OpenRice Index
  
ichakhairisa
This is ichakhairisa living in Cilincing. I am a Editor, work in Kuningan. I like to hang out in Sudirman, Kelapa Gading, Kuningan. Betawi, Jawa, International food are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Kedai Kopi & Teh and Es Krim/Yogurt, Dessert, Soto/Rawon, Dim Sum, Salad.
Member 98 First(s)
No. of Review218 Review(s)
編輯推介數目148 Editor's Choice
Recommended16 Recommended
Popularity11587 View(s)
Replies in Forum5 Comment(s)
Upload Photos1216 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant2 My Restaurant(s)
Follow1 Following
粉絲1312 Follower(s)
ichakhairisa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 21 to 25 of 177 Reviews in Indonesia
Bermain di The Playground OK May 16, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Kencan / Berpasangan | Hang Out

Overall Description & Venue

Apa rasanya kalau kita bisa kembali ke masa kanak-kanak, ke taman bermain kita yang diisi dengan ayunan, jungkat-jungkit, perosotan dan mainan anak-anak lainnya sambil menikmati makanan pemuass perut. Saya mendapatkannya di sebuah restoran bernama The Playground. Dari namanya saja kita sudah bisa menebak kalau ini resto bertema taman bermain. Konsep itu diwujudkan dengan lengkap melalui desain interior dan furniture yang semuanya disulap menyerupai taman bermain anak-anak. Tengoklah tempat duduknya yang diubah dalam bentuk ayunan gantung dan kursi putar. Lantainya pun ada yang ditutupi dengan rumput imitasi dengan beberapa pajangan mainan anak di lemari yang menempel pada dinding. Sayangnya, suasananya malah dibuat remang-remang, tidak seterang dan secerah taman bermain pada umumnya.

 

 
Menu

Konsep unik itu juga diwujudkan The Playground pada nama-nama makanan dan minuman yang disajikan. Jangan aneh kalau di buku menu kamu melihat ada makanan bernama Insanity Rice, Phsychotic Fried Rice, PING!! My Nachos, Abstract Pizza, Deconstructed Brandy Banana Split, Melonchoholic, dll. Semua makanan dan minuman tersebut juga disajikan dengan menggunakan a unique utensils. Menu yang disajikan disini bervariasi, mulai dari Indonesia, asia, sampai yang western juga ada.

Food

Untuk memuaskan rasa penasaran saya akan keunikan makanan mereka, maka Insanity Rice dan Phsychotic Fried Rice menjadi pilihan saya dan teman siang itu. Sepintas kedua jenis makanan ini sama, keduanya terbuat dari nasi tiga warna yang satu digoreng yang satu tidak. Nasi tiga warna itu terdiri dari nasi kuning (kuning dari kunyit), nasi merah (buah bit), dan nasi hijau (menggunakan daun suji sebagai pewarnanya). Nasi warna-warni tersebut sangat menarik mata saya, apalagi dilengkapi dengan potongan terong yang digoreng dengan tepung yang sangat crunchy, mentimun, baso, sosis, dan acar. Sayangnya, ketika dicoba, saya tidak merasakan ada yang unik dari kedua nasi tersebut. Si Insanity Rice terasa agak pedas di lidah saya. Tajamnya merica, lada, dan cabe sangat menyegat di tenggorokan. Tesktur nasinya pun ada beberapa yang tidak pulen, sedikit keras seperti nasi pera. Bedanya si Phsychotic Fried Rice tidak sepedas Insanity Rice, hanya saja minyak di nasi gorengnya kok terlihat berlebihan ya. Terong gorengnya pun standar saja. Yang paling menggoda hanya wangi dari ketiga varian nasi tersebut yang tercium berbeda-beda.

 

 
Mengobati kekecewaan pada makanan di atas, Melonchocolic, Iced Capuccino, dan Strawberry juice (saya lupa nama aslinya) sedikit menghibur kami walaupun saya adan teman-teman agak shock melihat porsi minumannya. Minumannya memang disajikan di gelas yang sangat unik. Untuk dua menu jus melon dan strawberry mereka menggunakan gelas kaca yang bagian bawahnya ada tonjolannya, jadi gelasnya tidak bisa tegak berdiri, melainkan bisa digoyangkan. Sedangkan untuk Iced Capuccino mereka menggunakan gelas menyerupai botol selai berbentuk kotak yang cukup besar. Rasa jus melon dan strawberrynya pun biasa saja. Terlalu kebanyakan susu sepertinya, malah rasa buahnya tidak terlalu pekat. Namun, cukup segar untuk diminum setelah makan nasi goreng yang pedas tadi. Porsinya juga kecil sekali untuk harga yang begitu mahal. Iced Cappuccino-nya cukup menyenangkan, rasa kopi dan susunya masih terasa.

 

 

 
Price

Harga yang ditawarkan untuk makanan berkisar antara Rp20.000 – 198.000, sedangkan minuman Rp20.000-150.000. Semua makanan terkena 10% pajak dan 5% servis.

Service

Entah mengapa kedatangan kami saat itu sepertinya menghadirkan begitu banyak kekecewaan, sampai-sampai pelayanannya pun sebenarnya mengecewakan. Karena pelayannya pun sulit dipanggil, entah mereka semua sibuk melayani atau kekurangan pelayan. Belum lagi makanannya juga datangnya lama sekali. Begitupun saat membayar tagihannya.

Conclusion

Overall, buat saya makan disini mungkin cukup sekali saja. Walaupun sebenarnya penasaran sama menu-menu aneh lainnya. Hanya saja melihat porsi makanan, rasa dan harga yang terlalu pricey, saya pantas berpikir dua kali untuk kembali kesini. Pecinta kuliner pun mungkin tahu, lebih baik membayar mahal di resto lain asalkan bisa dapat rasa makanan yang juga ‘mahal’.
 
Date of Visit: Mar 13, 2012 

Spending per head: Approximately Rp50000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 2  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Lounge/Bar | Steak & Grills | Kencan / Berpasangan | Hang Out

Overall Description

Jakarta tidak pernah terpisahkan dari lifestyle dan nightlife yang membuatnya hampir disamakan dengan New York sebagai 'the City Never Sleep'. Setiap harinya keinginan para penghuni kota ini untuk mendapatkan pengalaman di luar sandang-pangan-papan-rekreasi selalu meningkat, salah satunya kebutuhan hangout dan networking bersama orang-orang terdekatnya. No wonder setiap harinya juga, Jakarta makin di penuhi dengan tempat-tempat hangout baru yang memfasilitasi para experiencer itu untuk mendapatkan pengalaman hangout yang tak biasa.
Venue

 
360 Degree Lounge & Bar boleh dibilang mencoba peruntungannya menghadirkan sebuah fasilitas pemenuhan kebutuhan akan pengalaman hangout bagi para pecinta lifestyle dannightlife. Menempati lantai empat dan lima sebuah gedung yang menyatu dengan Sere Manis restoran di Jalan Haji Agus Salim atau pusat jajajan kuliner Sabang, 360 Degree hadir dengan standard lounge and bar dilengkapi dengan pengalaman menikmati malam Jakarta dari area rooftop-nya. Tidak hanya itu, lounge and bar ini juga dilengkapi area indoor berkapasitas hingga 50 orang dengan live music yang siap menemani waktu santai dan minum-minum cantik kamu.

Menu

Tidak hanya minuman semacam cocktails, mocktails, squash, dll yang disodorkan lounge and bar bernuansa retro ini, tapi juga beragam menu main course simple Western dan Italian seperti aneka pasta dan steak yang cukup untuk mengganjal perut dan memiliki harga cukup terjangkau.

Food & Drinks

Beruntungnya saya saat kesini sedang dalam rangka grand opening-nya dan semua minuman dibanderol Buy 1 Get 1. Sekedar ingin mencicipi varian minumannya sambil ngobrol-ngobrol cantik dengan teman-teman lama semasa kuliah, Lychee Squash (25K), Mango Squash (25K) dan Marquisa Squash (25K) melengkapi malam kami. Sambil menikmati musik rock alternative dan semilir angin Jakarta malam itu, sesapan demi sesapan ketiga minuman itu terasa sangat menyegarkan. Rasanya standar saja, hanya campuran soda dengan sirup lychee, mangga, dan markisa. Agak sedikit asam untuk yang mangga, sedangkan markisa dan lychee masih terasa manis. Namun ya, tetap saja tenggorokan saya terasa segar setelah meminumnya.

 

 

 
Malam semakin larut, lampu-lampu jalan dan gedung-gedung pencakar langit Jakarta semakin terlihat cantik dan memperlihatkan 'tak pernah tidurnya' Jakarta. Sebuah pengalaman baru bisa menikmati Jakarta dari ketinggian lantai lima di sebuah simplelounge and bar with affordable price.

So, are you a nightlife seeker or just a hangout lover? 360 degree maybe will be your new best choice to keep your night alive.

Conclusion

(+) Sebagai tempat hangout baru di pusat kota Jakarta, 360 degree berhasil menjadikan tempat ini tempat yang nyaman dengna live music dan rooftopnya yang membuat sayab etah lama-lama disana. Soalnya jarang-jarang menikmati malam Jakarta di tempat terbuka di ketinggian seperti itu. Apalagi harga makan dan minumannya affordable banget.

(-) Belum nemu minusnya sih, soalnya pas kesini mereka baru opening. Jadi pelayanannya pun dibuat sangat sempurna demi menarik pelanggan baru.
 
Date of Visit: Apr 25, 2012 

Spending per head: Approximately Rp50000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Sekoteng & Tau Sjan Pontianak OK May 14, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Stand / Kios | Dessert

Selepas menikmati lezatnya kwetiaw siram, saya tergoda dengan Sekoteng Pontianak yang kedainya terletak di depan Kwetiaw Mangga Besar. Bukan kedai sih tepatnya, hanya seorang ibu dengan etalase kecil yang isinya beragam isi untuk sekoteng. Saya tertarik karena ketika didekati, etalase tersebut berisi makanan yang tak lazim saya lihat pada sekoteng yang sering saya jumpai.

 
Iseng bertanya pada si ibu penjual yang umurnya kira-kira sudah 50an, ternyata ini sekoteng khas Pontianak yang katanya terkenal di kota tersebut namun juga menjadi makanan penutup khas orang Tionghoa. Isi dari sekotengnya pun berupa biji-bijian dan buah yang jarang ditemui di sekoteng pada umumnya. Katanya didapatkannya juga susah, harus beli di toko khusus yang ada di daerah Pancoran. Uniknya lagi, sekoteng Pontianak ini bukan disajikan dengan air jahe melainkan dengan campuran air gula dan daun pandan.

Isi sekotengnya sendiri terdiri dari:

- Biji jali-jali
- Kacang hijau kecambah
- Jamur putih khusus untuk sayur
- Biji teratai
- Lengkeng
- Buah mirip kurma namun sedikit lembek dan asam (saya lupa namanya)

 
Rasa air gulanya sendiri pas, tidak terlalu manis dan menyegarkan tenggorokan meskipun disajikan hangat. Aneka isi sekotengnya juga terasa menyatu sempurna dengan air gulanya, hanya saja ada buah yang terasa sangat asam di lidah saya. Biji teratainya empuk seperti makan kacang mete namun lebih lunak, jamur putih, jali-jali, lengkeng semua disajikan pas dan teksturnya mudah dikunyah.

Semangkuk sekoteng Pontianak yang bisa disajikan panas atau dingin ini dibanderol Rp12.000. Buat saya sih agak pricey, tapi mungkin karena isinya yang khas dan hanya dijual di toko-toko tertentu, mungkin harga segini wajar dipasang oleh si penjual.

Pelayanannya sendiri sangat ramah. Si ibu dengan sabar menjelaskan pada saya isi dari sekoteng dan asal muasalnya. Dapet ilmu baru, perut pun kenyang!
 
Recommended Dish(es):  sekoteng
 
Date of Visit: May 10, 2012 

Spending per head: Approximately Rp12000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 1

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Never Been Better with Openricers OK May 14, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Kafe | Pizza & Pasta | Halal

Overall Description & Venue

Weekend minggu lalu saya dan Openricers menghadiri lunch gathering yang diadakan oleh Openrice di kafe Never Been Better. Never Been Better ini adalah sebuah kafe di daerah Kemang Selatan yang merupakan usaha kecil-kecilan dari tiga sahabat yang ingin punya bisnis sampingan. Never Been Better ini sangat unik, mengusung tema industrial, mereka menghadirkan sebuah kafe anak muda dengan konsep reuse. Seluruh furniture dan dekorasi interior dan eksterior disini menggunakan bahan-bahan daur ulang, lho. Kita bisa melihatnya dari mulai bagian depan kafe ini yang menggunakan krat untuk botol berarna biru yang disusun hingga menjadi sebuah gapura. Dinding-dindingnya juga ditempel dengan asbes dan papan bekas. Tengoklah lampu di dalam kafenya, tiga sahabat itu tidak kehabisan ide menggunakan hanger dan derigen untuk menjadikannya sebuah lampu gantung yang cantik. Meja makannya juga dibuat bisa digeser dengan menggunakan rel serta kursi makan yang menyerupai kursi metromini.

 

 
Menu

Tentunya daur ulang mereka hanya berlaku bagi furniture dan dekorasi, tidak untuk makanannya. Menu yang mereka hadirkan disini rata-rata menu simple yang sengaja dibuat untuk menemani waktu santai pengunjung apalagi kafe ini dilengkapi free high speed wi-fi yang membuat orang betah berlama-lama disini. Never Been Better mempunyai varian Light Meals seperti salad, chicken soup, banana balls, sandwich dan lain-lain untuk yang suka cemilan. Menu utama dibagi dalam dua kategori Delicious dan Authentics yang merupakan perpaduan Indonesian dan Internasional cuisine, seperti Spaghetti Aglio Olio, Beef Satay, Orange Chicken, Nasi Goreng Hijau, Nasi Ayam Penyet, dan lain-lain. Sementara untuk aneka minumannya, @nevbeenbetter ini menyajikan aneka minuman bersoda diantaranya Shirley Temple, Green Paradise, Limun Timun, aneka kopi, teh, dan softdrink

Food & Price

Salad

 
Salad ini berisi campuran selada bokor, mentimun, tomat, dan daging asap. Sayurannya disajikan segar dan mayonnaise homemade-nya juga tidak terlalu pekat. Cocok untuk makanan pembuka.

Spaghetti Bolognaise

 
Spaghetti ini tersaji seperti pada umumnya makanan yang sering ditemui di kafe atau resto modern. Lembutnya spaghetti menyatu sempurna dengan saus bolognesenya. Hanya saja saus ini terlalu pekat dan rasa tomatnya membuat saya sedikit eneg. Mungkin ada baiknya @nevbeenbetter membuatnya light saja sehingga yang tidak suka tomat pun masih bisa menikmati menu ini.

Nasi Goreng Hijau.

 
Nasi goreng yang dibuat dari campuran cabe hijau, daun jeruk, daun limau, sedikit kunyit, ditaburi dengan kacang sangrai membuat nasi ini menjadi favorit saya. Wangi dari dedaunan tersebut menyatu sempurna dengan nasi yang pulen sehingga menghadirkan aroma jeruk dan limau yang kuat dan menggoda selera saya. Rasanya agak sedikit pedas but it’s still okay.

Nasi Ayam Teriyaki

 
Saya tidak melihat ini seperti teriyaki melainkan lebih mirip donburi, karena teriyaki seharusnya agak sedikit basah dan berkuah. Tekstur dagingnya pun agak alot.

Banana Balls

 
Pisang goreng yang dibalut dengan adonan tepung terigu kemudian dibentuk bulat dan ditaburi dengan parutan keju serta susu cokelat menjadi penutup lunch kami siang itu. Pisangnya lembut, ada sedikit aroma vanilla dari dagingnya. Sayangnya tidak disajikan hangat sehingga kulitnya sudah melempem dan mengurangi kenikmatan pisang goreng yang sebenarnya.

Untuk minuman kami disediakan es teh manis yang diracik sendiri, jadi bisa disesuaikan rasa manisnya. Untuk beberapa menu makan disini juga ternyata bisa di request, mau pedasnya dengan level apa, Never Been Better’s chef is ready to serve you!

Untuk harga juga masih affordable apalagi untuk kafe di kawasan Kemang. Untuk makanan ditawarkan dengan harga mulai dari Rp16.000 – 32.000 sedangkan minuman mulai dari Rp12.000 – 23.000.

Overall, Never Been Better bisa menjadi pilihan lain untuk menemani waktu santai atau kumpul-kumpul bersama teman-teman. Saran saya hanya satu variasi makanannya mungkin perlu ditambah. Jika konsep kafenya sendiri sudah unik, mengapa tidak membuat makanan yang unik. Pasar pecinta kuliner pasti dengan senang hati menyambut kafe yang tidak melulu menghadirkan menu yang sama walaupun dengan konsep yang berbeda.
 
Recommended Dish(es):  Nasi Goreng Hijau
 
Date of Visit: May 12, 2012 

Spending per head: Approximately Rp30000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Standing Sushi Bar OK May 10, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Sushi | Halal | Kumpul Keluarga

Overall Description & Venue

Sushi sudah makin familiar di lidah orang Indonesia. Makanan khas Jepang ini sudah jadi salah satu menu makanan sehat mulai dari kalangan menengah sampai atas. Bahkan kini kalangan menengah ke bawah pun bisa menikmati sushi 'a la kadarnya' di gerai-gerai sushi pinggir jalan yang kini makin marak di Jakarta. Berusaha menyamakan pamor gerai sushi ternama di Indonesia, satu lagi gerai sushi baru hadir di Jakarta, Standing Sushi Bar yang berlokasi di La Piazza, Kelapa Gading.

 
Resto yang mengusung konsep sushi bar ini mendominasi restorannya dengan nuansa oranye dan hitam. Deretan sushi bar tertata rapi di sudut sebelah kanan pintu masuk beserta jejeran kursi panjang dan meja makan yang semuanya terbuat dari kayu. Sebagai pecinta sushi, saya tidak punya ekspektasi apa-apa saat memasuki resto ini, hanya saja saat itu saya penasaran sepertiu apa sushinya dan tergiur dengan promo Sashimi seharga Rp13.900 saja selama masa new opening mereka hehehe...

Menu

Menu yang disediakan sangat variatif mulai dari appetizer berupa aneka salad, dan main course seperti sashimi, robatayaki, sashimi donburi, tempura & agemono, aneka paket bento dan a la carte. Berhubung ini resto sushi, maka saya penasaran ingin mencicipi sushinya saja. Sayangnya, saya tidak menemukan banyak menu sushi yang berpotongan banyak dalam satu piring. rata-rata disajikan hanya dua potong dalam satu piring. Kalaupun ada yang isi enam atau delapan itu menu sushi yang standar saja. Okelah, yang penting testing hehehe...

Food

Sake Kawa Maki - 15K

 
Sushi berisi fried salmon skin dengan alpukat, nori dan ditutup dengan balutan telur salmon ini cukup menggoda lidah saya. Kulit ikan salmonnya renyah sekalli di mulut. Hanya saja saya masih mencium bau amis telur ikannya padahal saya sudah campur dengan banyak kecap asin dan wasabi. Gulungan nasinya pun tidak begitu padat sehingga mudah hancur pas saya gigit di pinggir.

Maguro Salad Maki - 20K

 
Diisi dengan daging tuna lembut, mentimun jepang dan nori, sushi ini terlihat biasa saja buat saya. Tunanya pun terasa sangat asin dan lagi-lagi saya tidak suka tekstur guungan nasinya yang mudah hancur.

Sashimi Salmon - 13,9K

 
This is the best one! Daging salmonnya disajikan segar banget, dingin, kenyal, empuk kayak agar-agar haha, dan pastinya tidak amis. Yeah, simply love it. Apalagi dengan harga promo. Very worth to buy and taste!

Price

Harga yang dipasang Standing Sushi Bar masih sangat affordable. Food ranging from IDR13,000-80,000. Hampir sama dengan beberapa gerai sushi ternama lainnya. Hanya saja harga murah disini tidak didukung dengan kualitas makanan yang disajikan, berbeda dengan resto sushi yang sudah ternama lainnya.

Conclusion

Overall, buat saya cukup sekali sepertinya makan disini. Karena kualitas sushinya jauh diatas pendahulunya. Harganya pun hampir sama dengan gerai sushi ternama yang sudah ada tapi rasanya sangat tidak sesuai harga. Standing Sushi Bar semestinya makin meningkatkan kualitasnya apalagi mereka baru buka beberapa bulan. Orang pasti lebih memilih makan di gerai yang sudah terpercaya rasa dan harganya, mungkin mereka akan sesekali berpindah kesini jika disini bisa menyajikan sushi enak dengan harga yang setara dengan enaknya. But again, it's based on my opinion dan tergantung selera masing-masing orang juga sih!

How about you, openricers? Sudah pernah nyoba makan disini, kalau sudah can't wait to hear your comment. Salam pecinta sushi! ;-)

*all prices are subject to 10% government tax and 5% service charge
 
Date of Visit: Feb 24, 2012 

Spending per head: Approximately Rp40000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0