OpenRice Index
  
Leenaa
This is Leenaa . I am a WriterI like to hang out in Sarinah. Sunda, Chinese are my favorite cuisines. I also love Kafe, Restaurant and Siomay / Batagor.
Member 83 First(s)
No. of Review248 Review(s)
編輯推介數目14 Editor's Choice
Recommended14 Recommended
Popularity5236 View(s)
Replies in Forum3 Comment(s)
Upload Photos424 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews1 Recommended Review(s)
My Restaurant118 My Restaurant(s)
Follow7 Following
粉絲256 Follower(s)
Leenaa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 36 to 40 of 248 Reviews in Indonesia
Curry in Bali, why not? Smile Sep 17, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Go! Curry.
Tempat ini pertama kali saya ketahui di Jakarta, waktu itu biasa ditemukan di dalam mall. Dan beberapa hari lalu, tanpa direncanakan, saya dan teman-teman team kantor menuju Beachwalk untuk makan Go! Curry. Pasalnya, salah seorang teman sedang 'ngidam' udah lama ga makan nasi kari.
Begitu sampai di sini, sudah pukul 21:48 malam padahal, tapi mereka masih dengan ramah menyambut dan melayani kami dengan baik. Ada lima jenis curry yang bisa dipilih, yaitu Red curry, Yellow curry, Brown curry, Rongan josh curry, dan satu lagi saya lupa, hehe. Kami minta tester nya terlebih dahulu, disajikan dalam piring kecil. Ada dua jenis curry yang langsung menarik perhatian lidah saya, yaitu Yellow curry dan Rongan Josh curry. Keduanya enak, dan tingkat gurihnya pun langsung 'ngena' di lidah. Namun, setelah saya resapi dalam beberapa sendok berikutnya, saya lebih suka Yellow curry karena teksturnya lebih ringan.
Kami pun memilih jenis nasi, dan jenis makanan lainnya untuk melengkapi sajian curry. Terdapat lima jenis pilihan nasi. Untuk dagingnya saya pilih yang Chicken Katsu.
Tanpa perlu menunggu lama, pesanan kami datang. Seporsi besar nasi curry yang enak dan bumbunya sesuai dengan selera saya. Disajikan dalam mangkuk besar dengan beberapa potongan daging ayam katsu, di atas nasinya diberikan garnish jadi lebih keceh, hehe. Untuk harga 69.000 per porsi, saya rasa memang worth it yah. Jenis nasi yang saya pilih memiliki tekstur lebih lengket, jadi lebih terasa cepat kenyang. Saya sempat menyisakan separuhnya untuk dibungkus bawa pulang, hahah!
Suasana di dalam Go! Curry Beachwalk ini sangat besar dan luas. Kita bisa duduk dan langsung menghadap kasir atau open kitchen. Hiasan dindingnya dipenuhi dengan ilustrasi gambar yang lucu-lucu. Overall, saya menyukai tempat ini dan bukan tidak mungkin nanti bisa kembali lagi, karena tempatnya pewe juga kok untuk ngobrol2 sambil makan santai.
Interior

Interior

 
Interior

Interior

 
wall

wall

 

 

 
Yellow curry

Yellow curry

 
 
Date of Visit: Sep 15, 2015 

Spending per head: Approximately Rp80000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Take, Otentik Japanese Food Smile Aug 17, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Ramen | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Sebuah restoran Jepang yang otentik, TAKE. Dari luar sudah terlihat lebar ke samping dengan akuarium yang dipenuhi ikan. Begitu masuk ke dalam, saya seperti berada di Jepang beneran. Semua dekorasi di dalamnya benar-benar benda Jepang yang klasik dan bukan buatan. Para waitressnya mengenakan kimono sederhana, dan resto ini terbagi menjadi dua lantai. Kami sudah booking ruangan VIP di lantai dua, yang ternyata ruangan khusus dengan tatami, sehingga kami harus melepaskan sandal. Setiap ruangan dibatasi dengan sekat bamboo dan juga dihiasi dengan koleksi barang Jepang seperti kain Kimono dan lainnya.
VIP floor

VIP floor

 
2nd floor

2nd floor

 
Japanese stuff

Japanese stuff

 
VIP room

VIP room

 

 
Untuk menu makanannya juga sangat sangat lengkap! Kami memesan sushi, tempura, dan beberapa paket don (nasi). Rasa makanannya dimasak dengan enak dan terasa bahwa dagingnya fresh. Namun karena saya sudah sedikit kenyang dari tempat sebelumnya, jadi tidak bisa menghabiskan seluruh pesanan makanan.
Menu Book

Menu Book

 

 

 

 
Jika memesan ruangan VIP, di sini kalian akan dihandle oleh seorang waitress yang khusus bertanggung jawab untuk setiap kali bel dibunyikan. Ada tombol di meja untuk memanggil. Menunggu pesanan pun tidak terlalu lama, hanya dibutuhkan waktu kurang lebih 3 hingga 5 menitan saja. Untuk kisaran harganya, memang bisa dibilang cukup pricey karena restoran ini bukan restoran biasa, kualitasnya terbukti dan terlihat.
 
Recommended Dish(es):  Sushi!
 
Spending per head: Approximately Rp170000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Affordable Dimsum in Bali! Smile Aug 17, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Dim Sum | Halal | Kumpul Keluarga

Berada di Denpasar, sebenarnya sangat sedikit bisa menemukan Chinese food yang luar biasa enak. Katakanlah bakmie, pangsit, siomay, dan masih banyak lagi list makanan ala Chinese yang jarang saya lihat. Ketika rasa rindu akan dimsum menyerbu, teman saya bilang ada satu tempat dimsum yang bisa kami tuju, untuk rasa dikatakan lumayan, dan harganya terjangkau karena 13.000 per porsi untuk semua jenis dimsumnya. Langsung lah kami menuju ke sana.

Dimsum Manan berada di tengah jalan besar, mudah ditemukan karena berwarna merah dengan ukuran resto yang besar dan terbuka. Kami pun langsung menepi, duduk, dan memesan setiap dimsum yang ada. Favorit saya adalah lumpia kulit tahu kukus, siomay, dan bakpau. Teman saya memesan jenis lainnya, hakau, ceker ayam, dan banyak lagi. Dimsum Manan tak hanya menyediakan variasi dimsum saja ternyata, karena mereka juga memiliki Bubur Hongkong. Seporsinya pun 13.000, horray!
Ceker Ayam

Ceker Ayam

 

 
Bakpau

Bakpau

 
Siomay

Siomay

 

 
Ha Kau

Ha Kau

 
Ketika saya dilanda laper berat, saya memesan Bubur Hongkongnya. Ketika datang selagi hangat, dalam ukuran mangkok yang tidak terlalu besar, namun ternyata mengenyangkan karena ada irisan cakwe dan daging udangnya. Untuk rasanya pun terbilang enak.
Pelayanan dari mereka pun baik dan sigap. Percayalah, ada restoran lain yang pelayanannya jauh lebih mengecewakan dan tidak sigap sama sekali. Dimsum Manan akan menjadi tempat pelarian saya jika menginginkan dimsum yang terjangkau dan enak.
 
Recommended Dish(es):  Siomay & Bubur HongKong
 
Spending per head: Approximately Rp55000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kedai Kopi & Teh | Halal

Bertandang ke kawasan Ubud untuk melihat lokasi wedding photoshoot klien, akhirnya saya dan teman saya menyempatkan diri ke Seniman Coffee. Saya sudah sering sekali mendengar nama tempat ini sebagai salah satu coffee shop teranyar di Ubud. Begitu tiba di lokasi, teman saya menjelaskan bahwa Seniman Coffee terbagi menjadi dua area, letaknya berseberangan. Sisi yang satu menyajikan coffee yang hot dan lengkap dengan cara pembuatan yang diperlihatkan oleh sang baristanya. Biasanya di lokasi itu juga ada workshop coffee-maker. Begitu masuk ke sisi ini, saya bisa merasakan atmosphere ala-ala bar dengan dentuman musik yang asyik dan area tempat duduk yang ramai. Karena saya tidak merasa terlalu nyaman dengan suasananya, jadi lah kami berpindah ke sisi yang di seberang, yaitu sisi Cold Brew. Di sini lebih menenangkan dan laid-back. Kursi yang tersedia pun tidak terlalu banyak, sehingga tidak terlalu ramai sesak.
Sitting area

Sitting area

 
Sitting area

Sitting area

 
Saya memesan Espresso Granito, dan teman saya memesan Milk Chocolate. Sembari menunggu pesanan, saya melihat-lihat cake yang dipajang di lemari kacanya, cukup menggiurkan, namun saya sedang tidak mood untuk ber-cake ria siang itu. Lalu ada juga beberapa cokelat bungkus yang menarik perhatian saya karena bungkusnya sangat artsy dan unik, ternyata itu adalah cokelat Pipiltin yang merupakan bagian dari Pipiltin Cocoa di Jakarta.
Espresso Granito & Chocolate

Espresso Granito & Chocolate

 
Espresso Granito

Espresso Granito

 
Chocolate

Chocolate

 
Suasana di sini lebih menyenangkan buat saya, langsung menghadap jendela tanpa kaca dan melihat bunga alami yang tumbuh menjalar dari atap. Di sisi kiri tempat duduk saya ad arak yang memajang semua koleksi bijih kopi, sangat lengkap! Begitu pesanan kami datang, disajikan dengan nampan gelas yang unik dan diberikan kue pisang dalam setiap nampan. Saya suka kue pisangnya, enak, lembut dan manis! Espresso milik saya super pahit (sepertinya saya salah menafsirkan, saya piker itu es krim, ternyata bukan). Milk Chocolate punya teman saya enak dan dingin menyegarkan! Setiap minuman kami dibanderol dengan harga kisaran 35.000 – 40.000 IDR.

Definitely I will come back here again to try their cookies. Oh, dan di sela-sela kami mengobrol, sang pemilik datang dan dengan ramah memberikan kami tester dried food. Buah jeruk dengan kulitnya yang dikeringkan, lembaran dried food kombinasi stroberi & yogurt, nanas, dan lainnya. Saya sih suka yang jeruk dan nanas, segeeeeer!
 
Recommended Dish(es):  Chocolate & Kue Pisang
 
Spending per head: Approximately Rp50000(Other)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Afternoon Tea Biku OK Aug 17, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Bali | Restaurant | Kumpul Keluarga

Sebuah ajakan dari teman kerja mengantarkan saya berujung di Biku. Tapi kali ini, saya ingin berbagi pengalaman yang tidak terlalu menyenangkan. Ketika saya dan teman saya tiba, kondisi di dalam Biku hanya ada beberapa meja saja yang terisi dan kebanyakkan memang turis yang sedang bersantap. Sebelum kami masuk, mbak host nya bertanya "Untuk berapa orang?" dan kami jawab, untuk bertiga, karena nanti teman kami menyusul 1 orang lagi. Lalu si mbak tersebut mengecek ke komputer kemudian mengatakan, "Hanya ada 1 meja saja dan cuma bisa digunakan selama satu jam saja yah, karena nanti jam 7 malam akan penuh dengan tamu-tamu yang reservasi." Lalu kami bingung, karena meja-meja di dalam banyak yang kosong dan di atas meja pun tidak ada tulisan "reserved" nya. Tapi yasudahlah kami masuk.
indoor

indoor

 
Duduk di salah satu meja yang diberikan dan memesan Tradisional Afternoon Tea, yang dibanderol seharga 110.000 IDR per orang, mendapatkan 1 tier penuh pilihan kue, scones, sandwiches, dan ginger cookies. Kemudian teman saya memesan Coconut Orange Cake dan Mix Vegetable Juice. Untuk rasa makanannya, saya sangat sangat sangat suka dengan tekstur Scones nya! Tidak terlalu lembut namun tidak terlalu keras juga, diolesi dengan selai stroberi dan whipped cream, setiap gigitan bikin nagih! Ukuran sconesnya juga cukup besar, makan 3 scones sudah lumayan bikin perut setengah kenyang. Saya juga suka sandwich tipis berisi salad dan irisan ikan (entah tuna atau salmon) namun sebagai lidah Indonesia, saya rasa kalau bisa dicolek ke sambal, pasti sempurna, hehe.
Traditional Afternoon Tea

Traditional Afternoon Tea

 
Ginger Cookies

Ginger Cookies

 
Berries

Berries

 
Tea

Tea

 
Tanpa terasa, sudah mau 1 jam kami duduk-duduk dan ngobrol. Tier afternoon tea nya masih saja terlihat banyak, dari 3 susun tier, baru 1 lapisan yang paling atas saja yang sudah habis. Tier kedua yang penuh dengan kue, dan tier paling bawah paling banyak dengan variasi sandwich. Saya pikir yah di-take away saja kalau tidak sempat dihabiskan. Sempat juga ada lalat yang hinggap di salah satu sandwich, sehingga kami agak ragu memakannya. Padahal kami berada di ruangan indoor, namun entah kenapa ada seekor lalat bisa menyusup masuk.
Lalu si mbak host menghampiri meja kami dan berkata, “Sudah mau 1 jam yah, jika masih mau pindah meja, masih ada 1 di sofa sebelah sana, tapi itu hanya bisa digunakan setengah jam saja, karena jam 8 sudah ada yang reservasi juga.” Entah mengapa, tapi menurut saya, cara si mbak menghampiri kami itu tidak terlalu bagus etikanya. Tidak ada senyum, tidak ada kata ‘permisi’ dan terasa kurang ramah. Saya hanya menyayangkan etika si mbak itu saja, karena waitress yang lain baik dan ramah semua, tidak congkak seperti mbak host.

Jadi overall, secara makanan saya bisa katakan cukup puas walaupun memang pricey tapi worth the value. Secara pelayanan, sedikit mengecewakan memang dengan si mbak host, tapi yah apa mau dikata kalau memang tempat itu penuh dengan reservasi. Semoga ke depannya bisa memberikan pelayanan yang lebih baik saja, terutama tata bahasanya.
 
Recommended Dish(es):  Scones!
 
Spending per head: Approximately Rp120000(Tea)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 1  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0