OpenRice Index
  
ichakhairisa
This is ichakhairisa living in Cilincing. I am a Editor, work in Kuningan. I like to hang out in Sudirman, Kelapa Gading, Kuningan. Betawi, Jawa, International food are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Kedai Kopi & Teh and Es Krim/Yogurt, Dessert, Soto/Rawon, Dim Sum, Salad.
Member 98 First(s)
No. of Review218 Review(s)
編輯推介數目148 Editor's Choice
Recommended16 Recommended
Popularity11587 View(s)
Replies in Forum5 Comment(s)
Upload Photos1216 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant2 My Restaurant(s)
Follow1 Following
粉絲1312 Follower(s)
ichakhairisa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 6 to 10 of 177 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Fast Food | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Hai OpenRicers, kali ini saya mau cerita yang agak ngeselin tentang restoran yang pelayanannya nggak banget deh. Namanya Takeshi Bento. Gerai ini sebenarnya mirip-mirip waralaba fast food bermenu Jepang yang makin marak di Indonesia.

Restoran yang sudah berdiri sejak 2004 ini mengusung tema fast food dengan menu-menu ringan dan harga murah yang berusaha menyaingi brand HokBen yang udah familiar banget di telinga pecinta masakan Jepang murah-meriah. Menu yang disajikan disini nggak jauh beda dengan menu resto fast food Jepang pada umumunya, seperti Beef Teriyaki, Ebi Furai, Chicken Yakiniku, Ebi Katsu, Chicken Katsu, Chicken Wings, Miso Shiro dan ada juga Ribs serta Yakameshi alias Nasi Goreng khas Jepang.

Harga per menunya berkisar dari 15 - 30 ribu rupiah saja. Bahkan banyak paket-paket murah seperti Nasi & Beef/Chicken Teriyaki atau Yakiniku 17 ribu saja. Hmmm...jadi perkiraan banget nih buat milih ,enu tersebut apalagi kalau duit lagi pas-pasan.

Saya ingat pernah memesan di restoran ini beberapa waktu lalu. Tapi tiap kali denger nama resto ini saya cuma pengen lempar asbak tiap kali ngelihat delivery service officer-nya nyampe depan pintu kantor. Sumpah lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget nyampenya! Cuma buat ngorder aja ada kali 1,5 jam saya nunggu. Padahal mereka bilang 30 menit nyampe, apalagi restonya di Mal Artha Gading, masih deket sama kantor saya di Kayu Putih. huffy

Tapi yah daripada saya dan teman-teman nggak makan siang ya mending di pesan saja. Menu yang pernah saya coba adalah:

chopstickBeef Teriyaki

Paket ini berisi nasi, beef teriyaki, salad, dan mentimun. Porsinya juga nggak terlalu besar. Rasa beef teriyaki sama persis sama dengan beef teriyaki di HokBen hanya sedikit lebih asin saja. Dagingnya dimasak dengan kematangan yang baik. Cukup enak kok.mad

chopstickChicken Yakiniku

Again buat saya nggak ngerti apakah ini resepnya niru resto Jepang lain atau emang nggak bisa bikin resep sendiri ya. Abisnya rasanya standar banget cenderung sama dengan yakiniku di resto Jepang murah pada umumnya. mad

Overall, resto ini mencoba menawarkan sesuatu yang beda tapi tetap dengan kemasan lama. Ya bagi yang nggak mikirin rasa sih, resto ini sah-sah saja buat jadi teman makan siang atau malam. Tapi buat yang udah tau banget rasa dan harga nggak bisa bohong, pasti bakalan males deh dateng kesini lagi.

Opini:

(+) Nggak ada.

(-) Pelayanan nggak memuaskan. Delivery yang dijanjikan 30 menit datang hampir 2 jam. Gila ini sih bisa dengan gampangnya kehilangan customer. rasa makanannya pun mirip banget sama resto terkenal lainnya. Sayang aja jadi nggak punya ciri khas deh resto ini. Saran saya sih cuma satu, fast food Jepang emang udah banyak persaingan, tapi coba deh bikin signature dishes sendiri yang bikin pelanggan tetep mau mampir kesini.
 
Recommended Dish(es):  beefteriyaki
 
Date of Visit: Nov 18, 2010 

Spending per head: Approximately Rp17000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 2  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 2

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Bakmi Jogja Mas Gundul OK Mar 13, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jawa | Bakmi/Kwetiau | Halal | Kumpul Keluarga

Atmosphere

Saya penikmat segala jenis masakan berbau mie, mau mie rebus kek, mie goreng kek, mie godok, atau , variasi mie apa aja dari berbagai daerah. Salah satu variasi mie yang saya suka sih mie Jogja. Pernah nyoba yang enak banget itu di daerah Pajajaran, Bogor tapi udah lama banget sih. Nah, pas main ke Depok kemarin sahabat saya ngajak ke salah satu tempat makan mie Jogja yang katanya punya mie godok yang uenak tenan. Dengan iming-iming 'enak' mampirlah saya kesana. Tempat makannya ternyata deket banget sama rumah teman saya. Di daerah Beji, Depok tepatnya ada sebuah kedai bernama Bakmi Jogja Mas Gundul. Tempatnya sangat kecil hanya memuat 20 orang dengan meja dan kursi plastik ala kadarnya. Penerangannya sih sangat lumayan tapi panasnya luar biasa padahal udah pakai kipas angin di dua sisi. Di depan kedainya terdapat gerobak mie jogja lengkap dengan kompor arangnya dan beberapa tukang masak sibuk memasak dengan api yang mengepul.

Menu

Aneka bakmi yang dijual disini terbatas. Kalau melihat dari spanduk yang mereka pasang berlambangkan gambar Blackberry a.k.a BB tapi diplesetin jadi Bakul Bakmi meeka hanya menyediakan Bakmi Godok goreng/rebus, Bakmi Campur Godok/Goreng, Nasi Goreng dan Nasi Goreng Magelangan. Saya memerhatikan sedikit cara memasaknya, baik mie godok ataupun mie goreng semua mie-nya direbus terpisah, kemudian diayak baru dimasak lagi dengan kompor arang katanya supaya menimbulkan aroma khas tradisional seperti mie jogja asli. Dan yang agak aneh itu mereka Cuma punya 1 kompor! Alhasil setiap menu harus benar-benar ngantri dibuat, sampai-sampai saya harus menunggu 1 jam hanya untuk sepiring mie jogja!

Food

Bakmi Godok Goreng sampai di meja saya terlebih dulu. Wangi mie-nya memang mengluarkan aroma arang yang cukup khas dan menggoda selera tercium sedikit juga aroma cabai yang pekat. Mie-nya digoreng cukup sempurna dan nggak benyek. Meskipun terlihat kecapnya nggak pekat tapi rasa mie ini cukup manis dan pedasnya pas. Dengan tambahan sayuran dan telur orak-arik, rasanya mie godog goreng ini terasa mirip dengan mie godok jogja yang pernah saya cicipi sebelumnya.

 

 
Sayangnya, saya tidak menemukan kenikmatan yang sama di Mie Godok Rebus-nya. Kuahnya entah mengapa kurang gurih dan mirip kuah bening yang nggak ada rasanya. Padahal itu sudah saya tambahkan merica bubuk. Kuahnya juga sepertinya terlalu banyak sampai-sampai mie-nya jadi lembek sekali. Jauh berbeda dari tipikal mie godok dengan kuah pekat yang pernah saya cicipi.

 
Harga

Untuk harga, buat saya agak sedikit kemahalan ditambah porsi kecil dan harus menunggu sangat lama. Mereka menentukan harga berdasarkan porsi, untuk porsi biasa dijual dengan harga Rp14.000 sedangkan untuk porsi spesial seharga Rp18.000. Tapi menurut saya keduanya ukurannya sama saja, soalnya teman saya memesan porsi spesial pun tetap aja nggak lebih banyak dari porsi yang biasa hehehe...

 

 

 
Plus (+)

Apaan yah, mungkin bakmi gorengnya enak kali ya hehe..

Minus (-)

Entah mengapa ya, saya tidak berpikir untuk kembali kesini kecuali mereka menambah satu kompor sehingga masaknya bisa cepat. Nggak membayangkan kalau wiken pas semua orang mampir kesini. Mau nunggu berapa jam hanya untuk sepiring bakmi hahaha!
 
Date of Visit: Mar 12, 2013 

Spending per head: Approximately Rp18000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 1  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 1

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Easy Breezy Beezy Kaffee OK Feb 12, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Multinasional | Kafe | Pizza & Pasta | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Overview & Venue

Ngopi cantik udah jadi istilah buat kalangan muda jaman sekarang yang suka sekali kumpul sambil ngobrol-ngobrol seru dengan teman-teman sambil ngopi atau sekedar minum dan makan-makanan ringan, termasuk saya yang selalu cari tempat nongkrong seru kalau mau ketemuan atau sekedar cari jajanan sore hari. Sama seperti konsep yang diusung Beezy Kaffe, sebuah kafe baru dibilangan Jakarta selatan ini membawa filosofi lebah pada tiga huruf pertama Beezy - Bee yang selalu sibuk dan bergerombol dan kata 'busy' dengan harapan kafe ini selalu sibuk melayani para lebah a.k.a pengunjung yang hilir mudik datang ke kafe ini. Menempati sebuah gedung berlantai 4, Beezy Kaffe membawa nuansa tanah dengan dominasi cokelat pada hampir semua interior kafenya. Ada dua area, indoor dan outdoor. Kapasitas indoornya cukup banyak dengan salah sudutnya bisa dipakai untuk live band. Sofa-sofa empuk dan kursi-kursi malas serta rak buku berisi buku-buku bacaan Jepang membuat suasana kafe ini makiin membuat saya rasanya ingin leyeh-leyeh. Bagian outdoornya tidak terlalu luas, hanya ada beberapa kursi panjang dan meja panjang warna-warni yang cocok untuk menikmati sore hari Jakarta.

 
Menu & Makanan

Masalah perut, Beezy Kaffe yang diusung oleh tiga anak muda berjiwa enterprenuer ini tidak usah diragukan, sajian berupa makanan ringan hingga makanan berat disajikan disini. Saya mengintip menu book mereka, mulai dari starter berupa salad dan soup, main course a la Western, Asia, dan aneka pasta sampai dessert dan cake-cake yang sempat hip seperti ombre cake dan rainbow cake menjadi pelengkap duduk-duduk manis saya.

Saya membuka sore saya dengan segelas besar Lychee Iced Tea (32K) yang disajikan dengan gelas yang mirip tabung reaksi. Unik sekali. Rasa manis black tea, sirup leci dan leci-nya pas dengan after taste sedikit pahit ciri khas minuman berleci. Segar sekali rasanya!

 
Berry Temptation (32K) lebih menggigit lidah lagi dengan sodanya yang sparkling on my tongue dan sirup stroberi yang manis-asam, sedikit bergidik meminumnya namun kesegarannya sangat terasa begitu meluncur di tenggorokan saya.

 
Fish and Chips (30K) menjadi pembuka selera saya sore menjelang malam ini. Potongan ikan dori dibalut tepung dengan kentang goreng dan creamy tartar sauce cukup menggoda saya. Ikan dori dan kentang sangat crunchy dan saus tartar-nya tidak terlalu asam, cocok untuk pelengkap fish and chips-nya.

 
Dilanjutkan dengan Fettucini Pasta Les Japonais (38K). Hmmm...dari tampilan luarnya sih agak nggak menarik hati, karena pastanya terlalu lembek dan sausnya kebanyakan, tapi pas saya mengaduknya, aroma mozarella dan tomato sauce langsung keluar. Rasanya pun ternyata pas dilidah saya, perpaduan sempurna antara cream, tomato sauce dan keju mozarella. Creamy-creamy asam manis dan rasa keju yang pekat bikin saya makin suka sama menu yang satu ini. Ditambah crunchy chicken katsu dan garlic bread-nya. Lengkap deh enaknya!

 
Sayangnya, Fussili Dori Aglio Olio (35K) yang penampilannya lebih cantik malah tidak cocok dengan lidah saya. Entah mengapa tidak ada tipikal Aglio olio disini cenderung mirip makan indomi goreng pedas, dengan cabe yang kebanyakan dan minyak yang berlebihan. Ups, kayaknya perlu ada yang sedikit dikoreksi dari bumbu untuk pasta ini deh, Beezy Kaffe.

 
Saya sempat mencicipi juga varian menu Western Meals-nya, Beef Rolade (35K). Daging gulung ini merupakan campuran dari daging sapi, telur, wortel dan disiram dengan mushroom sauce beserta potato wedges dan salad. Sayangnya, teksturnya sangat kasar dan sedikit pahit di mulut saya rasa dagingnya. It's better kalau rolade mungkin daging saja kali ya, nggak usah dicampur berbagai macam bahan.

 
Sebagai penutup, saya menghadiahi diri saya sepotong Ombre Cake (30K) nan cantik berwarna orange. Kue cantik ini berlapis cream cheese dengan kepekatan yang pas dan tekstur kuenya juga cukup moist. Aroma dan rasa jeruk begitu terasa setelah saya pelan-pelan mengunyahnya. Perfect!

 
Again, I made a correction and this is my personal opinion, this Rhumball (30K) buat saya is too sweet dan teksturnya sangat kasar bahkan meninggalkan rasa nggak enak di lidah. Sayang sekali padahal saya berharap banyak dari kue cokelat yang selalu jadi kesukaan saya ini.

Harga

Untuk soal harga masih masuk akal melihat target pasar mereka adalah kalangan mengah ke atas tapi sometimes agak overprice buat kue-kuenya apalagi yang berpotongan mini-mini. Untuk starter dan snacks bisa dinikmati mulai dari Rp28.000 - 35.000, main course mulai dari Rp38.000 - 48.000, dessert mulai dari Rp 28.000 - 30.000. Aneka minuman mulai dari kopi, bubbles and sparkles, variety of cold tea bisa dinikmati mulai dari Rp20.000 - 32.000 dan aneka cake semuanya dibanderol Rp30.000 per piece.

Overall, saya menikmati duduk-duduk cantik saya disini sama teman-teman ditambah dengan keramahan si pemilik yang bercerita betapa semangatnya mereka dalam menekuni bisnis kuliner ini. Plus pelayanan cepat dan ramah juga dari pelayan-pelayannya. Ya, semoga Beezy Kaffee terus belajar dan semakin mendapatkan nama di kalangan pecinta kafe di Jakarta. Thanks anyway buat @BeezyKaffee dan @amrilardi yang sudah mengundang saya di acara launchingnya kemarin.

Great coffee starting in a great cafe.

Icha Khairisa
Food Traveler
 
Recommended Dish(es):  fetuccini les japonais
 
Date of Visit: Jan 31, 2013 

Spending per head: Approximately Rp80000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   2 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Kue Soes Guedee isi Mantab! OK Jan 11, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Stand / Kios | Camilan

 
Lagi nemenin teman belanja di Mal Ambassador eh nemu counter Choux Cream ini di Lantai 4. Dari jah harumnya susu dan cream udah tercium banget pas dideketin wow saya terkejut banget taunya ini toko yang ngejual kue soes isi tapi ukurannya guedeee...

 

 

 
Kalau biasanya kue soes cuma isi fla vanilla aja, Choux Cream bikin gebrakan dengan ngasi beragam filing di soesnya, mulai dari green tea, cokelat, kacang, dan original tentunya. Udah gitu soes ini juga dikasih topping lho! ada yang toppingnya almond, oreo, kacang, dll. Wah wah kok seru bangett! harganya juga murah aja, untuk yang original Rp6000 sedangkan untuk yang berfiling selain original Rp8000 per pieces.

Saya langsung aja pesan selusin yang isi original dan green tea dengan topping almond milk cream, oreo, dan cokelat almond.

 

 
Untuk yang filing original sih buat sayas eperti normalnya fla soes aja creamy dan berasa banget susunya. Gak eneg juga untungnya. Sedangkan yang grene tea lebih manis namun punya after taste sedikit pahit. Topping kacang almondnya enak, cocok buat pelengkap. Standarnya sih si soes ini cocok buat yang pengen nyemil tapi nyemil besar secara ukuran soesnya juga besar hihihi...

 
 
Date of Visit: Jan 04, 2013 

Spending per head: Approximately Rp8000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 1

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Makan sambil Bernostalgia OK Dec 22, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Mencari tempat makan dengan suasana modern atau a la Eropa mungkin gampang dengan mudah ditemui, namun mencari tempat makan yang menghadirkan suasana tempo dulu yang benar-benar seperti membawa kita ke jaman dulu masih jarang. Ada beberapa restoran yang berusaha menghadirkan nuansa tempo dulu sebagai desain restorannya pernah saya masuki, namun yang satu ini membuat saya merasa justru kembali ke masa kecil saya. Adalah sebuah restoran bernama Tjap Toean di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan yang menarik hati di sore hari sambil ngobrol-ngobrol cantik. Saat masuk kesini saya sudah disuguhkan dengan nuansa sebuah rumah gaya Betawi tempo dulu lengkap dengan tipikal jendela berkanopi kunonya. Resto ini memiliki tiga area, dua indoor di dalam area mall, satu teras depan dan bagian dalam satu gabung dengan kitchen, dan satu outdoor di teras luar mal.

 
Di bagian depan pintu masuk sebelah kanan, terdapat sebuah bangku taman besar dengan hiasan satu pot besar ilalang dan uniknya ada sangkar burung kuno berbentuk persegi panjang yang di cat berwarna putih dan ditutupi dengan selendang warna-warni. Di salah satu sudut lainnya, masih di area indoor namun di bagian luar, juga terdapat sangkar burung bernuansakan campuran gaya betawi kuno dan cina kuno yang kanan kirinya tergantung hiasan rumbai warna-warni.

 
Di area indoor bagian depan, terdapat beberapa variasi set meja makan yang seolah membawa kita ke 3 jaman berbeda. Di area sebelah kiri dari pintu terdapat set meja makan bernuansa Cina era 60-an dengan meja kayu usang dan bangku kotak beralaskan bantal empuk yang sarungnya bergambar cici-cici Cina a la lukisan Andy Warhol. Di sisi sebelahnya terdapat set meja makan a la rumah Betawi tempo dulu lengkap dengan lampu petromak gantungnya dan juga lemari berisikan mesin jahit super usang yang sangat unik!Tjap Toean selain menghadirkan nuansa traditional, kita juga dibawa bernostalgia ke jaman makan a la kedai tempo dulu terbukti dengan seperangkat peralatan makan seperti sendok, garpu, dan sumpit yang semuanya diletakkan di dalam kotak kayu di atas masinng-masing meja makan dan lucunya mereka memiliki ‘horn’ atau terompet pijat yang biasa dipakai tukang roti jaman dulu untuk berkeliling menjajakan dagangannya. Jadi, kalau kita ingin memanggil pelayan, silahkan pencet ‘horn’nya sampai berbunyi ‘teeet’ nyaring, maka datanglah si pelayan hihihi lucu banget ya!

 
Sementara itu, masuk ke bagian dalam area indoor, saya bisa melihat semi open kitchen bernuansa kedai tradisional lengkap dengan pajangan panci-panci dan bakul jaman dahulu. Etalase kitchennya juga semuanya dibuat dari kayu yang mengesankan saya seolah berada di kedai 60 tahun lalu. Berjalan kea rah teras luar, disinilah saya merasa dibawa ke masa kecil saya. Ribuan pesawat mainan kayu warna-warni digantung di langit-langit resto yang terbuat dari susunan bamboo gelondong. Semuanya terlihat cantik dan unik apalagi di sore hari menjelang mala mini ada lampu hias warna-warni yang membuat pesawatnya seolah berkelap-kelip. Wah, ingin rasanya saya awa pulang satu pesawat mainan itu hihi…Di salah satu sudut lainnya di teras malah terdapat kaleng kerupuk usang warna-warni yang masih asli dengan karat di pinggirannya. Jaid inget jaman kecil dulu saya suka nyemil kerupuk putih yang dijual di dalam kaleng ini. A super great idea to bring people into childhood memory!

 

 
Setelah iseng pencet-pencet ‘horn’ maka datanglah si pelayan membawakan menu, saya terheran-heran pas datang kok si pelayanannya malah membawa selembar Koran, eh taunya menu list-nya memang berbentuk Koran. Wuah benar-benar nostalgia yang bagus! Memang agak ribet membuka koran selebar itu dan membaca deretan menunya, tapi semuanya membuat saya lagi-lagi takjub ketika membaca deretan makanan bernama unik. Masakan yang dihadirkan disini berupa old-fashioned Indonesia peranakan, jadi jangan heran jika menemukan menu-menu Cina atau Malaysia disini. Coba tengok deretan makanannya, Tjap Toean punya appetizer mulai dari salad, sup, aneka kari dan nasi campur. Nasi Baba yang berwarna biru, katanya menjadi jagoan disini. Masuk ke menu utama, deretan nama seperti Dortjie (gurame fried in salted eggs) atau Lu Orang (chicken with dark soy sauce) membuat saya ingin tertawa membacanya. Begitu juga dengan snack dan dessertnya. Di deretan dessert nama-nama seperti Nona Tjantik (sticky rice with durian), Martabak Cungkring, Q Pe, Ya Ketan Ijau, menjadi nama-nama yang membuat siapa saja penasaran. Roti bakarnya juga namanya unik-unik seperti Ci-Ca (buttered toast sprinkled with sugar), Pindakaas (toast with peanut butter), atau Manis Mandja (toast with rich caramel spread) juga membuat siapapun geli membacanya. Begitupun minumannya coba saja tengok nama Tju Tju Gue (soy milk with cincau), Gang Kantjil (Siamese orange with basil seeds) atau Si Picis (chocolate milk shake), semuanya membuat rasa penasaran makin tinggi, deh!
Saya pun dibuat penasaran dengan nama-nama unik tersebut, berhubung perut belum terlalu lapar dan ingin nyemil sore, akhirnya saya memutuskan memilih aneka dessert dan toastnya saja.

Pilihan saya jatuh pada si toast Gua Kasih Tau Lu Yah (24.5K), roti bakar ini diisi dengan olesan selai hazelnut dan di bagian luarnya dioles dengan truffle oil. Dari namanya yang sangat membuat saya ngakak, saya berharap rotinya benar-benar unik awalnya, pas datang sih unik soalnya rotinya mengguunakan roti tawar persegi panjang dan disajikan dengan talenan kayu. Sayangnya, ternyata memang hanya seperti roti bakar biasa. Selai hazelnutnya pun menurut lidah saya terasa seperti selai kacang biasa, truffle oil di bagian luarnya juga hanya menghadirkan wangi hazelnut bercampur caramel yang wangi. Tapi sisanya buat saya ini nggak lebih enak dari roti bakar pinggir jalan ditambah dengan harganya yang nggak sepadan.

 
Pilihan lain jatuh ke Swie Kiaw Steam (21.5K), dim sum kesukaan saya ini datang dengan wadah bambu dan berisi 3 swie Kiaw. Kulitnya lembut dan isi sayur serta ayamnya juga lumayan banyak. Cukup menyenangkan sih dim sum yang satu ini.

 
Untuk dessertnya, saya memesan Qi Pe (19.5K) yang sebenarnya sebuah es campur dengan campuran tape, kelapa muda, alpukat, sirop cocopandan, dan susu kental manis. Es campur ini disajikan dalam mangkuk kecil dan terlihat cantik dengan es serut yang dilapisi sirup cocopandan warna hijau dan merah. Rasanya segar sekali, manisnya pas, dan campuran buah-buahannya juga lumayan, walau menurut saya kurang lengkap untuk ukuran es campur normal sih.

 
Harga makanan yang ditawarkan Tjap Toean menurut saya masih masuk akal, meskipun ada beberapa menu snack yang menurut saya overpriced. Untuk appetizer seperti sup, salad, curry, dan nasi campur bisa dinikmati mulai dari Rp24.500 – 34.500. Untuk menu utamanya mulai dari Rp17.500 – 33.500. Roti Canai, Snack aneka dim sum dan toast bisa dinikmati mulai dari harga Rp10.500 – 26.500. Sementara, dessert aneka es-nya bisa dinikmati dari harga Rp17.500 – 26.500 dan aneka minuman mulai dari Rp9.500 – 30.500. Oiya, satu lagi yang lucu, pas saya membayar makanan, kembaliannya diberikan menggunakan dompet kain a la ibu-ibu jaman dulu lhoo hihihi…

Pelayanan disini pun cukup ramah namun agak lama menurut saya. Entah mungkin karena restoran sedang ramai atau apapun. But, I really appreciate resto yang walaupun ramai mereka tetap mengedepankan pelayanan prima dan cepat, sih. Overall, saya menikmati sore saya disini dengan senang hati, selain bisa duduk-duduk manis sambil dibawa kesuasana tempo dulu, perut saya juga cukup kenyang diisi dengan cemilan a la tempo dulu milik Tjap Toean. Wanny bring your memory back, coba deh mampir kesini!
Kesimpulan:

Plus
++ Suasana cozy, homey, penuh dengan nuansa tradisional dan jaman dulu.
++ Nama makanannya unik, membuat pengunjung jadi penasaran dan tertarik mencoba
++ Harganya masih masuk akal tapi sedikit overprice untuk cemilan seperti toast-nya
++ Pelayannya ramah-ramah menjelaskan tiap arti nama unik makanannya

Minus
- Makanannya datangnya lama
 
Recommended Dish(es):  Qi Pe
 
Date of Visit: Dec 21, 2012 

Spending per head: Approximately Rp50000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0