OpenRice Index
  
ichakhairisa
This is ichakhairisa living in Cilincing. I am a Editor, work in Kuningan. I like to hang out in Sudirman, Kelapa Gading, Kuningan. Betawi, Jawa, International food are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Kedai Kopi & Teh and Es Krim/Yogurt, Dessert, Soto/Rawon, Dim Sum, Salad.
Member 98 First(s)
No. of Review218 Review(s)
編輯推介數目148 Editor's Choice
Recommended16 Recommended
Popularity11587 View(s)
Replies in Forum5 Comment(s)
Upload Photos1216 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant2 My Restaurant(s)
Follow1 Following
粉絲1312 Follower(s)
ichakhairisa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 26 to 30 of 218 Reviews in Indonesia
Nyobain Masakan Timur Tengah OK Jun 14, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Timur Tengah | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

I found this restaurant every time I go to swim at Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brojonegoro Kuningan. Al Tahrir is the name of this Middle East/Egyptian restaurant. I expected will get a truly Middle East or Egyptian cuisine when having dinner here. Unfortunately, whether the taste of the food is average or I have no Middle East tongue, I didn't think that the food I tasted was good enough...

I tried Kabsah Rice (58K) with Lamb since I confused with Arabica names of the foods offered hahaha....Kabsah rice is simply traditional yet national dish of Saudi Arabia made from long-grain basmati which is also used in cooking Biryani rice, a well-known dish from India. Kabsah here were served with a well-done lamb in a huge portion (if you a woman, I dare to eat this alone, unless you won't give up in the middle haha). The rice is not so tasty. I didn't taste the spices that actually added in which, I expected that, at least, I tried some kind of such spices in Biryani. Here it was tasteless. Sweet sensation only comes from the additional raisins on the top of the rice. However, I love the lamb so much. It almost soft, tender, savory and great in every slice.

 

 

 
Besides the foods, you can also enjoy Shisha to complete your chill out time and 24 hours serving that make you feel the ambience of Middle East longer.

 

 

 

 
Well, for me, sounds I need to explore more Middle East or Egyptian cuisine next chance. Let's explore more!
 
Date of Visit: Jun 03, 2012 

Spending per head: Approximately Rp100000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   2 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Dessert | Pancakes / Waffle / Crepes | Halal

Who doesn’t know crepes, a dessert that could fully kill you with its crunchy skin and delightful sweetness or savory filling. However, due to my devotion to the famous crepes in town, I believe you know the brand that starts with ‘D’, I never give other crepes brands a try until an invitation from a famous crepes outlet in Japan dropped into my email. Brought to Indonesia by PT Momi and Toys Indonesia, M&T Creperie is a joint venture with Momi & Toy’s, Japan, a non-franchise crepes outlet as it claimed. M&T Creperie has 80 outlets in Japan, 3 in Shanghai and 6 in Taipei. Indonesia is their first outlet in Southeast Asia.

 
Well, as you know how the crepes texture and taste is, M&T Creperie simply provides similar kind of crepes but with more improvement. They named it Torokeru Crepes, a creamy with superb melting texture when eating. Most of the crepes’ skins are served in ‘thick’ size, not a thin and crunchy one as people always met in typical Indonesian crepes.

M&T Creperie has its two variant of menu, sweet and savory crepes. Most of the sweet crepes consist of crepes with sweet filling such as ice cream, fruits, whipped cream, and jam. The savory one consist only four menus, Chicken Teriyaki Rice Roll, Yakiniku Rice Roll, Chicken Teriyaki Salad, and Tuna Cheese Salad.

Well, as my feet stepped into their brand new outlet in Level 3 Plaza Senayan, I should give it a try. I opened my nite with the sweet one, Matcha Cream with Ice Cream (34K) which really trigger my taste bud. The skin was thick but very soft and creamy. The vanilla ice cream mixed with matcha powder went well and give sweet enough sensation on my mouth. Hmmm…I wish the ice cream replaced by truly matcha ice cream. It would be great I think.

 
Another try, Kuromitsu Kinako Cream with Ice Cream (39K) and Strawberry Cream (34K) seemed similar for me. A Cinnamon powder in Kinako Cream with Ice Cream went too sweet for me, dunno why, while the strawberry one was similar with tipical crepes with ice cream and strawberry. Not too special.

 

 
I also tried the savory crepes, Tuna Cheese Salad (39K) which, again, went unwell for me. The combination of cheese and tuna was too salty for me. Enough for the second bites.

 
I could give my appreciate for the Iced Matcha Latte with Cream, the drinks was perfect for my thirsty throat. I sipped a good mixed of matcha and cream. Meanwhile, the Lychee Frutte (24K) went to sour for me. A tea should be sweeter than a sour one, I think, because it’s filled with sweet lychee.

 
What I feel sorry for this new outlet is the price. I think they should lower the price. For Indonesian market, the crepes with price above IDR25,000 are overprice. In my opinion as a crepes lover, and as people who used to know with the standar type of crepes – crepes skin and filling – I will go to the other crepes outlet with the cheaper price as long as I get the same crepes’ type, taste, and filing or something that familiar with my taste bud.

Yeah, that’s only my opinion. Maybe M&T Creperie has their standard and consideration to open such outlet. Thank you for inviting me. My pleasure to be the first customer to taste your delightful menu. Wish M&T Creperie will be success in the future. Oh yeah, I still wait your other innovation in enlivening your flavors, Durian and Matcha crepes will be a fantastic breakthrough, I think. Arigatou Gozaimasu!
 
Date of Visit: Jun 05, 2012 

Spending per head: Approximately Rp35000(Tea)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Bermain di The Playground OK May 16, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Kencan / Berpasangan | Hang Out

Overall Description & Venue

Apa rasanya kalau kita bisa kembali ke masa kanak-kanak, ke taman bermain kita yang diisi dengan ayunan, jungkat-jungkit, perosotan dan mainan anak-anak lainnya sambil menikmati makanan pemuass perut. Saya mendapatkannya di sebuah restoran bernama The Playground. Dari namanya saja kita sudah bisa menebak kalau ini resto bertema taman bermain. Konsep itu diwujudkan dengan lengkap melalui desain interior dan furniture yang semuanya disulap menyerupai taman bermain anak-anak. Tengoklah tempat duduknya yang diubah dalam bentuk ayunan gantung dan kursi putar. Lantainya pun ada yang ditutupi dengan rumput imitasi dengan beberapa pajangan mainan anak di lemari yang menempel pada dinding. Sayangnya, suasananya malah dibuat remang-remang, tidak seterang dan secerah taman bermain pada umumnya.

 

 
Menu

Konsep unik itu juga diwujudkan The Playground pada nama-nama makanan dan minuman yang disajikan. Jangan aneh kalau di buku menu kamu melihat ada makanan bernama Insanity Rice, Phsychotic Fried Rice, PING!! My Nachos, Abstract Pizza, Deconstructed Brandy Banana Split, Melonchoholic, dll. Semua makanan dan minuman tersebut juga disajikan dengan menggunakan a unique utensils. Menu yang disajikan disini bervariasi, mulai dari Indonesia, asia, sampai yang western juga ada.

Food

Untuk memuaskan rasa penasaran saya akan keunikan makanan mereka, maka Insanity Rice dan Phsychotic Fried Rice menjadi pilihan saya dan teman siang itu. Sepintas kedua jenis makanan ini sama, keduanya terbuat dari nasi tiga warna yang satu digoreng yang satu tidak. Nasi tiga warna itu terdiri dari nasi kuning (kuning dari kunyit), nasi merah (buah bit), dan nasi hijau (menggunakan daun suji sebagai pewarnanya). Nasi warna-warni tersebut sangat menarik mata saya, apalagi dilengkapi dengan potongan terong yang digoreng dengan tepung yang sangat crunchy, mentimun, baso, sosis, dan acar. Sayangnya, ketika dicoba, saya tidak merasakan ada yang unik dari kedua nasi tersebut. Si Insanity Rice terasa agak pedas di lidah saya. Tajamnya merica, lada, dan cabe sangat menyegat di tenggorokan. Tesktur nasinya pun ada beberapa yang tidak pulen, sedikit keras seperti nasi pera. Bedanya si Phsychotic Fried Rice tidak sepedas Insanity Rice, hanya saja minyak di nasi gorengnya kok terlihat berlebihan ya. Terong gorengnya pun standar saja. Yang paling menggoda hanya wangi dari ketiga varian nasi tersebut yang tercium berbeda-beda.

 

 
Mengobati kekecewaan pada makanan di atas, Melonchocolic, Iced Capuccino, dan Strawberry juice (saya lupa nama aslinya) sedikit menghibur kami walaupun saya adan teman-teman agak shock melihat porsi minumannya. Minumannya memang disajikan di gelas yang sangat unik. Untuk dua menu jus melon dan strawberry mereka menggunakan gelas kaca yang bagian bawahnya ada tonjolannya, jadi gelasnya tidak bisa tegak berdiri, melainkan bisa digoyangkan. Sedangkan untuk Iced Capuccino mereka menggunakan gelas menyerupai botol selai berbentuk kotak yang cukup besar. Rasa jus melon dan strawberrynya pun biasa saja. Terlalu kebanyakan susu sepertinya, malah rasa buahnya tidak terlalu pekat. Namun, cukup segar untuk diminum setelah makan nasi goreng yang pedas tadi. Porsinya juga kecil sekali untuk harga yang begitu mahal. Iced Cappuccino-nya cukup menyenangkan, rasa kopi dan susunya masih terasa.

 

 

 
Price

Harga yang ditawarkan untuk makanan berkisar antara Rp20.000 – 198.000, sedangkan minuman Rp20.000-150.000. Semua makanan terkena 10% pajak dan 5% servis.

Service

Entah mengapa kedatangan kami saat itu sepertinya menghadirkan begitu banyak kekecewaan, sampai-sampai pelayanannya pun sebenarnya mengecewakan. Karena pelayannya pun sulit dipanggil, entah mereka semua sibuk melayani atau kekurangan pelayan. Belum lagi makanannya juga datangnya lama sekali. Begitupun saat membayar tagihannya.

Conclusion

Overall, buat saya makan disini mungkin cukup sekali saja. Walaupun sebenarnya penasaran sama menu-menu aneh lainnya. Hanya saja melihat porsi makanan, rasa dan harga yang terlalu pricey, saya pantas berpikir dua kali untuk kembali kesini. Pecinta kuliner pun mungkin tahu, lebih baik membayar mahal di resto lain asalkan bisa dapat rasa makanan yang juga ‘mahal’.
 
Date of Visit: Mar 13, 2012 

Spending per head: Approximately Rp50000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 2  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Lounge/Bar | Steak & Grills | Kencan / Berpasangan | Hang Out

Overall Description

Jakarta tidak pernah terpisahkan dari lifestyle dan nightlife yang membuatnya hampir disamakan dengan New York sebagai 'the City Never Sleep'. Setiap harinya keinginan para penghuni kota ini untuk mendapatkan pengalaman di luar sandang-pangan-papan-rekreasi selalu meningkat, salah satunya kebutuhan hangout dan networking bersama orang-orang terdekatnya. No wonder setiap harinya juga, Jakarta makin di penuhi dengan tempat-tempat hangout baru yang memfasilitasi para experiencer itu untuk mendapatkan pengalaman hangout yang tak biasa.
Venue

 
360 Degree Lounge & Bar boleh dibilang mencoba peruntungannya menghadirkan sebuah fasilitas pemenuhan kebutuhan akan pengalaman hangout bagi para pecinta lifestyle dannightlife. Menempati lantai empat dan lima sebuah gedung yang menyatu dengan Sere Manis restoran di Jalan Haji Agus Salim atau pusat jajajan kuliner Sabang, 360 Degree hadir dengan standard lounge and bar dilengkapi dengan pengalaman menikmati malam Jakarta dari area rooftop-nya. Tidak hanya itu, lounge and bar ini juga dilengkapi area indoor berkapasitas hingga 50 orang dengan live music yang siap menemani waktu santai dan minum-minum cantik kamu.

Menu

Tidak hanya minuman semacam cocktails, mocktails, squash, dll yang disodorkan lounge and bar bernuansa retro ini, tapi juga beragam menu main course simple Western dan Italian seperti aneka pasta dan steak yang cukup untuk mengganjal perut dan memiliki harga cukup terjangkau.

Food & Drinks

Beruntungnya saya saat kesini sedang dalam rangka grand opening-nya dan semua minuman dibanderol Buy 1 Get 1. Sekedar ingin mencicipi varian minumannya sambil ngobrol-ngobrol cantik dengan teman-teman lama semasa kuliah, Lychee Squash (25K), Mango Squash (25K) dan Marquisa Squash (25K) melengkapi malam kami. Sambil menikmati musik rock alternative dan semilir angin Jakarta malam itu, sesapan demi sesapan ketiga minuman itu terasa sangat menyegarkan. Rasanya standar saja, hanya campuran soda dengan sirup lychee, mangga, dan markisa. Agak sedikit asam untuk yang mangga, sedangkan markisa dan lychee masih terasa manis. Namun ya, tetap saja tenggorokan saya terasa segar setelah meminumnya.

 

 

 
Malam semakin larut, lampu-lampu jalan dan gedung-gedung pencakar langit Jakarta semakin terlihat cantik dan memperlihatkan 'tak pernah tidurnya' Jakarta. Sebuah pengalaman baru bisa menikmati Jakarta dari ketinggian lantai lima di sebuah simplelounge and bar with affordable price.

So, are you a nightlife seeker or just a hangout lover? 360 degree maybe will be your new best choice to keep your night alive.

Conclusion

(+) Sebagai tempat hangout baru di pusat kota Jakarta, 360 degree berhasil menjadikan tempat ini tempat yang nyaman dengna live music dan rooftopnya yang membuat sayab etah lama-lama disana. Soalnya jarang-jarang menikmati malam Jakarta di tempat terbuka di ketinggian seperti itu. Apalagi harga makan dan minumannya affordable banget.

(-) Belum nemu minusnya sih, soalnya pas kesini mereka baru opening. Jadi pelayanannya pun dibuat sangat sempurna demi menarik pelanggan baru.
 
Date of Visit: Apr 25, 2012 

Spending per head: Approximately Rp50000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Sekoteng & Tau Sjan Pontianak OK May 14, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Stand / Kios | Dessert

Selepas menikmati lezatnya kwetiaw siram, saya tergoda dengan Sekoteng Pontianak yang kedainya terletak di depan Kwetiaw Mangga Besar. Bukan kedai sih tepatnya, hanya seorang ibu dengan etalase kecil yang isinya beragam isi untuk sekoteng. Saya tertarik karena ketika didekati, etalase tersebut berisi makanan yang tak lazim saya lihat pada sekoteng yang sering saya jumpai.

 
Iseng bertanya pada si ibu penjual yang umurnya kira-kira sudah 50an, ternyata ini sekoteng khas Pontianak yang katanya terkenal di kota tersebut namun juga menjadi makanan penutup khas orang Tionghoa. Isi dari sekotengnya pun berupa biji-bijian dan buah yang jarang ditemui di sekoteng pada umumnya. Katanya didapatkannya juga susah, harus beli di toko khusus yang ada di daerah Pancoran. Uniknya lagi, sekoteng Pontianak ini bukan disajikan dengan air jahe melainkan dengan campuran air gula dan daun pandan.

Isi sekotengnya sendiri terdiri dari:

- Biji jali-jali
- Kacang hijau kecambah
- Jamur putih khusus untuk sayur
- Biji teratai
- Lengkeng
- Buah mirip kurma namun sedikit lembek dan asam (saya lupa namanya)

 
Rasa air gulanya sendiri pas, tidak terlalu manis dan menyegarkan tenggorokan meskipun disajikan hangat. Aneka isi sekotengnya juga terasa menyatu sempurna dengan air gulanya, hanya saja ada buah yang terasa sangat asam di lidah saya. Biji teratainya empuk seperti makan kacang mete namun lebih lunak, jamur putih, jali-jali, lengkeng semua disajikan pas dan teksturnya mudah dikunyah.

Semangkuk sekoteng Pontianak yang bisa disajikan panas atau dingin ini dibanderol Rp12.000. Buat saya sih agak pricey, tapi mungkin karena isinya yang khas dan hanya dijual di toko-toko tertentu, mungkin harga segini wajar dipasang oleh si penjual.

Pelayanannya sendiri sangat ramah. Si ibu dengan sabar menjelaskan pada saya isi dari sekoteng dan asal muasalnya. Dapet ilmu baru, perut pun kenyang!
 
Recommended Dish(es):  sekoteng
 
Date of Visit: May 10, 2012 

Spending per head: Approximately Rp12000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 1

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0