OpenRice Index
  
ichakhairisa
This is ichakhairisa living in Cilincing. I am a Editor, work in Kuningan. I like to hang out in Sudirman, Kelapa Gading, Kuningan. Betawi, Jawa, International food are my favorite cuisines. I also love Chocolate / Candy Shop, Kedai Kopi & Teh and Es Krim/Yogurt, Dessert, Soto/Rawon, Dim Sum, Salad.
Member 98 First(s)
No. of Review218 Review(s)
編輯推介數目148 Editor's Choice
Recommended16 Recommended
Popularity11530 View(s)
Replies in Forum5 Comment(s)
Upload Photos1216 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant2 My Restaurant(s)
Follow1 Following
粉絲1312 Follower(s)
ichakhairisa  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 16 to 20 of 22 Reviews in Indonesia
Nikmatnya Sajian Sunda di Sangrai Smile Apr 13, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Indonesian | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Bandung is called as one of never ending culinary destination in Indonesia. I always agree for that statement due to me always craving for other culinary destinations here. On October, 2011, an owner of two breakthrough restaurant in Bandung invited me to taste their resto. Me certainly head over heels to visit such resto, one is Indonesian, the other is Italian. Then, when I was visiting my boyfriend in Bandung two weeks ago, I got a chance to visit the first resto, namely Sangrai.

 
The resto is located at Jalan Riau 63, next to Heritage FO. Actually it is in one area with the FO. People can easily find the typical sundanese resto with a wooden wall and table and a big board with the resto name ‘Sangrai’ in front of the resto. As I stepped my feet in the resto, I felt that this wasn’t kind of resto, me might be called this as café. Because there is only several table, about 50 capacities of people. The ambience is quite nice, supported by the warm weather of Bandung and the wooden tables that make it feel homey. My tastebud suddenly appeared when I looking into a display of several menus of Sangrai. As the waiter gave me the menu list, it was inside my expectation. The menu is typical Indonesian resto since the market of which is mostly the tourists and people who looking for authentic Indonesian cuisine.

Actually, it was boring for me to read such Ayam Goreng, Iga Bakar, Nasi Goreng or Roti Bakar in the menu that I easily find in Jakarta. However, when the waiter explained they have other variants of Rice Package (Nasi Komplit), I agreed to try it. Sangrai, whose name comes from a Sundanese proverb ‘Sangrai’ which means a hereditary, served variant of Rice Package such as Nasi Timbel Bakar Komplit, Nasi Hijau Pandan Komplit, Nasi Ungu Ubi Komplit, Nasi Tutug Oncom Komplit, etc. My tastebud rolled into the Nasi Ungu Ubi and Nasi Hijau since I was curious how did the taste of rice combined by sweet potatoes hehehe….

Before the two of Rice Package hit my tummy, a plate of Tahu Gerus Pedas strokes my tummy first. This menu is actually a snack for appetizer. The good news is to follow and mention twitter account of Sangrai @SANGRAIBDG or upload your photo in their facebook http://facebook.com/sangraibdg, you can get free Tahu Gerus Pedas every purchase all menus. Yay! The Tahu Gerus Pedas has its spicy level one to three chilies. Me not a spice food lover, so I ordered the one with one chili. The food remembered me of Tahu Gejrot, a kind of mince tofu with special sauce. This one only a mince fried tofu with chili. It was tasteless. My tastebud only taste a spicy flavor from the chili. I thought that Sangrai should consider to add a little of salt in the tofu.

 
Soon the Rice Package served into me. Wow, I love the appearance of both Nasi Ungu Ubi and Nasi Hijau Pandan. Colourful. Both Rice Package consists of gepuk (a mashed beef), fried tempe and tofu, salted fish, lalapan (lettuce and tomato) and sambal. My tummy was spoiled by Nasi Hijau Pandan since I’ve never taste the same Nasi Hijau as this one before. The one I’ve ever tasted only nasi hijau covered with pandanus flavor, but this one has a best texture of rice and combined with Suji leaves which its fiber united with the rice. It’s very savory, aromatic, sweet, aahh I couldn’t explain more except it’s tasty! I definitely will back for this one!

 
Meanwhile, the Nasi Ungu Ubi which made from a combination of purple sweet potatoes and rice tasted so-so for me. I didn’t know why the texture of the rice was different with Nasi Hijau Pandan. It’s more sticky. Maybe it caused by the sweet potates in which. Ya at least the additional menus like the gepuk and the others satisfied my tummy hehehe...

 
So, next the dessert is the famous Batagor Karasa hahaha. I didn’t insist if somene give me various kind of Batagor as long as it comes handmade from Bandung hahaha. I dunno why the texture and taste is different with any other Batagor in other city.

 
This one, was quite tasty for me. The texture of the spring roll skin is very crunchy and I love the sauce. Very nutty, savory and goes sweet after passing my throat by. I also tasted two kinds of yoghurt, Strawberry and Mango, which is definitely handmade. Wow, I never heard before a resto prepare a handmade yoghurt except they using a ready-to-drink yoghurt. I saw how they made the drink. However, sorry to say that handmade yoghurt was too sour and the portion was too big. Hello, Sangrai someday you should consider that people will getting full in the second sip of yoghurt if you still served that in a tall glass. Better to put it in a small glass and people can enjoy the drink better. Fortunately, my tummy was helped by a giant glass of Sweet Ice Tea. It was neutralized my tummy. Phiuh.

 

 

 
Overall, I enjoyed to have lunch here. The serving was good. The price was very kind for Indonesian food’s range about IDR8,000 - 30,000. I might said that Sangrai should consider to resize its area to become more bigger. I believe this resto will hit the city as they soon will make a breakthrough in opening this resto till late night and serving various night snacks such as Roti Bakar, Indomie Telor Kornet, Pisang Bakar, kinds of coffee, etc. I might be back for the Nasi Hijau Pandan.
 
Recommended Dish(es):  Nasi Ungu Ubi,Batagor Karasa
 
Date of Visit: Dec 09, 2011 

Spending per head: Approximately Rp25000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Ngopi Sore di Kopi Ireng Smile Jul 01, 2011   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kedai Kopi & Teh | Kencan / Berpasangan | Pemandangan Pegunungan

Hai OpenRicers, saya baru inget waktu ke Bandung beberapa bulan kemarin saya bersama pacar saya mampir ke salah satu coffee shop di daerah Dago Atas, untungnya saya masih nyimpen foto-fotonya hehehe...oke saya mau share info disini aja langsung. Coffee shop ini namanya Kopi Ireng, terletak di Bukit Pakar Timur 1, daerah Dago Atas. Di daerah Bukit Pakar ini memang banyak banget restoran yang menawarkan konsep coffee shop dengan suasana perbukitan dan citylight yang super gemerlap di malam hari. Salah satunya si Kopi Ireng ini yang mengusung tema ngopi sambil nikmatin cantiknya Bandung di malam hari.

Memasuki halaman depan kafe ini, kita disuguhkan dengan rumah bergaya klasik dari kayu yang berlantai dan menjulang tinggi. Bahkan saya harus menaiki beberapa anak tangga untuk sampai ke pintu masuknya. Sampai di teras depan, saya langsung disambut dengan pelayan-pelayan berbaju garis-garis hitam putih berkabaret merah. Di bagian teras terdapat dua area outdoor dengan bangku-bangku kayu panjang. Masuk ke dalam kafe, disebelah kanan pintu ada bar dan dapur kecil. Disebelah kirinya berderet meja dan bangku-bangku panjang. Diseberangnya terdapat taman dengan dapur berkonsep semi open kitchen. Semuanya lengkap bernuansa alam.

Di lantai dua, saya harus menaiki tangga memutar dari kayu yanh agak sedikit curam. Masuk ke lantai dua saya melewati ruangan kecil mirip seperti kamar tidur karena ada ranjang lengkap dengan bantal guling berwarna putih. Waah, kayaknya enak nih makan sambil tidura-tiduran berasa makan di kamar sendiri. Berhubung saya ingin melihat citylight Bandung, saya memilih duduk di teras luar. Ada 2 set meja bundar dan kursi kayunya sedangkan di teras atas seberang saya ada bangku kayu panjang dan besar yang enak buat selonjoran. Dari sini jelas banget pemandangan Bandung dari atas. Supeerr cantik dan menyegarkan mata.

Saya duduk di meja bundar, menanti malam sambil ngopi. Ini dia menu yang saya dan si bebeb pesan sambil nunggu citylight.

chopstickOrange Coffee

 
Here's the new menus of this coffee. Campuran illy espresso, orange juice, plus whipped cream. Sangat unik melihat tampilannya jus dan kopi ternyata nggak menyatu hehehe. Rasanya agak aneh buat saya, karena saya bukan pencinta kopi, hanya penikmat. Semakin diaduk malah jadi asem kopinya. Ternyata yang benar itu minumnya seruput orangenya baru espressonya biar ga terlalu asem. Atau jangan diaduk terlalu rata.

chopstickEspresso

Wah sayangnya saya nggak memotret kopi ini. Cuma saya masih inget rasanya. Pahit. Ya iyalaahh namanya espresso hihihi. Yang jelas buat pecinta kopi pahit Illy espresso emang ga ada duanya!

chopstickNasi Goreng Ireng

 
Hihi, lucu banget namanya. Tapi emang nasinya warnanya hitam lhoo..nggak gosong hanya sepertinya nasinya pake banyak kecap dan bumbu khusus yang bikin nasinya kelihatan agak hitam. Rasanya cukup lumayan. Nggak terlalu berminyak juga.

chopstickNachos

 
Hmm minum kopi sambil ditemani si keripik khas Meksiko ini yummy banget! Nachosnya dibalut bumbu campuran cabe dan merica yang agak pedas. Jadi mirip keripik singkong Christine Hakim hahaha...

Harga makanan disini relatif untuk harga coffee shop sih. Kopi dibanderol dari 25-35 ribu, main course 30-50 ribu, appetizer dan dessert dari 25-30 ribu. Cukup murah untuk kelas coffe shop dengan venue oke dan view yang luar biasa. Tunggu sampai malam disini deh, kamu bakal liat betapa citylight Bandung cantiik banget dari sini.

 
So, buat kamu yang cuma pengen nyantai sore sambil ngopi plus liat cantiknya Bandung di malam hari, langsung aja dateng ke Kopi Ireng ini.

Opini:

Saya merasa puaaaass banget nemu tempat ngopi kayak gini. Nggak hanya tempatnya nyaman, sejuk dan bersih. Tapi juga pelayanannya bagus, kopinya khas dan lengkap plus kamu bisa dapetin view Bandung yang menenangkan hati. Great place to hang out!
 
Recommended Dish(es):  Nasi goreng Ireng
 
Date of Visit: Apr 16, 2011 

Spending per head: Approximately Rp50000(Tea)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   2 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Sunda | Restaurant | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Who want to see a citylight view with delightful menu and pampered atmosphere? Raise your hand! Me! Me! Hahaha maybe I'll the one who will raise my hand firs to enjoy that situation. And such situation is the thing I don't wanna miss when I was in Bandung. Bandung always seduce me to try its culinary with various sensation especially the citylight view sensation. The best location to see a citylight view is in Dago Pakar area and above including Lembang and its surrounded areas. There are many restaurant and cafe to offer you a delight menu with a best citylight view and comfort atmosphere. One of them are Lisung, which I visited last week with my bf and friends.

Located in Bukit Dago Pakar area, next to the Valley resto, Lisung offers you the combination atmospehere of village and modern architecture with mountain view, cool air and citylight view in the night. It has several areas both indoor or outdoor. Most of the indoor areas consist of long wooden table and chair and a-bed-look like which you can pamper yourself as if you have your dinner in your bedroom, while the outdoor areas consist of some cozy gazebo.

 

 
Lisung also serves you with various Asian and international cuisine from Nasi Liwet to Pizza, drink a traditional Indonesian tea to mocktail with best rhum sensation. The price range is also average. Appetizer start from 18K - 24K; Asian Main Course 28K - 95K; All Pasta 30K; Pizza 35K - 37K; snacks 13K - 23K; beverages consists of mix hot and cold chocolate and mix cold and hot coffee, mocktail, tea, softdrinks and juice from 13K - 25K.

My friends and I tried its recommended Lisung Pizza, nasi Liwet with Black Star, Nice Dream, and Lisung Breeze drinks. The name of the drinks is so cute I thought hehehe...Lisung pizza pampered us with the sensation of Italian pizza with super thin dough added with corn, bellpepper, smoke beef, and melted mozarella cheese as its topping. Super crunchy and rich of cheese! Delicioso! tongue

 
While the traditional Nasi Liwet serves you with the chewy and smells-good rice accompanied by fresh vegetables or 'Lalapan', tempe, tahu, ikan asin, and sauce or 'sambal'. The portion is suit for two people.

 

 
Meanwhile, I really love the variant of the drinks, til I stole-tried my frinds drinks hihihi...This Black Star is a combination of rhum syrup, rhum raisin chocolate ice cream and whipped cream. The rhum was soo rich and tasteful! very fresh! tonguelol

 
Then, this Nice Dream really made me dreaming of chocolate sensation, consists of chocolate ice cream and oreo made the combination really nice, sweet and fresh! While, the Lisung breeze made you breezing because of the combination of strawberry sirup and strawberry ice cream. Fresh, sweet, and sour, one in your mouth!

 

 
Overall, this place is great. Dont' forget to feel the warm and cozy atmosphere with a super beautiful citylight view of Bandung in the night. You won't regret to come here and see the view , pals! Promise!
 
Recommended Dish(es):  Black Star, Lisung Pizza
 
Date of Visit: Jun 04, 2011 

Spending per head: Approximately Rp50000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   2 Vote(s)   View Results
Recommend

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kedai Kopi & Teh | Street Foods | Bakmi/Kwetiau | Kumpul Keluarga

Jalan-jalan ke Bandung, emang nggak lengkap kalau nggak menelusuri kulinernya. Bahkan saya nggak pernah bosan-bosannya mencari makanan baru disini. Kunjungan kali ini saya menyempatkan diri mengunjungi kafe yang dari dulu saya idam-idamkan setelah melihatnya di salah satu acara rekomendasi kuliner di TV. Namanya Cafe Madtari, lokasinya di Jalan Rangga Gading 12, Dago, Bandung. Tepatnya di dekat Taman Flexi. Gak jauh dari situ deh. Keliatan banget kok tempatnya. Kafe ini punya 3 cabang salah satunya di Jalan Teuku Umar. Cuma yang di Rangga Gading ini yang lebih besar tempatnya dan lebih terkenal.

 
Kafenya sepintas seperti kafe kaki lima, karena menu yang ditawarkan pun memang menu siap saji yang pas buat ngopi sore atau begadang sampai malam. Mulai dari roti bakar, pisang panggang, aneka indomie, aneka sandwich, dan makanan ringan lainnya. Minumannya juga bervariasi mulai dari es teh manis, beragam jenis minuman kopi, wedang jahe, jahe susu, aneka jus, dan aneka minuman beralkohol juga ada hehehe…

Namun, yang paling khas dari kafe ini adalah porsi kejunya pada tiap makanan. Konon, hanya di kafe inilah penjualnya rela ‘obral’ keju sebanyak-banyaknya. Dan betapa terkejutnya pas saya memesan indomie telor kornet keju, ternyata kejunya super banyak gila!

Ini dia indomie telor korned keju yang jadi andalan!

 
Harga makanannya pun bervariasi, cenderung sangat murah. Seporsi aneka mie dibanderol hanya 3 ribu. Untuk mie rebus plus-plus, misal plus telor, plus kornet 8-13 ribu saja. Makanan lainnya macam roti bakar, sandwich, pisang gencet sekitar 5-8 ribu. Minuman hanya 3 ribu saja untuk the, kopi mulai dari 5-8ribu, wedang 5 ribu, jahe susu 7 ribu, dan aneka jus 8 ribu saja. Murah banget deh!

Suasana kafenya ramai banget pas saya bertandang malam hari sekitar jam 8 malam di hari Sabtu. Kafenya terdiri dari bagian outdoor dengan meja-meja panjang da bagian indoor dengan beberapa kursi dan meja bundar serta area lesehan di paling belakang kafe. Namun sayangnya, kafe ini tidak di dukung fasilitas toilet yang memadai. Dan cenderung terlihat kotor lantai di bagian dalam kafenya.

Keseluruhan sih kafe ini masih termasuk recommended bagi kamu yang punya bujet terbatas tapi pengen makan malam mengenyangkan. Cuma siap-siap aja ngerasain ketidaknyamanan kafe ini di saat penuh pengunjung.
 
Recommended Dish(es):  indomi telor korned keju
 
Date of Visit: Feb 11, 2011 

Spending per head: Approximately Rp15000

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 1

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Sunda | Stand / Kios

Apa yang paling menyenangkan ketika dapet jatah cuti bersama? Bisa liburan panjaang...hahaha bahagia banget bisa dapet kesempatan libur dan mengunjungi tempat-tempat makan baru. Kali ini saya kembali lagi ke Bandung demi menuntaskan kehausan saya akan kuliner kota Paris van Java ini hahaha. Setelah minta rekomendasi teman saya yang baru aja ke Bandung beberapa waktu lalu, saya langsung punya daftar kunjung segambreng. Dan tempat makan pertama yang saya kunjungi adalah Warung Ngebul. Kafe ini emang baru sih katanya, lokasinya pas banget di Dago Atas simpang sebelum belokan Tubagus Ismail. Sebelah kanan jalan, disampingnya toko parfum.

 
Kafenya memang kecil, sepertinya ini rumah kontrakan yang disulap jadi kafe. Terlihat dari halaman depannya yang sempit, persis kayak kosan. Bahkan mungkin kalau mereka nggak pasang banner merah besar bertuliskan WARUNG NGEBUL gede-gede, orang mungkin nggak akan 'ngeh' kalo ada kafe di situ hehehe...

 
Kafe yang mulai buka jam 17.00 ini menawarkan konsep minimalis dengan makanan yang juga minimalis alias makanan ringan cocok untuk ngopi-ngopi sore. Masuk ke dalamnya kita disuguhkan suasana temaram dengan meja-meja panjang dan kursi panjang minimalis dengan hiasan tembok polkadot. Ada pigura-pigura warna-warni di setiap sudut dindingnya. Yang lucu di salah satu sudut ruangan ada sofa-sofa kecil bermotif batik yang sepertinya cuma buat pajangan. Soalnya emang sofanya kecil seukuran sofa anak-anak gitu. Berhubung di dalam suasananya terlalu temaram dan sempit, saya memilih duduk di teras depan.

Kemudian datanglah mas-mas berbaju hitam membawakan menu. Menu yang disajikan terdiri dari minuman ringan mulai dari kopi, teh, juice, soft drink dan es krim, sedangkan makanannya mulai dari pancake, roti bakar, lasagna, spaghetti, dan makanan cepat saji lainnya. Yang khas dari kafe ini adalah Es Krim Kebanjur Kopi Panas (10K). Sepintas namanya aneh tapi nggak ada yang aneh soalnya bentuknya emang cuma es krim yang disiram sama kopi panas. Pas saya memesan ini, saya baru sadar kalo ternyata es krimnya merupakan handmade es krim yang terbuat dari campuran es krim cokelat dicampur oreo, beng-beng dan coki-coki hahaha. Very simple snack! Yang unik sih tempat penyajian kopinya. kopi pahit yang lebih mirip kopi kapal api itu disajikan di sebuah wadah kaca jadul gitu. Sensasi rasanya sebenarnya seru karena rasa cokelat manis berbalut kopi pahit jadi menghasilkan rasa mocca yang enak dan nggak terlalu eneg. Kalo pencinta kopi pasti nagih sih minum ini sore-sore.

 

 
Untuk makanannya yang khas sih katanya roti bakar isi keju meleleh. Cuma saya pikir kok biasa aja ya. Akhirnya saya mesen yang lain, Roti Gulung Isi Smoke Beef dan Cheese (7,5K) dan Pancake with Chococolate Ice Cream (10K). Again, when it came to serve saya terkaget-kaget dengan porsi dan bentuknya yang super simpel. Hahaha sepertinya pas dengan harganya. Roti gulungnya beneran roti berbalut smoke beef, mayonnaise, keju meleleh dan digoreng dengan tepung panir. Rasanya mantaab, keju melelehnya nggak nahan deh, pas buat temen minum kopi. Kalau pancakenya buat saya standar aja. Lebih mirip adonan kue cubit dikasih topping es krim cokelat, coki-coki (again) dan meises.

 

 


Most of all,
Warung Ngebul ini sepertinya memang masih berusaha menjajal bisnisnya di pasar kafe murah meriah di Bandung. Dengan harga minuman berkisar dari 3 ribu - 10 ribu dan makanan dari 7 ribu - 20 ribu (untuk lasagna dan chicken cordon blue yang paling mahal), kafe ini boleh dijadikan pilihan untuk kamu yang mau nyantai sore, dengan suasana adem dan semilir-semilirnya angin daerah Dago Atas, Bandung.

Warung Ngebul

Simpang Dago Atas
sebelum belokan Jln. Tubagus Ismail
 
Recommended Dish(es):  Es Krim Kebanjur Kopi Panas
 
Date of Visit: Jun 02, 2011 

Spending per head: Approximately Rp15000(Tea)

Other Ratings:
Rasa
 2  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 1

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0