OpenRice Index
  
ichakhairisa
This is ichakhairisa living in Cilincing. I am a Editor, work in Kuningan. I like to hang out in Sudirman, Kelapa Gading, Kuningan. Betawi, Jawa, International food are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Kedai Kopi & Teh and Es Krim/Yogurt, Dessert, Soto/Rawon, Dim Sum, Salad.
Member 98 First(s)
No. of Review218 Review(s)
編輯推介數目148 Editor's Choice
Recommended16 Recommended
Popularity11587 View(s)
Replies in Forum5 Comment(s)
Upload Photos1216 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant2 My Restaurant(s)
Follow1 Following
粉絲1312 Follower(s)
ichakhairisa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 16 to 20 of 218 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Harga yang ditawarkan disini memang cukup pricey untuk es krimnya. But its worth to buy, kok. Harga dessert disini ditawarkan mulai dari Rp5.000 – 50.000. Overall, suasana yang nyaman dan colorful, Sayangnya, lokasinya terlalu jauh sih. Mungkin someday Island Creamery bisa reconsider untuk buka gerainya di Jakarta. Dijamin pasti banyak peminatnya.

Siapa yang nggak kenal Ta Wan Restaurant, resto yang terkenal dengan bubur Chinesnya ini memang sudah tidak asing lagi di lidah para pecinta makanan Chinese. Saya sendiri baru kesampaian makan disini karena ada acara gathering dengan teman-teman lama. Ta Wan yang dikunjungi adalah outlet di FX Lifestyle X’center. Resto ini terletak di lantai 1 dengan area yang cukup luas dan didominasi dengan waran cokelat tua yang menjadi khasnya Ta Wan. Begitu pula dengan furniturnya, didominasi unsur kayu dengan beberapa ukiran khas China yang klasik namun tetepa modern.

Menu-menu yang kami cicipi malam itu, diantaranya:

Bubur Tiga Rasa

 
Saya pikir bubur ini memiliki tiga rasa, ternyata yang memiliki tiga rasa itu toppingnya. Topping bubur yang disajikan dalam porsi sangat besar ini terdiri dari daging ayam, ikan, dan udang. Lengkap ditaburi oleh cakue dan irisan daun bawang. Rasanya cukup enak. Buburnya lembut dan gurih, ditambahkan dengan kecap asin makin enak lagi. Porsinya sih yang saya gka tahan, gede banget!

Belut Goreng Cabe Garam

 
Ternyata makan belut tidak seseram namanya. Belut disini digoreng dengan balutan tepung yang crunchy dan rasa pedas asin yang gurih. Tekstur dagingnya juga seperti cumi, kenyal dan lembut.

Mie Seafood

 
Lupa sebenarnya nama masakan ini apa hehehe. Tapi penyajiannya sih ini mie siram seafood yang berisi cumi, udang, kerang dan potongan sawi hijau. Kuahnya sangat kenatl dan gurih. Mienya juga lembut dan gampang dikunyahnya.

Lumpia Goreng

 
Lumpia goreng ini empuk sekali teksturnya. Dimakan dengan mayonnaise jadi tambah seru. Ada sedikit rasa udang disetiap gigitannya.

Overall, harga yang ditawarkan Ta Wan tidak terlalu pricey apalagi untuk porsinya yang besar dan pas untuk keluarga. Harga makanan disini dibanderol mulai dari Rp8.000 – 60.000, sedangkan minumannya mulai dari Rp5.000 – 15.000.

Suasana di Ta Wan FX ini memang ramai dan sayangnya pelayanannya kurang. Entah karena kurang pelayan atau mereka yang tidak sigap menanggapi pengunjung yang makin ramai. Pesanan di meja kami saja datangnya lama sekali sampai harus menunggu lebih dari 30 menit.

 
 
Date of Visit: Jun 30, 2012 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Not just a coffe shop OK Aug 09, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kedai Kopi & Teh | Business Meeting

Anomali memang tidak ada matinya. Coffee shop ini selalu jadi tempat yang menyenangkan untuk minum-minum cantik sambil browsing. Pilihan saya jatuh pada Anomali Coffe di Setiabudi One Building. Kafe yang cukup luas ini mengusung tema industrial pada interiornya, terlihat dari tumpukan berkarung-karung kopi di bagian depannya. Kursi dan meja-mejanya juga dibuat simple dengan dominasi warna hitam dan beberapa sofa berwarna merah. Di beberapa bagian dinding terdapat foto-foto transportasi jaman dahulu dan tulisan tetntang silsilah kopi yang ditulis dengan kapur warna-warni.

 

 
Sambil menikmati lancarnya wi-fi disini, saya memanjakan diri saya dengan segelas Lychee Ice Tea yang menyegarkan. Aroma lecinya begitu pekat dan rasa tehnya campur aduk, ada sedikit rasa manis dan pahitnya. But it's really fresh!

 
Sebagai teman nge-teh saya mencicipi Vanilla Eclair yang sangat cantik tampilannya. Eclair berbentuk lonjong ini diselimuti oleh frozen white chocolate yang manis kemudian diisi dengan fla vanilla. Tekstur eclairnya lembut dan mudah dipotong. begitupun flanya, lembut, kekentalannya pas dan manisnya juga pas, tidak membuat saya eneg walaupun saya memakannya begitu cepat hehehe...

 
Anyway, harga yang ditawarkan Anomali juga masih masuk akal. Untuk minuman seperti kopi standarnya dari Rp28.000-40.000, untuk makanan dari Rp16.000-40.000. Selain, snack mereka juga meneydiakan aneka sandwich dan makanan utama seperti pasta.

Pelayanannya cukup cepat dan ramah. Yang pasti enaknya makan di Anomali itu kita bisa sepuasnya browsing internet walaupun cuma memesan makana sedikit hehehe...Will always back to here...
 
Date of Visit: Jun 29, 2012 

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Pizza & Pasta | Halal

Sudah tidak asing lagi jika menelusuri daerah Braga, Bandung kesan klasik dan tempo dulu pasti menelusup kedalam pikiran kita. Deretan rumah dan toko-toko jaman dahulu masih menghiasi daerah yang kini semakin diremajakan dengan bergabungnya beberapa resto dan kafe-kafe bergaya modern-klasik. Tengoklah sebuah resto bernuansa modern klasik di ujung Jalan Braga yang kental dengan nuansa merahnya. Ya, Sugarush, sebuah nama resto yang membuat setiap orang pasti memikirkan kata ‘gula’ saat pertama kali mengeja namanya. Nama yang manis itu ternyata membuat resto yang baru berdiri tujuh bulan lalu ini laris manis bak kacang goreng, terlihat dari antrian waiting list panjang saat saya datang kesini di hari Sabtu.

 
Warna merah di bagian depan ternyata sedikit dikurangi dengan dominan warna dinding hitam dan cream di bagian dalam. Dinding-dindingnya dipercantik dengan beberapa tulisan dari kapur tulis dan lukisan orang yang menyerupai bayangan yang membuat saya terkagum-kagum. Kesan klasik Braga dibawa Sugarush dalam deretan lampu-lampu gantung klasik dengan beragam model di langit-langitnya dan juga beberapa lemari berisi patung-patung abstrak dan guci-guci klasik. Kesan modern ditampilkan Sugarush dalam bar yang diletakkan di bagian tengah ruangan dan beberapa lampu gantung di bagian ujung ruangan yang mirip seperti bunga kecubung.

 
Sugarush boleh menampilkan kesan klasik dalam dekorasinya, namun tidak pada menunya. Menu-menu western, Italian, internasional dan Indonesian siap menggugah selera kita. Tengoklah beberapa menu pasta, salad, baked rice, atau sugarush beat untuk main course atau maniskan hari dengan beberapa pilihan cake juara disini seperti Red Velvet dan Rainbow Cake, pancake, waffles, atau churros, si snack khas Mexico.

 
Harga yang ditawarkan disini juga masih cocok dengan kantongn anak muda. Untuk makanan, Sugarush menawarkan harga mulai dari Rp18.000 – 45.000, sedangkan minuman mulai dari Rp13.000 – 20.000. Untuk aneka cake, Sugarush juga masih ramah dengan range rata-rata Rp25.000 per slice.

Pilihan saya jatuh pada main course yang jadi favorit disini Loin Pasta. Penne pasta dengan cream sauce dan beef slice. The penne went well into my stomach, unfortunately cream sauce-nya terlalu rich namun tidak gurih. Agak sedikit ‘enough’ di suapan saya yang terakhir karena cream sauce yang sangat ‘plain’ itu. Untungnya, saus lada hitam pada potongan dagingnya masih bisa menolong rasa si Loin Pasta ini.

 
Hamburg Rice menjadi pilihan saya selanjutnya. Tampilannya sangat unik, mirip seperti jamur raksasa. Namun jangan salah, ternyata ini tumpukan nasi putih yang diatasnya ditutup dengan daging cincang yang dipadatkan dan potongan wortel, jagung dan buncis. Pujian saya mungkin datang pada si daging cincangnya yang soft dan tasty. Bumbunya pas, perpaduan lada hitam dan bolognese taste membuat daging cincangnya terasa rich dan melengkapi si nasi yang mirip dengan nasi lemak itu.

 
Rainbow cake menjadi salah satu cake yang di puja-puja disini. Sayangnya, saat saya mencicipinya entah mengapa saya kurang setuju dengan pendapat banyak orang. Again, this is my own opinion, lho. But for sure, tekstur cakenya kurang moist, cenderung mirip dengan bolu biasa dan mendekati chiffon cake. Manisnya kurang, cream cheesenya juga tidak pekat dan anehnya saya masih bisa merasakan rasa sweet cream yang biasa dipakai untuk birthday cake biasa.

 
Untuk minumannya, saya mencicipi Blueberry Smoothies. Lagi-lagi agak kecewa karena si minuman ini sepertinya kebanyakan air dan kekurangan blueberry. Rasa blueberrynya tidak terlalu terasa, jadi mirip jus blueberry yang dikasih es kemudian mencair, jadi cuma sisa-sisa airnya yang terasa.

 
Overall, Sugarush boleh jadi sudah berhasil menampilkan kepiawaiannya dalam menjaring pecinta kuliner di Bandung dan sekitarnya, hanya saja perlu sedikit banyak pengembangan disana-sini terutama dari sisi menu. By the way, Sugarush sepertinya juga perlu memperhatikan kondisi ruangan disaat crowd lagi penuh-penuhnya. Ruangan yang cantik namun penuh sesak orang hingga AC-pun tidak terasa dan saya sampai keringetan itu jadi nilai minus yang fatal banget buat saya. Makan nggak enak, duduk pun gak tenang. Mudah-mudahan orang lain nggak begitu complain seperti saya hihihi.
 
Date of Visit: Jun 16, 2012 

Spending per head: Approximately Rp50000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 2  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Menikmati Seafood di Jimbaran OK Jun 22, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Kencan / Berpasangan | Hang Out

Setelah menghabiskan waktu seharian menelusuri pantai-pantai cantik di Uluwatu, Jimbaran menjadi pilihan saya mengisi perut. Satu hal yang menjadi jualan utama Jimbaran adalah area dinner pinggir pantainya. Memasuki pusat makan Jimbaran, saya langsung disambut dengan sederet restoran dan café yang menyajikan seafood ‘fresh from the oven’. Hampir semua café tersebut dipenuhi dengan penggila seafood yang ingin merasakan sensai makanpinggir pantai khas Jimbaran. Saya memilih Ubung café, karena tempat pertama yang saya pilih waiting list-nya sangat panjang. Di setiap café disini sudah dipastikan kita diperbolehkan memilih sendiri seafood segar yang kita inginkan, rata-rata sih memang haru memesan per kilo. Seafood yang bisa dipilih disini diantaranya fresh lobster, king prawn, tiger prawn, kerang, cumi, udang red snapper, barakuda, ikan baronang, oyster, bawal, dan masih banyak lagi.

 
Saya sendiri akhirnya memesan cumi, red snapper, dan kerang sebagai menu makan malam. Sambil menunggu makanannya datang, saya begitu menikmati keramaian Jimbaran di malam hari. Jejeran meja makan dengan lilin-lilin cantik ditata apik disepanjang pantai. Suasana temaram dan deburan ombak serta semilir angin membuat Jimbaran tak salah menjadi pilihan keluarga atau para pasangan menghabiskan candle lite dinner a la pantai disini. Di beberapa tempat juga terlihat dan terdengar suara sekelompok pengamen yang menyanyikan lagu-lagu tempo dulu yang romantis dan kadang membuat kita ingin bergyang di pinggir pantai. It’s nice and romantic I thought, moreover my loved one was also beside me hahaha!

 
Seafood pesanan saya datang sekitar 30 menit kemudian. Semua sajian seafood disini dimasak dengan cara dibakar. Ikan red snapper dibakar dengan cukup matang dengan balutan bumbu rempah-rempah yang sangat pekat. Saya tidak bisa menebak bumbu apa yang dipakai hanya saja rasa kunyit sangat tajam dilidah saya. Tekstur ikannya juga sangat lembut dan bumbunya menyerap sampai kedalam dagingnya.

 
Kerang dara yang disajikan disini menurut saya juara. Bumbu rempah-rempahnya juga sangat kaya akan rasa. Saya bisa merasakan aneka rasa seperti manis, asam, asin, gurih bercampur disana, dan sepertinya kunyit yang jadi khasnya bumbu masakan Bali lagi-lagi terasa sangat pekat disini. Kerangnya pun dibakar sempurna, tidak lagi tercium bau amisnya.

 
Sayangnya, cumi bakar yang ditusuk dengan tusuk sate ini tidak menggugah selera saya. Walaupun porsinya banyak, ada sekitar 15 tusuk, Bumbunya terasa pahit dan asam sekali di lidah. Tekstur dagingnya juga keras mungkin terlalu lama dibakar juga.

 
Harga makanan yang ditawarkan Ubung café juga standar. Untuk semua menu seafood segar rata-rata dibanderol mulai dari Rp40.000 – Rp150.000 per kilo. Sedangkan, minumannya mulai dari Rp5.000 – 15.000.

Overall, saya menikmati malam ini dengan senyuman. Bali berhasil membuat saya makin mencintai masakan Indonesia beserta segala kenikmatan
 
Recommended Dish(es):  KERANG DARA
 
Date of Visit: Jun 09, 2012 

Spending per head: Approximately Rp100000(Tea)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Triple S Lounge & Bar OK Jun 22, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Lounge/Bar | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga | Hang Out

Saat menginap di Best Western Kuta Beach, Bali, saya menyempatkan diri mnegunjungi lounge and bar milik hotel ini, Triple S Lounge & Bar. Lounge & bar ini terletak di rooftop, lantai 5 hotel Bestwestern Kuta Beach. Lokasinya yang berada di paling atas hotel, membuat lounge & bar ini menjadi tempat yang seru buat hangout karena posisinya yang di atap dengan pemandangan langsung ke pantai kuta dan lautan yang luar biasa biru dan indah! Di bagian depan lounge & bar ini terdapat kolam renang kecil dengan beebrap kursi pantai untuk tempat berjemur. Dekorasinya sendiri dibuat sangat colorful, ada beberapa kursi dan meja yang terbuat dari rotan dengan warna-warna neon seperti merah, hijau dan kuning, cantik menghiasi lounge & bar ini.

 
Di sisi lainnya terdapat sofa-sofa empuk lengkap dengan bantalnya yang enak buat duduk sambil tidur-tiduran. Sisi bar juga terlihat rapi dan coclorful dengan beberapa bendera peserta EUR0 2012 yang memang sedang hip saat ini.

 
Triple S ini tidak menyajikan begitu banyak makanan, karena lebih mengutamakan menu minumannya. Makanan yang ditawarkan diantaranya ada aneka burger, pasta, dan snack ringan seperti french fries atau calamari. Ada pula beberapa makanan utama seperti Nasi Lengko, Nasi Campur Bali, dan beberapa menu steak.

Cuaca Bali yang sangat panas siang itu membuat saya memilih Orange Punch sebagai pelepas dahaga. Mocktails ini merupakan campuran dari orange juice, sedikit lemon, soda, dan gula. Rasanya asam manis namun menyegarkan tenggorokan!

 
Sedangkan untuk pelengkap makan siang, saya memilih Nasi Lengko. Nasi Lengko ini memang bukan menu khas Bali melainkan makanan khas masyarakat pantai utara Jawa seperti Cirebon atau Indramayu. Nasi Lengko disini dibuat sedikit naik kelas dengan penyajian yang luar biasa cantik. Tengoklah piring keramik berbentuk persegi yang sangat besar lengkap dengan cangkir a la lampu ajaib Aladdin yang berisi sambal kacang sebagai penyaji makanan ini.

Seporsi Nasi Lengko ini terdiri dari nasi putih, ayam goreng, gepuk goreng, tempe dan tahu goreng, toge rebus, potongan mentimun, selada, bumbu kacang serta sate buah melon, pepaya dan semangka. Secara umum rasa makanan campu-campur ini tidak terlalu spesial. Ayam gorengnya sudah tidak hangat dan sedikit alot, begitupun gepuknya. Tempe dan tahu gorengnya juga tidak gurih, hanya digoreng biasa. Yang membuat semuanya enak itu si bumbu kacangnya, bumbunya sangat terasa kacang dengan sedikit rasa pedas dan manis yang membuat semua isi nasi lengko ini lebih ada ‘rasanya’.

 
Harga yang ditawarkan disini pastinya sekelas harga resto hotel dengan 11% government tax dan 10% service charge. Harga makanan disini mulai dari Rp25.000 – 150.000, sedangkan untuk minumannya dari Rp25.000 – 100.000.

Overall, I love to spend my lunch here. Walaupun agak panas, tapi makan siang ditemani dengan angin pantai yang semilir-semilir di atas sofa sambil menikmati indahnya lautan biru yang terbentang luas membuat badan saya rasanya tak ingin beranjak dari sini. Ah this is why people called Bali as a dreamland.
 
Date of Visit: Jun 08, 2012 

Spending per head: Approximately Rp65000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0