OpenRice Index
  
ichakhairisa
This is ichakhairisa living in Cilincing. I am a Editor, work in Kuningan. I like to hang out in Sudirman, Kelapa Gading, Kuningan. Betawi, Jawa, International food are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Kedai Kopi & Teh and Es Krim/Yogurt, Dessert, Soto/Rawon, Dim Sum, Salad.
Member 98 First(s)
No. of Review218 Review(s)
編輯推介數目148 Editor's Choice
Recommended16 Recommended
Popularity11587 View(s)
Replies in Forum5 Comment(s)
Upload Photos1216 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant2 My Restaurant(s)
Follow1 Following
粉絲1312 Follower(s)
ichakhairisa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 11 to 15 of 218 Reviews in Indonesia
Cabuk Rambak khas Solo OK Dec 16, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jawa | Street Foods

Sehabis saya menikmati Dawet Telasih di Pasar Gede, saya berjalan ke arah pintu keluar pasar dan menemukan penjual Cabuk Rambak. Seorang ibu muda yang menggelar dagangannya di lantai hanya dengan sebuah bakul berisi beberapa ikat ketupat dan cabuk rambak. Jadi cabuk rambak itu berupa bumbu pelengkap, seperti bumbu kacang pada gado-gado atau ketoprak, yang terbuat dari wijen dan ketan yang kemudian diencerkan dengan air dan disiram di atas potongan ketupat. Simple, isn’t it? Sama seperti harganya juga yang membuat saya tercengang-cengang, kalau kemarin saya menemukan Soto Kwali seharga Rp3.500, ini sebungkus cabuk rambak seharga Rp2.000 saja! Oh Solo, bukan Cuma kotanya yang ramah bahkan harga makanan pun sangat sangat ramah disini hehehe…

 

 

 
 
Recommended Dish(es):  cabuk rambak
 
Date of Visit: Nov 23, 2012 

Spending per head: Approximately Rp2000(Breakfast)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 1

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Surabi Enhaii OK Nov 28, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Sunda | Kumpul Keluarga

Sepeninggal saya dua bulan ke Kalimantan, ternyata banyak sekali yang berubah tidak hanya di Jakarta, tapi juga di Depok. Terakhir kesini itu hampir enam bulan yang lalu, dan saat weekend kemarin mampir kesini lagi, Depok sudah seperti Bandung, makin padat dengan lokasi kuliner dimana-mana.

 
Satu tempat yang sedang happening banget saat ini yaitu kawasan jajan yang memiliki 4 tempat makan sekaligus, Batagor Ikhsan, Surabi Enhaii, dan Bubur Barito. Kawasan jajan ini terletak tidak jauh dari Universitas Gunadarma. Terletak persis di pinggir jalan dengan area yang sangat luas ini menjadikan tempat ini sangat penuh di waktu weekend.

 
Saya sengaja mampir karena ingin mencicipi Surabi Enhaii. Soalnya tiap kali mampir ke Bandung, pasti nggak kepikiran mau nyobain si Enhaii ini hihihi. Singkatnya, Surabi Enhaii menyediakan aneka menu surabi atau biasa disebut serabi dengan beragam topping. Mulai dari surabi manis, seperti surabi bertopping cokelat, pisang susu, keju cokelat, durian, jagung keju, kurma keju, sampai yang bertopping es krim stroberi juga ada. Ada juga surabi pedas, seperti surabi bertopping ayam special, kornet sosis, abon special, atau jagung pedas. Selain surabi, mereka juga menyediakan aneka main course berupa masakan Indonesia dan simple western food.

Surabi Kornet Sosis menjadi pilihan saya malam itu. Porsi surabinya memang cukup besar. Adonan surabinya empuk dan cukup lembut, seperti pada umumnya adonan surabi, rasa dan tekstur kelapanya cukup kental disini. kornet dan sosinya disisipi di beberapa bagian surabinya dan uniknya, surabi ini disjaikan dnegan mayonnaise pedas yang diklaim handmade. I love the sauce sih. Walaupun agak bikin perut panas hehehe.

 
Habis berpedas-pedas ria, saya mencicipi Surabi Nangka Susu. Dengan tipikal adonan yang sama, surabi ini hanya ditambahkan nangka dan susu diatasnya. Manis dan mengobati rasa terbakar lidah saya.

 
Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, untuk serabi manis dan pedas berkisar antara Rp8.000 – 15.000, sedangkan aneka main course berkisar antara Rp19.000 – 45.000. Untuk minumannya dengan pilihan aneja jus, ice cream, es teller, milkshake, dll berkisar antara Rp7.000 – 20.000.

Sayangnya, pelayanannya mengecewakan sekali. Entah karena sedang ramai pengunjung atau karena proses membuat surabi yang lama, saya harus menunggu hamper 45 menit hanya untuk surabi saja. Harus sering-sering menegur pelayannya jika makanan ingin cepat sampai di meja. Phiuh.
 
Date of Visit: Oct 20, 2012 

Spending per head: Approximately Rp25000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 1  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 2

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Morning AYCE at Dragon Court  OK Nov 28, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Dim Sum | Kumpul Keluarga

On my last weekend in Jakarta, I spent my Saturday morning with several food reviewer from Openrice.com in a gathering at Dragon Court Chinese Restaurant of the Media Hotel & Towers Jakarta. Dragon Court is a Chinese restaurant located at 4th floor of the Media Hotel & Towers, formerly Sheraton Media, and served the guest with variant of Chinese cuisine.

 

 
In this occasion, I sampled their signature dim sum which also come into their All You Can Eat package of only IDR69.500 nett. You can enjoy this affordable price by munching several types of dim sum and also the buffet. However, don't put too much expectation on the buffet. When you have to pay less, you will also get less, right. The buffet only offer you several light food to company your breakfast, brunch, or lunch, such as fried rice, soup, and porridge.

 
I sampled their signature dim sum which came in many types, such as lo mai kai covered with lotus leaves, ha kau, siomay, pangsit beijing, kaki ayam bumbu lada, spring rolls, bakpau isi, lumpia kulit tahu saus tiram, etc. All those dim sum are made by request. This resto believe that serving a fresh food will make their customer more satisfy. So, they will make the dim sum as soon as you make the order.

 

 
There's nothing so special from the dim sum. At least I found that dim sum in a hotel better than dim sum in a hawker stall. They came in a good filling, soft skin, and all variant have its own unique taste. I love its Ha Kau, I always feel nausea in eating a shrimp, but Dragon Court make it fresh and I just feel okay in eating that shrimp inside hihihi. The siomay, lumpia, and pangsit beijing also went well on my stomach.

I sampled their fried rice. It's just a butter fried rice with meatball. It's light, not so spicy just butter covering my mouth. A simple dish for breakfast. Hmmm...maybe I was not into their bakpau, especially their bakpau filled with corn. Why they should made the corn like a paste? I mean I didn't know how it is made, but I think they blended the corn with maizena flour and it's not a 'corn' popping on my mind. It's a corn paste and moreover it's too sweet. Ah the bakpau dough was also not fully baked. It left an awkward after taste on my tongue, I felt like munching a raw flour.

 
Dragon Court open daily from 08.00 AM to 02.00 PM. For Muslim, don't worry all food here is halal. They serve food contain a pork only by request. Thanks @openrice and the Media Hotel & Towers for the invitation.
 
Recommended Dish(es):  dim sum
 
Date of Visit: Nov 15, 2012 

Spending per head: Approximately Rp65000(Breakfast)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Pawon Ragil OK Aug 17, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jawa | Food Court | Soto/Rawon | Halal

Kalau makan siang food hall di Allianz Tower Kuningan, saya punya tempat makan langganan, nama kedainya Pawon Ragil. Disini khasnya itu soto ayam dan soto daging, tapi mereka juga nyedian pecel ayam dan pecel lele. Harga yang ditawarkan juga murah meriah saja, seporsi soto ayam san soto daging dengan masi seharga Rp13.000, sedangkan pecel ayam dan pecel lele seharga Rp15.000.

 
Pelayanan mereka sangat sigap meskipun di jam makan siang yang penuh orang, biasanya mereka sudah menyiapkan isi sotonya di mangkuk-mangkuk, jadi saat ada yang pesan merek atinggal menuangkan kuah sotonya ke mangkuk pesanan itu. Sambal, kecap dan jeruk nipis semua diserahkan ke yang beli untuk digunakan sesuai selera juga.

 
Saya sering memesan soto ayam disini. Seporsi soto ini isinya standar sih hanya bihun, potongan kentang, irisan ayam, bawang daun, dan kentang kering. Kuahnya tidak terlalu asin, pas aja rasanya. Gurih dan cukup segar dengan tambahan jeruk nipis.

 
Suasana food hallnya disini juga sangat nyaman. Ada banyak bangku dan meja-meja besar di bagian dalam dan juga bangku-bangku melamin berhiaskan payung-payung cantik di bagian tamannya. ditambah dengan deretan pohon palem dan angin semilir, serta pemandangan taman yang cantik, jadi makin betah tiap kali makan siang disini.
 
Date of Visit: May 16, 2012 

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 1

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend

An Afternoon at Dulang Kafe OK Aug 14, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant

Di hari terakhir di Bali, sambil menunggu keberangkatan pesawat kembali ke Jakarta, saya menyempatkan diri berjalan-jalan disekitar Kuta Square dan mampir makan sore di Dulang cafe. Kafe ini berlokasi di area Kuta Square, tepat disamping Matahari Department Store. Tidak sulit menemukan kafe ini, karena di bagian depannya terdapat canopi berwarna hijau dan bertuliskan Dulang cafe. Kafe ini sedikit terlihat eksklusif, dari interiornya pun terlihat seperti restoran kelas menengah. Di bagian terasnya terdapat beberapa meja dan kursi makan a la pantai yang dihias dengan sarung kursi berwarna oranye. Kafe ini semakin cantik engan hiasan tirai emas dibagian depannya, sedangkan di bagian dalam juga ada beberapa tambahan sofa yang terlihat nyaman. Di sisi kanan kafe terlihat ada bar dan etalase berisi cake-cake cantik. Suasananya terlihat semakin elegan dengan pencahayan dari lampu ruangan yang sedikit redup dan menguning.

 
Resto ini menyajikan aneka makanan mulai dari menu Indonesia sampai menu international seperti makanan western dan italia. Ada aneka pasta dan steak yang dikhususkan untuk pengunjung yang mayoritas turis asing, sedangkan untuk lidah Indonesia nasi campur Bali, ayam goreng, aneka bakmi menjadi pilihan yang tepat. Kesan ‘mahal’ pada kafe ini memang terbukti pada harga makanan yang ditawarkan. Untuk makanan dibanderol mulai dari Rp38.000 – 250.000, sedangkan untuk minuman mulai dari Rp25.000 – Rp150.000.

 
Agak miris sebenarnya melihat harga disini, melihat seporsi mie ayam yang dihargai Rp38.000 saja mata saya langsung mendelik, padahal di Jakarta saya biasa makan paling mahal 10.000 hahaha. Berhubung lapar dipesanlah Bakmi Ayam itu (38K). Rasanya sama aja seperti bakmi ayam pinggir jalan pada umumnya. Kuahnya gurih, mie-nya cukup kenyal dan lembut dengan tambahan irisan ayam dan baso. Nggak ada yang spesial sih dari bakmi ini.

 
Untungnya, Nasi Campur Bali (56K) nggak terlalu bikin saya tambah shock. Nasi khas Bali ini datang dengan porsi yang besar. Seporsi nasi campur ini terdiri dari nasi, urap, tum ayam, telur, sate lilit, tempe orek kering dengan kacang goreng, dan sambal matah. Umumnya, bumbu yang ada pada makanan disini, seperti bumbu pada telur dan tum ayamnya bercitarasa khas Bali, pedas, sedikit bersantan, dan rasanya manis asin. Overall, saya cukup puas makan nasi campur disini, walaupun katanya sih masih belum otentik. Nggak tau sih dimana yang jual nasi campur otentiknya hehehe…Yang penting dengan porsi yang besar, saya mampu mengisi perut saya sampai tengah malem sambil nungguin pesawat pulang ke Jakarta.

Untuk masalah pelayanan sih menurut saya disini agak lama ya. Padahal waktu saya makan disini sedang sepi pengunjung, enath kenapa, deh. Tapi overall dengan suasana Kuta sore hari yang ramai dan gemerlap, kafe ini teteap cocok untuk tempat duduk-duduk dan ngopi cantik di sore hari.

 
Date of Visit: Jun 10, 2012 

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0