1
1
0
Nomor Telepon.
(0361) 972085
081236076640
Jam Buka
Mon. -Sun. : 11:00-23:00
Metode Pembayaran
Visa Master Tunai / Cash Kartu Debit
Info Lainnya
Layanan Pesan Antar
Wi-Fi
Tempat Duduk Di Luar
Area Parkir
Reservasi
Pajak Penjualan
Service Charge
Buka Hingga Larut Malam
Makananan Rekomendasi
Cold Brew Walk of Shame Burgor Slipers
Ulasan (2)
Level3 2016-02-29
47 Lihat
Salah satu coffee shop yang selalu dipuja di area Ubud adalah Seniman Coffee. Jadi, saya berangkat ke Ubud untuk menikmati secangkir kopi asyik dan pekat buatan mereka. Yang saya suka dari Seniman adalah karena mereka sangat kreatif, sekarang mereka bahkan menjual sabun dari bahan campuran kopi dan dibentuk seperti bentuk biji kopi namun dalam ukuran besar. Suasana di sini juga cukup nyaman kalau sedang tidak terlalu ramai. Namun sayang sekali, beberapa mbak-mbak nya mulai gak ramah kalau melayani. Agak cuek dan seperti enggak terlalu butuh customer, atau mungkin hanya perasaan saya saja? Akhirnya secangkir kopi saya diantarkan dengan papan seperti congklak yang unyu ini. Picollo ini rasanya enak dan cukup light, ada beberapa tempat yang membuat Picollo nya dark, dan di Seniman sih enggak yah, so saya suka-suka aja tuh.  Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Bertandang ke kawasan Ubud untuk melihat lokasi wedding photoshoot klien, akhirnya saya dan teman saya menyempatkan diri ke Seniman Coffee. Saya sudah sering sekali mendengar nama tempat ini sebagai salah satu coffee shop teranyar di Ubud. Begitu tiba di lokasi, teman saya menjelaskan bahwa Seniman Coffee terbagi menjadi dua area, letaknya berseberangan. Sisi yang satu menyajikan coffee yang hot dan lengkap dengan cara pembuatan yang diperlihatkan oleh sang baristanya. Biasanya di lokasi itu juga ada workshop coffee-maker. Begitu masuk ke sisi ini, saya bisa merasakan atmosphere ala-ala bar dengan dentuman musik yang asyik dan area tempat duduk yang ramai. Karena saya tidak merasa terlalu nyaman dengan suasananya, jadi lah kami berpindah ke sisi yang di seberang, yaitu sisi Cold Brew. Di sini lebih menenangkan dan laid-back. Kursi yang tersedia pun tidak terlalu banyak, sehingga tidak terlalu ramai sesak.Saya memesan Espresso Granito, dan teman saya memesan Milk Chocolate. Sembari menunggu pesanan, saya melihat-lihat cake yang dipajang di lemari kacanya, cukup menggiurkan, namun saya sedang tidak mood untuk ber-cake ria siang itu. Lalu ada juga beberapa cokelat bungkus yang menarik perhatian saya karena bungkusnya sangat artsy dan unik, ternyata itu adalah cokelat Pipiltin yang merupakan bagian dari Pipiltin Cocoa di Jakarta.Suasana di sini lebih menyenangkan buat saya, langsung menghadap jendela tanpa kaca dan melihat bunga alami yang tumbuh menjalar dari atap. Di sisi kiri tempat duduk saya ad arak yang memajang semua koleksi bijih kopi, sangat lengkap! Begitu pesanan kami datang, disajikan dengan nampan gelas yang unik dan diberikan kue pisang dalam setiap nampan. Saya suka kue pisangnya, enak, lembut dan manis! Espresso milik saya super pahit (sepertinya saya salah menafsirkan, saya piker itu es krim, ternyata bukan). Milk Chocolate punya teman saya enak dan dingin menyegarkan! Setiap minuman kami dibanderol dengan harga kisaran 35.000 – 40.000 IDR.Definitely I will come back here again to try their cookies. Oh, dan di sela-sela kami mengobrol, sang pemilik datang dan dengan ramah memberikan kami tester dried food. Buah jeruk dengan kulitnya yang dikeringkan, lembaran dried food kombinasi stroberi & yogurt, nanas, dan lainnya. Saya sih suka yang jeruk dan nanas, segeeeeer! Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)