OpenRice Index
  
niyaoke
This is niyaoke . I am a Graphic DesignerI like to hang out in Thamrin, Green Ville, Grogol. Indonesia, Chinese, Korea are my favorite cuisines. I also love Food Court, Makanan Ringan, Restaurant and Pork/Babi Guling, Bakmi/Kwetiau, Dim Sum.
Member 19 First(s)
No. of Review106 Review(s)
編輯推介數目53 Editor's Choice
Recommended11 Recommended
Popularity4923 View(s)
Replies in Forum7 Comment(s)
Upload Photos1036 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant18 My Restaurant(s)
Follow1 Following
粉絲509 Follower(s)
niyaoke  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 6 to 10 of 106 Reviews in Indonesia
Curry asli Jepang. Smile Jan 13, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Kumpul Keluarga

 
Coco Ichibanya merupakan curry house asal Jepang yang sudah berdiri sejak tahun 1978. Saya sendiri pertama kali mendengar soal Coco Ichibanya ini adalah ketika sedang browsing-browsing tentang travelling ke Jepang. Di Jepang, Coco Ichibanya ini tersebar di seluruh wilayah Jepang, sedang di luar Jepang, Coco Ichibanya telah memiliki cabang di negara-negara seperti AS, Cina, Taiwan, Singapura, Hong Kong, Thailand, Korea, dan yang paling baru adalah di Indonesia, tepatnya di Grand Indonesia Shopping Town Jakarta.

 
Semenjak Coco Ichibanya dibuka di Grand Indonesia sekitar sebulan lalu, tempat ini senantiasa ramai pengunjung pada waktu makan siang. Be prepared to be put on the waiting list if you come past 12. Karena paling malas yang judulnya antri untuk makan, siang itu saya datang sebelum jam 12 dan langsung mendapat tempat duduk dan memesan. Ada berbagai jenis kari di Coco Ichibanya, baik yang sayuran maupun daging, berikut menu makan siang saya dan teman-teman hari itu:

 
Set A (Mini Salad   Drink) - extra IDR 25,000

Set A (Mini Salad Drink) - extra IDR 25,000

 
Set A merupakan menu tambahan yang dapat kita pesan ketika kita memesan curry yang pastinya harganya lebih murah dibanding jika kita memesannya secara terpisah. Saladnya kecil, dan rasa bumbunya agak asing, tidak seperti bumbu salad seperti thousand island yang biasa kita makan, seperti ada rasa kacang yang menurut teman saya kurang cocok dengan lidahnya.
Chicken Cutlet Omelette Curry - IDR 70,000

Chicken Cutlet Omelette Curry - IDR 70,000

 
Pertama kali pesanan saya ini tiba, yang pertama saya coba adalah curry-nya. The curry tasted good, but to be honest, it didn't hit me on the spot. I was kinda putting a high hope on it, but it was not as awesome as I expect. Kekentalan karinya pas dan juga perbandingannya dengan nasi serta ayamnya. Maksud saya di sini, karinya habis berbarengan ketika nasi dan cutletnya habis. Just the exact amount needed. Porsinya pas buat saya, the omelette rice was awesome, I love it. Telurnya tidak terlalu matang, jadi masih lembut. Chicken Cutletnya juga cukup memuaskan,coatingnya tidak tebal, bisa dilihat pada gambar di bawah.

 
Selain Omelette Curry, menu lain di Coco Ichibanya dapat dicustomized baik tingkat kepedasan, banyaknya nasi, juga penambahan topping. Untuk tingkat kepedasan terdapat level standard, mild, lalu level 1-5, untuk nasi terdapat pilihan 150 gr (-IDR 5,000), 250 gr (normal), 350 gr (+IDR 10,000), 450 gr (+IDR 20,000), sampai 550 gr (+IDR 30,000). Topping yang dapat ditambahkan bervariasi mulai dari eggplant (+IDR 15,000), cheese (+IDR 18,000), beef (+IDR 25,000), dan lain sebagainya.
Mushroom Curry - IDR 45,000    (spiciness: standard, rice: standard) | Fried Fish - IDR 18,000

Mushroom Curry - IDR 45,000 (spiciness: standard, rice: standard) | Fried Fish - IDR 18,000

 
The mushroom curry was good! Bumbu karinya terasa lebih enak dan pas ketika dipadukan dengan jamur. I didn't really like the fish on the other hand, I like the chicken cutlet better. Rasanya tekstur ayam lebih pas dipadukan dengan kari.

Selama saya menikmati makan siang di Coco Ichibanya, saya melihat banyak orang Jepang yang makan di sana, mungkin rasa karinya sama dengan yang biasa mereka nikmati di negara asalnya. Soal rasa, seperti yang saya sebut sebelumnya, saya mengharapkan sesuatu yang lebih istimewa, but this is purely my personal preference. Will I visit again? Might be, tapi yang pasti jarang-jarang mengingat harganya juga cukup pricey.
 
Recommended Dish(es):  Chicken Cutlet Omelette Curry
 
Spending per head: Approximately Rp100000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Lovely dining spot. Smile Jan 08, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Business Meeting | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

 
Ceritanya siang itu saya dan teman-teman mau nyobain sebuah tempat makan baru di Grand Indonesia, tapi apa daya waiting listnya lumayan panjang, dan saya bukan orang yang hobi ngantri untuk makanan, se-hip atau seenak apapun makanan itu. Karena tidak jadi makan di tempat tersebut, kamipun mencari tempat yang tidak terlalu ramai, dah akhirnya kamipun mendarat di Ismaya Catering Cafe.

Sejak Ismaya Catering Cafe buka di East Mall sampai pindah ke lokasi sekarang, sejujurnya saya tidak pernah tertarik untuk mampir, mungkin sekarang waktunya untuk mencoba. Saat itu Jumat siang, yaitu waktunya para karyawan kantoran berkeliaran di mal untuk makan siang, namun Ismaya Catering Cafe ini tidak terlalu ramai.

Ismaya Catering Cafe merupakan pop-up project dari Ismaya Catering Co., di mana tempat ini juga digunakan untuk culinary class, cooking demonstration dan lain sebagainya. Interiornya bernuansa rustic, quite unique and comfortable.

 

 
Tidak terlalu banyak menu yang ditawarkan oleh Ismaya Catering Cafe, bahkan dari tidak terlalu banyak pilihan yang ada di menu, beberapa menu sudah tidak ada. Pada bagian Easy Bites ada menu menarik seperti Truffle Edamame, Truffle Fries with Garlic Mayo, Thai Chicken Wings dan sebagainya. Pada bagian Heavy Bites terdapat menu ala Indonesia seperti Bakso iga Sapi Bu Kumis, Soto Ayam, atau juga beberapa jenis sajian Pasta seperti Fetuccine Carbonara with Turkey Ham, Beef Lasagna, juga beberapa menu lainnya. Selain itu ada juga menu Salad, Soup, Pizza, Sandwich, juga beberapa menu Desserts.

Our orders:
Iced Lemon Tea - IDR 20,000

Iced Lemon Tea - IDR 20,000

 
Spaghetti Beef Bolognaise - IDR 50,000

Spaghetti Beef Bolognaise - IDR 50,000

 
I'm not really into bolognaise sauce, but this one was good. Saus bolognaisenya pas, dilengkapi taburan keju di atasnya. Worth a try.
Spaghetti Spicy Pesto with Chicken - IDR 50,000

Spaghetti Spicy Pesto with Chicken - IDR 50,000

 
This one was also good, I love it! Pesto is my all time favorite pasta sauce. The pesto sauce was nice, tidak terlalu pedas menurut saya walaupun judulnya spicy.
Thai Minced Chicken Basil with Jasmine Rice - IDR 45,000

Thai Minced Chicken Basil with Jasmine Rice - IDR 45,000

 
Too be honest, I don't really remember the taste, not bad for sure.

Overall, I think Ismaya Catering Cafe is a nice place to dine. I would consider the portion for dinner, since it was not enough to fulfill my lunch appetite (please note that I have a really big appetite for a girl).
 
Recommended Dish(es):  Spaghetti Spicy Pesto with Chicken
 
Spending per head: Approximately Rp80000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend

Shabu-shabu plus. Smile Jan 06, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Korea | Restaurant | Shabu Shabu | Sushi

 
Siang itu kami adalah pengunjung pertama di Shabuya karena restorannya masih kosong. Suasana Shabuya cukup nyaman dengan interior yang modern dan sederhana. Kita dapat memilih meja dengan fasilitas shabu-shabu atau meja dengan fasilitas shabu-shabu dan teppan.

 
Dengan membayar IDR 130,000 ++, kita dapat menikmati all you can eat di Shabuya, tidak termasuk minuman. 1 gelas teh dihargai IDR 12,000 ++.

 
Untuk menu pembuka disajikan side dishes berubah ubi dan kimchi. Sejujurnya saya jadi bingung apakah Shabuya ini restoran khas Jepang atau Korea karena menyajikan kimchi sebagai banchan, tapi tak apa, yang penting rasanya enak. Ubinya manis, dan masih hangat, really good! Tapi sayang ketika kami memesan lagi, ubinya sudah tidak hangat.

 
Selain itu ada juga fried dumplings yang rasanya juga enak. Dumpling-nya tidak terlalu besar, kulitnya tidak terlalu tebal dengan isian daging yang nikmat.

 
Set shabu-shabu hadir seperti pada gambar di atas, berupa sayur-sayuran, jamur, seafood (udang, cumi, ikan dory), dan juga tentunya sapi (yang lupa saya foto). Semuanya tentu boleh dipesan lagi kecuali jamur enoki yang dikenakan charge jika memesan lagi. Agak aneh yah, padahal jamur enoki termasuk murah dari segi harga dibandingkan bahan lain yang disajikan.

 
Untuk kuah shabu-shabunya ada dua pilihan yaitu sukiyaki dan kaldu. Untuk saya, kuah sukiyakinya terlalu manis, sehingga saya memilih kuah kaldu yang agak tawar.

 
Bumbu-bumbu pelengkap seperti bawang putih, lobak, daun bawang, dan cabai juga disediakan, jadi jangan kuatir, walaupun kaldunya agak tawar, namun kita dapat meraciknya dengan bumbu-bumbu yang ada sampai rasanya sesuai dengan selera kita.

 
Bahan-bahan yang disajikan Shabuya sangat fresh, baik dari daging, seafood, juga sayuran. Daging sapinya merupakan premium quality Australian Angus. Ikan dorynya juga fresh, saya sampai memesan berkali-kali.

 

 
Untuk menu teppan, kita dapat memanggang sendiri daging sapi ataupun ayam yang tersedia, atau kita bisa juga memesan yang sudah jadi seperti kedua gambar di atas. Dua-duanya enak, terutama bumbu ayamnya.

Seusai makan, kami juga disuguhkan buah-buahan untuk pencuci mulut. Secara keseluruhan, pengalaman makan siang kami di Shabuya cukup memuaskan dari segi makanan dan pelayanan. Itadakimasu!
 
Recommended Dish(es):  Shabu-Shabu
 
Spending per head: Approximately Rp150000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend

Samgyeopsal jeongmal mashita! Smile Dec 31, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Korea | Restaurant | Kumpul Keluarga

 
Sudah lama saya mendengar tentang Chung Gi Wa dan akhirnya belum lama ini Chung Gi Wa membuka cabangnya di Gandaria City. Sayapun mampir ke Chung Gi Wa pada suatu Minggu siang. Restorannya ramai pengunjung, namun tidak terlalu lama saya harus menunggu untuk mendapatkan seat dan memesan.

 
Peralatan makan ala Korea disiapkan di meja kami. Minuman berupa tehpun sudah tersedia di meja, dan gratis seperti pada restoran Korea kebanyakan. Kami memilih meja yang ada panggangannya, walaupun begitu, nantinya pelayan dari Chung Gi Wa yang akan memanggangkan pesanan kami.
Banchan - Free

Banchan - Free

 
Beberapa piring Banchan (side dishes) juga disajikan di meja kami. Semuanya berupa sayuran dan sudah pasti beberapa di antaranya adalah kimchi.
Nasi - IDR 10,000

Nasi - IDR 10,000

 
Waktu berkunjung ke Korea, ketika di restoran BBQ, saya jarang melihat orang memesan nasi. Kebanyakan orang memesan daging yang dimakan dalam wrap sayuran, lalu minum bir atau soju. Hanya saja kebiasaan di Indonesia, daging adalah lauk yang dimakan dengan nasi, jadilah kami memesan nasi. Nasinya lebih pulen dari nasi biasa, disajikan dalam mangkok stainless ala Korea.
Jap Chae - IDR 75,000

Jap Chae - IDR 75,000

 
Saya sempat membaca beberapa review, bahwa Japchae di Chung Gi Wa porsinya generous. Namun saya agak kecewa Japchae kami datang dalam porsi yang menurut saya tidak terlalu banyak, namun memang rasanya enak sekali. Wangi dan rasa wijen begitu terasa dalam Japchae ini, tekstur mie dari kentang yang kenyal dan nikmat ini.
Soondubu Chige - IDR 48,000    (including rice)

Soondubu Chige - IDR 48,000 (including rice)

 
Soondubu Chige merupakan stew dengan tahu, telur, serta seafood di dalamnya. Saya kurang suka dengan rasanya, seperti ada yang kurang pada bumbunya.
Samgyeopsal (Pork Belly Skin Off) - IDR 59,000

Samgyeopsal (Pork Belly Skin Off) - IDR 59,000

 
Kalau disuruh memilih pork atau beef, sudah pasti saya memilih pork, selain karena saya lebih suka teksturnya, harga pork di Chung Gi Wa juga nyaris setengah dari harga beef. Pilihan pertama saya adalah Samgyeopsal, yaitu bagian dari daging perut yang masih ada lemaknya. Bagi yang suka nonton acara atau drama Korea, pasti sudah tidak asing lagi dengan si Samgyeopsal ini yah. Samgyeopsal yang sudah matang dapat kita lihat pada gambar di bawah.
Samgyeopsal

Samgyeopsal

 
Tanpa pakai bumbu samgyeopsalnya sudah sangat nikmat, dimakan dengan kimchi juga nikmat. Dagingnya empuk, tidak bau, dan lemaknyapun terpanggang dengan sempurna dan tidak alot.
Mokdengsim (Pork Tenderloin - Neck) - IDR 59,000

Mokdengsim (Pork Tenderloin - Neck) - IDR 59,000

 
Selesai memasak samgyeopsal, barulah pesanan kami yang lain Mokdengsim dimasak. Berbeda dengan Samgyeopsal, daging bagian leher ini tidak berlemak, dan teksturnya lebih kasar dari Samgyeopsal.
Mokdengsim - Samgyeopsal

Mokdengsim - Samgyeopsal

 
Untuk yang tidak suka lemak, mungkin bisa memilih Mokdengsim, sedang kalau saya lebih menyukai Samgyeopsal.

Di bawah ini adalah gambar pelengkap BBQan ala Korea.

 
Daun-daunan yang ada digunakan untuk membungkus daging dan pelengkap lainnya. Saya sendiri tidak begitu suka makan dengan cara seperti itu, biasanya saya hanya makan daging dicocol dengan sambal, atau dimakan dengan kimchi saja.

 
Saya cukup puas dengan pengalaman makan saya di Chung Gi Wa, namun ada juga poin minus tempat ini, yaitu di seluruh areanya bebas merokok, dan mejanya kecil terutama untuk makan berempat. But still, I'll be back for more Samgyeopsal. lol
 
Recommended Dish(es):  samgyeopsal,japchae
 
Spending per head: Approximately Rp80000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Korean Styled Chicken. Smile Dec 26, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Korea | Restaurant

 
Gandaria City merupakan salah satu mal favorit saya untuk kulineran, karena banyak restoran yang tidak ada di mal lain terdapat di sini. Salah satu jenis restoran yang banyak terdapat di Gandaria City adalah Korean restaurant. Suatu Minggu sore, saya dan teman-teman mencari tempat untuk ngemil-ngemil kece di sini, dan akhirnya kami mampir ke Jeans Chilli Chicken.

Dari judulnya, kita bisa mengira kalau spesialisasi di tempat ini adalah menu ayamnya. Di Korea Selatan sendiri, memang banyak restoran-restoran yang menjual ayam, biasanya dalam jumlah banyak per porsinya untuk teman minum alkohol. Lain dengan restoran ayam ala Korea seperti Bonchon atau Kyochon yang memang berasal dari Korea Selatan, Jeans Chilli Chicken ini merupakan franchise dari Australia.

 
Saat saya datang, tidak banyak pengunjung yang mengisi ruangan yang tidak terlalu besar ini sehingga cukup nyaman untuk duduk, ngemil, dan ngobrol-ngobrol ditemani sederet lagu-lagu KPOP yang diputar.

 
Tidak banyak menu yang ditawarkan oleh Jeans Chilli Chicken. Beberapa menu ayam dan tidak banyak menu side dishes serta nasi terdapat di dalam buku menu. Berikut beberapa makanan yang menghiasi acara ngemil kami sore itu.
Rice Ball - IDR 20,000

Rice Ball - IDR 20,000

 
Menu ini hadir dalam bentuk seperti pada gambar kiri atas, dan nantinya dapat kita bentuk sendiri menjadi bola-bola kecil seperti gambar di bawah. Ukurannya tidak besar, dan rasanya sangat sederhana, aroma wijen dan seaweednya sangat terasa. Konon jaman dahulu menu ini biasa disajikan untuk para prajurit pada jaman perang, namun kini menjadi makanan sehari-hari di sana. Tapi memang nasi dengan rumput laut terasa lebih enak daripada nasi putih biasa.
Rice Ball - IDR 20,000

Rice Ball - IDR 20,000

 
Kira-kira rice ball yang sudah dibentuk seperti gambar di atas.
Jeans Chilli Chicken (S) - IDR 52,000

Jeans Chilli Chicken (S) - IDR 52,000

 
Jeans Chilli Chicken merupakan ayam BBQ yang saos khas restoran ini. Khusus menu Jeans Chilli Chicken ini kita dapat memesan dalam ukuran small. Menu ini hadir dalam rupa potongan fillet ayam panggang dengan saos kemerahan di atasnya. Rasanya enak dan pedas, tidak terlalu pedas buat saya namun cukup pedas untuk teman-teman saya.
EQ Honey Fried Chicken - IDR 92,000

EQ Honey Fried Chicken - IDR 92,000

 
Kami juga memesan EQ Honey Fried Chicken yang terdiri dari 15 potong sayap & paha ayam goreng dalam baluran saos honey. Kami semua lebih menyukai menu ini dari Jeans Chilli Chicken. Crunchy, manis, enak! 15 potong sepertinya banyak yah, tapi kalau sudah makan rasanya sih tidak sebanyak itu. I ended up eating 5 pieces of wings & drumettes.

Harga yang ditawarkan Jeans Chilli Chicken memang tidak murah kalau melihat angka pada buku menu, namun mengingat bahwa isinya cukup banyak dalam 1 porsi dan diperuntukkan untuk sharing, rasanya masih cukup reasonable ketika membayar. Jeans Chilli Chicken dapat dijadikan opsi untuk makan siang (ada juga menu lunch special) atau sekedar ngemil di Gandaria City.
 
Recommended Dish(es):  EQ Honey Fried Chicken
 
Spending per head: Approximately Rp50000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0