OpenRice Index
  
Leo
This is Leo . I am a Promotion ExecutiveI like to hang out in Sarinah, Sudirman, Thamrin. Jawa, Chinese are my favorite cuisines. I also love Kafe and Bakmi/Kwetiau, Siomay / Batagor.
Member 175 First(s)
No. of Review2299 Review(s)
編輯推介數目25 Editor's Choice
Recommended262 Recommended
Popularity7516 View(s)
Replies in Forum6 Comment(s)
Upload Photos644 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant0 My Restaurant(s)
Follow0 Following
粉絲449 Follower(s)
Leo  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 6 to 8 of 8 Reviews in Indonesia
Nasi Kebuli Cry Oct 13, 2011   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Timur Tengah | Restaurant

Masih terus berkelana usai event bareng team dan kali itu pilihan jatuh ke sebuah rumah makan yang masih buka tepat di atas pukul 9 malam, dan itu adalah sesuatu yang jarang gue temui selama 2 hari sebelumnya di kota Surabaya.. Biasanya hanya mall yang buka jam segitu kan, hehehe.. Restoran Yaman itu namanya yang gue baca dari luar.. Kebetulan temen gue lagi kepengan makan daging kambing dan katanya disinilah salah satu yang ngejual daging kambing dengan cara yang unik.. Baiklah, begitu masuk gue pun langsung mengendus wangi semerbak daging kambing bakar.. Ternyata bukan dibakar, tapi dipanggang via oven.. Mungkin biar empuk kali yah.. Rumah makan yang cukup sederhana ini menyediakan menu dengan pilihan daging kambing yg banyak..

Gue akhirnya membeli chopsticknasi kebuli (karena ternyata memang spesialisasinya adalah makanan khas Timur Tengah) dan porsinya sih menurut gue banyak banget sampai gue harus bagi dua dengan teman gue, maklum kala itu gue lagi diet dan ditambah dengan satu porsi daging kambing yang di share rame-rame sama temen gue.. Begitu makanan dateng, yang seru adalah wangi rempah-rempahnya yang terasa banget! Daging kambingnya pun boneless, jadi ga repot makannya, namun sayangnya ketika gue makan satu tusuk gue barsa aneh dan agak bau amis daging kambingnya, alhasil gue buang dan gue kasih keteman gue yang doyan banget dengan kambing. anyway Satu porsi nasi kebuli cukup 20K saja, sedangkan untuk daging kambingnya bisa mencapai 50K, tergantung besar kecilnya pesenan kalian yah sobat openricers..

nah kapan-kapan sobat OR boleh loh mampir kemari dan cobain, walaupun suasananya kurang enak namun pelayanan dan beberpa jenis makananya enak banget.... see ya buddy
 
Recommended Dish(es):  Nasi Kebuli
 
Spending per head: Approximately Rp25000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

house of sampoerna cafe Smile Oct 13, 2011   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Halal | Business Meeting | Kencan / Berpasangan

Berjalan-jalan di kota orang, tidak lengkap rasanya kalo belum nyobain tempat minum-minumnya, karena setiap kota memiliki minuman khasnya masing-masing.. Seperti yang pernah gue sambangi setelah selesai event besar di kota pahlawan ini.. Merayakan selesainya event dengan beramai-ramai menikmati minuman khas di tempat yang sangat kolonial dan terasa sekali aura artistiknya, Cafe House of Sampoerna.. Harus diakui, salut banget dengan pemilihan gedung dan lokasinya, semua sangat berseni!

Rasa bowlchopstick
Memang kami datang hanya untuk bersantai dengan minum-minum, karena cuaca pun sedang cukup dingin pada saat itu, maka tidak heran jika gue mulai mencari-cari menu minuman apa yang pas untuk menghangatkan kondisi badan waktu itu.. Dari buku menunya yang oke dan bergaya art deco itu, gue melihat ada si wedang asem.. Walaupun pilihan lain gue denger mulai disebutkan satu persatu, ya sebut saja kopi, tea, dan banyak lagi muniman lain, tapi gue memilih si minuman tradisional itu saja.. begitu semua pesanan muncul, punya gue nampak dengan gelas yang berukuran tinggi mencolok nan gagah.. Bagian atasnya ada yang ngambang, pas gue tanya itu apaan, katanya sih itu cengkeh dan kapulaga.. Masih ada lagi campuran gula merah sama asem jawanya, jadi pas diseruput, langsung anget banget dan manis pedes seger!

Suasana
Pas nyampe di lokasi, pemilihan tempatnya sangat pas karena ternyata sebelahan sama museum juga, bener-bener mengedepankan seni banget.. Gedungnya memang terlihat uda tua dan artsy banget, ya wajar aja sih karena uda berdiri dari tahun 1860-an gitu kata orangnya sih.. Pilarnya kokoh dan gede dengan kaca jendela khas bangunan jadul yang ada ukiran.. jangan takut suasananya bakal spooky yah sobat openricers, soalnya mereka tetep gaya anak muda kok, buktinya nih kalo malam weekend ada live music segala..

Pelayanan
Staff nya banyak dan sangat helpful, gerakan mereka cekatan dan terlihat banget sangat menjaga ruangan dengan baik dan apik, soalnya mereka ga pernah membiarkan meja kotor lama-lama.. Mereka juga bisa ngejelasin ke gue isi dari setiap menu atau minuman yang tadinya gue pikir pengen gue pesan..

Harga: Wedang asem gue itu sih harganya 20K yah..
 
Spending per head: Approximately Rp50000

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Ternyata ada A mild Cafe Smile Oct 13, 2011   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Bakmi/Kwetiau

 
Mie Ayam

Mie Ayam

 
Surabaya, kota pahlawan, ya begitulah seperti yang kita ketahui, namun apakah sobat openricers tau bahwa di kota ini juga menyimpan gudang kuliner yang sangaaatt banyak.. Sebut saja misalnya di Sutos, kalian pasti takjub, karena di dalam Surabaya Town Square isinya hanya makanan, makanan, lalu makanan, dan makanan lagi! Too bad gue belum sempat kesana, maybe someday.. So, here the review, salah satu yang gue icip pas di Surabaya sambil menunggu pesawat tiba..

Rasabowlchopstick
Bakmie ayam polos ini memang nampak biasa saja, dengan bawang goreng yang sangat berlimpah, dan tidak lupa juga kuah kaldunya yang terpisah.. Namun jika sobat openricers aduk dan racik dengan saos sambal, not bad loh.. Tekstur mie nya pas dengan tingkat kenyal yang enak, potongan ayamnya juga tidak asal, sesuai porsinya dan bumbunya meresap sehingga warna ayamnya kecoklatan..

Suasana
Bisa dibilang, ketika masuk, warna merah sangat mendominasi ruangan, tapi tidak mencolok mata kok, nice saja dan sesuai dengan furniturenya.. Ada mini bar di dalamnya, seru sih.. Lalu ada tempat duduk di bagian sangkar bertuliskan huruf A besar sebagai lambang A mild.. Gue dan teman-teman memilih duduk di bagian tengah yang dekat dengan televisi, waktu itu lagi nonton acara Warkop DKI, hehehe..

Pelayanan
Mereka baik dan ramah kok.. Ga terlalu banyak nanya memang dan ga terlalu banyak menjelaskan kalo tidak ditanya, tapi pas kita mau pulang, mereka say thanks, well, good services then..
 
Recommended Dish(es):  Mie Ayam
 
Spending per head: Approximately Rp25000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   2 Vote(s)   View Results
Recommend