3
1
0
Baik untuk
Kencan / Berpasangan
Hang Out
Jam Buka
Mon.-Sun. 10:00-22:00
Metode Pembayaran
Tunai / Cash
Info Lainnya
Area Parkir
Ulasan (4)
Level2 2013-11-23
116 Lihat
Ini dia tempat makan steak yang baru buka di Tubagus Ismail. Lokasinya di pinggir jalan utama, sebelum Sumo Ramen. Tempatnya emang kecil dan agak nyempil, tapi selalu rame setiap saya lewat situ.Setelah berkali-kali lewatin Urban Steak, akhirnya dua hari lalu saya kesampaian buat makan disana. Alasannya? Pengen makan enak tapi murah dan berbekal keyakinan bahwa Urban Steak ramah dengan kantong mahasiswa kayak saya, saya pun makan disana.Menu yang saya pesan cuma satu, yaitu Steak with Pasta (kalo nggak salah namanya ini). Isinya simpel, steak tenderloin yang disiram saus dan disajikan bersama spaghetti dengan campuran cabe rawit (mirip aglio olio). Begitu datang, porsinya nggak sekecil yang saya kira, standar lah. Dan harganya 20ribu saja Btw, pelayanannya ramah dan cepet, mungkin karena waktu itu saya satu-satunya tamu yang dateng kali ya haha.Steaknya, lagi-lagi diluar dugaan saya, ternyata juicy dan empuk banget walau emang agak tipis. Enak lah. Oh ya, saus yang saya pilih adalah mushroom. Pas ditawarin mas-masnya sih ada juga Blackpepper dan.. Rendang (ini nggak tau salah denger apa gimana). Mushroom sauce-nya sih nggak terlalu berasa, potongan mushroom-nya juga keciiil banget dan sedikit, tapi gapapa lah. Spaghetti-nya sendiri lumayan enak, oily, beneran kayak aglio olio tapi dominan rasa cabe rawit (kalo aglio olio kan bawang putihnya juga dominan). Sayaaang banget spaghetti-nya banyak yang kepotong-potong, jadi susah dimakan pake garpu entah sengaja dipotong-potong atau emang dari sananya begitu.Overall, walau baru nyoba satu menu dan baru pertama kali kesana, Urban Steak bisa dijadikan pilihan kalo mau makan steak tapi keuangan terbatas (baca: nggak tau diri kayak saya ). Buat ukuran steak murah emang masih lebih murah Waroeng Steak, Steak n Shake, Obonk dll, tapi jelas kelasnya juga beda. Di Urban Steak ini harga steaknya beragam, ada yang belasan ribu, 20an, 30an, yang diatas 50an juga ada kalo nggak salah. Steaknya nggak cuma tenderloin-sirloin, ada wagyu dan salmon juga. Menunya selain steak pun ada pasta, side dish kayak kentang goreng, dan es krim Sundae. Minumannya kayaknya seger-seger kalo liat di gambar, tapi sayangnya nggak ada minuman yang berbau coklat favorit saya Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2013-10-17
80 Lihat
Hai openricers Siapa yang suka wagyu? Kali ini saya akan ajak openricers untuk makan wagyu namun yang cocok di kantong mahasiswa, yaitu wagyu steak yg ada di Urban SteakTempatnya cukup strategis dan cukup mudah ditemui, yap, masih di jalan tubagus ismail, sekitaran dago situ lah >.<Cukup luas untuk menampung pelanggan yg datang, sederhana, namun bersih Pelayanan cukup baik dan ramah. Serving makanan juga tidak memakan waktu yang lama Ada wagyu steak Wagyu steak disini cukup murah loh, under 100k Karna dasar dari daging wagyu itu enak jadi pas masuk dimulut emang enak, empuk, apalagi disini potongan wagyunya cukup tebal, sehingga sensasi saat ngunyah wagyunya berasa "ini baru daging"Barbeque sauce nya emang agak encer, tapi gak terlalu masalah, tingkat sedap dari sauce nya pas dan mix sama daging wagyunyaMakin komplit karna disajikan bersama sayur2an yang cukup banyak dan potongan kentang yg bikin makin kenyang Wanna come back? Yes Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2013-05-29
38 Lihat
Dengan semakin banyaknya steak yang bertebaran dipinggir jalan, maka para penjualnya semakin meningkatkan cita rasa makanannya. Seperti urban steak yang berada diJl tubagus ismail ini. hampir setiap malam urban steak ini dipenuhi para pelanggan yang kebanyakan mahasiswa dan mahasiswi. Yah walaupun saya sudah bukan mahasiswa tetapi urban steak ini bisa menjadi pilihan tepat dikala kantong menipis.Lokasi berada dipinggir jalan raya tubagus ismail yang diperlengkapi oleh meja dan kursi. Tingkat kebersihannya standar saja sih, mirip dengan yang lainnya. penataan tempatnya tergolong baik karena terlihat rapi dan teratur. Para pelayannya cukup baik, mereka lebih mengandalakan kecepatan menyajikan hidangan steak dan cita rasa makanannya.Menu steak yang saya coba adalah sirloin steak dengan pilihan blackpepper sauce. Ukuran steaknya lumayan besar untuk harga yang sekitar belasan ribu doank. Ketebalan steak cukup serta tingkat kematangan yang baik pula. Tekstur dagingnya terasa empuk, tidak liat, serta bumbunya menyerap kedalam serat dagingnya. Saus blackpeppernya terasa pedas dan lezat menemani steak pesanan saya. Untuk pelengkapnya di beri kentang goreng serta potongan sayur buncis dan wortel. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2013-05-01
54 Lihat
Pengen makan steak enak tapi malas dandan ke mal, nyari parkir, hingga bayar makanan mahal dengan pajak yang menggila? Hehehe, now worries lagi Open Ricers. Nih, ada tempat makan baru di daerah Bandung, tepatnya di Jalan Tubagus Ismail yang menyajikan berbagai menu steak enak dengan harga terjangkau. Namanya Urban Steak. Urban Steak ini letaknya persis di sebelah Sumo Ramen. Kalau kalian ngeh, dulu warung ini ditempati oleh Beurgeur yang kini posisinya udah pindah ke seberang. Suasananya yang tadinya berwarna hijau dan oranye kini disulap menjadi lebih country dengan meja bertaplak kotak-kotak, hiasan dinding berupa tulisan "Keep Calm & Eat Steak", blackboard yang digambar dan ditulisi menu-menu Urban Steak, plus sebuah partisi yang memisahkan antara tempat pembeli dengan dapur. Karena posisinya persis di pinggir jalan, jadi tempat parkirnya sedikit. Tapi, kayaknya itu nggak jadi masalah karena steaknya cepet banget habis saking enak dan murahnya. Harganya memang agak sedikit lebih mahal daripada steak-steak ala pinggir jalan lain macam Steak Ranjang, Steak & Shake, atau Obonk. Tapi, itu wajar mengingat porsi makanannya yang cukup memuaskan dengan pilihan berbagai macam saus (barbeque, mushroom, dan blackpepper). Tidak hanya itu, kentang dan sayuran rebusnya juga cukup banyak. Selain menu steak biasa, di sini juga ada steak burger dan okenya lagi ada wagyu yang tidak sampai menyentuh angka Rp100.000. Ada pula pasta yang dijual mulai dari harga Rp10.000. Untuk minumnya, mereka ada rekomendasi tiga minuman khas mereka yaitu lemonade, mint breeze, dan strawberry. Jadi, kisaran harga di sini mulai dari Rp8.000-Rp90.000.Pas saya datang ke sana, sebagian makanan sudah habis sehingga saya dan pacar jadi sibuk pilih-pilih menu. Akhirnya, saya pesan urban steak sirloin, sementara pacar pesan steak hiji centang dua (penasaran maksud dari namanya). Pesanan saya datang tidak lama kemudian. Untuk harga Rp18.000, ukuran steaknya boleh juga. Agak besar dan lebih tebal dari steak-steak pinggir jalan lainnya. Kentangnya juga bukan kentang goreng yang kurus-kurus tapi agak tebal. Sementara itu, pesanan pacar berupa dua potong daging yang ukurannya sama lebarnya seperti steak punya saya. Hmm, menggoda selera banget ngeliatnya. Sebagai minuman, kami mencoba Urban Lemonade yang disajikan dalam toples imut dengan tambahan beberapa potongan jeruk, seperti sunkist, lemon, dan lain-lain. Rasanya asam-manis menyegarkan. Two thumbs up buat Urban Steak dan wajib banget dicoba. Oh ya, untuk cemilannya kami coba chicken wing karena kebetulan saya dan pacar suka. Tapi, untuk yang satu ini kami tidak bisa acungi jempol. Saos barbequenya enak, tapi terlalu encer. Terus, daging ayamnya juga terasa hambar di dalam karena bumbunya tidak menyerap sampai ke dalam ayam. Sayang banget Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)