8
2
3
Jam Buka
Mon. -Sun. : 12:00-22:00
Metode Pembayaran
Tunai / Cash
Jumlah Kursi
100
Info Lainnya
Layanan Pesan Antar
Area Parkir
Reservasi
Service Charge
Ulasan (13)
Level4 2015-08-14
335 Lihat
Dari awal pas dulu masih ada di depan unpad dipati ukur, masih di trotoar, entah kenapa steak ini rame gak abis abis. Dari awal buka sampe tutup rameee terus. Sampai akhirnya punya toko sendiri, yang gak jauh dari tempat dagangannya dulu (masih wilayah dipati ukur), steak ranjang masih aja tetep rame.Tempat makan ini punya tempat yang cukup luas untuk ukuran resto yang menyakin makanan dengan harga murah. Ada dua lantai, sehingga walaupun pelanggan membeludak, masih bisa nampung lah, kecuali peak hours kayak jam jam buka puasa bersama beberapa waktu lalu itu, sampe meluber ke jalan pelanggannya. Pelayannya banyak, tapi keliatannya sibuuuk banget.Saya pribadi kalau terlalu rame gak bakalan masuk, jadi kalau emang pengen ya mampirnya pas jam jam tanggung sekitar jam 2 siang. Bukan waktu makan siang, bukan waktu makan malam, dan bukan waktu nongkrong, relative sepi sih jam seginian.Untuk menu, namanya - namanya aneh, selimut, telanjang, menggelinjang, gak ngeh lagi deh. Tapi intina kalau selimut dibalut tepung, kalau telanjang gak dibalut tepung. Saus bisa pilih barbeque ataupun lada hitam. Minumannya pun aneh aneh namanya, kesini aja deh, pasti tertegun kalau baru baca menunya.Yang ini spaghetti tenderloin + extra cheeseSpaghetti dengan porsi yang besar, walaupun spaghettinya kematengan, tapi gakpapalah, mau sesempurna apa sih makanan yang disajikan untuk banyak banget pelanggan dan harga yang sangat terjangkau, jadi spaghetti overcook not a big problem, apalagi buat customer disini yang rata - rata merupakan mahasiswa. Disajikan dengan tenderloin “telanjang” dengan siraman saus barbeque. Saus barbequenya cukup banyak, hanya saja buat saya masih terlalu manis. Tapi sekali lagi, dengan harga yang ramah di kantong, dan diimbangi porsi yang besar, that’s not a big deal, Oh iya, kalau pake keju nambah ya, dan extra cheese itu bener2 banyak ngasih kejunya Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Jarang jarang saya dapat makan steak murah dengan porsi yang lumayan wah. Kalau saya kesini menu favorit saya adalah chiken hamil 3 bulan dan green teanya... tidak usah menunggu lama-lama... wualaaaa.... yummy... Memang agak susah mencari aksek tempat pakir di sini. Kalau bawa mobil, pikir-pikir dulu.. Tapi itu tidak menghalangi, demi makan enak apapun saya lakukan... Super.. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2014-10-21
174 Lihat
Steak, siapa yang kuat menahan godaan menu yang satu ini. Udah ga bisa nahan steak-nya saja ditambah ada yang telanjang. ooppss... nah kali ini saya makan di salah satu restoran yang menyajikan steak sebagai menu utamanya, restoran ini bernama steak ranjang. Bukan hanya namanya saja yang "nakal" tapi ternyata nama menunya pun diberi nama yang nakal-nakal pula, seperti Chicken, tenderloin dan sirloin telanjang yang maksudnya adalah tanpa tepung dan dipanggang. Ada juga Selimut, maksudnya adalah chicken, tenderloin atau sirloin yang dibalut tepung dan digoreng. Selain itu ada pula nasi dengan chicken, sirloin atau tenderloin yang dibanjur dengan saus pilihan.Karena penasaran saya pun mampir ke tempat ini. Suasananya cukup ramai, mulai dari anak sekolah, mahasiswa hingga keluarga banyak juga yang berkunjung ke sini. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau mulai dari 18.000 sampai 20.000an aja lho.Saya pun memesan menu tenderloin telanjang saus barbeque, menu yang jadi favorit disini. Rasanya ternyata memang enak dan yummie. Untuk ukuran steak seharga 18.000an ini rekomended banget. Dagingnya empuk dan bumbunya juga enak. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level1 2014-08-31
125 Lihat
Pas banget kemarin gue dan temen-temen gue jalan ke Bandung. Dan Steak Ranjang ini cukup terkenal dan menjadi salah satu restoran yang direkomendasikan kalo lagi di Bandung. Gue yang bukan warga Bandung ini pun datang dari kota tetangga untuk mencobanya. Sempet susah sih nyarinya, karena gue kesana hari Sabtu sore dan jalanan cukup padat saat itu. Letaknya agak tersamar diantara distro dan tempat makan disepanjang Jalan Dipatiukur itu. Pas masuk restorannya udah lumayan ramai. Kami sempat kebingungan untuk mencari duduk karena kami berenam. Mas-masnya terlihat bergerombol di meja kasir. Kemudian saat mas-masnya ngeliat kami, kami langsung disarankan untuk ke lantai dua. Di dekat tangga ada meja khusus yang bertuliskan untuk jomblo. Agak gimana gitu ya, tapi lucu sihTempatnya ini semacam ruko jadi pas ke lantai atas terlihat malah seperti rooftop yang disulap gitu deh. Lebih adem sih dan terlihat lebih terang daripada dibawah. Melihat menu pun kami tertarik dengan menu yang lucu-lucu dan harganya yang tergolong murah. Gue pun memesan Tenderloin dengan Brown Sauce ditambah ekstra keju. Karena ga suka pedes, gue pesen yang ga pake level. Ga perlu lama-lama, steak gue datang. Masnya bilang brown sauce itu semacam mushroom sauce tapi pas gue coba gaada mushroom-mushroomnya pisan. Malah rasa sausnya manis. Gue pun jadi kurang berselera. Untuk dagingnya sih biasa aja, masih gampang untuk dipotong juga. Kentangnya juga lumayan hanya saja steak ini kurang panas. Jadi rasanya agak aneh memakannya di suhu ruang gitu. Bener-bener di bawah ekspektasi gue. Kecewa udah dateng jauh-jauhWalaupun sebenernya not bad sih kalau melihat harganya, mungkin guenya juga yang salah pesen menu disini. Tapi seengaknya gue udah ga penasaran lagi. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level1 2014-03-01
421 Lihat
saya udah 4 kali kesini, karena dulu awalnya nyoba penasaran koq ini tempat rame banget. waktu pertama kesini yang bikin kaget karena nama2 produk di menunya unik banget sampe senyum2 sendiri ngebacanya dan harganya itu yang murah banget jadi cocok dengan mahasiswatapi terakhir kesini kualitas pasti beda, dari kunjungan pertama, kedua sampai ke empat. yang tadinya dagingnya empuk dan kentangnya banyak sekarang dagingnya alot dan kentangnya dikurangin. waktu itu saya pesen yang terderloin. dagingnya juga gak utuh, kalo gak salah dulu saya dapet yang utuh. di tempat makan ini yang saya suka pelayannya cepet banget, gak sampe 10 menit makanan langsung disajikan. tapi tolong untuk menjaga kualitas produknya karena terakhir saya kecewa banget yang tadinya saya pertama makan ini enak banget dengan harga murah tapi sekarang harga udah naik tapi koq kualitas jadi menurun Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)