OpenRice Index
  
ichakhairisa
This is ichakhairisa living in Cilincing. I am a Editor, work in Kuningan. I like to hang out in Sudirman, Kelapa Gading, Kuningan. Betawi, Jawa, International food are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Kedai Kopi & Teh and Es Krim/Yogurt, Dessert, Soto/Rawon, Dim Sum, Salad.
Member 98 First(s)
No. of Review218 Review(s)
編輯推介數目148 Editor's Choice
Recommended16 Recommended
Popularity11587 View(s)
Replies in Forum5 Comment(s)
Upload Photos1216 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant2 My Restaurant(s)
Follow1 Following
粉絲1312 Follower(s)
ichakhairisa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 36 to 40 of 218 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Bakmi/Kwetiau | Kumpul Keluarga

Overall Description

It was in a Thursday rainy nite, when friend of mine offered me a free voucher to dine in Mangkok Putih, FX Lifestyle X'nter. Fortunately, I was in the mood of leaving my work and escaping somewhere hehehe...So, I asked my roommate to accompany and here we were in what so called Asian cuisine resto, Mangkok putih.

 
The resto is covered with white ambience as its second name started with white. A modern minimalis of the furniture completes the area which one side of the wall painted by a mural in red. However, I saw a victorian style in one side of the wall. There are several mirror in several white frame of victorian style hanging by.

 

 
In the other side, I can see the open kitchen with the chef and waiter making the dishes. Actually, it's simple and cozy resto to have simple dining.

 

 
Menu

Let's see the menu. I've heard about this resto before and the least I know is the cuisine which is Asian. We can see various Asian cuisines ranging from Indonesian, Malaysian, Thailand, to Vietnamese foods and they put them into categories. The categories among others:

Small Bites, consist of several appetizers:
Otak-otak, Shrimp cracker, Cassava Cracker, Chicken wings, etc;

Lamien, consists of various Lamien, a typical Chinese hand-made noodle:
Tomyam Lamien, Seafood Lamien, Beef Sliced Yamien, etc;

Soup Dish, consist of various soup:
Tomyam Goong, Wontoon Soup, Hainan Chicken Noodles, etc;

Rice Dishes consist of Asian mixed rice:
Hainan Duck Rice, Broccoli Beef, Duck Black pepper, etc;

Fried Rice consist of various fried rice:
Vegetable Fried Rice, Chicken Fried Rice, Salted Fish Fried Rice, etc;

From the Wok consist of various typical Hong Kong and Malaysian cuisines:
Hokkian Chicken, Hongkong fried Noodles, Penang Fried Kwetiaw, etc;

Japanese Corner, consist of various Japanese small bites:
Chicken Teriyaki, Salmon Teriyaki, Chicken Curry Katsu, etc;

They also served many kinds of beverages including their specialty such as Vanilla Milkshake, Oreo Sandwich Shake, Strawberry Crush, etc. Since I familiar with Indonesian food, so I decided to try Thailand and Singaporean foods.

The Foods

chopstickBeef Sliced Lamien – 34,5K

 
I might be not a noodle enthusiast but to eat this kind of Lamien, I absolutely love it! The Lamien was served with a bowl of noodle and tom yam soup. The noodle served in an oval and high bowl, while the soup in a round bowls. All in white. I remember this serving as same as serving for typical Mie Ayam in Indonesia hahaha….the texture of the noodle was soft and very thin, so does the beef. One thing I love is the tom yam soup; it’s very authentic soup with real spicy and savory flavor. I dunno I’ve never love spicy kind of food so bad til I eat this spicy soup and it’s great for me. Even I clean a bowl of soup out without taking the noodle hahaha!

chopstickHainan Duck Rice – 42K

 
This is similar with the authentic –familiar serving of Hainan Chicken Rice, however they change the chicken with duck. I am not a Hainanese cuisines lover, so I thought the Hainan rice is like the way it is, rich of chicken stock and fat. Nothing special. I love the duck, actually. Soft, tender, and sweet. I dunno why they served it sweet (I mean not too sweet) I still taste a salt and chili flavor, but I tasted it sweet maybe because of a rich soybean in it. The sauce was also ordinary. Too salty for me.

The price range is also fair. They offers about IDR9,000 – 39,000 for appetizer; IDR26,000 – 50,000 for main course; IDR10,000 – 23,000 for beverages.

Services

For services, I regretted that they don’t have competent waiters, I heard one of them yelled to one other inside the kitchen when he asked for a food. Don’t they think that there were several customers around? Some of them even don’t know when I asking the ingredients of food and the bad was they don’t know the social media used by the restaurant either website, facebook, and twitter. Oh come on! Where is the supervisor?!

Overall, I can’t say anything for this restaurant except the food that I taste, even though I only enjoyed the tom yam, at least I had enough dinner time and I might be considering to go back here.
 
Recommended Dish(es):  Beef Sliced Lamien
 
Date of Visit: Nov 15, 2011 

Spending per head: Approximately Rp50.000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Resto Bebek Goreng Seadanya OK Sep 01, 2011   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Bebek | Kumpul Keluarga

Depok selalu menjadi tempat terbaik saya untuk melakukan culinary trip. Rasanya tak cukup satu hari untuk menjelajahi setiap sudut kota kecil yang makin padat dengan beragam restoran dan tempat makan ini. Bulan ramadhan kemarin menjadi momen yang paling pas untuk berkumpul bersama teman-teman semasa kuliah sambil menikmati kuliner Depok yang selalu dinanti. Ditengah bingungnya saya memilih tempat makan yang hampir semuanya penuh dengan antrian orang yang hendak berbuka puasa, Bebek Goreng H. Slamet menyelamatkan saya dan teman-teman.

 
Resto yang berdampingan dengan Obonk Steak & Grill ini menghadirkan nuansa hijau disetiap sudutnya. Mulai dari plang nama di depan, dinding, light box, standing banner di dominasi warna hijau. Sedangkan bamgku dan mejanya dihiasi warna cikelat muda. Area makan disini tersedia juga area lesehan. Kapasitas tempat duduk disini sekitar 100 orang dan sangat penuh saat saya dan teman-teman datang berbuka puasa disini. Saking riuhnya sampai-sampai udara begitu pengap karena hanya dilengkapi dengan beberapa kipas angin di langit-langitnya.

 

 
Menu yang disajikan disini memang hanya bebek goreng yang jadi andalan. Pilihan menu dagingnya bisa dada, paha, atau kepala. Ada juga menu lain seperti ayam kremes, ati ampela dan cakar bebek. Mereka juga menyajikan menu paket berupa Paket Dada/PD (Dada Bebek + Nasi dan Lalapan + Teh Botol) dan Paket Paha/PH (Paha Bebek + Nasi dan Lalapan + Teh Botol).

Harga yang ditawarkan disini juga bervariasi untuk daging bebek dada dibanderol Rp17.000, paha Rp15.000, kepala Rp5.500 dan ada juga porsi satu ekor bebek Rp69.000. Sedangkan, ayam kremes dibanderol Rp13.000, ati ampela Rp7.500, ceker bebe Rp6.500. Untuk minuman mereka menyediakan aneka minuman ringan dan soft drink mulai dari Rp3.000 – 8.500. Untuk PD dan PH semuanya dibanderol Rp25.000

Menu yang saya dan teman-teman pesan malam ini yaitu Paket Dada:

 
Seporsi paket dada ini isinya dada bebek goreng, lalapan daun kemangi, mentimun, dan kol, teh boto serta sambal yang jadi khas di Bebek Goreng H. Slamet ini, yaitu Sambal Korek. Entah berasal dari mana nama korek tersebut tapi yang jelas sambalnya ini luar biasa pedas dan membakar lidah. Terlihat dari sambalnya yang berisi potongan cabai merah segar sampai biji-biji cabenya masih tersisa dan bener-bener menyengat di tenggorokan.

Daging bebeknya sendiri cukup empuk, ada beberapa bagian yang maish sedikit keras dan sayangnya sedikit berbau amis pada kulitnya. Daging bagian dalamnya pun terlihat sedikit berminyak.

Pelayanan disini agak lama entah dikarenakan jam sibuk menjelanng berbuka puasa atau memang mereka kekurangan pelayan. Untuk mencari pelayan yang hilir mudik saja benar-benar dibutuhkan waktu cukup lama sekitar 15 menit sampai mereka menghampiri meja saya. Dan lagi-lagi makannnya pun datangnya sangat-sangat lama hampir 30 menit.

Overall, nggak ada yang spesial sama sekali buat saya makan disini. Hanya untuk sekedar berkumpul bersama teman-teman mungkin cukup menjadi pilihan baik makan disini, tapi tidak untuk merasakan kenikmatan sebuah restoran.

Opini:

(+) Makanannya masih cukup masuk akal buat saya. Walaupun rasanya nggak begitu memuaskan.

(-) Pelayanannya sangat tidak memuaskan dan bikin dongkol. Seharusnya mereka sigap dengan situasi penuhnya resto menjelang berbuka puasa. Mau manggil pelayan aja lamanya minta ampun. Makanan pun datangnya lama. Padahal saya masih melihat ada beberapa pelayan di depan kasir yang diam ngaak jelas. Kenapa nggak mereka saja dialihkan menjadi pencatat pesanan sementara. Kondisi resto pun nggak kondusif dengan kursi yang masih kurang dari kapasitas, ditambah pendingin ruangan hanya kipas angin yang membuat resto seperti pasar di siang hari. Panas dan gerah!
 
Recommended Dish(es):  bebek goreng
 
Date of Visit: Aug 13, 2011 

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 1  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 2

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Si Unyil yang Apa Adanya OK Aug 07, 2011   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Roti & Kue | Kumpul Keluarga

Hai OpenRicers, udah lama nggak ngereview bakery and cake nih, kebetulan kemarin papa saya membawakan sekotak roti unyil dari Top Bread Bakery. Baru denger sih tentang toko roti ini ternyata mereka jual roti unyil juga seperti toko roti terkenal di Bogor. Kotak rotinya sendiri cukup simpel, berwarna kuning dengan gambar chef di depannya.

 

 
Sekotak roti unyil ini isinya macam-macam, memang biasanya kan kita bisa memilih sendiri jenis dan rasa roti yang kita mau. Di dalam kotak ini isinya macam-macam mulai dari roti isi cokelat, cokelat keju, sosis, daging asap, cokelat keju, selai kacang cokelat, keju susu, dan kopi. Tekstur rotinya sendiri agak kasar, nggak selembut roti unyil aslinya hehehe....Variasi isinya lumayan menambah rasa di tiap rotinya. Apalagi yang keju susu dan keju pisang. Namun sayang, isinya benar-benar dibuat unyil juga. Bahkan ada roti isi cokelat yang isinya hanya secuil lelehan cokelat dan sepotong keju kecil.

 

 
Harga roti unuyil ini bervariasi rata-rata berkisar dari 1500 - 2500 saja. Cukup murah kan. So, OpenRicersyang lagi kepingin makan roti unyil nggak perlu jauh-jauh ke Bogor. Coba deh mampir kesini, lumayan seru juga varian rotinya.

Opini:

(+) Varian isi rotinya banyak jadi bisa milih yang mana yang enak buat dibeli.
(-) Entah mengapa buat saya ini roti serba pas-pasan deh. Rasanya biasa aja bahkan yang ada isinya sekalipun isinya secuil banget. Malahan ada roti yang teksturnya kasar banget. Sepertinya mereka mencoba meniru ketenaran roti unyil yang sudha dikenal banyak orang hanya saja mereka nggak berhasil membuat roti ini terlihat serupa dan enak dikonsumsi
 
Date of Visit: Aug 01, 2011 

Spending per head: Approximately Rp1500(Tea)

Other Ratings:
Rasa
 2  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 1

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Taiwanese Beef Noodle OK Aug 04, 2011   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Food Court | Bakmi/Kwetiau | Kumpul Keluarga

Mampir ke Urban Kitchen PI, nyobain mie ini yang dari kemarin setelah food tasting bikin saya penasaran. Taiwanese beef noodle ini katanya sih mie khas Taiwan cuma dipikir-pikir agak mirip ramen sih tekstur mienya tapi tipis-tipis dan keriting. Kuahnya manis dan sedikit terasa aroma jahe dan pedas rempah-rempah. Mie ini dilengkapi dengan daging sapi yang bumbu kecapnya meresap sampai ke dalam dan baby kailan yang dipotong besar-besar. Lumayan enak kok. Harga makanan disini sekitar 25 - 35 ribu saja.

 
 
Date of Visit: Jul 21, 2011 

Spending per head: Approximately Rp35000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Bakwan Campur Nan Asin OK Jul 27, 2011   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Food Court | Kumpul Keluarga

Hai OpenRicers, wuaah kali ini saya berkesempatan mengunjungi Duta Bakwan Malang yang ada di Urban Kitchen Food Court Plaza Indonesia nih. Pas banget lagi ada acara food tasting jadinya ya sekalian aja nyobain makanannya. Awalnya bingung mau makan apa, akhirnya milih Duta Bakwan Malang pengen tau aja kayak apa bakwan malang itu.

Saya pesan bakwan campur harganya sekitar Rp20000 seporsi. Pas makanannya datang saya cukup takjub karena porsinya ternyata besar juga, mangkuknya sampai penuh dengan isi bakwannya.

 
Seporsi bakwan campur ini isinya macam-macam ada tahu goreng, pangsit rebus, batagor, bakwan, dengan sawi hijau yang segar. Seru banget deh isinya ngenyangin banget, tapi sayangya kuah yang gurih itu terlalu asin di lidah saya. Jadinya saya butuh banyak sambal buat menjadikan kuhanya sedikit pedas daripada keasinan hehehe....

Opini:

(+) Porsi menunya besar, isinya banyak juga dan varian menunya juga banyak.

(-)Sayangnya asin banget sih kuhanya, jadinya lama-lama nggak berselera aja makannya kalo keasinan gitu.
 
Recommended Dish(es):  bakwan Campur
 
Date of Visit: Jul 21, 2011 

Spending per head: Approximately Rp20000

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 1

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0