OpenRice Index
  
ichakhairisa
This is ichakhairisa living in Cilincing. I am a Editor, work in Kuningan. I like to hang out in Sudirman, Kelapa Gading, Kuningan. Betawi, Jawa, International food are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Kedai Kopi & Teh and Es Krim/Yogurt, Dessert, Soto/Rawon, Dim Sum, Salad.
Member 98 First(s)
No. of Review218 Review(s)
編輯推介數目148 Editor's Choice
Recommended16 Recommended
Popularity11487 View(s)
Replies in Forum5 Comment(s)
Upload Photos1216 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant2 My Restaurant(s)
Follow1 Following
粉絲1312 Follower(s)
ichakhairisa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 16 to 20 of 218 Reviews in Indonesia
Sunny Side Up : Egg My Day!  Smile Apr 26, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Overall Description & Venue

Di keseharian saya, masakan berbahan dasar telur paling hanya dinikmati dalam bentuk telur dadar, telur ceplok, omelette, telur disambelin atau disemur. Nah, pas mampir ke Sunny Side Up, ternyata saya menemukan ada banyak macam masakan yang bisa dibuat dari hanya sebuah telur. Restoran yang sudah established beberapa bulan yang lalu ini memang menspesialkan telur sebagai bahan dasar menu mereka. Telur yang mereka pakai bukan telur ayam biasa, based on info yang saya baca sih, telur yang mereka pakai yaitu Arabian Eggs, dengan merah telur yang lebih besar dan kenyal, tidak bau amis, tidak menimbulkan bisul/alergi dan mengandung Omega sebesar 127,8 mg/100 g telur serta kaya akan betakaroten. Wah, mendengarnya saja saya sudah penasaran kayak apa bedanya si Arabian Eggs itu.

 

 
Sunny Side Up yang memiliki icon telur ceplok ini punya beberapa outlet di Jakarta seperti di Alam Sutera, Mal Kelapa Gading dan Kota Kasablanka tempat saya dinner beberapa hari lalu. Interior resto mereka hamper sama di semua cabang, full of orange and white color seperti halnya warna putih dan kuning telur dan soft blue sebagai penetralnya. Nuansa ceria layaknya children playground juga dipilih mereka terlihat dari furniturnya yang bergaya childhood. Dibeberapa sudut dinding juga ada pigura-pigura white-orange yang berisikan gambar-gambar kartun telur. Lucu banget! Di bagian teras mereka juga menyediakan kursi-kursi bergaya ayunan dan sofa tidur yang enak banget buat leyeh-leyeh sambil nyemil.

 

 
Menu

Untuk menu utamanya sudah pasti Egg Specialties menjadi jualan utama mereka. Kita bisa memilih aneka masakan telur mulai dari Omelette (even you can made your own omelette, yay!), breakfast set menu dengan aneka condiment seperti sausage, red bean dan bread. Ada juga variasi Omurice Fusion, Omelette Fried Rice, pancake hingga menu tempura dan udon serta aneka dessert yang bahkan mereka bervariasi menggunakan egg yolk a.k.a putih telur dalam salah satu juice mereka, Egg Yolk Juice. Sounds funny but not for tonight try haha!

Food

So, here’s my dinner’s review:

Saya memilih Creamy Salmon Omurice, a chef’s recommended, butter rice yang ditutup dengan thin omelette dan disiram dengan creamy sauce, potongan daging salmon, dan wortel. I always love any creamy sauce apalagi untuk campuran pasta. Makanya pas makanan ini datang, saya langsung tes seperti apa creamy sauce-nya and for me, it’s SUPERB! Creamy sauce yang tidak terlalu pekat itu benar-benar fusion yang sempurna dari krim, keju dan susu, bahkan saya sedikit bisa merasakan ada jamur didalamnya. Ah couldn’t say more. Salmon dan nasinya juga jadi pelengkap sempurna. Hanya saja makin lama, mencampurkan krim dan nasi dalam tiap suapan membuat perut saya penuh dan sedikit eneg juga hahaha!

 
Omelette Fried Rice, sebaliknya, menurut saya just too simple. Nasi goreng dibalut omelette dengan tambahan dua fried crispy nugget dan potongan tomat serta timun. Nasi gorengnya sepertinya dicampur dengan telur ½ matang sehingga teksturnya agak basah namun tidak tercium bau amis sama sekali, hanya saja agak aneh makan nasi goreng basah hehe…Nugget-nya cukup crispy dan yeah just complete the meal.

 
Green Tea Milkshake cukuplah jadi penetral dinner malam itu meskipun buat saya kurang creamy dan terlalu banyak air dan kurang manis, jadilah rasa green tea-nya pas-pasan, susunya juga kurang. Yeah, a good try at least.

 
Price & Conclusion

Untuk harga, masih reasonable. Untuk makanan rata-rata dimulai dari harga Rp15.000 – 45.000, minuman Rp9.000 – 25.000 dan dessert mulai dari Rp15.000 – 25.000. Dengan pelayanan dan kenyaman resto yang juga sangat bagus, overall, I will give another menu try on my next visit. Simple resto with unusual concept. Way to go Sunny Side Up!

 
 
Recommended Dish(es):  salmon creamy omurice
 
Date of Visit: Apr 22, 2013 

Spending per head: Approximately Rp50000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Asian Dolce Latte Smile Apr 25, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kedai Kopi & Teh | Halal | Business Meeting

This month, Starbucks shares the joy by introducing us the other favourite latte with Asian taste, Asian Dolce Latte. Located in their newest outlet, the 143rd in Indonesia, at 1Park Residence Apartment, Gandaria. The outlet has recently opened one month ago and it is only a small outlett with several pairs of table. The wifi also hasn't set up yet. And the apartment is also newly opening, nothing you can see here except Starbucks and Guardian.

 
Starbucks not only share their newest beverage but also invite me and other coffee enthusiasts to explore the journey of coffee in a seminar entitled "Starbucks Coffee Perfection Seminar." The coffee expert of Starbucks, Mr. Mirza, tells us a story about how coffee come in our hand and it takes a long long journey after all. From growing the coffee beans, buying, roasting, to brewing by the baristas handed to our hand. The saddest thing is most of Indonesian coffee beans are still roasting outside our country and it becomes more expensive, yeah I believe you know it all.

Anyway, along with the coffee perfection seminar, Mr. Mirza also guided us in enjoying Sumatra coffee. This is one of the best coffees made by perfect fusion of coffee beans from several regions in Sumatra. A full bodied coffee with a strong and thick texture. Perfect for those who love black coffee. First sip I tasted a lil bit dark chocolate flavour, next sip I got a strong shot of black-bitter coffee with strong spices aroma. Fortunately, this Sumatra coffee is less acidity, so it’s perfect for your gastric.

Next, Starbucks introduces us the new Asian Dolce Latte, a double shot dark-roasted Starbucks Espresso Roast with a dolce sauce and steamed milk. This beverage can be made either hot or cold with the additional whipped cream and espresso dusting. Me love the cold version because it’s sweeter and milky, the dolce sauce and steamed milk become perfect fusion for everyone who love mild coffee flavour. In hot version, I can find double shot of espresso where I taste stronger and richer of Arabica coffee used. FYI, this newest beverage is available only in Asia Pacific and ready to brew in Indonesia from March 5 to April 22, 2013.

 

 
To company us enjoying the Sumatra and Asian Dolce Latte , we can choose several sweet indulgences such as Sumatra Éclair and Sumatra Mousse. Sumatra Mousse (25K) give me a good fusion of chocolate with a hint of Sumatra coffee and cream cheese although I prefer the cream cheese texture, moist and cheesy.

 
While, Sumatra Éclair (17K) is a puff pastry filled with chocolate truffle and hint of Sumatra coffee. Its filling is thick and sweet enough in the first munch and lil bit bitter after passing your throat. This is my first crush; I always pair this food every time I enjoy any Starbucks coffee.

 
For bigger portion, Half Double Decker Sandwich (35K) could be your perfect choice. It’s three layered toasted bread with omelette, cheese, lettuce, tomato, and smoked chicken inside. All ingredients made fresh and the bread is very moist and could be served either freeze or warm. It’s made me full by the way hehe…

 
 
Date of Visit: Mar 14, 2013 

Spending per head: Approximately Rp50000(Tea)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0

The New Asian Noodles promotion Smile Apr 25, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Dessert | Wine

Overall Description

Beberapa waktu lalu saya datang bersama teman-teman ke Intercontinental Jakarta MidPlaza untuk memenuhi undangan lunch di Deli. Ini pertama kalinya saya mampir kesini. Yang saya tahu Deli itu cake shop-nya InterCon Jakarta, tapi pas datang kesini saya disuguhkan juga dengan kursi-kursi dan meja makan bundar selaiknya sebuah restoran. Wah, Deli berubah jadi resto nih? Ternyata tidak, kalau biasanya cake shop ini hanya menawarkan aneka cake dan cookies, kali ini chef tim @InterConJakarta menawarkan promosi menu lunch mengikuti suksesnya ‘pasta station’ di Bacchus Bar, The New Asian Noodles. Overall interior sih Deli cake shopnya cukup simpel, seperti normalnya cake shop di sudut kanan dari pintu masuk ada rak berisi paket-paket cookies, masuk lebih dalam ada meja yang juga berisi pajangan cookies dan pastries, diseberangnya ada lemari berisikan aneka wine dan disamping lemarinya ada meja panjang dengna kursi bar untuk duduk-duduk cantik sambil wifi atau ngopi. Sedangkan, etalasenya berisikan aneka cake dan pastries yang menggoda iman hehehe...

 

 
Menu

Varian mie Asia ini akan tersedia selama jam makan siang dan hanya di weekday. Setiap harinya akan ada menu mie berbeda seperti mie telur, mie bihun, mie ramen, dll dengan pilihan kuah seperti kuah ramaen, kuah bakso, kuah tom yum, dll. Ditambah pengunjung juga dapat create their own noodle dengan menambahkan aneka condiment seperti jamur, potongan ayam dan daging, sayur-sayuran, bakso, telur dan aneka saus. Serunya, setelah pesanan kita dicatat, chef langsung meracik mie pesanan kita plus live cooking show di depan kita lho! So, nggak usah takut, freshness noodle is guaranteed here!

 

 

 
Price

Harga yang ditawarkan untuk New Asian Noodles ini hanya Rp77.000 nett sudah termasuk free flow iced tea, iced lemon tea, hot tea atau hot lemon tea.

Hari ini saya berkesempatan mampir ke Deli at @InterConJakarta dan mencicipi aneka varian New Asian Noodle tersebut. Kebetulan hari ini stok mie-nya berupa mie telur, mie bihun dan soun, sedangkan kuahnya, kuah tom yum dan bakso. Jadilah saya memesan Mie Kuah Tom Yum dengan condiment ayam dan daging suir, jamur shitake, baby kalian, wonton, dan pangsit rebus.

Food

Buat saya pribadi kuah tom yum kurang sedikit pedas. Kata chef-nya sih kuahnya memang dibuat netral dan tidak terlalu pedas jadi bisa tetap dinikmati oleh yang tidak suka pedas. Tapi rasanya tom yum memang umumnya pedas walaupun nggak terlalu pekat sih. Untuk tingkat keasamannya sudah pas. Segar banget pas nyeruput kuahnya! Mie telurnya sendiri lembut dan condimentnya membuat perut saya kenyang banget hahaha! Untuk yang terbiasa makan tom yum pedas, mungkin tambahan saus atau sambal yang lebih banyak bisa jadi pilihan tepat.

 

 
Karena masih penasaran, saya pun mencicipi satu menu lagi Mie Kuah Bakso dengan condiment dipilihkan oleh chef-nya. Kelihatannya sih seperti makan bakso biasa. Kuahnya plain dan baru nendang saat ditambahkan sambal dan saus. Baksonya kenyal dan gurih. Saya malah suka nyemilin baksonya daripada dengan kuahnya hihi…

 
Untuk melengkapi makan, saya memesan Strawberry & Banana Smoothies yang menjadi juara disini. Fusionnya lembut, tapi sayangnya, kurang manis dan terlalu di dominasi pisangnya jadi terasa sedikit pahit saat diminum.

 
Are you a noodle lover? Silahkan mampir kesini buat nyobain aneka New Asian Noodles-nya Deli kalau sudah kenyang dan masih mau nyemil bisa juga mampir ke deli cake shopnya, mereka menyediakan aneka cookies dan candies yang unik-unik serta pastries juga. Eh kalau mau ngopi-ngopi cantik atau ngewine setelah pulang kerja bisa juga loh disini.

 

 
 
Recommended Dish(es):  noodle
 
Date of Visit: Apr 18, 2013 

Spending per head: Approximately Rp77000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Red Tomato's New Face Smile Apr 22, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Itali | Restaurant | Pizza & Pasta | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Overall Description & Venue

Ever heard Red Tomato Express in several food courts in Jakarta’s mal? I dare you know moreover they have their signature crispy thin pizza. But hey, now you can get more than pizza because they has recently opened a new outlet, which is now restaurant not a pizza-express anymore, in Lippo Mal Kemang. Located at Avenue of the Stars, an open air area surrounded by several cafes and restaurants, Red Tomato established their rejuvenation with different concept with the previous outlet in Plaza Indonesia. If you ever dine in one of their outlet in Plaza Indonesia, you will aware of their differences. Yeah, they now provide a variation of alcoholic drinks ranging from beer to wine, you named it. They even have a chiller room in one of the resto’s corner which display the drinks beautifully. Maybe because they have a different market and customers here, in Plaza Indonesia you might dine with your family whereas in Kemang, where a bustling night life seducing you, you might be need drinks and cheers with your buddies, right.

 

 

 

 
Stepped my feet at this restaurant, I was pampered by the yellow light with cozy garden and barn-alike area. In front of the main door, there are several red tomatoes displayed in a big basket. Next to the red tomato display, there is also stack of red tomatoes with a beautiful artificial tree above them. After the garden-barn area, there is a dining room-alike area but still with garden ambience. I saw they use an artificial grass carpet as if I stepped into a real grass hehehe…In this area, we can see their open kitchen with waiters and chefs cooking and serving in a rush.

Menu

They serve a twist from Italian, Asian, Western even Peranakan. Ranging from appetizer such as garlic bread to choices of Pasta and Pizza, of course their signature crispy thin pizza, to choices of soup and salad and main course. For the beverages the serve not only cocktails but also mixologist mocktails and range of wine.

Food

Then, here’s what I got on a private lunch invitation by them accompanied by their super kind representative.

Appetizer. I give a try for Farmer’s Salad (55K). It is misclun salad with cherry tomatoes, generous slices of parmesan, dried figs, smoked duck breast, and balsamic dressing. The vegetables served fresh made me feel so healthy today hahaha!

 
Pizza. Instead of offering variation of Asian-Western-Italian thin pizza, in their opening, they offer Black Series Pizza, a crispy thin pizza infused with squid ink with two choices of toppings either Pop Shrimps or Squid. This time I tasted the one with Shrimp. It’s a super thin pizza crust with a generous topping of shrimp and green vegetables! I never tasted such pizza with many vegetables before; I feel like on diet that time hahaha! The pizza crust and the topping just went well on my mouth. It perfectly blended.

 
Other try was Nyonya Chicken Rendang Pizza (89K). I wish I’ll find a truly Indonesian twist in this Italian pizza but it’s not. The rendang’s taste doesn’t too strong, it’s more likely similar with Peranakan typical flavour, and yeah the staffs admitted it. The topping are as usual full of vegetables, egg slices, rendang slices and cheddar grater.

 
From the line of Pasta, I give a try for Gnocchi Quattro Formaggio (49K) and Dancing Pasta (59K). The first one is a homemade gnocchi made from potato dumpling cooked with cream and sauce and four cheeses. This is a recommended menu from the chef, but I’m not into this because I thought the mixture is too heavy, so does the cream, it didn’t give me special taste.

 
While, the Dancing Pasta I admitted it as recommended since this spaghetti topped with homemade oyster chili sauce, shrimps, squids, and clams offers me a flavorous taste. Oh yeah, see the katsuoboshi on the top of which, that’s made the name of this dish comes from, the katsuoboshi which usually be a topping for Takoyaki or Okonomiyaki, appears like dancing when it is served hot. Funny!

 
Beef Veal Saltimbocca (185K). This main course made me glared because of its portion and serving on a super big plate, nope, it’s not, it is a picture frame! It is a 120 gr medallions of pan roasted beef veal tenderloin served with pan gravy sauce creamy polenta & roasted vegetables. The beef veal was tender and juicy while the polenta was creamy with rich corn flavour and don’t you think that this is similar with mashed potato? Indeed, but when you try, it isn’t. It is mashed corn and taste better than mashed potato for me.

 
For closing the lunch, I chose Watermelon Park (39K) from their Mixologist Mocktails line. It is a fusion of watermelon chunk, cucumber, vanilla syrup and lemon. Refreshing!

 
I also try a bit of In High Spirits (39K), a fusion of Apricot, Passion Fruit, and Lemon. More sour but still refreshing.

 
Price

The bad news is the dessert display hasn’t arrived yet, so this time I couldn’t try their signature dessert. Well, maybe on next visit. For the pricing, they offer still reasonable price with good portion, appetizer ranging from IDR19,000 – 45,000 ; pasta ranging from IDR43,000 – 75,000 ; pizza ranging from IDR69,000 – 89,000 ; main course ranging from IDR69,000 -185,000. Then, for the beverages most of cocktails ranging from IDR75,000 – 100,000 and mocktails and other drinks ranging from 30,000 – 35,000.

Well, it was a superb lunch for me not only I got a superb menu but also welcomed by Gary, Red Tomato’s Marcomm Manager, which share anything and made me feel home. Never had such countless greetings and private food tasting before. Memorable!
 
Recommended Dish(es):  black series pizza,dancing pasta
 
Date of Visit: Mar 22, 2013 

Spending per head: Approximately Rp75000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   5 Vote(s)   View Results
Recommend

Chinese Pop Style at Fook Yew Smile Apr 17, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Overall description & Venue

Menikmati Chinese cuisine tidak melulu harus dalam suasana tradisional yang formal, baru-baru ini saya disuguhi nuansa lebih modern dan youthful sambil menikmati Chinese cuisine disebuah resto yang terdengar sedikit ‘nyeleneh’ namanya, Fook Yew: Shanghai Bistro & Bubble Tea Lab. Sepintas kalau diucapkan salah, arti katanya pun jadi kasar, hal itu terjadi pas saya bertanya sama penjaga took sebelah lokasi resto ini dan alih-alih menyebut kata Fook Yew, dia malah menyebut plesetannya yang ‘you named it’ hahaha… Well, mungkin Ismaya Group, memang selalu menampilkan sesuatu yang nggak biasa di setiap gerai barunya. Fook Yew yang dalam bahasa China bermakna Fortune Friendship ini nggak hanya memiliki nuansa kedai China jaman dulu, tapi berpadu dengan Chinese pop style yang menampilkan sosok pemuda botak dan sambil mengancungkan dua jari telunjuk dan tengahnya sebagai icon resto ini. Nuansa Chinese pop style juga bisa dilihat dari warna-warni furniture yang digunakan beserta lukisan-lukisan bald head with tattoo dan kalimat-kalimat provokatif seperti “Fook Yew Not Made in China” atau “Talk Doesn’t Cook Rice”.

 
Menu & Price

Sesuai dengan namanya Shanghai Bistro, menu Chinese yang ditawarkan disini juga terspesialisasi menu dari Shanghai, perpaduan antara tradisional dan modern Shanghai cuisine dengan sentuhan internasional misalnya pada varian alcoholic bubble tea dari Bubble Tea Lab mereka yang tidak akan kamu temui di gerai bubble tea manapun. Uniknya, setiap minuman bubble yang ada disini ternyata mempunyai simbol dan nama unik lho. Untuk non-alcoholic bubble dinamai dengan para kungfu master, seperti The Last Emperor, Thai Chi Master, dll. Sedangkan, alcoholic bubble tea-nya disimbolkan dengan lambang shio yang dimodifikasi seperti, The Choco Tiger, The Golden Rabbit, The Gummy Rooster, dll. Harga makanan dan minuman yang ditawarkan seperti umumnya resto-resto milik Ismaya, dari range Rp30.000 – 80.000 untuk makanan, dan Rp7.000 – 60.000 untuk aneka minuman dan bubble tea-nya.

 

 
Food

A lil bit late for me to visit this place, but since I’m curious about and, fortunately, Ismaya invited me to come here, jadi akhirnya saya bisa juga mencicipi menu-menu pilihan Fook Yew beberapa waktu lalu. Here’s my story in enjoying Uncle Zeng Choices:

Kalau biasanya Xia Long Bao menjadi jualan utama restoran Chinese, Fok Yew menawarkan Sheng Jin Bao yang lebih menggambarkan trademark Shanghai. Sheng Jin Bao ini mirip seperti Xia Long Bao hanya saja kulitnya tidak dikukus melainkan digoreng seperti bakpao goreng namun tetap ada filing-nya. White Sesame Sheng Jin Bao yang saya cicipi pertama kali ini agak membuat saya shock, soalnya ukurannya besar. Sampai-samapi saya mikir apa bisa digigit dalam satu suapan, well it’s actually can not hehe…Isinya berupa wijen putih yang terlalu manis menurut saya.

 
Sementara, Chicken & Prawn Sheng Jin Bao berisi potongan ayam dan udang dengan kuah asin gurih selayaknya Xia Long Bao. Unik rasanya melihat bakpao goreng tapi dalamnya ada kuahnya hihihi…It’s better than the previous one. Apalagi daging ayam dan udangnya juga potongannya cukup lumayan besar.

 
Salted Fish & Chicken Fried Rice, Fook Yew sepertinya ingin memuaskan customernya, sampai-sampai nasi gorengnya pun datang dengan porsi yang besar di piring yang besar pula. Sekilas sih seperti nasi goreng biasa, dengan campuran ikan asin dan ayam. Rasanya gurih da nada after taste manis di lidah tapi yang lebih aneh saya berasa seperti ada pasir tertinggal di mulut. Kata waitressnya sih itu karena kuning telurnya direbus dulu baru dihancurkan dan dicampur ke nasinya. Well, it might be yes or not hehe…

 
Macau Fried Seafood Noodle with Egg Sauce. Well, I always love kinds of I fu mie and this food was scrumptious! Selain karena porsinya besar, egg saucenya juga rich! Kental, gurih, dengan serpihan omelette dan oyster yang chewy. Ahhh I just can’t resist this noodle!

 
Two Flavor Hong Kong Kailan ini tidak berhasil mengambil hati saya. Since I don’t know what to pair. Biasanya makan sayur enaknya pakai nasi sih hehehe..But, kalian keringnya cukup enak buat digado. Soalnya crunchy gitu digorengnya, jadi kayak cemilan kalian deh hehehe…

 
Go Hiong in Honey Sauce ini jadi penutup makan malam yang sempurna! Tekstur kulitnya yang garing dan lembut berpadu dengan filing campuran sayur dan ikan serta disiram honey sauce yang manisnya pas. It’s just perfect and I can’t bite it once!

 
Puas makan-makan a la Shanghai, saya pun mencicipi aneka minumannya plus alcoholic bubble tea-nya. Kebetulan saat itu juga ada demo live making alcoholic bubble tea, jadilah saya berhasil mencicipi du varian alcoholic bubble tea berikut:

The Dancing Pig. It’s a fusion of cranberry juice, crème de cassis, fresh lemon njuice dan absolut vodka. Rasanya seger banget! Tapi yang justru paling terasa sih fresh lemon juice-nya asam dan segar. After-nya sedikit pahit di tenggorokan dan hangat, a typically absolut vodka.

 
The Stuby Dog. I prefer this one. Baileys always works on every mixed drink! Campuran coffee carame, crème de cacao-nya plus tapioca balls dan coffee jelly membuat minuman ini benar-benar creamy dengan tingkat kemanisan yang pas dan aroma dan rasa baileys yang manis dan sedikit pahit membuat saya seolah menyeruput blackforest cake!

 
Untuk non-alcoholic bubble tea-nya, saya mencicipi:

The Last Emperor. Taro Milk Bubble Tea, campuran red bean dnegan tapioca balls juga ga pernah salah dilidah saya. Creamy dan manisnya pas dilidah.

Kungfu Hustle. Thai Tea dengan tapioca balls. This is also perfect. Nggak ada yang lebih enak selain creamy dan manisnya teh thailand dicampur susu seperti ini. Perfect!

 
Overall, I just love spending my empty stomach til full here. With a super warm greeting dari pihak Ismaya, saya merasa sangat dimanjakan. Waiter dan waitressnya juga sangat sigap, setelah melihat piring saya bersih, langsung dianngkat dan diganti baru.

(+) I love the interior of this resto. Pop style never goes wrong! Makanannya juga uni banget, beda sama menu-menu chinese umumnya. Pelayanan oke banget.

(-) Sheng Jin Bao-nya kegedean banget! Jadi ga bisa menikmati dalam satu suapan kayak Xia Long Bao, apalagi kalo dalamnya kuah, jadi ribet makannya.
 
Recommended Dish(es):  Alcoholic bubble tea,go hiong
 
Date of Visit: Apr 10, 2013 

Spending per head: Approximately Rp65000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0