The Immigrant Dining Room
2014-06-16
New Place to Dine and Chill

Selama dua bulan, Immigrant menutup pintunya untuk berbenah diri. Pada awal April lalu, ia kembali hadir dengan tampilan baru yang berhasil membuat Martin Johnindra terkesima.

Momen saat pertama kali datang ke Immigrant beberapa tahun silam kala resmi dibuka masih lekat di ingatan. Nuansa industrial layaknya setting film berlatar tahun 1920an sungguh terasa di setiap sisinya. Sejak itu, club sekaligus restoran ini senantiasa ramai pengunjung yang ingin menikmati permainan para DJ kelas dunia maupun menyantap hidangan olahan khas Immigrant.

Seiring perjalanan waktu, Immigrant memutuskan berbenah diri. Renovasi besar-besaran untuk penyegaran pun dilakukan selama dua bulan. Kini, Immigrant kembali hadir dengan terlebih dahulu bagian restorannya yang diberi nama The Immigrant Dining Room.

The Immigrant Dining Room Plaza Indonesia Lantai 6 Jln. M. H. Thamrin, Jakarta Pusat Telp. (021) 2992 4125 Buka: Senin – Kamis : 11.00 – 01.00; Jumat – Sabtu : 11.00 – 02.00

Saat memasukinya kembali pasca renovasi, saya dibuat terkesima. Perubahan yang ada begitu nyata. Restoran dan club yang dulunya menyatu tanpa sekat yang jelas kini telah berubah. Dining Room ini ternyata benar-benar terpisah dari club yang kelak dibuka pasca Lebaran nanti.

Interiornya yang tetap mengusung nuansa era 1920an kini lebih segar. Dining Room ini memang tak terlampau luas, namun justru menghadirkan kehangatan dibanding yang dahulu. Jendela-jendela besar berlatar tanaman sekaligus gedung-pencakar langit di Thamrin menjadi penghias yang sempurna.

Cukuplah saya membicarakan perubahan interiornya. Lalu, bagaimana dengan makanannya? Mari telusuri bersama.

Sebagai pembuka adalah Forest Mushrooms Soup. Seperti namanya, sup ini terbuat dari berbagai macam jamur. Portobello, porcini, button, hingga black truffle ada di dalamnya. Menu ini tepat dipilih sebagai pembuka. Cita rasanya pas dan teksturnya tidak terlampu kental juga encer.

Menu berikut yang tiba di meja adalah Tea-Smoked Salmon Omelete. Seperti diutarakan oleh Cynthia, perwakilan dari Immigrant, menu ini merupakan olahan baru yang kerap dicari. Ternyata, ia benar adanya. Omelete satu ini begitu unik tekturnya. Saat disantap terasa begitu lembut sekaligus renyah di mulut. Perpaduan garlic dan mushroom-nya membuat hidangan ini semakin nikmat.

Tak lama kemudian, munculah Iga Bakar Bumbu Bali. Walaupun bukan menu baru, tapi ini adalah salah satu andalan Immigrant yang selalu dipesan. Dua iga sapi besar diolah dengan metode khusus selama 48 jam dengan bumbu khas Pulau Dewata. Jujur, penampilannya saja sudah begitu menggoda. Berkat proses panjang dalam memasaknya, daging iganya pun terasa lembut. Bumbu yang kaya begitu meresap dalam dagingnya. Nasi putih hangat benar-benar teman yang pas kala menyantapnya.

Ok, lanjut ke hidangan selanjutnya. Semejak Immigrant hadir di Jakarta, pizza adalah salah satu sajian yang patut dicoba. Kreasinya cukup beragam, tergolong nikmat, dan bisa menjadi sajian kala ngumpul dengan kerabat. Saat itu, saya mencicipi Mexicana Pizza. Menu ini memiliki beberapa topping, antara lain chili beef con carne, bell peppers, guacamole, eshallots, coriander, dan mozzarella. Tekstur pizza-nya tipis, lembut, namun tetap crunchy saat dinikmati.

Sesi makan berat akhirnya usai. Selanjutnya adalah saatnya menyantap dessert . Pilihan jatuh ke Varlhona Dark Chocolate dan Bread and Butter Pudding. Keduanya menjadi pemanis yang sempurna. Oh ya, koleksi cocktail terbaru yag unik, seperti Peeping B*tch, dapat pula menutup acara santap menyantap.

Sumber: AreaMagz.com

Dapatkan info panduan restoran dan kuliner terlengkap di Indonesia hanya di OpenRice.com, Asia’s Premier Dining Guide.

Tempat makan enak di Jakarta yang harus kamu datangi
Kata Kunci
immigrant dining room
forest mushrooms soup
OpenRice Editor
Artikel Terkait
Serunya Gathering OpenRice Nyoba Yoforia Di Bandung
2017-01-26
Informasi Restoran