OpenRice Index
  
ichakhairisa
This is ichakhairisa living in Cilincing. I am a Editor, work in Kuningan. I like to hang out in Sudirman, Kelapa Gading, Kuningan. Betawi, Jawa, International food are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Kedai Kopi & Teh and Es Krim/Yogurt, Dessert, Soto/Rawon, Dim Sum, Salad.
Member 98 First(s)
No. of Review218 Review(s)
編輯推介數目148 Editor's Choice
Recommended16 Recommended
Popularity11563 View(s)
Replies in Forum5 Comment(s)
Upload Photos1216 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant2 My Restaurant(s)
Follow1 Following
粉絲1312 Follower(s)
ichakhairisa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 1 to 5 of 22 Reviews in Indonesia
Hummingbird Eatery Smile Aug 09, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Steak & Grills | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Atmosfer. Itulah alasan utama saya mau berkunjung ke restoran atau kafe di daerah Bandung. Dimanapun mencari memang banyak resto yang menyediakan atmosfer yang memanjakan para pengunjung, tapi kadang tidak sepadan dengan pelayanannya. Bersyukur saya menemukan, Hummingbird, setelah sekian lama orang sudah membicarakannya baru kali ini saya mampir kesini. Don’t get me wrong, when I say other places are not good enough, even they have good atmosphere and price. but, Hummingbird comes in a fully package.

 
Starting from the front yard, I was spoiled by a very homey atmosphere, with an outdoor dining area, furnished by wooden furniture and several hanging plant pot. Stepped in the indoor area, I found a very modern semi-bar and display of cake, almost similar with typical modern cake shop. A book shelf with several colorful books also adds the homey atmosphere. With a soft-yellow-light, Hummingbird, also provides more spacey room behind and a children playground at its backyard.

 
Well, let’s see what my stomach got here. Humminngbird offered me many choices of international food, mostly western, Italian and Indonesia. Sejujurnya, I don’t know what to eat but my foodie friend told me, “just randomly choose the dishes, anything in Hummingbird will be surprising for you.” So, okay in a random thing I chose Grilled Lamb Chop (62,5K). The surprising was, kalau biasanya Lamb Chop itu hanya di grilled, Hummingbird menyajikan dengan versi beda dipanggang namun diluar dagingnya dibalut dengan tepung yang krispy banget! It felt like eating a fried chicken, but this is fried lamb. Tekstur dagingnya sangat lembut dan tidak berbau. Tingkat kematangan juga oke. What made its best was the sautéed potatoes with the hint a melted mozzarella. How fantastic it was! Perfect choice of mine! Mashed potatoes lembut berpadu sempurna dengan gurihnya keju mozzarella. It’s heaven for me. Saus pelengkapnya pun cukup menggoyang lidah campuran kacang dan sedikit blackpepper, manis dan sedikit pedas di lidah.

 
Pelengkap selanjutnya adalah dessert dan minuman yang juga jadi juara di Hummingbird.
Booming Rainbow Cake (24,5K) membuat saya tidak menyia-nyiakan mencicipi cake pelangi disini. And dari sekian banyak rainbow yang pernah saya cicipi, Hummingbird is the best one! They have a very moist texture of cake dengan cream cheese yang lembut, cheesy, tidak terlalu manis, all perfect! warna rainbownya juga tidak terlalu menyeramkan walaupun saya nggak tahu ini pewarna alami atau bukan, sih.

 
Untuk minumannya, Delz Pinky Berry (29,5K) dan Blueberry Juice (21,5K) menjadi pilihan saya. Delz Pinky Berry ini merupakan salah satu menu menu yang disebut mengandung Hummingbird’s nectar. Sebenarnya rasanya seperti soda dicampur dengan jus strawberry saja, namun tidak terlalu asam. Segar untuk diminum siang-siang. However, I didn’t like the Blueberry Juice, rich with blueberry but less sugar. Jadinya hambar lama kelamaan.

 

 
Anyway, selain makanan yang enak, harga di Hummingbird juga enak buat kantong. Untuk makanan pembuka berkisar antara Rp24.000 – 44.000, menu utama berkisar antara Rp32.000 – 78.000, desserts and cake berkisar antara Rp24.000 – 31.000 dan aneka minuman berkisar antara Rp12.000 – 30.000.

Overall, I never regret to spend my lunch here. I should thank my friend that recommends this resto. Of course will be back for another surprising from Hummingbird. Having another great experiences in Hummingbird, foodies? Do not hesitate to share it with me! Have a good day!

 
Date of Visit: Jun 30, 2012 

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Dining in the Bandung's Sky  Smile Feb 07, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Shabu Shabu | Kumpul Keluarga

Memanjakan perut dan mata di daerah Bandung paling nyaman memang di daerah perbukitan atas seperti Dago Atas atau Dago Pakar. Nggak heran setiap bulannya pasti ada saja restoran atau kafe baru yang menjual tidak hanya menu-menunya tapi juga view Bandung yang cantik dari ketinggian di siang ataupun malam hari. Takigawa MeatBar In the Sky mencoba peruntungannya kali ini membawa para pecinta kuliner menikmati masakan Jepang dari ketinggian lima lantai sebuah restoran di Bukit Pakar Timur. Takigawa sendiri sudah tersohor di kota-kota besar sebagai salah satu resto Jepang middle to high class yang salah satu pemiliknya seorang penyanyi Dangdut terkenal di Indonesia. Lepas dari itu, di Bandung ini Takigawa mencoba memanjakan perut pecinta kuliner yang tidak suka masakan Jepang dengan menghadirkan konsep Meatbar dengan menu-menu Western, seperti aneka steak, salad, dan pasta.

 

 
Restorannya sendiri terbilang cukup modern dengan tiga area indoor, outdoor dan relax. Memakai nuansa hitam dan kayu jati pada furniture dan interiornya, Takigawa MeatBar in the Sky menambahkan kesan romantis dengan meletakkan helaian-helaian kain putih menggantung di langit-langit selayaknya sebuah tenda pernikahan. Arsitektur bangunannya yang di dominasi dengan kaca juga makin membuat restoran ini terlihat simply luxury. Ditambah dengan lampu-lampu hias yang berkelip cantik dimalam hari dan pemandangan citylight Bandung yang bak bintang bertaburan, membuat setiap orang merasakan seolah dining in the sky.

Begitu juga yang saya rasakan malam itu, ditambah dengan pasangan disamping saya, restoran ini simpelnya memang cocok untuk yang berpasangan. Masakan Jepang menjadi pilihan utama karena saya justru bosan dengan menu Western. Saya merasa tidak pernah bosan dengan menu sushi karena selalu ada variasi sushi yang berbeda dari setiap restoran.

Seperti Cuttlefish Hot Roll, sushi yang tidak menggunakan nasi dan nori sebagai roll ini mengantinya dengan cuttlefish dengan filing salmon, scallop, tobiko, dan cheese roll. Daging cuttlefish-nya begitu segar dan empuk, serta tidak amis begitu juga dengan salmon dan scallop-nya. But the super hint yang awalnya membuat saya kaget pas menggigit roll ini adalah rasa asin manis ditengah-tengah rasa anyir aneka seafood itu adalah si keju batangan! Teksturnya yang agak keras namun kemudian lumer dimulut saya membuat roll ini terasa sempurna!

 
Volcano juga tidak kalah uniknya, bukan saja bentuknya yang tidak seperti roll pada umumnya, tapi juga karena bentuknya pipih dan potongannya besar sekali! Salmon, scallop, crabstick, prawn, carrot, dan tobiko yang berkilau bagai mutiara di bagian atasnya disiram dengan saus special Takigawa membuat sushi ini juga jadi juara buat saya. Kurangnya hanya ukurannya yang terlalu besar sehingga butuh dua kali suapan ke mulut saya hehe…

 
Sayangnya, Takigawa Roll yang sudah menjadi signature disini tidak terlalu cocok dengan selera saya. Meskipun fusion-nya berupa salmon, scallop, crabstick dengan saus special Takigawa dan ditaburi tobiko dan duck liver pate, saya merasa sushi-nya agak amis dan sedikit eneg mungkin karena hati angsanya ya. Anyway this still okay on my stomach.

 
Terakhir, penutup yang tidak pernah saya tinggalkan adalah sashimi. Salmon Carpaccio, potongan salmon segar disajikan dengan vinegar sauce dan taburan telur salmon ini benar-benar fresh dan juicy dagingnya. Very well done!

 
Sebagai pelengkap makan, segelas Fruit Punch (Jus jeruk limo, nanas, jeruk dan jambu klutuk) dan Strawberry Juice yang memberikan sensasi asam manis selalu berhasil menetralkan perut saya setelah makan raw food seperti sushi.

 

 
Soal harga memang harus merogok kocek lebih dalam untuk aneka fusion sushi, sashimi danmenu besar lainnya kecuali aneka nigiri sushi. Range-nya sekitar Rp45.000 – 80.000 per plate atau untuk sushi per plate 4/6/8 roll. Sedangkan untuk nigiri yang rata-rata per plate-nya 2 roll bisa dicicipi mulai dari Rp20.000 – 25.000 saja. Sementara untuk menu di Meatbar saya memperhatikan range harganya sekitar Rp45.000 – 150.000. Untuk minuman cukup merogoh kantong sekitar Rp19.000 -25.000 saja.

Dengan pelayanan yang cepat dan ramah plus suasana Bandung yang sejuk dan semakin cantik serta romantis di malam hari, saya merekomendasikan tempat ini untuk pecinta kuliner yang rindu suasana Bandung yang romantis dengan gemerlap citylight namun tetap nyaman untuk berleyeh-leyeh bersama keluarga atau pasangan.

Adios! Salam penikmat citylight dan makan enak!
 
Recommended Dish(es):  cuttlefish roll
 
Date of Visit: Jan 24, 2013 

Spending per head: Approximately Rp150000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Nikmatnya Sajian Sunda di Sangrai Smile Apr 13, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Indonesian | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Bandung is called as one of never ending culinary destination in Indonesia. I always agree for that statement due to me always craving for other culinary destinations here. On October, 2011, an owner of two breakthrough restaurant in Bandung invited me to taste their resto. Me certainly head over heels to visit such resto, one is Indonesian, the other is Italian. Then, when I was visiting my boyfriend in Bandung two weeks ago, I got a chance to visit the first resto, namely Sangrai.

 
The resto is located at Jalan Riau 63, next to Heritage FO. Actually it is in one area with the FO. People can easily find the typical sundanese resto with a wooden wall and table and a big board with the resto name ‘Sangrai’ in front of the resto. As I stepped my feet in the resto, I felt that this wasn’t kind of resto, me might be called this as café. Because there is only several table, about 50 capacities of people. The ambience is quite nice, supported by the warm weather of Bandung and the wooden tables that make it feel homey. My tastebud suddenly appeared when I looking into a display of several menus of Sangrai. As the waiter gave me the menu list, it was inside my expectation. The menu is typical Indonesian resto since the market of which is mostly the tourists and people who looking for authentic Indonesian cuisine.

Actually, it was boring for me to read such Ayam Goreng, Iga Bakar, Nasi Goreng or Roti Bakar in the menu that I easily find in Jakarta. However, when the waiter explained they have other variants of Rice Package (Nasi Komplit), I agreed to try it. Sangrai, whose name comes from a Sundanese proverb ‘Sangrai’ which means a hereditary, served variant of Rice Package such as Nasi Timbel Bakar Komplit, Nasi Hijau Pandan Komplit, Nasi Ungu Ubi Komplit, Nasi Tutug Oncom Komplit, etc. My tastebud rolled into the Nasi Ungu Ubi and Nasi Hijau since I was curious how did the taste of rice combined by sweet potatoes hehehe….

Before the two of Rice Package hit my tummy, a plate of Tahu Gerus Pedas strokes my tummy first. This menu is actually a snack for appetizer. The good news is to follow and mention twitter account of Sangrai @SANGRAIBDG or upload your photo in their facebook http://facebook.com/sangraibdg, you can get free Tahu Gerus Pedas every purchase all menus. Yay! The Tahu Gerus Pedas has its spicy level one to three chilies. Me not a spice food lover, so I ordered the one with one chili. The food remembered me of Tahu Gejrot, a kind of mince tofu with special sauce. This one only a mince fried tofu with chili. It was tasteless. My tastebud only taste a spicy flavor from the chili. I thought that Sangrai should consider to add a little of salt in the tofu.

 
Soon the Rice Package served into me. Wow, I love the appearance of both Nasi Ungu Ubi and Nasi Hijau Pandan. Colourful. Both Rice Package consists of gepuk (a mashed beef), fried tempe and tofu, salted fish, lalapan (lettuce and tomato) and sambal. My tummy was spoiled by Nasi Hijau Pandan since I’ve never taste the same Nasi Hijau as this one before. The one I’ve ever tasted only nasi hijau covered with pandanus flavor, but this one has a best texture of rice and combined with Suji leaves which its fiber united with the rice. It’s very savory, aromatic, sweet, aahh I couldn’t explain more except it’s tasty! I definitely will back for this one!

 
Meanwhile, the Nasi Ungu Ubi which made from a combination of purple sweet potatoes and rice tasted so-so for me. I didn’t know why the texture of the rice was different with Nasi Hijau Pandan. It’s more sticky. Maybe it caused by the sweet potates in which. Ya at least the additional menus like the gepuk and the others satisfied my tummy hehehe...

 
So, next the dessert is the famous Batagor Karasa hahaha. I didn’t insist if somene give me various kind of Batagor as long as it comes handmade from Bandung hahaha. I dunno why the texture and taste is different with any other Batagor in other city.

 
This one, was quite tasty for me. The texture of the spring roll skin is very crunchy and I love the sauce. Very nutty, savory and goes sweet after passing my throat by. I also tasted two kinds of yoghurt, Strawberry and Mango, which is definitely handmade. Wow, I never heard before a resto prepare a handmade yoghurt except they using a ready-to-drink yoghurt. I saw how they made the drink. However, sorry to say that handmade yoghurt was too sour and the portion was too big. Hello, Sangrai someday you should consider that people will getting full in the second sip of yoghurt if you still served that in a tall glass. Better to put it in a small glass and people can enjoy the drink better. Fortunately, my tummy was helped by a giant glass of Sweet Ice Tea. It was neutralized my tummy. Phiuh.

 

 

 
Overall, I enjoyed to have lunch here. The serving was good. The price was very kind for Indonesian food’s range about IDR8,000 - 30,000. I might said that Sangrai should consider to resize its area to become more bigger. I believe this resto will hit the city as they soon will make a breakthrough in opening this resto till late night and serving various night snacks such as Roti Bakar, Indomie Telor Kornet, Pisang Bakar, kinds of coffee, etc. I might be back for the Nasi Hijau Pandan.
 
Recommended Dish(es):  Nasi Ungu Ubi,Batagor Karasa
 
Date of Visit: Dec 09, 2011 

Spending per head: Approximately Rp25000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Lezatnya Kambing Bakar CAiro Smile May 07, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Kumpul Keluarga

Overal description:

Nama Kambing Bakar Cairo pasti sudah makin nggak asing di telinga pecinta kuliner. Kambing bakar yang mengusung nama negara Cairo ini jadi terkenal sejak banyak pecinta kuliner Bandung mulai menggaungkan keunggulan daging non-kolesterolnya. Saya sendiri dari dulu penasaran kenapa namanya Cairo, apa berasal dari Cairo beneran dagingnya, apalagi mereka berani membuat tagline 'Yang terlezat kedua se-Timur Tengah' nggak tau yang pertamanya dimana hehehe...Lepas dari nama Cairo, yang membuat orang berbondong-bondong kesini, termasuk saya adalah si daging kambing yang katanya non-kolesterol itu. Setahu saya daging kambing mana ada yang nggak mengandung kolesterol dan lemak yang bikin asam urat kalau kebanyakan hahaha....

But they prove it again pas saya kunjungi salah satu gerai mereka di daerah Gegerkalong, Bandung. Ada poster besar berwarna merah di setiap sudutnya dengan penjelasan mengapa kambing mereka non-kolesterol. Ternyata rahasianya, daging kambing mereka diperoleh dari kambing muda yang baru berusia 3 bulan dengan kadar kolesterol lebih rendah daripada kambing berusia 5 bulan ke atas. Ditambah dengan teknik pengolahan yang menggunakan rempah-rempah dan dibakar dengan suhu tinggi sehingga kadar kolesterolnya merendah.

Food & Price:

 
Now, let's see what I got...Penyajiannya saja sudah luar biasa menurut saya karena disajikan dengan hot plate. Sambil menunggu asap bekas bakarannnya menghilang pelan-pelan saya iseng menciumi dagingnya. Beneran lho dagingnya nggak bau anyir sama sekali! Nggak kecium sama sekali bau kambingnya. Biasanya seenak-enaknya sate kambing misalnya pasti masih kecium bau anyir khas kambing. Dagingnya pun legit, empuk dan mudah digigit. Rempah-rempahnya sangat terasa sampai kedalam dagingnya. Ada rasa pedas merica, jahe, lada, dan manisnya kecap bercampur di lidah saya. Nggak terasa kayak makan daing kambing, deh! JUARA!

 
Seporsi kambing bakar disini disajikan dalam tiga ukuran ada yang 250 gr, 350 gr atau 500 gr dan bisa pilih juga mau bagian paha, iga, atau punggung. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp30.000 untuk 250 gr; Rp42.000 untuk 350 gr; dan Rp57.000 untuk 500 gr. Selain kambing bakar, disini juga tersedia menu khas Timur Tengah lainnya seperti Roti Mariam, Soto Mesir, Gulai Kambing, dll.

Venue:

Di kedai yang Gegerkalong ini tempatnya cukup luas, mungkin bisa menampung sekitar 80 orang. Suasana gerainya juga cukup nyaman, berhubung ini di daerah Gegerkalong nan dingin, jadi nyaman aja sih buat saya. Yang nggak enaknya kalau duduk dekat dengan open kitchen-nya bakalan kena asap bakarannya sih. Lebih enak duduk di teras luar, karena di dalam agak pengap mungkin karena asap juga ya.

 
Conclusion:

Puas banget deh makan disini. Pelayanan juga bagus. Sigap dan nggak perlu nunggu lebih dari 20 menit makanannya sudah tersaji di meja saya. So, bagi pecinta kuliner sejati apalagi yang sering mampir ke Bandung, jangan lewatkan si Kambing Bakar Cairo ini. Atau kalau yang nggak sempat ke Bandung, mampir aja ke gerai yang di Jakarta. Eits, jangan lupa kalau ketagihan cepet-cepet baca istigfar banyak-banyak secara kebanyakan makan daging kambing tetep aja ya kolesterol numpuk hahaha!
 
Recommended Dish(es):  Kambing Bakar Cairo
 
Date of Visit: Mar 09, 2012 

Spending per head: Approximately Rp50000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Ngopi Sore di Kopi Ireng Smile Jul 01, 2011   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kedai Kopi & Teh | Kencan / Berpasangan | Pemandangan Pegunungan

Hai OpenRicers, saya baru inget waktu ke Bandung beberapa bulan kemarin saya bersama pacar saya mampir ke salah satu coffee shop di daerah Dago Atas, untungnya saya masih nyimpen foto-fotonya hehehe...oke saya mau share info disini aja langsung. Coffee shop ini namanya Kopi Ireng, terletak di Bukit Pakar Timur 1, daerah Dago Atas. Di daerah Bukit Pakar ini memang banyak banget restoran yang menawarkan konsep coffee shop dengan suasana perbukitan dan citylight yang super gemerlap di malam hari. Salah satunya si Kopi Ireng ini yang mengusung tema ngopi sambil nikmatin cantiknya Bandung di malam hari.

Memasuki halaman depan kafe ini, kita disuguhkan dengan rumah bergaya klasik dari kayu yang berlantai dan menjulang tinggi. Bahkan saya harus menaiki beberapa anak tangga untuk sampai ke pintu masuknya. Sampai di teras depan, saya langsung disambut dengan pelayan-pelayan berbaju garis-garis hitam putih berkabaret merah. Di bagian teras terdapat dua area outdoor dengan bangku-bangku kayu panjang. Masuk ke dalam kafe, disebelah kanan pintu ada bar dan dapur kecil. Disebelah kirinya berderet meja dan bangku-bangku panjang. Diseberangnya terdapat taman dengan dapur berkonsep semi open kitchen. Semuanya lengkap bernuansa alam.

Di lantai dua, saya harus menaiki tangga memutar dari kayu yanh agak sedikit curam. Masuk ke lantai dua saya melewati ruangan kecil mirip seperti kamar tidur karena ada ranjang lengkap dengan bantal guling berwarna putih. Waah, kayaknya enak nih makan sambil tidura-tiduran berasa makan di kamar sendiri. Berhubung saya ingin melihat citylight Bandung, saya memilih duduk di teras luar. Ada 2 set meja bundar dan kursi kayunya sedangkan di teras atas seberang saya ada bangku kayu panjang dan besar yang enak buat selonjoran. Dari sini jelas banget pemandangan Bandung dari atas. Supeerr cantik dan menyegarkan mata.

Saya duduk di meja bundar, menanti malam sambil ngopi. Ini dia menu yang saya dan si bebeb pesan sambil nunggu citylight.

chopstickOrange Coffee

 
Here's the new menus of this coffee. Campuran illy espresso, orange juice, plus whipped cream. Sangat unik melihat tampilannya jus dan kopi ternyata nggak menyatu hehehe. Rasanya agak aneh buat saya, karena saya bukan pencinta kopi, hanya penikmat. Semakin diaduk malah jadi asem kopinya. Ternyata yang benar itu minumnya seruput orangenya baru espressonya biar ga terlalu asem. Atau jangan diaduk terlalu rata.

chopstickEspresso

Wah sayangnya saya nggak memotret kopi ini. Cuma saya masih inget rasanya. Pahit. Ya iyalaahh namanya espresso hihihi. Yang jelas buat pecinta kopi pahit Illy espresso emang ga ada duanya!

chopstickNasi Goreng Ireng

 
Hihi, lucu banget namanya. Tapi emang nasinya warnanya hitam lhoo..nggak gosong hanya sepertinya nasinya pake banyak kecap dan bumbu khusus yang bikin nasinya kelihatan agak hitam. Rasanya cukup lumayan. Nggak terlalu berminyak juga.

chopstickNachos

 
Hmm minum kopi sambil ditemani si keripik khas Meksiko ini yummy banget! Nachosnya dibalut bumbu campuran cabe dan merica yang agak pedas. Jadi mirip keripik singkong Christine Hakim hahaha...

Harga makanan disini relatif untuk harga coffee shop sih. Kopi dibanderol dari 25-35 ribu, main course 30-50 ribu, appetizer dan dessert dari 25-30 ribu. Cukup murah untuk kelas coffe shop dengan venue oke dan view yang luar biasa. Tunggu sampai malam disini deh, kamu bakal liat betapa citylight Bandung cantiik banget dari sini.

 
So, buat kamu yang cuma pengen nyantai sore sambil ngopi plus liat cantiknya Bandung di malam hari, langsung aja dateng ke Kopi Ireng ini.

Opini:

Saya merasa puaaaass banget nemu tempat ngopi kayak gini. Nggak hanya tempatnya nyaman, sejuk dan bersih. Tapi juga pelayanannya bagus, kopinya khas dan lengkap plus kamu bisa dapetin view Bandung yang menenangkan hati. Great place to hang out!
 
Recommended Dish(es):  Nasi goreng Ireng
 
Date of Visit: Apr 16, 2011 

Spending per head: Approximately Rp50000(Tea)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   2 Vote(s)   View Results
Recommend
0