OpenRice Index
  
ichakhairisa
This is ichakhairisa living in Cilincing. I am a Editor, work in Kuningan. I like to hang out in Sudirman, Kelapa Gading, Kuningan. Betawi, Jawa, International food are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Kedai Kopi & Teh and Es Krim/Yogurt, Dessert, Soto/Rawon, Dim Sum, Salad.
Member 98 First(s)
No. of Review218 Review(s)
編輯推介數目148 Editor's Choice
Recommended16 Recommended
Popularity11563 View(s)
Replies in Forum5 Comment(s)
Upload Photos1216 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant2 My Restaurant(s)
Follow1 Following
粉絲1312 Follower(s)
ichakhairisa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 11 to 15 of 22 Reviews in Indonesia
Lezatnya Kambing Bakar CAiro Smile May 07, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Kumpul Keluarga

Overal description:

Nama Kambing Bakar Cairo pasti sudah makin nggak asing di telinga pecinta kuliner. Kambing bakar yang mengusung nama negara Cairo ini jadi terkenal sejak banyak pecinta kuliner Bandung mulai menggaungkan keunggulan daging non-kolesterolnya. Saya sendiri dari dulu penasaran kenapa namanya Cairo, apa berasal dari Cairo beneran dagingnya, apalagi mereka berani membuat tagline 'Yang terlezat kedua se-Timur Tengah' nggak tau yang pertamanya dimana hehehe...Lepas dari nama Cairo, yang membuat orang berbondong-bondong kesini, termasuk saya adalah si daging kambing yang katanya non-kolesterol itu. Setahu saya daging kambing mana ada yang nggak mengandung kolesterol dan lemak yang bikin asam urat kalau kebanyakan hahaha....

But they prove it again pas saya kunjungi salah satu gerai mereka di daerah Gegerkalong, Bandung. Ada poster besar berwarna merah di setiap sudutnya dengan penjelasan mengapa kambing mereka non-kolesterol. Ternyata rahasianya, daging kambing mereka diperoleh dari kambing muda yang baru berusia 3 bulan dengan kadar kolesterol lebih rendah daripada kambing berusia 5 bulan ke atas. Ditambah dengan teknik pengolahan yang menggunakan rempah-rempah dan dibakar dengan suhu tinggi sehingga kadar kolesterolnya merendah.

Food & Price:

 
Now, let's see what I got...Penyajiannya saja sudah luar biasa menurut saya karena disajikan dengan hot plate. Sambil menunggu asap bekas bakarannnya menghilang pelan-pelan saya iseng menciumi dagingnya. Beneran lho dagingnya nggak bau anyir sama sekali! Nggak kecium sama sekali bau kambingnya. Biasanya seenak-enaknya sate kambing misalnya pasti masih kecium bau anyir khas kambing. Dagingnya pun legit, empuk dan mudah digigit. Rempah-rempahnya sangat terasa sampai kedalam dagingnya. Ada rasa pedas merica, jahe, lada, dan manisnya kecap bercampur di lidah saya. Nggak terasa kayak makan daing kambing, deh! JUARA!

 
Seporsi kambing bakar disini disajikan dalam tiga ukuran ada yang 250 gr, 350 gr atau 500 gr dan bisa pilih juga mau bagian paha, iga, atau punggung. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp30.000 untuk 250 gr; Rp42.000 untuk 350 gr; dan Rp57.000 untuk 500 gr. Selain kambing bakar, disini juga tersedia menu khas Timur Tengah lainnya seperti Roti Mariam, Soto Mesir, Gulai Kambing, dll.

Venue:

Di kedai yang Gegerkalong ini tempatnya cukup luas, mungkin bisa menampung sekitar 80 orang. Suasana gerainya juga cukup nyaman, berhubung ini di daerah Gegerkalong nan dingin, jadi nyaman aja sih buat saya. Yang nggak enaknya kalau duduk dekat dengan open kitchen-nya bakalan kena asap bakarannya sih. Lebih enak duduk di teras luar, karena di dalam agak pengap mungkin karena asap juga ya.

 
Conclusion:

Puas banget deh makan disini. Pelayanan juga bagus. Sigap dan nggak perlu nunggu lebih dari 20 menit makanannya sudah tersaji di meja saya. So, bagi pecinta kuliner sejati apalagi yang sering mampir ke Bandung, jangan lewatkan si Kambing Bakar Cairo ini. Atau kalau yang nggak sempat ke Bandung, mampir aja ke gerai yang di Jakarta. Eits, jangan lupa kalau ketagihan cepet-cepet baca istigfar banyak-banyak secara kebanyakan makan daging kambing tetep aja ya kolesterol numpuk hahaha!
 
Recommended Dish(es):  Kambing Bakar Cairo
 
Date of Visit: Mar 09, 2012 

Spending per head: Approximately Rp50000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Nikmatnya Sajian Sunda di Sangrai Smile Apr 13, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Indonesian | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Bandung is called as one of never ending culinary destination in Indonesia. I always agree for that statement due to me always craving for other culinary destinations here. On October, 2011, an owner of two breakthrough restaurant in Bandung invited me to taste their resto. Me certainly head over heels to visit such resto, one is Indonesian, the other is Italian. Then, when I was visiting my boyfriend in Bandung two weeks ago, I got a chance to visit the first resto, namely Sangrai.

 
The resto is located at Jalan Riau 63, next to Heritage FO. Actually it is in one area with the FO. People can easily find the typical sundanese resto with a wooden wall and table and a big board with the resto name ‘Sangrai’ in front of the resto. As I stepped my feet in the resto, I felt that this wasn’t kind of resto, me might be called this as café. Because there is only several table, about 50 capacities of people. The ambience is quite nice, supported by the warm weather of Bandung and the wooden tables that make it feel homey. My tastebud suddenly appeared when I looking into a display of several menus of Sangrai. As the waiter gave me the menu list, it was inside my expectation. The menu is typical Indonesian resto since the market of which is mostly the tourists and people who looking for authentic Indonesian cuisine.

Actually, it was boring for me to read such Ayam Goreng, Iga Bakar, Nasi Goreng or Roti Bakar in the menu that I easily find in Jakarta. However, when the waiter explained they have other variants of Rice Package (Nasi Komplit), I agreed to try it. Sangrai, whose name comes from a Sundanese proverb ‘Sangrai’ which means a hereditary, served variant of Rice Package such as Nasi Timbel Bakar Komplit, Nasi Hijau Pandan Komplit, Nasi Ungu Ubi Komplit, Nasi Tutug Oncom Komplit, etc. My tastebud rolled into the Nasi Ungu Ubi and Nasi Hijau since I was curious how did the taste of rice combined by sweet potatoes hehehe….

Before the two of Rice Package hit my tummy, a plate of Tahu Gerus Pedas strokes my tummy first. This menu is actually a snack for appetizer. The good news is to follow and mention twitter account of Sangrai @SANGRAIBDG or upload your photo in their facebook http://facebook.com/sangraibdg, you can get free Tahu Gerus Pedas every purchase all menus. Yay! The Tahu Gerus Pedas has its spicy level one to three chilies. Me not a spice food lover, so I ordered the one with one chili. The food remembered me of Tahu Gejrot, a kind of mince tofu with special sauce. This one only a mince fried tofu with chili. It was tasteless. My tastebud only taste a spicy flavor from the chili. I thought that Sangrai should consider to add a little of salt in the tofu.

 
Soon the Rice Package served into me. Wow, I love the appearance of both Nasi Ungu Ubi and Nasi Hijau Pandan. Colourful. Both Rice Package consists of gepuk (a mashed beef), fried tempe and tofu, salted fish, lalapan (lettuce and tomato) and sambal. My tummy was spoiled by Nasi Hijau Pandan since I’ve never taste the same Nasi Hijau as this one before. The one I’ve ever tasted only nasi hijau covered with pandanus flavor, but this one has a best texture of rice and combined with Suji leaves which its fiber united with the rice. It’s very savory, aromatic, sweet, aahh I couldn’t explain more except it’s tasty! I definitely will back for this one!

 
Meanwhile, the Nasi Ungu Ubi which made from a combination of purple sweet potatoes and rice tasted so-so for me. I didn’t know why the texture of the rice was different with Nasi Hijau Pandan. It’s more sticky. Maybe it caused by the sweet potates in which. Ya at least the additional menus like the gepuk and the others satisfied my tummy hehehe...

 
So, next the dessert is the famous Batagor Karasa hahaha. I didn’t insist if somene give me various kind of Batagor as long as it comes handmade from Bandung hahaha. I dunno why the texture and taste is different with any other Batagor in other city.

 
This one, was quite tasty for me. The texture of the spring roll skin is very crunchy and I love the sauce. Very nutty, savory and goes sweet after passing my throat by. I also tasted two kinds of yoghurt, Strawberry and Mango, which is definitely handmade. Wow, I never heard before a resto prepare a handmade yoghurt except they using a ready-to-drink yoghurt. I saw how they made the drink. However, sorry to say that handmade yoghurt was too sour and the portion was too big. Hello, Sangrai someday you should consider that people will getting full in the second sip of yoghurt if you still served that in a tall glass. Better to put it in a small glass and people can enjoy the drink better. Fortunately, my tummy was helped by a giant glass of Sweet Ice Tea. It was neutralized my tummy. Phiuh.

 

 

 
Overall, I enjoyed to have lunch here. The serving was good. The price was very kind for Indonesian food’s range about IDR8,000 - 30,000. I might said that Sangrai should consider to resize its area to become more bigger. I believe this resto will hit the city as they soon will make a breakthrough in opening this resto till late night and serving various night snacks such as Roti Bakar, Indomie Telor Kornet, Pisang Bakar, kinds of coffee, etc. I might be back for the Nasi Hijau Pandan.
 
Recommended Dish(es):  Nasi Ungu Ubi,Batagor Karasa
 
Date of Visit: Dec 09, 2011 

Spending per head: Approximately Rp25000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Ngopi Sore di Kopi Ireng Smile Jul 01, 2011   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kedai Kopi & Teh | Kencan / Berpasangan | Pemandangan Pegunungan

Hai OpenRicers, saya baru inget waktu ke Bandung beberapa bulan kemarin saya bersama pacar saya mampir ke salah satu coffee shop di daerah Dago Atas, untungnya saya masih nyimpen foto-fotonya hehehe...oke saya mau share info disini aja langsung. Coffee shop ini namanya Kopi Ireng, terletak di Bukit Pakar Timur 1, daerah Dago Atas. Di daerah Bukit Pakar ini memang banyak banget restoran yang menawarkan konsep coffee shop dengan suasana perbukitan dan citylight yang super gemerlap di malam hari. Salah satunya si Kopi Ireng ini yang mengusung tema ngopi sambil nikmatin cantiknya Bandung di malam hari.

Memasuki halaman depan kafe ini, kita disuguhkan dengan rumah bergaya klasik dari kayu yang berlantai dan menjulang tinggi. Bahkan saya harus menaiki beberapa anak tangga untuk sampai ke pintu masuknya. Sampai di teras depan, saya langsung disambut dengan pelayan-pelayan berbaju garis-garis hitam putih berkabaret merah. Di bagian teras terdapat dua area outdoor dengan bangku-bangku kayu panjang. Masuk ke dalam kafe, disebelah kanan pintu ada bar dan dapur kecil. Disebelah kirinya berderet meja dan bangku-bangku panjang. Diseberangnya terdapat taman dengan dapur berkonsep semi open kitchen. Semuanya lengkap bernuansa alam.

Di lantai dua, saya harus menaiki tangga memutar dari kayu yanh agak sedikit curam. Masuk ke lantai dua saya melewati ruangan kecil mirip seperti kamar tidur karena ada ranjang lengkap dengan bantal guling berwarna putih. Waah, kayaknya enak nih makan sambil tidura-tiduran berasa makan di kamar sendiri. Berhubung saya ingin melihat citylight Bandung, saya memilih duduk di teras luar. Ada 2 set meja bundar dan kursi kayunya sedangkan di teras atas seberang saya ada bangku kayu panjang dan besar yang enak buat selonjoran. Dari sini jelas banget pemandangan Bandung dari atas. Supeerr cantik dan menyegarkan mata.

Saya duduk di meja bundar, menanti malam sambil ngopi. Ini dia menu yang saya dan si bebeb pesan sambil nunggu citylight.

chopstickOrange Coffee

 
Here's the new menus of this coffee. Campuran illy espresso, orange juice, plus whipped cream. Sangat unik melihat tampilannya jus dan kopi ternyata nggak menyatu hehehe. Rasanya agak aneh buat saya, karena saya bukan pencinta kopi, hanya penikmat. Semakin diaduk malah jadi asem kopinya. Ternyata yang benar itu minumnya seruput orangenya baru espressonya biar ga terlalu asem. Atau jangan diaduk terlalu rata.

chopstickEspresso

Wah sayangnya saya nggak memotret kopi ini. Cuma saya masih inget rasanya. Pahit. Ya iyalaahh namanya espresso hihihi. Yang jelas buat pecinta kopi pahit Illy espresso emang ga ada duanya!

chopstickNasi Goreng Ireng

 
Hihi, lucu banget namanya. Tapi emang nasinya warnanya hitam lhoo..nggak gosong hanya sepertinya nasinya pake banyak kecap dan bumbu khusus yang bikin nasinya kelihatan agak hitam. Rasanya cukup lumayan. Nggak terlalu berminyak juga.

chopstickNachos

 
Hmm minum kopi sambil ditemani si keripik khas Meksiko ini yummy banget! Nachosnya dibalut bumbu campuran cabe dan merica yang agak pedas. Jadi mirip keripik singkong Christine Hakim hahaha...

Harga makanan disini relatif untuk harga coffee shop sih. Kopi dibanderol dari 25-35 ribu, main course 30-50 ribu, appetizer dan dessert dari 25-30 ribu. Cukup murah untuk kelas coffe shop dengan venue oke dan view yang luar biasa. Tunggu sampai malam disini deh, kamu bakal liat betapa citylight Bandung cantiik banget dari sini.

 
So, buat kamu yang cuma pengen nyantai sore sambil ngopi plus liat cantiknya Bandung di malam hari, langsung aja dateng ke Kopi Ireng ini.

Opini:

Saya merasa puaaaass banget nemu tempat ngopi kayak gini. Nggak hanya tempatnya nyaman, sejuk dan bersih. Tapi juga pelayanannya bagus, kopinya khas dan lengkap plus kamu bisa dapetin view Bandung yang menenangkan hati. Great place to hang out!
 
Recommended Dish(es):  Nasi goreng Ireng
 
Date of Visit: Apr 16, 2011 

Spending per head: Approximately Rp50000(Tea)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   2 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Sunda | Restaurant | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Who want to see a citylight view with delightful menu and pampered atmosphere? Raise your hand! Me! Me! Hahaha maybe I'll the one who will raise my hand firs to enjoy that situation. And such situation is the thing I don't wanna miss when I was in Bandung. Bandung always seduce me to try its culinary with various sensation especially the citylight view sensation. The best location to see a citylight view is in Dago Pakar area and above including Lembang and its surrounded areas. There are many restaurant and cafe to offer you a delight menu with a best citylight view and comfort atmosphere. One of them are Lisung, which I visited last week with my bf and friends.

Located in Bukit Dago Pakar area, next to the Valley resto, Lisung offers you the combination atmospehere of village and modern architecture with mountain view, cool air and citylight view in the night. It has several areas both indoor or outdoor. Most of the indoor areas consist of long wooden table and chair and a-bed-look like which you can pamper yourself as if you have your dinner in your bedroom, while the outdoor areas consist of some cozy gazebo.

 

 
Lisung also serves you with various Asian and international cuisine from Nasi Liwet to Pizza, drink a traditional Indonesian tea to mocktail with best rhum sensation. The price range is also average. Appetizer start from 18K - 24K; Asian Main Course 28K - 95K; All Pasta 30K; Pizza 35K - 37K; snacks 13K - 23K; beverages consists of mix hot and cold chocolate and mix cold and hot coffee, mocktail, tea, softdrinks and juice from 13K - 25K.

My friends and I tried its recommended Lisung Pizza, nasi Liwet with Black Star, Nice Dream, and Lisung Breeze drinks. The name of the drinks is so cute I thought hehehe...Lisung pizza pampered us with the sensation of Italian pizza with super thin dough added with corn, bellpepper, smoke beef, and melted mozarella cheese as its topping. Super crunchy and rich of cheese! Delicioso! tongue

 
While the traditional Nasi Liwet serves you with the chewy and smells-good rice accompanied by fresh vegetables or 'Lalapan', tempe, tahu, ikan asin, and sauce or 'sambal'. The portion is suit for two people.

 

 
Meanwhile, I really love the variant of the drinks, til I stole-tried my frinds drinks hihihi...This Black Star is a combination of rhum syrup, rhum raisin chocolate ice cream and whipped cream. The rhum was soo rich and tasteful! very fresh! tonguelol

 
Then, this Nice Dream really made me dreaming of chocolate sensation, consists of chocolate ice cream and oreo made the combination really nice, sweet and fresh! While, the Lisung breeze made you breezing because of the combination of strawberry sirup and strawberry ice cream. Fresh, sweet, and sour, one in your mouth!

 

 
Overall, this place is great. Dont' forget to feel the warm and cozy atmosphere with a super beautiful citylight view of Bandung in the night. You won't regret to come here and see the view , pals! Promise!
 
Recommended Dish(es):  Black Star, Lisung Pizza
 
Date of Visit: Jun 04, 2011 

Spending per head: Approximately Rp50000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   2 Vote(s)   View Results
Recommend

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Steak & Grills | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Satu hal yang bikin saya males diajak makan steak karena harganya mahal dan porsinya standar kecuali ada yang gratisan dan memang benar-benar steak mahal yang worth to buy hehehe...tapi pas teman saya teriak-teriak ada resto steak baru yang enak dan super murah di daerah Riau, Bandung, saya jadi penasaran. Katanya steak 200 gr cm 29K!

 
Langsung aja saya meluncur ke daerah Riau, lokasinya tepat di seberang 90 Gourmet. Sampai disana saya disambut dengan suasana remang-remang mirip suasana di hutan tropis yang hanya diterangi lampu-lampu petromak dan obor di tiap sudut namun memancarkan cahaya yang teduh dan romantis. Area makannya terdiri dari outdoor dan indoor. Untuk outdoornya di beberapa sudutnya ada bangku-bangku dan meja dari kayu dolken yang di desain seolah kita sedang duduk kayu-kayu hutan yang dipotong-potong atau disebutnya kayu bahbir (kayu sisa pemotongan). Di sudut kanan ada bar serta tempat panggangan daging super besar. Barnya pun didesain a la country bar lengkap dengan pajangan botol-botol minuman alkohol, kepala menjangan dan pajangan kepala suku Apache. Sedangkan indoornya hampir mirip dengan outdoor hanya ada tambahan hiasan tanaman bambu rambat di tiap dindingnya. Saya benar-benar merasakan suasana country village di tengah hutan yang alami!

 

 
Saya memilih duduk di indoor karena di luar penuh banget. Gak lama waiter berkaos hitam bertuliskan Karnivor dan memakai slayer merah dililit di kepala datang membawakan menu. Saya bener-bener terkejut pas liat daftar recommended steak menunya. 200gr tenderloin steak only 35K, sirloin steak 29K, dan steak ayam 25K saja!! Maaan, it's pretty cheap!

Langsung aja saya pesan sirloin steak saus Karnivor dan teman saya pesan steak ayam saus lada hitam. Oya untuk varian steak, resto ini menyediakan 3 jenis saus; saus Karnivor yg mereka buat sendiri, saus lada hitam dan saus tajin. Sambil menunggu saya harap-harap cemas mudah-mudahan aja ukuran, tekstur, serta rasa dagingnya setara dengan harganya. Saya pikir mana ada di Jakarta steak enak dengan harga segini.

Dan kecemasan saya tidak terbukti pas si waiter datang membawakan piring segede alaihim gambreng dengan sirloin steak yang emang SUPER GEDE bener-bener 200gr! Uwoooww!! Coba liat deh foto saya dan steaknya di bawah ini. tongue

 
It's cheap but the taste was fantastic! Sirloin steak yang disajikan dengan saos handmade by Karnivor ini tekstur dagingnya supeeer empuk dengan aroma khas barbeque ditambah saos Karnivor yang kaya akan rasa campuran tomat dan cabai. Hmmm buat saya pribadi sih saosnya sepertinya terlalu asam karena saya expect yang agak pedas. But no probs saya tambahin merica bubuk yang banyak juga udah lumayan pedas hahaha..

 
Untuk steak ayamnya juga serupa. Dagingnya empuk banget dan saos lada hitamnya juga nendang banget! Malah kata temen saya kurang pedas hihihi...so far buat saya steak harga segini bener-bener worthed! lol
Tasty!

Tasty!

 
Selain steak, Karnivor juga banyak varian menu lain buat para pecinta daging seperti Sate, Sop Buntut, Iga Bakar, dan Kebab dengan range dari 19K - 29K dan makanan ringan seperti salad, kentang goreng dan bambu Afrika dari harga 15K - 17K saja. Minumannya pun beragam mulai dari teh, kopi, softdrink sampai yang khasnya Gorilla Punch yaitu kombinasi sunkist dan soda. Sayangnya, saya nggak memesannya jadi nggak tahu deh rasanya hehehe...Untuk lebih jelasnya niih saya fotoin daftar menunya

 
Overall, this newbie resto is worth to try. Yang seru sih kamu ajak pacar kamu kesini deh, soalnya dipikir-pikirnya tempatnya romantis buat candle light dinner hahaha...lol

Karnivor Cafe & Resto

Jl. Riau No. 127
Bandung
(seberang 90 Gourmet)
 
Recommended Dish(es):  Sirloin Steak saus Karnivor, steak ayam saus lada hitam
 
Date of Visit: Jun 02, 2011 

Spending per head: Approximately Rp30000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   2 Vote(s)   View Results
Recommend
0