OpenRice Index
  
niyaoke
This is niyaoke . I am a Graphic DesignerI like to hang out in Thamrin, Green Ville, Grogol. Indonesia, Chinese, Korea are my favorite cuisines. I also love Food Court, Makanan Ringan, Restaurant and Pork/Babi Guling, Bakmi/Kwetiau, Dim Sum.
Member 19 First(s)
No. of Review106 Review(s)
編輯推介數目53 Editor's Choice
Recommended11 Recommended
Popularity4957 View(s)
Replies in Forum7 Comment(s)
Upload Photos1036 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant18 My Restaurant(s)
Follow1 Following
粉絲509 Follower(s)
niyaoke  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 6 to 9 of 9 Reviews in Indonesia
Makan bak Sultan di Bale Raos. Smile Sep 16, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jawa | Restaurant | Halal

Di hari Minggu yang cerah, saya dan teman-teman mengunjungi Keraton dan Taman Sari. Setelah mengunjungi kedua tempat tersebut, tibalah waktu makan siang, dan meluncurlah kami ke Bale Raos yang letaknya tak jauh dari Keraton.

 
Keunikan Bale Raos adalah, tempat ini menyajikan makanan-makanan kesukaan para Sultan Yogyakarta di tempat dengan arsitektur yang sangat Jawa. Ruangan di Bale Raos bersifat terbuka, jadi tidak menggunakan pendingin ruangan. Saat saya datang, tempat ini masih sepi, namun tak lama datanglah rombongan yang langsung memenuhi hampir separuh tempat ini. Bale Raos merupakan tempat yang banyak dikunjungi turis di Yogyakarta, jadi ada baiknya untuk datang lebih awal untuk makan siang atau makan malam.

Di meja kami sudah tersedia gelas-gelas berisikan air putih, dan tak lama disajikan juga sepiring kerupuk jagung yang ternyata enak juga kalau dicampur dengan nasi. Masing-masing dari kamipun memilih makanan yang beberapa di antaranya diberi keterangan bahwa makanan tersebut merupakan favorit dari Sultan, mulai dari Sultan ke VII sampai dengan ke X, juga GKR Hemas.

Dan inilah makanan dan minuman ala Sultan kami siang itu :
Es Sapaitu - IDR 15,000

Es Sapaitu - IDR 15,000

 
Es Sapaitu merupakan minuman sarsaparila yang dicampur dengan susu kental dan es. Sarsaparilanya yang dipakai di sini berasal dari Yogyakarta. Rasanya kurang lebih seperti root bear float.
Selada Huzar - IDR 24,000

Selada Huzar - IDR 24,000

 
Hidangan ini konon biasa dihidangkan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VIII sekitar tahun 1920-1930an. Sudah keren yah makanan jaman itu, saya aja jarang makan salad. Salad dengan isi sayur-sayuran dengan topping mayonaise, keju, dan telor ini porsinya cukup besar, sehingga cocok untuk sharing.
Roti Jok - IDR 20,000

Roti Jok - IDR 20,000

 
Roti Jok merupakan roti yang terbuat dari tepung beras dan tepung terigu dan disajikan dengan semur ayam. Hidangan ini konon merupakan favorit dari Sultan Hamengku Buwono VIII.
Lombok Kethok - IDR 27,000

Lombok Kethok - IDR 27,000

 
Lombok Kethok merupakan hidangan favorit SUltan Hamengku Buwono mulai dari VI sampai IX yang terbuat dari daging sapi yang dimasak seperti semur dengan potongan cabai besar dan irisan tomat hijau.
Bestik Lidah - IDR 50,000

Bestik Lidah - IDR 50,000

 
Lidah sapi yang empuk dengan bumbu yang enak ini disajikan dengan 'kentang ongklok' dan serces (setup sayuran favorit Sri Sultan Hamengku Buwono IX).
Bestik Djawa - IDR 50,000

Bestik Djawa - IDR 50,000

 
Menu yang konon juga kesenangan Sri Sultan Hamengku Buwono IX ini terbuat daging sapi giling dengan kuah semur manis, dan disajikan dengan puree kentang dan sayuran.
Nasi Tradisional Set - IDR 45,000

Nasi Tradisional Set - IDR 45,000

 
Nasi Tradisional Set ini merupakan perpaduan nasi merah dari Wonosari dengan beberapa makanan favorit kesultanan, di antaranya Gecok Ganem (bakso yang disajikan dengan santan, kesukaan Sultan Hamengku Buwono IX), Oseng Daun Pepaya (kesukaan GKR Hemas), Tempe & Tahu Bacem, serta Lombok Kethok.
Pecal Ayam - IDR 25,000

Pecal Ayam - IDR 25,000

 
Pecal ayam berupa ayam panggang yang berbumbukan berbagai rempah-rempah dan kemangi.
Podeng Angin - IDR 9,000

Podeng Angin - IDR 9,000

 
Dessert berupa setup nanas dipadu dengan whipped cream ini merupakan salah satu kegemaran Sultan Hamengku Buwono VIII. Kalau hanya dimakan bagian atasnya saja, rasanya akan tawar, oleh karena itu harus diaduk sampai ke bagian bawahnya.
Prawan Kenes - IDR 10,000

Prawan Kenes - IDR 10,000

 
Kudapan dengan penampilan unik yang juga favorit Sultan Hamengku Buwono VIII ini (banyak yah favoritnya) berupa pisang kepok yang dibelah dua yang diikat dengan daun pandan, dijepitkan ke bambu dan dibakar.
Manuk Nom - IDR 7,500

Manuk Nom - IDR 7,500

 
Manuk Nom merupakan dessert berupa pudding yang berbentuk seperti burung (dengan sayap emping?) terbuat dari tape ketan hijau dan telor. Di jaman Sri Sultan Hamengku Buwono VII, hidangan ini biasa dinikmati sebagai dessert, sedangkan di era Sri Sultan Hamengku Buwono VIII disajikan sebagai appetizer.

Bagaimana kesan saya setelah mencoba makanan kesukaan para Sultan? Ternyata selera saya dan Sultan agak berbeda. Dari rasa menurut saya belum ada yang mengesankan saya, tapi cukup memuaskan. Harga yang dipasangpun tergolong affordable. Walaupun begitu, menurut saya Bale Raos tetap patut dikunjungi dalam agenda perjalanan ke Yogyakarta. Di mana lagi bisa mencicipi makanan-makanan kesukaan para Sultan selain di sini? Sugeng dahar. smile
 
Recommended Dish(es):  Bestik Lidah
 
Spending per head: Approximately Rp50000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Halal | Kumpul Keluarga

Hari baru menjelang sore ketika saya tiba di Jogja, perut belum terlalu lapar, tapi mulut ingin mengunyah, akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk ngemil di satu tempat bernama House of Raminten.

 
Setiba di House of Raminten, kami disambut dengan banyak gambar 'Raminten' berupa sosok ibu paruh baya bermake up tebal, dan berbaju tradisional kebaya. Uniknya adalah, si Raminten itu sebenarnya adalah seorang pria, rupanya Raminten merupakan salah satu tokoh sitcom yang diperankan si pemilik, yang juga merupakan pemilik dari Mirota batik.

 
House of Raminten di Kotabaru ini nuansanya sangat Jawa, sebagian besar berupa lesehan yang didominasi warna coklat, dengan unsur kayu-kayuan dan bambu.

 

 
Melengkapi suasana yang ada, para pelayan di sinipun mengenakan baju tradisional.

 
Menu yang ditawarkan House of Raminten cukup bervariasi, mulai dari makanan berat seperti sego-segoan (nasi-nasian), bubur, bakso, juga cemilan seperti risoles, lumpia, tahu, pisang bakar yang beberapa dinamai dengan nama-nama yang nyeleneh.

Berikut beberapa hasil ngemil kami sore itu:
Kelamud Tamanan Jumbo (IDR 14,000) | Gajah Ndekem (IGDR 10,000)

Kelamud Tamanan Jumbo (IDR 14,000) | Gajah Ndekem (IGDR 10,000)

 
Kelamud Tamanan Jumbo merupakan es kelapa muda dengan sirup yang tersaji di dalam gelas berukuran jumbo. Ukurannya benar-benar besar loh, bisa untuk sharing bertiga atau berempat. Sedangkan Gajah Ndekem merupakan teh yang di dalamnya diberi sebuah apel, benar-benar 1 buah apel yang sudah dikupas. Sejujurnya teman saya bingung cara minumnya, akhirnya hanya diminum sebagai teh biasa.
Es Carica (IDR 12,000)

Es Carica (IDR 12,000)

 
Carica merupakan sejenis pepaya yang tumbuh di dataran tinggi, rasanya sendiri manis, sedikit asam, sehingga cocok sekali disajikan dengan sirup dan es. Rasanya segar.
Tempe Telor Penyet (IDR 7,000)

Tempe Telor Penyet (IDR 7,000)

 
Judulnya mau ngemil, tapi memang pesanan saya ini agak aneh untuk ngemil, Tempe Telor Penyet. Sebenarnya menu ini cocoknya sebagai lauk makan nasi, tapi karena saya belum ingin makan nasi, tapi tergoda menu ini, akhirnya lauk ini saya pesan untuk digado saja. Terlihat pada gambar bahwa tempe telornya masih terpisah dengan sambal, jadi harus dipenyet sendiri, makanya disediakan ulekan. Suprisingly rasanya enak, tempenya cukup besar, sambalnya juga mantap, sesungguhnya memang ditambah nasi putih hangat akan lebih nikmat lagi,
Tahu Pong Pung (IDR 6,000)

Tahu Pong Pung (IDR 6,000)

 
Selain itu saya juga memesan Tahu Pong Pung yang berupa 3 buah tahu isi. Ukurannya lumayan besar dan rasanya juga enak. Sesungguhnya dengan ngemil Tempe Telor Penyet dan Tahu ini saya sudah kenyang (padahal tahunya saya hanya makan satu setengah).
Es Krim Bakar (IDR 15,000)

Es Krim Bakar (IDR 15,000)

 
Es Krim Bakar ini merupakan roti bakar yang diberi es krim serta parutan keju di atasnya. Lumayan untuk cuci mulut di sore hari walau tidak terlalu istimewa.

Apa yang membuat saya senang makan di House of Raminten ini? Murah! Selain murah, rasa makanan yang disajikan-pun cukup memuaskan, dan tempat ini buka 24 jam. House of Raminten dapat dijadikan option untuk ngemil ataupun makan siang dan malam di Yogyakarta. Sebaiknya jangan datang ke sini dalam keadaan lapar, karena penyajian makanannya memakan waktu yang lama, seperti sudah diperingatkan dengan tulisan di bagian depan restoran semi angkringan ini.
 
Recommended Dish(es):  Tempe Telor Penyet,Tahu Pong Pung
 
Spending per head: Approximately Rp20000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Fine Dining di atas bukit. Smile Sep 11, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Steak & Grills | Halal

Setelah melakukan kunjungan ke Candi Prambanan, saya dan teman-teman menuju ke sebuah restoran yang bernama Abhayagiri yang merupakan bagian dari Sumberwatu Heritage Resort yang terletak di kompleks perbukitan Ratu Boko. Awalnya kami menuju ke tempat ini dengan bantuan GPS yang alhasil nyasar. Akhirnya kami memutuskan untuk menelepon ke tempat ini, dan setelah diberi petunjuk dari pihak restoran, akhirnya kami sampai dengan selamat.

 
Saat itu hari Sabtu malam, dan kondisi Abhayagiri tidak ramai. Nuansa warna yang warm mendominasi suasana interiornya yang bisa dibilang mewah. Terdapat area makan indoor dan outdoor, dan kamipun memilih duduk di luar, sambil melihat suasana malam dari atas bukit.

Konon, pemandangan dari teras Abhayagiri tersebut akan lebih indah ketika pertunjukan balet Ramayana sedang dilaksanakan di Candi Prambanan, karena hanya pada saat itulah lampu-lampu di Prambanan menyala di malam hari dan terlihat dari Abhayagiri.

 

 

 

 
Berikut makan malam kami hari itu:
Local Java Tea - IDR 25,000

Local Java Tea - IDR 25,000

 
Local Java Tea tersaji dalam satu poci teh yang pekat. Untuk melengkapi teh ini disediakan gula batu yang memang pasangan paling pas untuk teh seperti ini. Kalau kata teman saya yang memesan, rasanya sangat Jawa (just try to imagine).
Sereh Blekhutuk - IDR 49,000

Sereh Blekhutuk - IDR 49,000

 
Biasa yang suka minuman asam adalah kaum wanita, tapi ternyata teman saya yang pria hampir selalu memesan minuman yang asam selama trip kami, Sereh Blekhutuk ini misalnya. Rasanya asam, dingin, memang menyegarkan, tapi saya tidak bisa minum minuman yang asam seperti ini terlalu banyak.
Abhayagiri Chicken Steak - IDR 79,000

Abhayagiri Chicken Steak - IDR 79,000

 
Abhayagiri Chicken Steak terdiri dari potongan daging ayam dengan teriyaki sauce, cassava puree, salad, dan sedikit keripik singkong. Justru yang menjadi keunikan menu ini menurut saya bukanlah ayamnya, tapi cassava puree yang merupakan campuran singkong dan kentang. Mungkin kita terbiasa dengan mashed potato, tapi bagaimana jika dicampur dengan singkong? Teksturnya menjadi lebih pekat, dan agak sticky.
Beef Black Pepper - IDR 99,000

Beef Black Pepper - IDR 99,000

 
Beef Black Pepper terdiri dari nasi putih, potongan daging sapi dengan bumbu lada hitam, juga sayur-sayuran.
Abhayagiri Duck Special - IDR 98,000

Abhayagiri Duck Special - IDR 98,000

 
Abhayagiri Duck Special terdiri dari potongan bebek yang tersaji dengan nasi kuning, juga poached egg. Di mana nasi kuningnya? Nah yang bentuknya seperti stick di atas itu. Ini merupakan keunikan dari menu ini, di mana nasi kuningnya dibalur tepung dan digoreng menjadi seperti bentuk di atas.
Pan Roasted Salmon - IDR 123,000

Pan Roasted Salmon - IDR 123,000

 
Pan Roasted Salmonnya tersaji dengan mushroom ragout, grape sauce, dan selada air.
Carrot Cake - IDR 44,000

Carrot Cake - IDR 44,000

 
Carrot Cake-nya tersaji canti di atas piring, ditemani oleh es krim di atas pie, serta cherry dan whipped cream.

Secara keseluruhan, pengalaman makan malam saya di Abhayagiri cukup mengesankan. Makanannya diolah dan disajikan dengan sangat baik, walau dari segi rasa menurut saya tidak sampai excellent. Dari segi harga, memang tidak murah, namun masih wajar untuk tempat seperti ini, dan air putih disediakan secara cuma-cuma. Saya menikmati suasana makan malam di sini, di atas bukit yang sejuk di malam hari, apalagi tidak ramai. Saya pikir, jika ingin menikmati makan malam di Abhayagiri lebih baik datang tidak terlalu malam, sebelum matahari terbenam, jadi bisa melihat pergantian sore ke malam yang saya yakin cantik untuk dilihat dari sini.
 
Recommended Dish(es):  Pan Roasted Salmon,Beef Black Pepper
 
Spending per head: Approximately Rp125000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

 
JeJamuran merupakan restoran yang sudah tidak asing lagi namanya, bahkan saya yang tinggal di Jakarta saja sering mendengar tentang restoran ini. Sesuai dengan namanya, jeJamuran, restoran ini menyajikan berbagai menu makanan yang berbahan dasar jamur.

Saya berkunjung ke jeJamuran dalam perjalanan kembali dari Candi Borobudur ke Yogyakarta. Saat itu sekitar jam 1 atau 2 siang, dan restorannya dipenuhi oleh pengunjung. Begitu masuk ke dalam restorannya, kita akan disambut oleh penampilan live music. Ada beberapa area makan di jeJamuran yang setiap areanya dinamakan dengan jenis-jenis jamur.

 

 
Ada juga satu spot di mana kita bisa melihat berbagai jenis jamur. Di spot ini juga saya baru pertama kali melihat beberapa jenis jamur yang tadinya tidak pernah saya ketahui bentuknya.

 
Langsung saja kita menuju ke makanan dan minumannya, berikut pesanan kami siang itu:
Honey Lime - IDR 8,182   |  Honey Lime Tea - IDR 8,182

Honey Lime - IDR 8,182 | Honey Lime Tea - IDR 8,182

 
Carica Squash - IDR 10,000

Carica Squash - IDR 10,000

 
Untuk minuman, semuanya menyegarkan, apalagi setelah berpanas-panasan di Borobudur. Hanya saja kami tidak tahu kalau tambahan es batu dikenakan biaya, sekitar IDR 3,000 rupiah untuk 1 gelas es batu.

Dan di bawah ini adalah berbagai jenis olahan makanan dari jamur yang kami coba:
Sate Jamur - IDR 10,000

Sate Jamur - IDR 10,000

 
Tongseng Jamur - IDR 9,091

Tongseng Jamur - IDR 9,091

 
Rendang Jamur - IDR 9,091

Rendang Jamur - IDR 9,091

 
Jamur Goreng Penyet - IDR 12,727

Jamur Goreng Penyet - IDR 12,727

 
Jamur Bakar Pedas - IDR 9,091

Jamur Bakar Pedas - IDR 9,091

 
Asam Manis Portabello - IDR 12,727

Asam Manis Portabello - IDR 12,727

 
Rasanya tidak perlu saya jelaskan satu per satu karena menurut saya semuanya diolah dengan baik dan tidak ada yang tidak enak, sungguh. Hampir semua menu jamur di sini dimasak ala Indonesia, mulai dari sate, rendang, sampai dipenyet. Jamur yang digunakan pun berbeda-beda, seperti portabello, shitake, dan juga tiram. Favorit saya siang itu adalah Jamur Goreng Penyet, karena jamurnya digoreng terlebih dahulu, dan sambalnya mantap!

Porsi per menu memang tidak terlalu besar, tetapi sesuai dengan harganya yang menurut saya cukup murah, total bill kami untuk 5 orang (termasuk nasi putih, ayam goreng, dan beberapa minuman tidak saya masukkan gambarnya) tidak sampai IDR 200,000. Untuk beberapa menu di atas ada yang kami pesan sampai 2-3 porsi. Sate jamur misalnya, waktu itu kami memesan 3 porsi, tiap porsi terdiri dari 5 tusuk sate jamur. Jika ada teman atau anggota yang tidak suka jamur, ada juga menu seperti ayam goreng dan ayam bakar.

Walaupun hanya makan jamur-jamuran, siang itu saya sangat kenyang dan puas. Menurut saya, jeJamuran merupakan restoran yang patut masuk ke dalam list kuliner jika melakukan perjalanan ke Yogyakarta. Tips saya adalah, datang lebih awal, sebelum kehabisan beberapa menu karena pengunjungnya terbilang sangat ramai. Selamat berjamur-ria!
 
Recommended Dish(es):  Sate Jamur,Jamur Goreng Penyet,Rendang Jamur
 
Spending per head: Approximately Rp40000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0