OpenRice Index
  
ichakhairisa
This is ichakhairisa living in Cilincing. I am a Editor, work in Kuningan. I like to hang out in Sudirman, Kelapa Gading, Kuningan. Betawi, Jawa, International food are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Kedai Kopi & Teh and Es Krim/Yogurt, Dessert, Soto/Rawon, Dim Sum, Salad.
Member 98 First(s)
No. of Review218 Review(s)
編輯推介數目148 Editor's Choice
Recommended16 Recommended
Popularity11554 View(s)
Replies in Forum5 Comment(s)
Upload Photos1216 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant2 My Restaurant(s)
Follow1 Following
粉絲1312 Follower(s)
ichakhairisa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 21 to 22 of 22 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kedai Kopi & Teh | Street Foods | Bakmi/Kwetiau | Kumpul Keluarga

Jalan-jalan ke Bandung, emang nggak lengkap kalau nggak menelusuri kulinernya. Bahkan saya nggak pernah bosan-bosannya mencari makanan baru disini. Kunjungan kali ini saya menyempatkan diri mengunjungi kafe yang dari dulu saya idam-idamkan setelah melihatnya di salah satu acara rekomendasi kuliner di TV. Namanya Cafe Madtari, lokasinya di Jalan Rangga Gading 12, Dago, Bandung. Tepatnya di dekat Taman Flexi. Gak jauh dari situ deh. Keliatan banget kok tempatnya. Kafe ini punya 3 cabang salah satunya di Jalan Teuku Umar. Cuma yang di Rangga Gading ini yang lebih besar tempatnya dan lebih terkenal.

 
Kafenya sepintas seperti kafe kaki lima, karena menu yang ditawarkan pun memang menu siap saji yang pas buat ngopi sore atau begadang sampai malam. Mulai dari roti bakar, pisang panggang, aneka indomie, aneka sandwich, dan makanan ringan lainnya. Minumannya juga bervariasi mulai dari es teh manis, beragam jenis minuman kopi, wedang jahe, jahe susu, aneka jus, dan aneka minuman beralkohol juga ada hehehe…

Namun, yang paling khas dari kafe ini adalah porsi kejunya pada tiap makanan. Konon, hanya di kafe inilah penjualnya rela ‘obral’ keju sebanyak-banyaknya. Dan betapa terkejutnya pas saya memesan indomie telor kornet keju, ternyata kejunya super banyak gila!

Ini dia indomie telor korned keju yang jadi andalan!

 
Harga makanannya pun bervariasi, cenderung sangat murah. Seporsi aneka mie dibanderol hanya 3 ribu. Untuk mie rebus plus-plus, misal plus telor, plus kornet 8-13 ribu saja. Makanan lainnya macam roti bakar, sandwich, pisang gencet sekitar 5-8 ribu. Minuman hanya 3 ribu saja untuk the, kopi mulai dari 5-8ribu, wedang 5 ribu, jahe susu 7 ribu, dan aneka jus 8 ribu saja. Murah banget deh!

Suasana kafenya ramai banget pas saya bertandang malam hari sekitar jam 8 malam di hari Sabtu. Kafenya terdiri dari bagian outdoor dengan meja-meja panjang da bagian indoor dengan beberapa kursi dan meja bundar serta area lesehan di paling belakang kafe. Namun sayangnya, kafe ini tidak di dukung fasilitas toilet yang memadai. Dan cenderung terlihat kotor lantai di bagian dalam kafenya.

Keseluruhan sih kafe ini masih termasuk recommended bagi kamu yang punya bujet terbatas tapi pengen makan malam mengenyangkan. Cuma siap-siap aja ngerasain ketidaknyamanan kafe ini di saat penuh pengunjung.
 
Recommended Dish(es):  indomi telor korned keju
 
Date of Visit: Feb 11, 2011 

Spending per head: Approximately Rp15000

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 1

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Sunda | Stand / Kios

Apa yang paling menyenangkan ketika dapet jatah cuti bersama? Bisa liburan panjaang...hahaha bahagia banget bisa dapet kesempatan libur dan mengunjungi tempat-tempat makan baru. Kali ini saya kembali lagi ke Bandung demi menuntaskan kehausan saya akan kuliner kota Paris van Java ini hahaha. Setelah minta rekomendasi teman saya yang baru aja ke Bandung beberapa waktu lalu, saya langsung punya daftar kunjung segambreng. Dan tempat makan pertama yang saya kunjungi adalah Warung Ngebul. Kafe ini emang baru sih katanya, lokasinya pas banget di Dago Atas simpang sebelum belokan Tubagus Ismail. Sebelah kanan jalan, disampingnya toko parfum.

 
Kafenya memang kecil, sepertinya ini rumah kontrakan yang disulap jadi kafe. Terlihat dari halaman depannya yang sempit, persis kayak kosan. Bahkan mungkin kalau mereka nggak pasang banner merah besar bertuliskan WARUNG NGEBUL gede-gede, orang mungkin nggak akan 'ngeh' kalo ada kafe di situ hehehe...

 
Kafe yang mulai buka jam 17.00 ini menawarkan konsep minimalis dengan makanan yang juga minimalis alias makanan ringan cocok untuk ngopi-ngopi sore. Masuk ke dalamnya kita disuguhkan suasana temaram dengan meja-meja panjang dan kursi panjang minimalis dengan hiasan tembok polkadot. Ada pigura-pigura warna-warni di setiap sudut dindingnya. Yang lucu di salah satu sudut ruangan ada sofa-sofa kecil bermotif batik yang sepertinya cuma buat pajangan. Soalnya emang sofanya kecil seukuran sofa anak-anak gitu. Berhubung di dalam suasananya terlalu temaram dan sempit, saya memilih duduk di teras depan.

Kemudian datanglah mas-mas berbaju hitam membawakan menu. Menu yang disajikan terdiri dari minuman ringan mulai dari kopi, teh, juice, soft drink dan es krim, sedangkan makanannya mulai dari pancake, roti bakar, lasagna, spaghetti, dan makanan cepat saji lainnya. Yang khas dari kafe ini adalah Es Krim Kebanjur Kopi Panas (10K). Sepintas namanya aneh tapi nggak ada yang aneh soalnya bentuknya emang cuma es krim yang disiram sama kopi panas. Pas saya memesan ini, saya baru sadar kalo ternyata es krimnya merupakan handmade es krim yang terbuat dari campuran es krim cokelat dicampur oreo, beng-beng dan coki-coki hahaha. Very simple snack! Yang unik sih tempat penyajian kopinya. kopi pahit yang lebih mirip kopi kapal api itu disajikan di sebuah wadah kaca jadul gitu. Sensasi rasanya sebenarnya seru karena rasa cokelat manis berbalut kopi pahit jadi menghasilkan rasa mocca yang enak dan nggak terlalu eneg. Kalo pencinta kopi pasti nagih sih minum ini sore-sore.

 

 
Untuk makanannya yang khas sih katanya roti bakar isi keju meleleh. Cuma saya pikir kok biasa aja ya. Akhirnya saya mesen yang lain, Roti Gulung Isi Smoke Beef dan Cheese (7,5K) dan Pancake with Chococolate Ice Cream (10K). Again, when it came to serve saya terkaget-kaget dengan porsi dan bentuknya yang super simpel. Hahaha sepertinya pas dengan harganya. Roti gulungnya beneran roti berbalut smoke beef, mayonnaise, keju meleleh dan digoreng dengan tepung panir. Rasanya mantaab, keju melelehnya nggak nahan deh, pas buat temen minum kopi. Kalau pancakenya buat saya standar aja. Lebih mirip adonan kue cubit dikasih topping es krim cokelat, coki-coki (again) dan meises.

 

 


Most of all,
Warung Ngebul ini sepertinya memang masih berusaha menjajal bisnisnya di pasar kafe murah meriah di Bandung. Dengan harga minuman berkisar dari 3 ribu - 10 ribu dan makanan dari 7 ribu - 20 ribu (untuk lasagna dan chicken cordon blue yang paling mahal), kafe ini boleh dijadikan pilihan untuk kamu yang mau nyantai sore, dengan suasana adem dan semilir-semilirnya angin daerah Dago Atas, Bandung.

Warung Ngebul

Simpang Dago Atas
sebelum belokan Jln. Tubagus Ismail
 
Recommended Dish(es):  Es Krim Kebanjur Kopi Panas
 
Date of Visit: Jun 02, 2011 

Spending per head: Approximately Rp15000(Tea)

Other Ratings:
Rasa
 2  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 1

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0