26
6
1
Level1
1
0
2013-04-07 200 Lihat
Hello hello OpenRicers! Saya newbie di sini, dan berhubungan saya udah pernah makan beberapa kali di Bebek Bengil, saya jadi bisa nge-review restoran tersebut. Hehehe....Siapa sih yang gak tau Bebek Bengil? Hehe... mungkin cuma beberapa orang aja. Kenapa kok disebut "bebek bengil"? Di buku menunya ada. Pada suatu hari, saat pembangunan restoran ini udah hampir selesai, tiba-tiba ada bebek-bebek yang lewat di depan restoran ini (intinya begitulah). Maka itulah, si pemilik menamakan restoran ini D
Baca Ulasan Lengkap
Hello hello OpenRicers! Saya newbie di sini, dan berhubungan saya udah pernah makan beberapa kali di Bebek Bengil, saya jadi bisa nge-review restoran tersebut. Hehehe....

Siapa sih yang gak tau Bebek Bengil? Hehe... mungkin cuma beberapa orang aja. Kenapa kok disebut "bebek bengil"? Di buku menunya ada. Pada suatu hari, saat pembangunan restoran ini udah hampir selesai, tiba-tiba ada bebek-bebek yang lewat di depan restoran ini (intinya begitulah). Maka itulah, si pemilik menamakan restoran ini Dirty Duck Diner, atau biasa kita sebut Bebek Bengil.
Lingkungan tempat beradanya Bebek Bengil itu keren banget. Begitu masuk, kita akan disambut keberadaan rak buku yang diisi koran-koran berbahasa Inggris (maupun bahasa lainnya), terus ada juga koran-koran nasional. Di sebelah pintu masuk, ada toko buku yang merangkap toko mainan (keren banget, walaupun saya ga sempat beli disono). Tapi, kenapa saya bilang keren banget? Berhubung saya itu pecinta pemandangan indah, jadinya seneng gitu kalo lagi makan di sini. Soalnya, dimana-mana hijau, karena ada di pinggir sawah dan banyak tanaman (maklumlah, Ubud gitu). Tempat ini ideal buat foto-foto (banyak banget spot favorit para turis narsis di Bebek Bengil) buat para teman-teman yang narsis sekalian...


Kalo saya dan keluarga sih pesennya ya itu. Menu andalannya, bebek bengil. Nih menu terkenal banget, banyak banget yang memesan (termasuk turis-turis domestik maupun yang bukan). Semua pada minta 1 ekor, padahal udah tau kalo 1 ekor itu gede banget. Terus si mas-masnya yang nagih pesenan kayaknya menyadari ada "kejanggalan", terus bilang, "1 ekor itu bebeknya penuh lho Bu." Terus keluarga saya pada cengar-cengir sekalian, terus ganti aja 1/2 ekor bebek. Terus, datanglah menunya.

Kalau makan di Bebek Bengil, pasti ada buahnya. Karena, orang Bali itu suka makan pake buah. Kalo kesini, butuh dompet yang "tebel" dikit supaya bisa makan sepuasnya.
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Tanggal kunjungan
2012-12-30
Pembelanjaan per orang
Rp120000 (Makan Malam)
Makanan Rekomendasi
  • Bebek Bengil