OpenRice Index
  
Leenaa
This is Leenaa . I am a WriterI like to hang out in Sarinah. Sunda, Chinese are my favorite cuisines. I also love Kafe, Restaurant and Siomay / Batagor.
Member 83 First(s)
No. of Review248 Review(s)
編輯推介數目14 Editor's Choice
Recommended14 Recommended
Popularity5238 View(s)
Replies in Forum3 Comment(s)
Upload Photos424 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews1 Recommended Review(s)
My Restaurant118 My Restaurant(s)
Follow7 Following
粉絲256 Follower(s)
Leenaa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 1 to 2 of 2 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Sate | Halal

Setelah mengunjungi Kalimilk, saya dan teman saya memutuskan untuk makan malam yang lebih mengenyangkan. Dan di sini pilihan kami, House of Raminten. Memang ada beberapa cabang, namun cabang ini adalah yang terbesar bahkan bisa sampai mengantri loh ketika weekend. Lucky us, kami datang di jam makan malam dan ada spot di lantai dua yang kosong. Kami bisa menikmati makan malam di ujung dekat tangga, sehingga dekat dengan bunyi air kolam dan bisa melihat pemandangan di sisi jalan.

music Suasana di House of Raminten ini, wah, cukup banyak yang bisa ditulis sih. Pemiliknya memang sangat terkenal di Yogya dan biasa bermain di acara kabaret atau show nyanyi. Dengan nuansa agak mistis, begitu memasuki tempat ini, saya melihat kereta kuda kencana yang besar dan ada sesajen. Ketika saya ke toilet pun, ternyata di belakang sana ada kandang kuda, saya melihat dua ekor kuda. Kuda yang besar berwarna cokelat kehitaman sesekali memekik, rasanya jadi pengen keluar-in mereka dari kandang sick.

Lalu, jika melihat para staff pekerjanya......pria dan wanita, semua menggunakan pakaian khas dengan kain sarung. Para wanitanya mengenakan kebaya hitam, sedangkan yang pria bertelanjang dada, semuanya berotot layaknya pria-pria yang bisa dilihat di sekitar pusat kebugaran. Tampan, harum, dan metroseksual. Tersiar kabar bahwa para pekerja pria-pria berparas tampan di sini adalah penyuka sesama jenis. Namun, entah lah, saya kan tidak bertanya langsung, jadi tidak ada yang tahu kebenaran kabar tersebut. Who knows?

chopstick Berlanjut ke menu makanannya. Saya sempat takjub dengan menu mereka loh karena selain enak, harganya pun terjangkau. Saya jadi sadar kenapa ada kata-kata "Jakarta adalah kota yang kejam" karena ketika berkeliling ke berbagai kota, memang hanya di Jakarta saja yang harga makanan super mahal. Di House of Raminten ini kami direkomendasikan untuk memesan menu baru mereka yaitu: Ayam Koteka.

 

Ayam ini dikukus sepertinya dan disajikan dalam bentuk menyerupai bambu. Enaakk! Lembut dan seperti ayam suwir, gurih dan sudah berbumbu. Tinggal dipadankan dengan sambal saja, sempurna lah! Dan harganya hanya 35.000 per porsi. Kami nikmati dengan nasi uduk yang juga harganya di bawah 10.000. Tak heran kenapa tempat makan ini super ramai! Begitu kami mau pulang saja, antrian di bawah sudah sampai dua baris kursi penuh. Disediakan kursi dan televisi untuk tempat antrian. Jika ingin mencari tempat bersantap dengan nuansa agak mistis dan pemandangan pekerja-pekerja yang tampan, di sini lah sepertinya yah. Cheers!
 
Recommended Dish(es):  Ayam koteka
 
Spending per head: Approximately Rp50.000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Kalimilk - Welcome, Neneners! OK Jan 14, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Halal | Hang Out

Dua bulan lalu, saya dan seorang teman bertualang ke empat kota dengan jalur darat. Pemberhentian pertama kami adalah Yogyakarta! "Pulang ke kotamuuu.. Ada setangkup haru dalam rinduu.. Masih seperti dulu.." (lah malah nyanyi?) music

 
Kalimilk - Mengusung tema sebagai "Neneners Palace" yang diambil dari silsilah "nenen", Kalimilk adalah store pertama yang memberikan sajian berbahan dasar susu sapi segar dari sapi perah yang dimiliki oleh peternakan Kalimilk di kaki gunung Merapi. Quality control yang diterapkan di tempat ini juga terjaga melalui sistem pengolahannya yang mampu mematikan bakteri hingga 95% dan mempertahankan kadar protein susu hingga 97%. Kalimilk sendiri sudah memiliki tiga cabang di kota pelajar ini.
jaw-dropping wooden lamp design~

jaw-dropping wooden lamp design~

 

 
excited Suasana tempat ini ketika kami masuk, bisa dikatakan sebagai tempat nongkrongnya anak muda yang kekinian. Sedikit hipster dengan dekorasi lampu kayunya yang langsung memikat perhatian mata saya. Dindingnya pun dihias dengan berbagai lukisan cat yang sesuai dengan brand mereka. Terbagi menjadi tiga area duduk, saya langsung memilih yang dekat dengan dinding berbata putih gading. Tentu saja, agar bisa menghasilkan foto makanan yang cukup baik. Dan sebenarnya mereka memiliki lantai kedua, namun hanya dibuka mulai jam 8 malam saja, karena outdoor dan bisa melihat pemandangan di Jalan Kaliurang yang tengah dipercikkan hujan rintik-rintik kala itu. Namun, saya meminta ijin untuk naik sejenak sebelum mulai dipadati para kawula mudanya Yogya. Dan, para staffnya mengijinkan.

 
chopstick Menu yang kami pesan adalah: Hot Chocolate, Pure Milk, dan Sandwich with fries. Ehmmm, untuk rasa susunya sendiri, bagi yang suka susu segar, pasti doyan deh. Tidak terlalu kental dan aromanya memang sedikit berbeda dari susu awam yang biasa dikonsumsi. Susu cokelat hangatnya lebih nikmat ketimbang yang plain, mungkin karena efek cuaca sedang dilanda hujan juga pada saat itu yah. Sedangkan sandwich with friesnya, ehmmmm, tidak terlalu banyak yang bisa diceritakan karena cukup standard. Harga yang dipatok juga tak terlalu tinggi sih, berkisar dari 15ribuan sampai 50ribuan.

 

 
frustrated Overall: suasana sih cukup nyaman kok, dan memang khas anak muda banget lah dengan playlist gaul dan sebagainya. Pelayanan cukup baik. Cuma ada satu komplain saja, yaitu toiletnya. Sepertinya perlu diperhatikan dan dibersihkan lebih rajin lagi. Karena cukup memukau sampai saya mengernyitkan hidung dan menggelengkan kepala pas masuk ke toilet. Sayang kan, tempat yang cukup ngetrend seperti itu tapi toiletnya buruk? Sekian saja review saya kali ini yah, see ya!

Supplementary Information:
Toiletnya toloooonggg banget diperhatikan yah.
 
Spending per head: Approximately Rp50.000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 1  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0