OpenRice Index
  
ichakhairisa
This is ichakhairisa living in Cilincing. I am a Editor, work in Kuningan. I like to hang out in Sudirman, Kelapa Gading, Kuningan. Betawi, Jawa, International food are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Kedai Kopi & Teh and Es Krim/Yogurt, Dessert, Soto/Rawon, Dim Sum, Salad.
Member 98 First(s)
No. of Review218 Review(s)
編輯推介數目148 Editor's Choice
Recommended16 Recommended
Popularity11486 View(s)
Replies in Forum5 Comment(s)
Upload Photos1216 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant2 My Restaurant(s)
Follow1 Following
粉絲1312 Follower(s)
ichakhairisa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 36 to 40 of 218 Reviews in Indonesia
A Farewell Lunch at FrontPage Smile Jan 08, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Pizza & Pasta

Jakarta di hari libur kejepit beberapa minggu lalu rasanya lengang banget. Kepengen cari tempat hangout sambil farewell dengan teman baik saya yang akan meninggalkan Jakarta rasanya bingung. Eh terus kepikiran saya masih nyimpen voucher dining dari salah satu restoran ternama di Jakarta. Akhirnya, sambil menelusuri jalanan Jakarta yang lengang, sampailah saya dan teman saya ini di Plaza Gani Djemat, Imam Bonjol, Jakarta. Sebuah resto dengan konsep wine & lounge ini langsung menghangatkan mata saya dengan interiornya yang begitu hangat. FrontPage merupakan salah satu debut terbaik dari Nomi.Inc yang juga memegang Anatolia Turkish Restaurant dan Marroush Middle Eastern Restaurant. Tidak salah kalau resto ini diganjar sebagai The 2011 Best Restaurant versi Majalah Indonesia Tatler dan salah satu majalah lifestyle ternama lainnya yang sya lupa namanya hehe…Penghargaan tersebuut terpajang manis di dinding sebelah kanan pas di depan pintu masuk.

 
FrontPage memiliki dua area, area dining dan area wine& lounge. Area wine & lounge terletak di sebelah kanan pintu masuk. Nuansa glamour namun hangat dengan sentuhan lounge ala mediterania terlihat di dindingnya yang berwarna kuning yang terlihat seperti kain satin. Disana juga terlihat deretan pigura dengan beberapa pajangan botol-botol minuman beralkohol sebagai pemanis lengkap dengan deretan gelas kristal dan bartender yang ready to serve. Di salah satu sudutnya terdapatnya lemari besar berwarna hitam juga berisi botol-botol minuman beralkohol dengan beberapa hiasan berupa benda-benda tempo dulu, seperti sebuah kamera jadul di rak paling atas. Bangku dan meja tinggi menjadi cirri khas area wine & lounge ini. Pemanis area ini berupa lampu gantung berhias kartupos bertuliskan 2013 wishes list dan potongan koran jadul! it’s so creative though! Sementara di area dining, suasananya lebih classy dan private. Ada sekitar 20 set dining table dengan nuansa orange, kuning dan cokelat bata pada furniturnya. Pencahaayannya pun sangat redup untuk menambah kesan romantis. Di salah satu sudutnya terdapat rak tinggi berisi aneka botol wine.

 
Menurut saya, FrontPage menspesialisasikan dirinya sebagai percampuran antara dua resto milik Nomi.Inc lainnya terbukti dari menu-menu yang disajikannya nggak hanya western food tapi juga Indian food dan yang spesialnya mereka punya Chindian food, perpaduan menu Chinese dan Indian yang unik. Mereka juga punya lunch set menu Western dan Indian dengan harga yang sangat terjangkau sekitar 59.000++ dengan menu berbeda setiap harinya. Harga segitu bisa untuk mencicipi appetizer, dua main course, satu dessert dan drink berupa iced tea atau lemon tea Lunch Set Menu ini berlaku setiap hari Senin-Jumat dari jam 11.30 AM - 14.00 PM saja. Super great deal!

Kesempatan itu nggak saya sia-siakan berhubung bingung mau makan apa hehehe…Karena hari ini hari Senin, saya memilih lunch set menu Monday dan tambahan menu lain, yaitu Chicken Parmigiana. Here’s what I got on set menu Monday:

Iced Tea & Lemon Tea

Lucunya es teh-nya warnanya merah sekali. Nggak tau teh apa yang mereka pakai, rasanya sih seperti teh biasa, tidaka terlalu manis juga tidak terlalu pahit. Segar untuk pembuka. Sedangkan lemon tea-nya sih yaa standar rasa lemon tea saja hihihi....

 

 
Fish Chowder

I didn’t expect that this is a soup til they’re served on my table. Kirain appetizernya ikan panggang apa gitu hehehe…Anyway, this soup is great! Teksturnya sangat kental, very creamy, rasanya gurih, asin dan after tastenya manis dan sangat terasa rasa ikannya namun tidak amis. Nggak bisa membayangkan ikan apa yang dipakai, sepintas sih mirip seperti rasa sup asparagus tapi lebih creamy.

 
Chicken Cacciatore, Sauteed Vegetable, & Roasty Potato

This is the very awesome deal. In a super big plate, Chicken Cacciatore disandingkan dengan sautéed vegetable berupa potongagn kembang kol dan roasty potato. Chicken Cacciatore-nya sendiri berupa potongan ayam yang super lembut, well-baked, disiram dengan saus yang terasa seperti percampuran saus tomat kental dan Bolognese. Rasa tomatnya begiu kuat, sedikit pedas merica, namun after taste-nya agak hambar. Well, suapan pertama memang sedikit enek rasanya mencicipi sausnya tapi makin lama kok makin berasa enak sausnya, jadi seperti saus Bolognese. I love the roasty potato also. Tidak terlalu lembek seperty mashed potato, tidak juga terlalu keras seperti kentang panggang. Gurih dan sedikit kuat terasa bumbu rempah-rempahnya.

 
Caramel Muffin

A very beautiful style of cake. Makannya aja nggak tega, padahal muffinnya cuma kecil aja hihi. Anyway, terlepas dari topping dan icing-nya yang menarik dengan taburan coclorful small star sprinkles, si muffinnya benar-benar well-baked, empuk, bahkan crunchy on the top! Wangi cokelat dan vanilla langsung menyeruak saat saya memotong muffinnya. Tekstur bagian dalamnya juga lembut banget sampai-sampai saya nggak berasa kalau sedang makan muffin (soalnya ada muffin yang gak well-baked jadi pas ditelan suka menimbulkan rasa gatal dan nggak enak ditenggorokan). Heaven on earth!

 
Nah, menu diluar Lunch set yang saya cobain adalah Chicken Parmigiana with Fetttuccine Aglio Olio. It came in a super big plate and big portion too (for me and my friend of course haha). Chicken parmigiana ini seperti yang sudah pernah saya coba sebelumnya di sebuah resto berspesialisasi parmigiana di Bandung menurut saya kurang 'nendang'. Lelehan keju parmigiana di bagian atasnya kurang berasa dan biasanya terasa sedikit hambar, tapi ini seperti umumnya mozarella apalagi dengan tambahan parmesan juga. Nggak terasa 'italia'-nya. Fettuccine Aglio Olio-nya juga terlalu berminyak sih, kalau dari rasa standar lah umumnya aglio olio, gurih dan sedikit hambar aja. Penetral buat yang nggak suka hambar mungkin ada di saus tomat di bawah lelehan kejunya. It's tasty dan crunchy chickennya juga lumayan, daging dalamnya lembut. Hmm...sebenernya ini enak, tapi nanggung aja buat saya.

 
FYI, walaupun resto ini terkesan mahal tapi pas lihat daftar menu dan harganya buat saya nggak mahal-mahal amat lho harga makanannya. Range makanan untuk appetizer soup berkisar antara Rp29.000 - 45.000, main course berkisar antara Rp45.000 - 90.000, dan dessert Rp25.000 - 40.000. It's so worthed buat lokasi dan tempatnya yang sangat nyaman dan terkesan private. Pelayanannya juga memuaskan. Pelayannya ramah sekali. Piring kotor saya yang sudah hampir mau habis makanannya saja udah diincar dan langsung diangkat ketika habis makanannya hahaha...

Anyway, I really enjoy having a lunch time here especially with my best fellas @beybeefeel. A very sweet farewell lunch for you darla. Hope to see you again and taste more mouth-watering Jakartan's dishes! Adios!
 
Date of Visit: Dec 24, 2012 

Spending per head: Approximately Rp75000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   2 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Poor Sushi Resto! Cry Jan 02, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Sushi | Halal | Kumpul Keluarga

Pas lagi iseng lewat TIS Square Tet, saya dan teman saya mampir cari tempat makan yang kira-kira enak dan tempatnya juga enak. Terpilihlah Sushi Ya karena sayamelihat tampilan restonya dari luar juga sanngat menarik dengan desain ala Eropa mirip seperti Nanny's Pavilon dan dinding berwarna putih. Masuk ke area dalamnya ternyata biasa saja, tak sebagus di luar. Ada dua area, satu lantai bawah dan satu lagi lantai atas. Lantai bawah terdiri dari set meja makan dengan bangku dan meja plastik berwarna hitam dengan dapur semi open kitchen di salah satu sudut kiri dari pintu masuk. Tidak ada nuansa Jepang begitu nampak disini, hanya beberapa lukisan yang 'mungkin' a la Jepang.

 

 

 
Di lantai atas juga sama, ada sekitar kurang lebih 80 kapasitas kursi dengan set meja makna yang sama dengan di bawah. Ruangannya cukup spacious namun AC-nya tidak terlalu terasa menurut saya.

 
Karena perut sudah sangat lapar, harapan saya adalah memesan sushi yang paling cepat datang, sedangkan teman saya memesan nasi dan chicken katsu yang kami rasa juga cepat masaknya. 15 menit pertama ngobrol minuman kami yang hanya es teh pun belum datang, sedangkan saya sudah melihat meja sebelah dengan segerombol keluarga berjumlah 9 orang minumannya sudah datang.

Sabar level 1.

15 menit kedua, saat meja sebelah makanannya sudah datang hampir semua, meja saya baru datang es teh manis. Lho kok? 10 menit selanjutnya, sushi pesanan saya yaitu Angry Roll datang. Gila kudu beneran 'angry' gitu setelah 30 menit sushinya baru datang. Anyway, sushi ini ternyata sushi goreng. Ukurannya mini banget! Jauh dari normalnya sushi yang sering saya makan di rsto 'tetangga'. Bagian luar klit yang sudah digireng terasa sedikit crunchy. Sementara isinya berupa potongan salmon saja. Tekstur nasinya sih cukup lembut buat saya, mayonnaise keju di atasnya juga membuat sushinya lebih gurih dan sedikit pedas. Cuma sayang, porsinya kecil banget!

 

 
Setelah sushi habis, pesanan Nasi Chicken Katsu teman saya belum datang juga ini sudah menit ke 45 lho. Saya heran, kami datang duluan, tapi meja sebelah yang datang belakangan kok makanannya sudah lengkap.

Sabar level 2.

Teman saya sampai naik pitam. Soalnya pesanannya cuma Nasi plus Chicken Katsu. Yaiyalah, dimana-mana juga biasanya resto fastfood sekalipun kalo cuma nasi plus gorengan chicken katsu paling gak sampe 20 menit datangnya, kecuali lupa atau crowded banget. Oke lepas dari crowded yang dimasalahkan adalah kita datang duluan disaat meja lain bahkan belum terisi, tapi makanan orang yang dtang belakang malah datang duluan!

Sabar level 3.

Akhirnya teman saya turun beneran ke dapurnya, sedikit membentak chef-nya akibat makanan kami sudah hampir 1 jam belum datang! Setelah dibentak, baru deh pesanan Nasi plus Chicken Katsu itu datang. Daaan ironisnya, entah salah kami apa, makanan yang datang itu terkesan 'apa adanya' seolah dibuat terburu-buru karena teman saya terlanjur marah-marah.

 
Nasi putih biasa dan sudah hampir dingin disajikan dalam mangkuk hitam sedang diatasnya ada potongan chicken katsu dan saus teriyaki serta daun selada dan potongan bawang bombay. Sausnya pun cuma sedikit-kit-kit. Rasanya, bukan kayak makan nasi katsu a la Jepang, malah kayak makan nasi ama ayam goreng di warteg!

Entah mengapa ini adalah pengalaman makan di restoran Jepang terburuk sepanjang sejarah makan di resto Jepang saya. Harga sih boleh murah mereka punya range harga makanan mulai dari sushi, appetizer, sup salad, donburi, sashimi, special sushi roll, dll mulai dari Rp15.000 - 35.000 saja. Minumannya pun murah dari Rp6.000 - 15.000, tapi bukan berarti menurunkan kualitas dengan mendahulukan pengunjung yang datang dengan jumlah orang lebih banyak kan!

Mungkin Sushi Ya perlu berbenah soal pelayanan kepada pengunjungnya. Saya yang biasa makan di restoran Jepang dari yang pulang sekalipun nggak pernah menunggu 1 jam hanya untuk semangkuk nasi chicken katsu, ditambah dengan pelayannya yang kurang senyum dan pura-pura nggak nengok saat dipanggil.

Overall, jadi pelajaran aja buat Openricers yang doyan makan sushi. Pastikan kita juga jadi pengunjung bijak, dengan sering bertanya ke pelayanan jika pesanan tak kunjung datang. Enjoy your sushi time!
 
Date of Visit: Nov 30, 2012 

Spending per head: Approximately Rp25000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 1  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Spanish Nite at Tapas Movida Smile Dec 30, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Eropa | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Sudah lama sekali mendengar tentang restoran Spanyol yang jadi bahan pembicaraan diantara teman-teman food blogger ini, akhirnya di suatu malam bersama teman-teman foodies dari Openrice.com, saya berkesempatan mencicipi restoran yang memiliki hidangan otentik Spanyol yang katanya Cuma ada dua resto yang menyajikan otentik di Jakarta, salah satunya si Tapas Movida.

Restoran ini terletak di Cipete Raya No. 66, lokasinya mudah dijangkau dan terletak di pinggir jalan diseberang 711 Cipete. Dari luar sudah terlihat nuansa klasik pada resto yang memiliki logo banteng ini. Restoran ini memiliki dua area indoor dan outdoor, tapi kalau malam sebenarnya kedua area ini tidak ada bedanya karena cahaya lampunya sama-sama temaram. Di bagian depan, terlihat deretan set meja makan dengan sebuha kursi bar tinggi di bagian tengahnya. Di salah satu sudutnya terdapat sebuah area untuk live band. Nuansa Spanyol makin terasa engan beberapa lukisan matador dan penari sSpanyol di beberapa bagian dindingnya. Masuk ke bagian outdoor, terdapat bangku dan kursi yang terbuat dari semen berhias ukiran a la Spanyol. Sayangnya karena malam hari, jadi semuanya terlihat gelap dan biasa saja tempatnya.

Gathering malam ini dibuka dengan beberapa set menu yang disajikan secara prasmanan. Sesuai dengan namanya, restoran ini memang menyajikan tapas sebagai menu utama. Tapas bagi masyarakat Spanyol seperti cemilan namun biasanya dikonsumsi setiap hari saat makan pagi, siang ataupun malam dan di acara-acara tertentu. Lagipula di umumnya budaya Spanyol, masyarakat Spanyol memang tidak mengenal appetizer, main course, atau dessert. Mereka makan apapun yang mereka ingin makan saj setiap harinya hihihi…lucu ya!

Tapas pertama yang datang yaitu, Ensalade de Tomato. Ini berupa salad yang berisi potongan tomat segar yang dipotong tipis. Tomat-tomat itu diselimuti dengan olive oil dan garlic. Simpel dengan rasa tomat segar yang sedikit hambar, oily, dan asin.

Selanjutnya, Albondigas, bakso ala Spanyol ini hadir dengan variasi seperti semur daging kalau di Indonesia. Baksonya dibuat kecil-kecil dan ditusuk denga tusuk gigi. Bakso ini dimasak dengan red wine, onion sauce dan caramel yang menghasilkan rasa gurih berpadu dengan manisnya caramel yang kuat tapi nggak enek. Menurut saya sih memanng seperti bumbu pada semur daging tapi ini lebih enak dan nggak terlalu pedas. Simply love it!.

 
Tortilla Espanola ini juga menarik hati saya. This is only a Spanish omelette sih, tapi teksturnya lebih padat karena terbuat dari adonan kentang juga dan saat digigit terasa seperti menggigit cake ketimbang telur hehe…rasanya gurih dengan rasa bawang putih yang sangat tajam dan agak hambar.

 
Kalau mau coba gorengan a la Spanyol, Croquetas bisa jadi pilihan yang tepat. Ini kroket a la Spanyol yang digoreng dengan tingkat kematangan yang pas dengan tepung panir yang menjadikannya crunchy dan lembut saat digigit. Isinya sendiri berupa telur dan potongan udang. Gurih seperti umumnya kroket yang biasa saya makan di negeri ini hanya saja adonan kentangnya tidak terlalu padat.

Kalau Italia punya bruschetta, Spanyol juga punya lho. Huevo sobre anchoas con cebolla y pergil merupakan salah satu varian bruschetta garlic mayonnaise egg bertopping anchovies dan parsley. Royti yang dipakainya cukup garing dan lembut. Rasanya agak sedikit asin dan tercium sedikit bau amis. Sedangkan, Pan con tomate, catalan style bread dengann topping olive oil, tomato, dan garlic. Yang ini toppingnya sedikit ada rasanya di lidah saya. Gurih dan asinnya pas.

 
Gambas al ajillo semakin membuka selera saya akan hidangan Spanyol. Traditional Spanish prawn ini dimasak dengan white wine sauce, garlic dan olive oil. I love the sauce, asam, manis, gurih yang sulit saya lukiskan enaknya! Udangnya pun lembut dagingnya dan saya yang terkadang alergi udang merasa nggak berdosa banget nyobain menu ini haha!

 
Championes al ajillo juga menarik buat saya. Jamur yang dimasak dengan white wine dan olive oil ini punya kuah yang sangat pekat dengan bawang putih dan cabe merah. Menjadikannya sedikit pedas namun sedikit terasa creamy.

 
Nah ini yang ditunggu-tunggu, main course berupa sewajan besar Paella Rice, nasi khas Spanyol. Katanya orang Spanyol kalau makan itu selalu satu keluarga besar, makanya nggak heran kalau porsi Paella disini pun sangat buesaaar bahkan bisa untuk 10 orang! Nasi Paella ini berasnya terbuat dari beras khas Spanyol yang teksturnya hampir mirip dengan beras untuk nasi Briyani India, agak tipis dan panjang, tapi tidka terlalu tajam seperti nasi Briyani. Warna kuning yang mewarnai nasi ini bukan berasal dari kunyit, melainkan dari bunga Saffron yang memang tumbuh di dataran Mediterania dan sering digunakan untuk beberapa masakan khas di beberapa negara Eropa dan India bahkan Antartika. Paella rice ini dimasaknya juga agak setengah matang sehingga saat dimakan masih berasa tekstur berasnya yang sedikit ‘crunchy’dan agak sedikit berair juga hihi…Rasanya gurih dan asin sama seperti makan nasi kuning di sini. Toppingnya berupa potongan ayam, tomat, kacang polong, dan kacang panjang. Semuanya menjadi pelengkap yang pas dan mengenyangkan!

 
FYI, untuk harga yang ditawarkan juga nggak terlalu mahal kok untuk sekelas masakan otentik. Harga aneka tapasnya berkisar antara Rp17.000 – 70.000 sedangkan main coursenya berkisar antara Rp60.000 – 250.000. Tenang aja, harga yang mahal untuk main course sebanding dengan porsinya yang buesaaar kok! Jadi, saya sarankan kalau mau makan besar disini bareng keluarga pilihlah Paella ricenya yang super besar itu dijamin kenyang dan cukup banget untuk rame-rame. Pelayanannya disini terlihat cepat mungkin karena ini sedang food tasting ya dan untungnya pelayan serta marcom managernya juga ramah menjelaskan segala nama makanan dan cara pembuatannya ke semua peserta gathering.

Overall, saya sangat menikmati adanya resto Spanyol disini. Setidaknya nggak perlu jauh-jauh terbang ke Spanyol untuk mencicipi hidangan asli masyarakat Spanyol. Tapas Movida cermat banget menyajikan menu otentik Spanyol dengan ambience resto yang juga kental dengan nuansa Spanyol dan harga yang masuk akal. Very worth to try!

 
 
Date of Visit: Nov 22, 2012 

Spending per head: Approximately Rp100000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Pasta Super Keju! Smile Dec 29, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Fast Food | Pizza & Pasta | Halal | Kumpul Keluarga

Ini sebenarnya review singkat aja, karena saya mau ceritain all time favorite pasta saya yang menurut saya lebih enak daripada pasta-pasta direstoran spesialis pasta Italia. Pizza Hut mungkin udah dikenal banyak orang dan menunya standar saja, tapi buat saya pasta yang mereka buat satu diantaranya ada yang enak banget apalagi saya penggemar berat keju.

Dari sekian banyak pasta disini, Pepperoni Cheese Fusilli-lah yang paling juara menurut saya, bahkan saya bisa sering pesan delivery hanya karena ngidam pengen makan ini aja hahaha! Pasta fusilli ini diselimut dengan saus keju cheddar yang melting dimulut dengan taburan daging pepperoni dan peterseli. Saus kejunya benar-benar dahsyat! melting dimulut, nggak terlalu asin dan membalut pekat semua fusili yang gurih dan lembut. Beef pepperoninya jadi pelengkap yang juara banget. Harga sepiring pasta ini Rp35.000. Buat penggemar keju, pasta ini wajib dicoba!

 
 
Date of Visit: Dec 11, 2012 

Spending per head: Approximately Rp35000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Chatime time! Smile Dec 29, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Stand / Kios | Bubble Tea / Jus | Camilan | Halal | Minuman

Booming bubble tea emang nggak ada matinya. Dulu saya cuma tau satu merek bubble drink yang terkenal itu. Tapi makin kesini makin banyak bubble drink dengan spesialisasi lebih ke bubble tea. Salah satu yang bikin saya penasaran adalah Chatime. Awalnya nggak tertarik mencobanya secara tiap kali lewat gerainya di mal manapun saya berada apasti penuh dan ngantri banget! Akhirnya karena saking penasarannya kok bisa orang-orang pada doyan banget sama ini minuman, saya bela-belain ngantri juga.

 
Saya bingung awalnya mau pesan apa. Jenis minuman yang mereka tawarkan nggak sebatas teh, tapi ada juga milkshake, milktea, coffee, passion fruit, dll. Toppingnya juga tak terbatas bubble, ada grass jelly, pudding, coffee jelly, red bean, dll. Akhirnya setelah milih-milih, saya memilih Greean Tea Red Bean dan Grass Jelly Milk Tea. Oiya, tingkat kemanisan gula disini juga bisa dipesan sesuai pilihan, mau yang standar, sedang, atau manis sekali

 
Green Tea Red Bean ini bahan dasar utamanya sih bubuk green tea dengan susu yang diblended dengan es, gula cair ukuran sedang dan topping red bean. Rasanya buat saya ternyata kemanisan! Karena mungkin susunya sudah banyak dan saya meminta gulanya ukuran sedang. Rasa green teanya cukup pekat, dan red beannya pulen dan manis. Sayangnya, minuman seperti ini sebenarnya nggak menyegarkan tenggorokan, tapi membuat tambah seret hihihi...

 
Grass Jelly Milk Tea untungnya lebih enak dan nggak terlalu manis. Perpaduan susu dan tehnya mirip teh tarik dengan manis yang pas dan gak bikin eneg. Grass Jelly-nya potongannya juga besar-besar dan kenyal-kenyal asik! Milk tea ini bikin nagih sih buat saya.

 
Harga minuman ini standar saja, buat ukuran reguler rata-rata dibanderol Rp21.000. Cukup murah dan worth to try!
 
Date of Visit: Dec 22, 2012 

Spending per head: Approximately Rp21000(Tea)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0