13
6
0
Nomor Telepon.
(021) 6915531
Pengenalan
Since its 1993 two-year restoration, Cafe Batavia's authentic decor, celebrity visitors, fun parties and find food have become worl famous. The Cafe is housed in an early 19th two-storey building, the second oldest on historic Fatahillah Square. Over the years it has served variously as a residence, warehouse, office and more recently, as a coffe shop and art gallery. Lanjutkan Membaca
Baik untuk
Kumpul Keluarga
Jam Buka
Mon - Fri 08:00 - 01:00; Sat - Sun 07:00 - 02:00
Metode Pembayaran
Visa Master AMEX Tunai / Cash
Jumlah Kursi
200
Info Lainnya
Minuman Beralkohol
Layanan Pesan Antar
Area Parkir
Reservasi
Pajak Penjualan
Service Charge
Ruangan VIP
Buka Hingga Larut Malam
Website Restoran
http://www.cafebatavia.com
Makananan Rekomendasi
Chinese Food European
Ulasan (19)
Level4 2015-12-21
259 Lihat
Hello Openricers.. Whooaa.. It's been a long time since my last post here.. Now catch out my comeback guys Oke, banyak utang tulisan nih saya hehe.. tapi ijinkan saya di posting pertama sejak beberapa saat ini, saya akan meninjau *bahasa Indonesianya review hehe.. sebuah restoran di bilangan Kota Tua Batavia, Jakarta Barat, CAFE BATAVIA.Menurut info yang berhasil dikumpulkan *macem detektip konan.. Resto bergaya tempo doeloe ini merupakan bangunan tertua setelah bangunan utama di daerah nan ciamik bergaya kolonialisme Belanda ini setelah Museum Fataillah. Dengan umur 200 tahun, sejarah panjang bangunan inipun bisa ditelisik dari bentuknya yang antik bingit. Sebelum jadi restopun, bangunan ini telah beberapa kali berubah fungsi mulai dari kantor hingga gudang.Oke, masuk ke pokok bahasan nih. Saya berkunjung bersama si pacar setelah sepanjang siang refoot poto2 ke tiap sudut Taman Fataillah. Ya tentu bukan poto2 kita yang kita pajang disini ya tapi si Cafe Batavia hehe. Ketika masuk kedalam resto, wow! kamu semua akan dibawa ke jaman kejayaan Belanda di Nusantara terutama di Batavia. Lantai satu setting lokasi dibuat seperti bar. Karena tujuan kita untuk makan tentu lantai ini kita skip ya meskipun tetap cool untuk poto2 dimari. Lantai 2 pun dihubungkan dengan tangga kayu tebal yang antik banget. Rasanya kayak nyonye dan tuan Belande deh kite makan disini hehe. Then, sampailah kita di lantai atas setelah melewati semacam 'wall of fame' dengan foto2 jadoel yang disusun dengan ciamik. great touch!  Saran nih, jika memungkinkan, segeralah ambil seat di pinggir jendela2 gede ala bangunan Belande karena view-nya so lovely. I cant imagine so romantic it is when you and your spouse had dinner here. Mejanya ditata dengan lilin ditengahnya, lampunya temaram, mantep deh! Tapi meski kita makan siang hari tapi tetep romantis kok. Haha. Oya, suasana Belanda disini pun amat dibangun juga dengan pelayanan prima para pramusajinya yang berkostum ala nanny dan mesteer Belanda lho The food, okay this is the most important things rite? Kita pesen menu legendaris disini niih.. dengan harga sekitar Rp. 75K, hadirlah Nasi Meneer di meja kami :9 Mantep lho, ini nasi campur yang bener2 campur2 tapi komplit. Model penyajian kayak nasi campur bali dengan sate lilitnya. Komposisi komplit mulai dari lauk sampai sayuran. The taste is so indonesian! Saya deskripsikan kayak gitu aja karena emang ngena banget rasa Indonesianya hehe. Gurihnya manis dan asin disertai sambel yang menggigit. Sajian ini ditemani dengan sajian Asia lain tapi beda lokasi yaitu Dim Sum Rebus Hokao. Dengan harga Rp. 29K, penyajian yang hangat membuat dimsum ini pas menjadi kawan si Meneer. Ukurannya mungkin kurang gedean dikit ya hehe. Untuk minum kita pesen Es Teh Manis. Daftar makanan yang minimalis bukan? Emang! Namanya juga wisata kuliner hehe.*nb: sebelum kesini saya pribadi udah makan kok, dan kelar kesini keliling Kawasan Kota Tua, saya dan si pacar makan lagi kok. hehe..Berkunjung sambil mencicipi sekelumit rasa kolonial di sedikit daerah yang masih terjaga keasliannya membuat kita bersyukur akan kekayaan budaya kota dan negara tempat kita berdiri ini. Selain mengedukasi, agaknya kurang lengkap jika hal itu tidak kita lengkapi dengan sekedar mengisi perut dan mencicipi sajian dari era kolonial. Suasananya sangat oke, mungkin semakin malam semakin oke. Harga memang sedikit diatas namun hal itu setara dengan citarasa makanan dan pengalamannya. Rekomendasi? Tentu kita sih YES! Dengan sajian makanan western dan asian, restoran yang satu ini benar2 cocok untuk kamu-kamu yang mau makan dengan dress bagus, makan besar bersama keluarga dan rekan, kencan dan tentunya kamu yang mau mencicipi sensasi rasa kolonial. Recommended!  Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level3 2013-09-25
1159 Lihat
Hai.. Hai.. I'm back.. setelah menghilang sekian lama dari pereviewan..Sebagai opening, mari mulai dari cafe di gedung yang usianya kl diukur versi manusia, udah setara dengan buyutnya buyut saya ini. Jadi ceritanya, di siang hari nan panas disaat musim lebaran kemaren, saya dan pacar iseng keliling kota tua, mau hunting foto ceritanya. selesai hunting *kecapean maksudnya* kita berasa laper ya.. celingak celinuguk nyari tukang makanan, adanya gerobakan, dan saya lg dihukum dokter gak boleh makan sembarangan *nasib *jadi dengan sedikit gambling *sama isi dompet* masuklah kita ke bangunan tua renta tapi masih menarik ini.begitu masuk bangunan dua lantai ini, lgsg disambut sama mbak2 cantik berbaju kebaya putih, dan ditanya brp orang dan smoking room ato non smoking. kita jawab non smoking, dan diantarlah ke lt. 2. *ini suer aneh, karena customer yg milih non smoking, dipaksa untuk menghirup si asap neraka ini sekian detik/menit.sekilas liat, lantai satu ini lebih "cafe", ada live music, tempat duduk sofa2, suasana temaram, tapi apa daya, gak kuat saya sama asap satu itu. Di lantai dua, suasana lebih "resto" terang, meja dgn ukuran variatif, ada yg 2, 4, 6, bahkan ada yg 10. jd lebih cocok buat keluarga. mejanya menggunakan taplak putih, dikasih kain batik lagi diatasnya. jd terasa indonesianya. diatas meja cuma ditaroin tempat garem n lada aja sih.setelah mesen, kita ditinggalin lumayan lama sih sama si waiter, 15-20 menit deh kayanya. jadi kita iseng2 foto2 sana sini deh pake kamera, tapi ada satu yg ganjel, di dalemnya sih oye, tp begitu nengok ke jendela, kog bentuknya gini ya? berasa agak2 jomplang..Setelah penantian yg cukup panjang, datanglah minuman kita.. dengan harga masing2 55rb (belum tax n service 21%)untuk rasa, enakan yg fatahillah punch, campuran jus (sari buah kotakan?) jambu, dll, lupa saya, tp 4 rasa deh. manis asem seger gimana gitu. kalo yg carribean, ada rasa pepayanya, jd "anyep" kalo menurut saya.Next, datanglah menu pilihan saya..untuk porsi, jgn percaya tampilan, ini kuenyanggg banget.. hahaha.. nasinya padet cetakannya, blm sekelilingnya, sate ayam dua tusuk, udang goreng tepung 2pc, ayam goreng lumayanlah, kerupuk udang. mantep deh.. rasanya jg lumayan kog, sebanding lah sama harganya yg 65rb (blm tax n service juga tentunya)dan terakhir, tibalah menu tambahan kita yang non halal ini.. dengan harga 79rb, porsi dan rasanya sangat2 worthed. dagingnya kering diluar, empuk didalem, sausnya jg manisnya pas. *aduh ngeces*kesimpulannya: worthed deh dengan harga segitu.. mahal tapi enak. hehe.. tapi2, mesti sabar2 ya ngadepin waiternya. karena pelayanannya lelet.. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2013-06-19
738 Lihat
Cafe batavia yang tempatnya ada didekat kawasan kota tua, restonya cukup bagus dan desain vintage tempatnya pun sangat mempertahankan atmosphere vintage nya dan walau terkesan kuno tapi resto ini sangat nyaman banget tempatnya dan cukup berkesan elegant sekali tempatnya dan makan di resto ini cukup merasa betah.Waktu saya makan di cafe betawi ini tempatnya pun sangat membuat saya merasakan suasana rilex dan cukup menikmati banget saat makan disini sambil makan asyik juga bisa menikmati suasana resto cafe batavia, jadi so seru banget deh nih tempat, walau ada kesan kuno tapi cool.Pengunjung yang makan di resto ini pada waktu saya datang tempatnya pun sedang cukup dalam keadaan ramai ketika itu. namun saya masih bisa merasakan kenyamanan saat makan disini, lalu menu yang saya pesan ketika itu :Nasi goreng yang saya pesan ketika makan di cafe batavia ini menggunakan cetakan nasi gorengnya dan porsi nya juga memiliki porsi sedang dan pada menu yang saya pesan ini terdapat dua tusuk sate ayamnya bersama dengan bumbu kacangnya dan ada juga udang goreng tepung, ayam goreng tepung dan kerupuk udang, emping, timun, tomat, dan sayur seladanya dan untuk rasa dari nasi goreng ini rasanya pun sangat nikmat dan enak sekali.Sop buntut yang ada di cafe batavia ini juga terasa nikmat dan lezat sekali, kuah sop buntut ini pun cukup berasa sekali kaldu sapinya dan dimakan bersama dengan nasi gorengnya jug sangat pas sekali dan daging buntutnya pun terasa sangat kenyal dan enak banget daging buntut sapinya. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level3 2013-03-08
587 Lihat
Mau ngafe di tempat yang authentic Belanda? OpenRicers langsung datang aja ke Cafe Batavia yang terletak di dekat Museum Fatahillah. Lokasinya sendiri pasti gampang di cari untuk Openricers yang pernah atau sering ke daerah kota. Kalau dari luar memang nggak terlalu kelihatan “wah” tapi kalau kalian masuk ke dalam, pasti langsung ngerasain suasana oldschool jaman dulu.Disini saya pesan Nasi goreng Batavia, dengan Long Island Ice Tea. Service nya cepat tanggap dan friendly ke customernya. Pilihan menunya sendiri memang sudah di kombinasikan dengan makanan Belanda. Jadi pasti OpenRicers akan merasa familiar dengan makanan-makanan disini :-D For me, this Nasi Goreng is really special. Disajikan dengan 2 tusuk sate ayam yang sangat crunchy dan empuk! Sepertinya di goreng sebelum di bakar. Lalu ada 2 potong udang goreng tepung yang super duper wooper enak. Tapi kenapa Cuma 2 potong , ada 1 potong ayam goreng juga sebagai pelengkap. Yang ini juga enak, ayamnya dada, tapi nggak keset dan alot saat di makan. Seperti makan bagian paha.Untuk minumannya sendiri, Long Island Ice Tea ini di rekomendasikan oleh bartendernya sebagai the best drink disana, jadi saya penasara untuk mencobanya. Ternyata memang enak, alcoholnya memang tidak terlalu berasa, tapi rasanya cukup strong untuk Long Island Ice Tea. Terdiri dari dua lantai, saya memilih duduk di area bawah karena ada live music nya dan juga lebih berasa suasana Belandanya. Kalau yang di atas lebih untuk dining area, karena interiornya simple tapi kelihatan meja dan kursi kayu yang di pakai sudah lumayan tua. Disini juga menyediakan wi-fi loh! untuk Openricers yang mau sembari ngerjain tugas, nge-date, atau ngumpul-ngumpul aja, tempat ini sih recommended banget. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2013-02-18
439 Lihat
cafe batavia, ini cafe dari dulu uda sering lewatin terutama pas maen ke kota tua buat hunting photo, sampe kemaren baru kesampean coba ini cafe batavia. letaknya ada di kota tua yang sekarang ini bebas kendaraan bermotor, dilihat dari bangunannya uda kelihatan kesan vintage dan elegant. begitu masuk aura vintage juga berasa, dilihat dari desain bangunan, dari lantainya juga, cafe batavia ini mempunyai 2 lantai, ada yang di lantai satu dan lantai dua, gw kemaren yang di atas lantai 2, dekornya banyak menggunakan unsur kayu-kayu baik dari lantai maupun pilarnya juga dari kayu, pada dinding juga ada frame-frame photo, lampu menggunakan lampu gantung pada ceiling, nyaman deh ini tempat buat nongkrong. fasilitas wifi juga ikut memanjakan pengunjung cafe batavia.disini gw pesan long island harganya 100rb (belum termasuk tax & service), tampilan minuman kaya diatas. long island jadi campuran tequila dengan tea trus tampilannya dipercantik dengan potongan buah jeruk nipis dan buah ceri pada atasnya. rasa ini minuman juga enak, kerasa alkoholnya strong bercampur rasa manis, cukup rekomen minuman cocktailnya, di bawah gw juga liat dapet penghargaan minumannya. bole dicoba ini minuman ama sobat openricers minum-minum lucu sambil nongkrong disini. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)