2
0
0
Nomor Telepon.
(022) 8253090
Baik untuk
Kumpul Keluarga
Jam Buka
Mon - Fri 11:00 - 22:00; Sat - Sun 11:00 - 23:00
Metode Pembayaran
Tunai / Cash
Info Lainnya
Area Parkir
Buka Hingga Larut Malam
Website Restoran
http://www.takigawaresto.com
Ulasan (2)
Level4 2013-04-01
285 Lihat
Halo Open Ricers,Rasanya tidak berlebihan jika aku sampai mengatakan, kalau ke Bandung jangan lupa mampir ke kawasan Dago. Karena di Kawasan Dago ada sebuah Resto yang unik. Koq unik, iya karena restonya berada di ketinggian yang lumayan. Keren kan bisa makan di atas daerah perbukitan dago dan restonya ada diatas menara Ketika sampai di lokasi aku langsung naik lift menuju Resto yang berada menjulang di atas menara. Wow itulah decak kagum ketika aku berada di ruang makan restonya, karena aku bisa melihat pemandangan kota Bandung dari ketinggian restonya.Pelayan nya juga sangat ramah melayani aku yang baru pertama kali makan di tempat ini. Pelayanannya juga sangat cepat. meskipun resto sedang ramai2nyaPaket Chicken Katsu.Nasi putih dalam mangkok dihidangkan dengan menu 2 pcs Chicken katsu goreng. Kelihatan sangat menarik untuk perutku yang sedang lapar2nya.Nasi putih pulen yang diberi taburan butiran sesame, menjadi enak sekali ketika dimakan berbarengan dengan gorengan chicken katsu yang renyah. Makannya dengan sambalnya yang agak asam2. Nikmat sekali makan ditengah semilir kawasan dago Bandung yang sejuk. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2013-02-07
236 Lihat
Memanjakan perut dan mata di daerah Bandung paling nyaman memang di daerah perbukitan atas seperti Dago Atas atau Dago Pakar. Nggak heran setiap bulannya pasti ada saja restoran atau kafe baru yang menjual tidak hanya menu-menunya tapi juga view Bandung yang cantik dari ketinggian di siang ataupun malam hari. Takigawa MeatBar In the Sky mencoba peruntungannya kali ini membawa para pecinta kuliner menikmati masakan Jepang dari ketinggian lima lantai sebuah restoran di Bukit Pakar Timur. Takigawa sendiri sudah tersohor di kota-kota besar sebagai salah satu resto Jepang middle to high class yang salah satu pemiliknya seorang penyanyi Dangdut terkenal di Indonesia. Lepas dari itu, di Bandung ini Takigawa mencoba memanjakan perut pecinta kuliner yang tidak suka masakan Jepang dengan menghadirkan konsep Meatbar dengan menu-menu Western, seperti aneka steak, salad, dan pasta.Restorannya sendiri terbilang cukup modern dengan tiga area indoor, outdoor dan relax. Memakai nuansa hitam dan kayu jati pada furniture dan interiornya, Takigawa MeatBar in the Sky menambahkan kesan romantis dengan meletakkan helaian-helaian kain putih menggantung di langit-langit selayaknya sebuah tenda pernikahan. Arsitektur bangunannya yang di dominasi dengan kaca juga makin membuat restoran ini terlihat simply luxury. Ditambah dengan lampu-lampu hias yang berkelip cantik dimalam hari dan pemandangan citylight Bandung yang bak bintang bertaburan, membuat setiap orang merasakan seolah dining in the sky.Begitu juga yang saya rasakan malam itu, ditambah dengan pasangan disamping saya, restoran ini simpelnya memang cocok untuk yang berpasangan. Masakan Jepang menjadi pilihan utama karena saya justru bosan dengan menu Western. Saya merasa tidak pernah bosan dengan menu sushi karena selalu ada variasi sushi yang berbeda dari setiap restoran.Seperti Cuttlefish Hot Roll, sushi yang tidak menggunakan nasi dan nori sebagai roll ini mengantinya dengan cuttlefish dengan filing salmon, scallop, tobiko, dan cheese roll. Daging cuttlefish-nya begitu segar dan empuk, serta tidak amis begitu juga dengan salmon dan scallop-nya. But the super hint yang awalnya membuat saya kaget pas menggigit roll ini adalah rasa asin manis ditengah-tengah rasa anyir aneka seafood itu adalah si keju batangan! Teksturnya yang agak keras namun kemudian lumer dimulut saya membuat roll ini terasa sempurna!Volcano juga tidak kalah uniknya, bukan saja bentuknya yang tidak seperti roll pada umumnya, tapi juga karena bentuknya pipih dan potongannya besar sekali! Salmon, scallop, crabstick, prawn, carrot, dan tobiko yang berkilau bagai mutiara di bagian atasnya disiram dengan saus special Takigawa membuat sushi ini juga jadi juara buat saya. Kurangnya hanya ukurannya yang terlalu besar sehingga butuh dua kali suapan ke mulut saya hehe…Sayangnya, Takigawa Roll yang sudah menjadi signature disini tidak terlalu cocok dengan selera saya. Meskipun fusion-nya berupa salmon, scallop, crabstick dengan saus special Takigawa dan ditaburi tobiko dan duck liver pate, saya merasa sushi-nya agak amis dan sedikit eneg mungkin karena hati angsanya ya. Anyway this still okay on my stomach.Terakhir, penutup yang tidak pernah saya tinggalkan adalah sashimi. Salmon Carpaccio, potongan salmon segar disajikan dengan vinegar sauce dan taburan telur salmon ini benar-benar fresh dan juicy dagingnya. Very well done!Sebagai pelengkap makan, segelas Fruit Punch (Jus jeruk limo, nanas, jeruk dan jambu klutuk) dan Strawberry Juice yang memberikan sensasi asam manis selalu berhasil menetralkan perut saya setelah makan raw food seperti sushi.Soal harga memang harus merogok kocek lebih dalam untuk aneka fusion sushi, sashimi danmenu besar lainnya kecuali aneka nigiri sushi. Range-nya sekitar Rp45.000 – 80.000 per plate atau untuk sushi per plate 4/6/8 roll. Sedangkan untuk nigiri yang rata-rata per plate-nya 2 roll bisa dicicipi mulai dari Rp20.000 – 25.000 saja. Sementara untuk menu di Meatbar saya memperhatikan range harganya sekitar Rp45.000 – 150.000. Untuk minuman cukup merogoh kantong sekitar Rp19.000 -25.000 saja.Dengan pelayanan yang cepat dan ramah plus suasana Bandung yang sejuk dan semakin cantik serta romantis di malam hari, saya merekomendasikan tempat ini untuk pecinta kuliner yang rindu suasana Bandung yang romantis dengan gemerlap citylight namun tetap nyaman untuk berleyeh-leyeh bersama keluarga atau pasangan.Adios! Salam penikmat citylight dan makan enak! Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)