0
1
0
Level4
2013-12-14 161 Lihat
Setiap kali lewat daerah Dipati Ukur, khususnya di depan Tugu, saya selalu lihat sebuah warung tenda yang namanya Telor Bakar. Beberapa kali lewat, penasaran juga. Maksudnya telor bakar apa sih? Akhirnya, suatu malam saya putuskan untuk mencoba. Letaknya di pinggir jalan dan tepat berseberangan dengan Universitas Padjadjaran. Lebih tepatnya lagi ada di tempat ngetem-nya Bis Damri yang mau ke Jatinangor. Ukuran warungnya sih nggak terlalu besar. Di bagian depan ada gambar evolusi manusia dari see
Baca Ulasan Lengkap
Setiap kali lewat daerah Dipati Ukur, khususnya di depan Tugu, saya selalu lihat sebuah warung tenda yang namanya Telor Bakar. Beberapa kali lewat, penasaran juga. Maksudnya telor bakar apa sih? Akhirnya, suatu malam saya putuskan untuk mencoba.

Letaknya di pinggir jalan dan tepat berseberangan dengan Universitas Padjadjaran. Lebih tepatnya lagi ada di tempat ngetem-nya Bis Damri yang mau ke Jatinangor. Ukuran warungnya sih nggak terlalu besar. Di bagian depan ada gambar evolusi manusia dari seekor kera hingga akhirnya berubah menjadi cowok. Sebenarnya, agak nggak nyambung juga sih gambar dengan konsep warung tendanya, tapi ya sudahlah yaaa
.

Untuk menu sendiri, nggak begitu banyak variasinya. Tapi, yang agak unik di sini adalah nama-nama menunya yang catchy abis dan bikin kita ketawa bacanya. Ada air laut keruh untuk nyebut es teh manis, air muara untuk lemon tea, air danau hitam untuk cokelat, air sungai untuk teh tarik, dan air surga untuk air mineral. Kalau menu utamanya yang telor bakar dibagi sesuai dengan jaman prasejarah kayak palaeolitikum (isi kol), mesolithikum (sosis), neolithikum (bakso), dan megalithikum (bakso & sosis). Harga menunya sendiri dimulai dari Rp4.000-Rp6.000. Untuk tambahan nasi yang disebut gumpal batu tinggal tambah harga Rp3.000.
47 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Ketika hidangan datang, saya dan pacar cuma bisa saling berpandangan. Ternyata, yang dimaksud dengan telor bakar itu hanya telor dadar yang digoreng kemudian dibakar hingga agak kehitaman. Saya sendiri pesan yang megalithikum. Tapi, isian bakso dan sosisnya terasa sedikit. Malah untuk baksonya sama sekali tidak kelihatan. Untuk rasa sih so-so aja, masih lebih enak telur dadar yang saya buat sendiri malah. Agak mengecewakan sih sebenarnya, tapi lumayan mengenyangkanlah untuk malam itu.
28 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Kalau untuk ayam bakar yang dipesan si pacar, rasanya agak lumayan nih. Ayamnya ukurannya standar, tapi bumbunya meresap ke bagian dalam sehingga terasa enak. Dagingnya juga empuk pas digigit. Sambalnya sendiri cukup pedas meski nggak sampai pedas berlebihan, sayang cuma dikasih sedikit dan kalau terasa kurang kita harus minta lagi.
32 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Oh ya, yang agak mengecewakan adalah kayaknya yang jualan nggak prepare sehingga kami harus menunggu agak lama karena mereka harus membeli nasi dulu. @_@
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Tanggal kunjungan
2013-11-21