OpenRice Index
  
ichakhairisa
This is ichakhairisa living in Cilincing. I am a Editor, work in Kuningan. I like to hang out in Sudirman, Kelapa Gading, Kuningan. Betawi, Jawa, International food are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Kedai Kopi & Teh and Es Krim/Yogurt, Dessert, Soto/Rawon, Dim Sum, Salad.
Member 98 First(s)
No. of Review218 Review(s)
編輯推介數目148 Editor's Choice
Recommended16 Recommended
Popularity11599 View(s)
Replies in Forum5 Comment(s)
Upload Photos1216 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant2 My Restaurant(s)
Follow1 Following
粉絲1312 Follower(s)
ichakhairisa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 26 to 30 of 218 Reviews in Indonesia
Easy Breezy Beezy Kaffee OK Feb 12, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Multinasional | Kafe | Pizza & Pasta | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Overview & Venue

Ngopi cantik udah jadi istilah buat kalangan muda jaman sekarang yang suka sekali kumpul sambil ngobrol-ngobrol seru dengan teman-teman sambil ngopi atau sekedar minum dan makan-makanan ringan, termasuk saya yang selalu cari tempat nongkrong seru kalau mau ketemuan atau sekedar cari jajanan sore hari. Sama seperti konsep yang diusung Beezy Kaffe, sebuah kafe baru dibilangan Jakarta selatan ini membawa filosofi lebah pada tiga huruf pertama Beezy - Bee yang selalu sibuk dan bergerombol dan kata 'busy' dengan harapan kafe ini selalu sibuk melayani para lebah a.k.a pengunjung yang hilir mudik datang ke kafe ini. Menempati sebuah gedung berlantai 4, Beezy Kaffe membawa nuansa tanah dengan dominasi cokelat pada hampir semua interior kafenya. Ada dua area, indoor dan outdoor. Kapasitas indoornya cukup banyak dengan salah sudutnya bisa dipakai untuk live band. Sofa-sofa empuk dan kursi-kursi malas serta rak buku berisi buku-buku bacaan Jepang membuat suasana kafe ini makiin membuat saya rasanya ingin leyeh-leyeh. Bagian outdoornya tidak terlalu luas, hanya ada beberapa kursi panjang dan meja panjang warna-warni yang cocok untuk menikmati sore hari Jakarta.

 
Menu & Makanan

Masalah perut, Beezy Kaffe yang diusung oleh tiga anak muda berjiwa enterprenuer ini tidak usah diragukan, sajian berupa makanan ringan hingga makanan berat disajikan disini. Saya mengintip menu book mereka, mulai dari starter berupa salad dan soup, main course a la Western, Asia, dan aneka pasta sampai dessert dan cake-cake yang sempat hip seperti ombre cake dan rainbow cake menjadi pelengkap duduk-duduk manis saya.

Saya membuka sore saya dengan segelas besar Lychee Iced Tea (32K) yang disajikan dengan gelas yang mirip tabung reaksi. Unik sekali. Rasa manis black tea, sirup leci dan leci-nya pas dengan after taste sedikit pahit ciri khas minuman berleci. Segar sekali rasanya!

 
Berry Temptation (32K) lebih menggigit lidah lagi dengan sodanya yang sparkling on my tongue dan sirup stroberi yang manis-asam, sedikit bergidik meminumnya namun kesegarannya sangat terasa begitu meluncur di tenggorokan saya.

 
Fish and Chips (30K) menjadi pembuka selera saya sore menjelang malam ini. Potongan ikan dori dibalut tepung dengan kentang goreng dan creamy tartar sauce cukup menggoda saya. Ikan dori dan kentang sangat crunchy dan saus tartar-nya tidak terlalu asam, cocok untuk pelengkap fish and chips-nya.

 
Dilanjutkan dengan Fettucini Pasta Les Japonais (38K). Hmmm...dari tampilan luarnya sih agak nggak menarik hati, karena pastanya terlalu lembek dan sausnya kebanyakan, tapi pas saya mengaduknya, aroma mozarella dan tomato sauce langsung keluar. Rasanya pun ternyata pas dilidah saya, perpaduan sempurna antara cream, tomato sauce dan keju mozarella. Creamy-creamy asam manis dan rasa keju yang pekat bikin saya makin suka sama menu yang satu ini. Ditambah crunchy chicken katsu dan garlic bread-nya. Lengkap deh enaknya!

 
Sayangnya, Fussili Dori Aglio Olio (35K) yang penampilannya lebih cantik malah tidak cocok dengan lidah saya. Entah mengapa tidak ada tipikal Aglio olio disini cenderung mirip makan indomi goreng pedas, dengan cabe yang kebanyakan dan minyak yang berlebihan. Ups, kayaknya perlu ada yang sedikit dikoreksi dari bumbu untuk pasta ini deh, Beezy Kaffe.

 
Saya sempat mencicipi juga varian menu Western Meals-nya, Beef Rolade (35K). Daging gulung ini merupakan campuran dari daging sapi, telur, wortel dan disiram dengan mushroom sauce beserta potato wedges dan salad. Sayangnya, teksturnya sangat kasar dan sedikit pahit di mulut saya rasa dagingnya. It's better kalau rolade mungkin daging saja kali ya, nggak usah dicampur berbagai macam bahan.

 
Sebagai penutup, saya menghadiahi diri saya sepotong Ombre Cake (30K) nan cantik berwarna orange. Kue cantik ini berlapis cream cheese dengan kepekatan yang pas dan tekstur kuenya juga cukup moist. Aroma dan rasa jeruk begitu terasa setelah saya pelan-pelan mengunyahnya. Perfect!

 
Again, I made a correction and this is my personal opinion, this Rhumball (30K) buat saya is too sweet dan teksturnya sangat kasar bahkan meninggalkan rasa nggak enak di lidah. Sayang sekali padahal saya berharap banyak dari kue cokelat yang selalu jadi kesukaan saya ini.

Harga

Untuk soal harga masih masuk akal melihat target pasar mereka adalah kalangan mengah ke atas tapi sometimes agak overprice buat kue-kuenya apalagi yang berpotongan mini-mini. Untuk starter dan snacks bisa dinikmati mulai dari Rp28.000 - 35.000, main course mulai dari Rp38.000 - 48.000, dessert mulai dari Rp 28.000 - 30.000. Aneka minuman mulai dari kopi, bubbles and sparkles, variety of cold tea bisa dinikmati mulai dari Rp20.000 - 32.000 dan aneka cake semuanya dibanderol Rp30.000 per piece.

Overall, saya menikmati duduk-duduk cantik saya disini sama teman-teman ditambah dengan keramahan si pemilik yang bercerita betapa semangatnya mereka dalam menekuni bisnis kuliner ini. Plus pelayanan cepat dan ramah juga dari pelayan-pelayannya. Ya, semoga Beezy Kaffee terus belajar dan semakin mendapatkan nama di kalangan pecinta kafe di Jakarta. Thanks anyway buat @BeezyKaffee dan @amrilardi yang sudah mengundang saya di acara launchingnya kemarin.

Great coffee starting in a great cafe.

Icha Khairisa
Food Traveler
 
Recommended Dish(es):  fetuccini les japonais
 
Date of Visit: Jan 31, 2013 

Spending per head: Approximately Rp80000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   2 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Dining in the Bandung's Sky  Smile Feb 07, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Shabu Shabu | Kumpul Keluarga

Memanjakan perut dan mata di daerah Bandung paling nyaman memang di daerah perbukitan atas seperti Dago Atas atau Dago Pakar. Nggak heran setiap bulannya pasti ada saja restoran atau kafe baru yang menjual tidak hanya menu-menunya tapi juga view Bandung yang cantik dari ketinggian di siang ataupun malam hari. Takigawa MeatBar In the Sky mencoba peruntungannya kali ini membawa para pecinta kuliner menikmati masakan Jepang dari ketinggian lima lantai sebuah restoran di Bukit Pakar Timur. Takigawa sendiri sudah tersohor di kota-kota besar sebagai salah satu resto Jepang middle to high class yang salah satu pemiliknya seorang penyanyi Dangdut terkenal di Indonesia. Lepas dari itu, di Bandung ini Takigawa mencoba memanjakan perut pecinta kuliner yang tidak suka masakan Jepang dengan menghadirkan konsep Meatbar dengan menu-menu Western, seperti aneka steak, salad, dan pasta.

 

 
Restorannya sendiri terbilang cukup modern dengan tiga area indoor, outdoor dan relax. Memakai nuansa hitam dan kayu jati pada furniture dan interiornya, Takigawa MeatBar in the Sky menambahkan kesan romantis dengan meletakkan helaian-helaian kain putih menggantung di langit-langit selayaknya sebuah tenda pernikahan. Arsitektur bangunannya yang di dominasi dengan kaca juga makin membuat restoran ini terlihat simply luxury. Ditambah dengan lampu-lampu hias yang berkelip cantik dimalam hari dan pemandangan citylight Bandung yang bak bintang bertaburan, membuat setiap orang merasakan seolah dining in the sky.

Begitu juga yang saya rasakan malam itu, ditambah dengan pasangan disamping saya, restoran ini simpelnya memang cocok untuk yang berpasangan. Masakan Jepang menjadi pilihan utama karena saya justru bosan dengan menu Western. Saya merasa tidak pernah bosan dengan menu sushi karena selalu ada variasi sushi yang berbeda dari setiap restoran.

Seperti Cuttlefish Hot Roll, sushi yang tidak menggunakan nasi dan nori sebagai roll ini mengantinya dengan cuttlefish dengan filing salmon, scallop, tobiko, dan cheese roll. Daging cuttlefish-nya begitu segar dan empuk, serta tidak amis begitu juga dengan salmon dan scallop-nya. But the super hint yang awalnya membuat saya kaget pas menggigit roll ini adalah rasa asin manis ditengah-tengah rasa anyir aneka seafood itu adalah si keju batangan! Teksturnya yang agak keras namun kemudian lumer dimulut saya membuat roll ini terasa sempurna!

 
Volcano juga tidak kalah uniknya, bukan saja bentuknya yang tidak seperti roll pada umumnya, tapi juga karena bentuknya pipih dan potongannya besar sekali! Salmon, scallop, crabstick, prawn, carrot, dan tobiko yang berkilau bagai mutiara di bagian atasnya disiram dengan saus special Takigawa membuat sushi ini juga jadi juara buat saya. Kurangnya hanya ukurannya yang terlalu besar sehingga butuh dua kali suapan ke mulut saya hehe…

 
Sayangnya, Takigawa Roll yang sudah menjadi signature disini tidak terlalu cocok dengan selera saya. Meskipun fusion-nya berupa salmon, scallop, crabstick dengan saus special Takigawa dan ditaburi tobiko dan duck liver pate, saya merasa sushi-nya agak amis dan sedikit eneg mungkin karena hati angsanya ya. Anyway this still okay on my stomach.

 
Terakhir, penutup yang tidak pernah saya tinggalkan adalah sashimi. Salmon Carpaccio, potongan salmon segar disajikan dengan vinegar sauce dan taburan telur salmon ini benar-benar fresh dan juicy dagingnya. Very well done!

 
Sebagai pelengkap makan, segelas Fruit Punch (Jus jeruk limo, nanas, jeruk dan jambu klutuk) dan Strawberry Juice yang memberikan sensasi asam manis selalu berhasil menetralkan perut saya setelah makan raw food seperti sushi.

 

 
Soal harga memang harus merogok kocek lebih dalam untuk aneka fusion sushi, sashimi danmenu besar lainnya kecuali aneka nigiri sushi. Range-nya sekitar Rp45.000 – 80.000 per plate atau untuk sushi per plate 4/6/8 roll. Sedangkan untuk nigiri yang rata-rata per plate-nya 2 roll bisa dicicipi mulai dari Rp20.000 – 25.000 saja. Sementara untuk menu di Meatbar saya memperhatikan range harganya sekitar Rp45.000 – 150.000. Untuk minuman cukup merogoh kantong sekitar Rp19.000 -25.000 saja.

Dengan pelayanan yang cepat dan ramah plus suasana Bandung yang sejuk dan semakin cantik serta romantis di malam hari, saya merekomendasikan tempat ini untuk pecinta kuliner yang rindu suasana Bandung yang romantis dengan gemerlap citylight namun tetap nyaman untuk berleyeh-leyeh bersama keluarga atau pasangan.

Adios! Salam penikmat citylight dan makan enak!
 
Recommended Dish(es):  cuttlefish roll
 
Date of Visit: Jan 24, 2013 

Spending per head: Approximately Rp150000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jawa | Restaurant | Bebek | Iga | Kumpul Keluarga

Pernah membayangkan makan bebek sambil minum jamu beras kencur? Agak aneh memang membayangkannya. Tapi coba kalau sedang melewati daerah Cipete Raya, tengoklah sebuah restoran mungil bernama Warung Yu Tien. Dari luar restoran yang lebih memilih disebut ‘warung’ ini memang terlihat biasa saja, hanya menempati ruko dua lantai, namun ketika saya masuk kedalamnya, saya disambut dengan suasana homey dengan perpaduan nuansa tradisional Jawa dan classic modern yang kental terlihat pada pemilihan set meja makan dan warna dominan cokelat tua pada dinding dan furniturnya yang serba kayu. Patung-patung pewayangan kecil di meja kasir dan beberapa guci-guci rumahan menjadi pemanis yang tepat. Naik ke lantai atas, suasanya menjadi lebih terang dan segar karena semburan sinar matahari dari bagian teras. Beberapa set furniture kayu juga melengkapi lantai ini dan pemanis dindingnya berupa pigura-pigura berisikan artikel-artikel liputan di beberapa media massa tentang tersohornya warung ini.

 
Warung Yu Tien berawal dari dua pasang sahabat karib yang doyan makan bebek dan ingin menghadirkan sensasi makan bebek dengan cara yang ‘’nyeleneh”. Mengambil nama panggilan dari ibu masing-masing ‘Mbakyu Tien’, Warung menggeret Chef Rendy Kong, yang juga sudah malang-melintang di dunia kuliner Indonesia. Menu yang menjadi jualan utama disini tentunya aneka hidangan bebek hingga gorengan berbahan dasar daging bebek. Chef Rendy menginginkan sesuatu yang beda dari sekedar bebek bakar atau goreng yang empuk seperti pada umumnya di pasaran. Maka terciptalah beberapa menu bebek yang beda dari biasanya plus aneka sambal yang jadi pelengkap segala makanan termasuk untuk cocolan cemilan appetizernya. Warung Yu Tien menghadirkan sambal cocol seperti sambal nanas, mayo, kacang, kecap yang biasa untuk cocolan cemilan seperti Siomay Udang, Baso Bebek, Lumpia Bebek dan sambal siram untuk menu Bebek Yu Tien dengan tiga tingkat kepedasan sambal Small, Medium dan Extra Hot OMG!

Saya menengok jualan utama mereka Bebek Yu Tien (16.5K). Langsung jiper pas melihat Bebek Yu Tien Extra Hot OMG! Sambil nekat-nekat saya cicip sedikit aja sambalnya. Maygat! Pedasnya luar biasa! Daging bebeknya sendiri empuk sekali dengan kulit yang tetap garing meskipun sudah dilumuri sambal.

 
Saya mencicipi pula Bebek Goreng Crispy (14.5K) dengan kulit crispy yang sangat crunchy! Dagingnya sama lembutnya dan tidaka berminyak sama sekali. Saya tertarik mencocolnya dengan sambal mayo-nya dan it’s the best sauce for me! Rasa pedasnya tidak terlalu pekat, mayonnaisenya lembut, tidak terlalu asam dan saya merasakan ada taste lemon yang bikin saus ini tambah segar!

 
Mau yang lebih menantang lagi? Saya mencicipi jualan mereka yang lebih ‘nyeleneh’ lagi, Bebek Goreng Rempah (16K). It’s spices of course tapi nggak dalam bentuk sambal atau bumbu, melainkan taburan rempah-rempah goreng yang terdiri dari ptongan jahe, lengkuas, kunyit, dan lainnya yang menghadirkan rasa very Indonesian! Saya suka sekali dengan wangi rempah-rempahnya dan daging bebeknya juga terasa lebih segar. A great breakthrough in Indonesian culinary!

 
Selain menu bebek seperti di atas, ada juga beragam menu kombinasi yang semuanya tetap memakai daging bebek sebagai bahan dasarnya. Mari cicipi Nasi Goreng Bebek dengan tambahan telur mata sapi, ati ampela balado dan acar dan temukan suwiran daging bebek di nasi kuning yang kental dengan rasa dan aroma rempah-rempah ini. I love the typical Indonesian taste dari nasinya. Kunyit yang cukup kental jadi ciri khas utama nasi kuning khas Indonesia kan harusnya? Ati ampela sambal balado-nya juga enak, dan sambalnya tidak terlalu pedas.

 
Sop Asem-Asem Bebek (14K) yang satu ini tambah membuat saya melek. Kuahnya asam namun segar sekali setelah diseruput. Dilengkapi dengan daging bebek yang juga makin empuk karena dicampur kuah. Oiya, jangan lupa masukkin lontong biar makin nyes makannya!

 
Makanan boleh 'nyeleneh', tapi minuman nggak kalah nyelenehnya. Awalnya ragu-ragu mencicipi Beras Kencur Smoothie (10K) ini, soalnya yang saya ingat hanya rasa jamu beras kencur, namun sata menyeruputnya wah nggak kerasa kalau saya sedang meminum beras kencur. Beras kencurnya menjadi lebih manis dan creamy dengan tambahan susu. Enak dan segar! Selain Beras Kencur Smoothie, Warung juga punya aneka minuman unik lainnya seperti Kunyit Asem Smoothie, Jeruk Nipis Smoothie, Jlo Ayu yang kesemuanya memanfaatkan minuman kesehatan tradisional Indonesia.

 
Aneka dessert-nya pun nggak kalah menariknya, warna-warni seperti Es Pelangi Yu Tien (14K) yang satu ini. Es yang berwarna merah nan cantik ini terdiri dari buah delima, fanta dan susu. Rasa manis susu dan menyengatnya soda bercampur sempurna. Segar dan coock buat menemani makan bebek yang sangat pedas. Sama segarnya dengan Es Buah Naga (18K) yang menggunakan buah naga putih, selasih, sirup merah pandan dan ice cream vanilla di bagian atasnya, es ini jadi pilihan penutup makan siang yang juga tepat.

 
Es Pitu (19K) ini juga menarik karena terdiri dari tujuh macam isi a.k.a pitu dalam bahasa Jawa. Isi-nya diantaranya kelapa muda, alpukat, cincau item, jagung manis, nata de coco, kacang merah dan ditutup dengan es krim vanilla yang membuat semuanya tambah manis. Seru kan!

Untuk masalah harga, nggak perlu takut merogoh kocek dalam-dalam disini, beragam menu bebek disini harga masing sangat terjangkau! Untuk aneka makanan pembuka seperti pangsit bebek, lumpia bebek, kita bisamenikmati mulai dari Rp9.000 - 12.000/5-6 pcs. Untuk menu utama aneka bebek, sate, sop bisa dinikmati mulai dari Rp14.000 - 16.5000. Aneka minuman mulai dari Rp5.000 - 19.000. Very affordable, kan!

Overall, saya sangat menikmati makan siang disini, suasananya homey, makanannya enak dan terjangkau pelayannya pun luar biasa ramahnya. Baru pertama kali masuk saja, pelayan-pelayannya sudha menyambut saya dengan senyuman, beruntungnya lagi kali ini saya bertemu langsung dengan pemilik Warung Yu Tien, Mbak Vinda dan co-owner Mas Tendi yang sangat ramah menyambut saya sambil mencerikan kesukaan keluarga mereka makan bebek sampai-sampai mendirikan restoran bebek sendiri. Lebih senang lagi Chef Rendy Kongs, executive chef Warung Yu Tien dengan sabarnya menjelaskan kepada saya ingredients dari setiap menu bebek yang saya tanyakan (maklum saking penasarannya dengan bebek rempah, saya sampai mencecar si chefs hihihi) plus Mbak Liza, marketing executive Warung Yu Tien yang semangat banget memotret saya dan teman-teman blogger yang asik makan hihi. Oiya satu nilai plus lagi, free wi-fi di sini kenceeeeng bangeeets! jadi gampang deh kalo mau upload foto-foto makanan langsung ke socmed haha!

Yuk, pecinta kuliner Indonesia, kalau penasaran kayak apa homey dan enaknya masakan bebek 'nyeleneh' a la Yu Tien, silahkan langsung aja meluncur ke Cipete Raya No. 7. Thanks banget buat @warungyutien, Mbak Vinda, Mbak Liza, Mas Tendi dan Chef Rendy for the warm greetings and for the super exotic food!
 
Recommended Dish(es):  sop asem asem,bebek goreng rempah
 
Date of Visit: Jan 26, 2013 

Spending per head: Approximately Rp35000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 2

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend

Taro Pearl Milk Tea Smile Jan 12, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Roti & Kue | Dessert | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Baru kali ini mampir ke Roppan cuma karena haus pingin minum. Akhirnya mesin Taro Pearl MIlk Teanya. Sengaja pesan ini mau band ingin sama Taro Milk Tea yang pernah saya cobaan di gerai Milk Tea ternak saat ini. Harganya standar 24 ribu saja.a
Adegan asal, Kalo yang regulernya harganya 28 ribu kalo gak salah. Si Taro Milk Tea ini datang dengan warna ungu khas Taro drink dengan Pearl yang banyak banget! Rasaa taroanya menurut saya apa banget, gapai ada lebih kental susunya sisa. Jadi makian lama kayak minum susu campur taro hehehe..truk tekstur blended drink ya juga agenda menurut saya. Agak lebihi lembut dan kayak berlendir gitu. Pearlnya juga kenyal banget! Daria segi pelayanan sih Roppan gancit lumayan cepat. Ya selengkapnya saya pilih Taro disinia, lebih mantap blendingannya buat saya! Maap ya ya ada fotonya nih, keenakan nyeruput soalnya hihi
 
Recommended Dish(es):  Taro Pearl Milk Tea
 
Date of Visit: Jan 12, 2013 

Spending per head: Approximately Rp25000(Tea)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 2

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Kue Soes Guedee isi Mantab! OK Jan 11, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Stand / Kios | Camilan

 
Lagi nemenin teman belanja di Mal Ambassador eh nemu counter Choux Cream ini di Lantai 4. Dari jah harumnya susu dan cream udah tercium banget pas dideketin wow saya terkejut banget taunya ini toko yang ngejual kue soes isi tapi ukurannya guedeee...

 

 

 
Kalau biasanya kue soes cuma isi fla vanilla aja, Choux Cream bikin gebrakan dengan ngasi beragam filing di soesnya, mulai dari green tea, cokelat, kacang, dan original tentunya. Udah gitu soes ini juga dikasih topping lho! ada yang toppingnya almond, oreo, kacang, dll. Wah wah kok seru bangett! harganya juga murah aja, untuk yang original Rp6000 sedangkan untuk yang berfiling selain original Rp8000 per pieces.

Saya langsung aja pesan selusin yang isi original dan green tea dengan topping almond milk cream, oreo, dan cokelat almond.

 

 
Untuk yang filing original sih buat sayas eperti normalnya fla soes aja creamy dan berasa banget susunya. Gak eneg juga untungnya. Sedangkan yang grene tea lebih manis namun punya after taste sedikit pahit. Topping kacang almondnya enak, cocok buat pelengkap. Standarnya sih si soes ini cocok buat yang pengen nyemil tapi nyemil besar secara ukuran soesnya juga besar hihihi...

 
 
Date of Visit: Jan 04, 2013 

Spending per head: Approximately Rp8000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 1

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0