OpenRice Index
  
Leenaa
This is Leenaa . I am a WriterI like to hang out in Sarinah. Sunda, Chinese are my favorite cuisines. I also love Kafe, Restaurant and Siomay / Batagor.
Member 83 First(s)
No. of Review248 Review(s)
編輯推介數目14 Editor's Choice
Recommended14 Recommended
Popularity5238 View(s)
Replies in Forum3 Comment(s)
Upload Photos424 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews1 Recommended Review(s)
My Restaurant118 My Restaurant(s)
Follow7 Following
粉絲256 Follower(s)
Leenaa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 41 to 45 of 248 Reviews in Indonesia
Brunch di Habitual OK Aug 17, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Steak & Grills | Burger

Dikenal sebagai salah satu tempat ter-kece untuk menikmati brunch, saya tak sabar ketika menuju Habitual di hari Minggu. Begitu tiba, kedua teman saya terkejut, karena ternyata Habitual renovasi tempatnya menjadi ruangan resto yang tertutup dengan beton abu-abu gelap. Mereka bilang, dulu itu Habitual bernuansa outdoor tanpa beton, jadi bisa menikmati pemandangan sawah. Yah, sangat disayangkan yah, tapi mungkin sang pemilik memiliki alasan tersendiri.
sisi bar

sisi bar

 
sisi mengarah dapur

sisi mengarah dapur

 
sitting area

sitting area

 
Berada di dalam ruangan Habitual, sebenarnya cukup lega yah, di sisi kanan ada dapur yang bisa dilihat setengah. Di sisi kiri ada bar yang memajang semua koleksi minumannya. Di tengah-tengah, semua kursi dan meja bergaya kolonial modern. Saya tidak begitu menikmati suasananya karena efek pemilihan warna tembok dan lainnya menghasilkan ruangan yang gelap, sehingga hasil foto makanan pun menjadi pecah pixelnya.
Habitual Sandwich

Habitual Sandwich

 
Burger

Burger

 
Fish and Chips

Fish and Chips

 
Kami memesan pesanan yang berbeda-beda. Saya memesan Habitual Sandwich, sedangkan yang lainnya memesan Fish and Chips dan juga Burger. Range harga makanan berkisar dari 70.000 hingga 95.000 IDR. Untuk harga makanan saya yang 70.000, terbilang worth the value karena disajikan dalam porsi yang besar. Saya bahkan harus memotongnya menjadi beberapa bagian dan kemudian saya memutuskan untuk take-away karena sangat banyak! Disajikan dengan French fries yang empuk. Sandwich saya berisikan mix vegetables dan irisan daging beef. Saya menikmati pesanan saya kok walaupun sangat besar, hehe!

Mungkin jika berada di Habitual untuk makan malam, nuansa gelapnya bisa jadi romantic yah?
 
Recommended Dish(es):  Habitual Sandwich
 
Spending per head: Approximately Rp100000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga | Hang Out

Berada di kawasan Ubud siang itu, saya dan teman-teman sedang menjemput Akira the beagle. Akira ini adalah anjing beagle yang disekolahkan di kawasan Ubud, nah hari itu karena semuanya libur, jadinya ramai-ramai ngajak Akira jalan-jalan. Setelah mengitari kawasan Campuhan, kami memutuskan untuk grab some meal di Ubud, dan ada beberapa pilihan tempat untuk makan yaitu Pomegranate atau Sari Organik.

Ternyata untuk menuju ke tempat ini, butuh waktu untuk berjalan kaki ke kawasan rice paddies sekitar 20 hingga 30menitan. Akira sih nampak girang girang saja, hahaha. Namun setelah agak jauh, dan mulai mendekati saat sunset, kami akhirnya memilih Pomegranate karena sudah di depan mata. Walaupun (konon katanya) pemandangan di tempat yang lebih atas akan lebih bagus, tapi apa daya, sudah pegel kaki nih! lol

Kami masuk dan semua meja memang sudah terisi, untung saja masih ada 1 meja untuk berlesehan dan mengarah ke rice paddies. Kami duduk santai, begitu juga Akira. Lucu banget ngeliat Akira menikmati pemandangan. Sayang sih, fotonya ada di handphone teman yang lain. 

Kami memesan Pizza Margerita, dessert (yang saya lupa apa namanya, pudding something apa gitu) dan segelas kopi. Memang di Bali ini budaya ngopinya juga lumayan oke dan banyak. Tak lama, makanan datang, dan saya sebenarnya tidak ada ekspektasi apapun untuk makanan di sini sih, karena saya pikir ini hanya untuk beli suasana. Namun, begitu saya mencoba pizza nya, eh enak euy! Daging dan cheesenya melebur dengan dough pizza yang lembut empuk! Melebihi harapan saya, malah saya sebenernya ga menaruh harapan ke makanannya lho. Untuk kopinya, sangat wangi!

Harga makanan di sini juga sangat terjangkau. Untuk pizza nya yang bisa dinikmati oleh 5 orang, harganya hanya 75ribu. Nyam!

 
Margerita Pizza

Margerita Pizza

 

 

 

 
 
Recommended Dish(es):  Margerita
 
Spending per head: Approximately Rp75000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Fish & Chips Murmer dan Enak! Smile Jun 28, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Halal

Ada beberapa hal di Bali yang langsung membuat saya jatuh cinta sejak pertama kali saya ke sini sekitar 9 tahun lalu. Nuansa etnik dan berbagai perabotan klasiknya yang tidak dibuat-buat selalu memberikan kesenangan tersendiri bagi saya. Seperti ini dia, ketika saya diajak ke The Alleyway oleh Zefa dan Govinda. Zefa bilang, Fish & Chips di sini adalah yang terenak! Dan untuk ukuran cafe, harga yang dipatok oleh mereka sangat terjangkau. Tentu saja saya tertarik dan penasaran. Tanpa menelitinya terlebih dahulu via Google, saya langsung seneng-seneng saja dibawa ke sini.

Begitu sampai di tempat dan melangkah masuk, secara instan saya langsung menyukai tempat ini. Memang terasa kuat akan nuansa oldies dan klasiknya. Terlihat dari sisi tempat duduk yang dipenuhi dengan meja yang terlihat usang dan sofa-sofa tebal vintage berkayu tebal. Dinding abu-abu gelap menambah nuansa oldies di tempat ini. Pilihan musik yang mengalun di dalam tempat ini sangat menyenangkan dan hipster. Anak-anak muda kekinian pasti menyukai selera musik di sini. Secara suasana, tempat ini tidak menjual nuansa 'mahal' sama sekali. Dan hal itu lah yang juga sangat saya sukai dari Bali. Kesederhanaan.

Jika ingin dibandingkan dengan Jakarta, kebanyakkan restoran atau cafe di Jakarta justru gencar memajang perabotan mahal dengan furniture serba kayu yang mahal hasil polesan baru namun dibuat seakan-akan antik. Tapi, saya tidak merasakan adanya ke-antik-an sama sekali, karena itu semua buatan. Setelah dekorasinya sangat 'mahal' dan antik 'palsu', ternyata makanan yang dibuat pun kurang enak. Hal ini sudah banyak dibuktikan oleh para penikmat kuliner, begitu banyak restoran/cafe di Jakarta yang hanya menang tempat dan suasana. Bali, sebaliknya. Di Bali, dekorasi antik dan klasik memang sudah menjadi ciri khas dan tanpa perlu dibuat-buat atau diciptakan seakan-akan 'mahal' namun makanan yang dibuat memang terbukti enak, sehingga pelanggan kerap datang kembali karena memang makanannya enak. Oh well?

Kembali ke soal The Alleyway. Ketika saya ingin memesan Fish&Chips, ternyata sudah sold out! Padahal itu baru sekitar jam 3 siang dan menu tersebut sudah sold out, wew! Alhasil, saya memesan Chicken Snitzel (karena katanya juga enak) dan yang lainnya memesan Beef Burger. Begitu makanan datang, porsinya luar biasa besar dan saya sangat menyukai salad sauce mereka! Sayurannya segar, dagingnya dimasak dengan baik dan harganya hanya berkisar dari 25ribuan hingga 35ribu per porsi. Yeay!

 

 

 

 

 
 
Recommended Dish(es):  Chicken Snitzel,Fish&Chips
 
Spending per head: Approximately Rp50000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend

Kuah sup ikannya enak~ Smile Jun 28, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Di Bali, salah satu makanan yang bisa terus ditemukan adalah ikan. Kekayaan alam lautnya menjadikan seafood sebagai pasokan menu di berbagai rumah makan. Sebelumnya, saya pernah mencoba Ma' Beng, sebagai tempat untuk bersantap ikan. Nah, ini adalah salah satu rumah makan serupa dengan Ma' Beng, dengan menu yang sama juga, yaitu seporsi nasi dengan ikan goreng dan kuah sup ikan. Namun ada beberapa perbedaan di sini.

Be Sanur memiliki tempat yang jauh lebih luas. Ruangannya sangat besar dan luas, dengan meja terjaja rapi dan memenuhi tempat ini. Nuansa warna di dalam ruangan di dominasi dengan merah dan hijau. Untuk harganya sendiri, per porsi tidak terlalu mahal yah, sekitaran 25.000 untuk 1 porsi nasi dengan ikan goreng dan kuah sup ikan.

Namun, yang membuat saya takjub adalah ketika kuah sup ikan disajikan, ternyata mereka juga 'mencemplungkan' seporsi daging ikan rebus di dalam kuah sup nya. Lah? Jadi, seperti memiliki 2 porsi daging ikan, satu digoreng, dan satu lagi direbus. Saya saja sampai bingung bagaimana menghabiskannya, karena porsi dagingnya pun terbilang besar lho.

Nah, ketika sudah mulai makan, kalau untuk selera lidah saya, saya sih suka yah dengan kuah sup ikan di Be Sanur ini, karena lebih ada rasanya. Jadi, ketika dicampurkan dengan nasi, melebur dan ada rasa. Namun, untuk daging ikan gorengnya, saya lebih suka hasil gorengan ikannya di Ma' Beng. Yah, jadi balance yah plus dan minusnya.
Kuah Sup Ikan

Kuah Sup Ikan

 
Ikan goreng

Ikan goreng

 
 
Spending per head: Approximately Rp30000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Sambal Matah Terpedas di Bali? Smile Jun 28, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Indonesian | Stand / Kios

Warung Cahaya, ini menjadi tempat lunch kami di Minggu siang. Memang dari awal, rencananya adalah mencari tempat makan dengan sambal matah yang terpedas. Saya sih ayo-ayo saja, walaupun ga terlalu bisa makan pedas, hahaha. Untuk mencari tempat ini sebenarnya tidak terlalu sulit, patokannya adalah di Jalan Nakula, dan belok ke kiri sebelum ada tempat gym Hammer. Tak lama nanti pasti ketemu tulisan "Warung Cahaya" di bagian atas dan tidak terlalu jauh dari gang belokan tadi.

Untuk suasananya sendiri, sebenarnya warung ala-ala anak muda yang didominasi dengan warna putih di seluruh dinding, dan ada 3 hingga 4 meja makan saja, dan salah satu meja adalah yang terbesar bisa untuk 7-8 orang duduk. Sisanya adalah meja untuk ber-empat.

Menu yang direkomendasikan di sini adalah seporsi Nasi dengan Ayam Goreng dan sambal matah. Namun, bagi penggemar pork, di sini justru paling enak yaitu pork dengan sambal matahnya. Teman-teman saya memesan yang pork dan ayam goreng plus sambal matah. Namun saya pesan yang tanpa sambal matah, karena level pedasnya di sini (katanya) cukup juara, mengalahkan sambal matah di tempat-tempat lain, misalnya warung made.

Untuk seporsi nasi dan ayam goreng (dengan ataupun tanpa sambal matah), harganya 30,000. Untuk minuman, semuanya tersedia di lemari pendingin yang bisa kamu ambil sendiri. Kisaran harga minumannya yaitu 5,000an.

Pesanan pun datang, namun memang harus menunggu sekitar 10menitan lebih yah, karena dagingnya di suwir satu per satu, jadi cukup lama.

Pesanan saya yang nasi dengan ayam goreng tanpa sambal matah, namun karena sebelumnya mereka membuat ulekan dengan sambal matah punya teman-teman saya, jadinya ada sambal yang sedikit tercampur ke dalam makanan saya. Basically, sambal matah itu adalah cacahan cabai merah super pedas dengan irisan bawang merah yang sangat banyak. Menu makanan lainnya, yang dengan daging pork dan sambal matah belum sempat saya coba sih, tapi katanya memang lebih baik pesan pork-nya. Sedangkan kalau dari menu pesanan saya sendiri sih saya suka yah, semua daging ayamnya disuwir dengan baik, kulitnya juga cukup crispy. Buat yang suka dengan tulang lunak, nah itu the best dah!
front door

front door

 
frames di dinding.

frames di dinding.

 
Ayam goreng tanpa sambal matah

Ayam goreng tanpa sambal matah

 
Ayam goreng dengan sambal matah

Ayam goreng dengan sambal matah

 
Pork dengan sambal matah

Pork dengan sambal matah

 
 
Recommended Dish(es):  Ayam goreng dengan sambal matah atau pork
 
Date of Visit: Jun 28, 2015 

Spending per head: Approximately Rp35000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0