereka nih cepet lho, tapi kalau dalam keadaan sepi yah. Kalo pas rame sih jadinya agak melemah. Begitu masuk ke dalam kafe, perabotan serba "broken white" dan pastel tersebar di seluruh penjuru ruangan. Lumayan sih buat mata, ngelihatnya bersih dan sangat fotogenic buat foto deh. Makanya tak jarang, banyak tamu dateng, lebih lama buat foto2 ketimbang buat makan.

Kami langsung memesan. Teman saya memesan Hot Chocolate (yang menurut dia enak, karena dicampur dengan kandungan kopinya lumayan banyak). Lalu ada juga yang memesan Nutella Chocolate, pas menu ini sampai, uwow, tampilannya keceh banget buat difoto. Ada marshmallow bakarnya dan juga cracker di dalam whipped cream. Tapi begitu disedot, hmmm, agak kemanisan sih yah kalau menurut saya.
Nutella Chocolate

Nutella Chocolate

 
Lalu pesanan lainnya adalah Banana Nutella, dengan sedikit citarasa Banana dimasukkan ke dalam minuman juga, supaya lebih sehat. Penampilannya juga sangat cocok untuk Instagram. Tapi sayangnya kami semua gak foto-foto cantik minumannya, karena fokus mau cepet-cepet kelarin kerjaan hehe. 
Banana Nutella

Banana Nutella

 
Saya sendiri hanya memesan minuman air mineral putih yang dikemas dalam botol E+. Botol minuman yang itu lho, kecil, mungil tapi buntet dan warnanya hijau pastel, cakep banget deh! Tapi di Creamy Comfort ini bungkusannya dicopot dan diganti labelnya dengan logo mereka, kebetulan karena warnanya pastel jadi nyambung aja sih.

Secara pelayanan, kurang begitu oke, karena mereka super ramah kalau tamunya turis (alias bule). Tapi kalau dengan tamu lokal, yah biasa-biasa saja. 

Dari segi harga, semuanya berkisar dari 25,000 hingga 55,000. Cukup mahal sih kalau untuk minuman, karena effort menata nya yah. 
 
Spending per head: Approximately Rp60000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0