2
0
0
Jam Buka
Mon - Sun 10:00 - 22:00
Metode Pembayaran
Tunai / Cash
Ulasan (2)
Level3 2015-08-03
145 Lihat
Openricer kalau bicarain nostalgia tuh memang gak ada habisnya pasti akan terulang setelah beberapa tahun kemudian cerita itu pasti kembali lagi, begitu juga saya , sewaktu kecil paling sering diajak ortu untuk makan dan belanja di pancoran Kota , hampir setiap akhir minggu selalu pergi ke pasar Pancoran dan sekitarnya selain mencari makan juga membeli bahan makaan sebagai stock makanan dirumah. Karena jenis bahan makanan tidak terjual di daerah tempat saya tinggal, jadi mau gak mau harus beli disana pusatnya perlengkapan masakan chinese. Setelah selesai belanja biasanya kita mencari makanan dahulu disekitar pasar petak sembilan ini banyak sekali rumah makan termasuk yang deket Gloria, Lokasinya berada disamping banguan gloria yang sedang dibangun gedung baru walaupun sekarang masih bertahan, tapi tidak seramai dahulu, yang masih bertahan biasanya memang mempunyai tempat tinggal disana dan memang sudah mempunyai pelanggan setianya tidak hanya warga lokal tapi juga dari pelosok Jakarta bahkan banyak juga dari luar pulau Jawa.Tempat makan yang sering keluarga saya makan salah satunya Kari Lam ini, Makanan kari asal Medan ini masih bertahan sampai sekarang karena memang kari Lam ini enak bener dari dulu rasanya tetep sama walaupun sekarang dikelola anaknya, kari disini tidak terlalau kental tapi rasa kati dan rempahnya pas dimulut, kari Lam menyediakan dua jenis daging ada ayam kampung dan daging sapi berupa daging sengkel. Dimakan dengan bihun medan atau dengan nasi atau kita dapat meminta daging campur ayam dan daging sapi, sama enaknya bener ini bukan promosi , jujur kata hati.Dalam semangkuk kari bihun campur yang saya pesen berisi bihun daging ayam kampung yang dipotong cukup besar dan daging sengkel sapi yang empuk kenyel uratnyadan potongan darah dan kentang dengan kuah kari yang gurih ini , dulu saya makan tambah nasi, tapi sekarang cukup bihun gak kuat karena porsinya besar banget.Suasana dan service:Tempat makan ini buka dari pagi sampai menjelang sore aja , tapi kalau weekend tidak lebih dari jam 13.00 pasti ludes, tempatnya menempati seperti food court, tidak banyak pegawai yang melayani si engko nya sendiri yang melayani pesanan kita, untuk kebersihannya cukup bersih dan yang bikin betah disitu selain banyak cemilan suasanya seperti di film film silat jaman dulu maklum disini semua bangunan sudah dilindungi sebagai heritage kota Jakarta , sebagai china town nya Jakarta Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level1 2012-12-18
52 Lihat
Apa yang terlintas dipikiran Openricers kalau mendengar kata Kari?? pasti mengarah ke india atau daerah timur tengah. Lalu gimana kalau saya cerita tentang salah satu makanan favorit saya di pecinan adalah kari, ya namanya adalah kailam.Ada yang bilang karilam berbeda dengan kari atau karee tapi buat saya sama-sama bertabur rempah. oke, emang sih rempah di karilam berbeda dengan kari timur tengah soalnya bagi saya yang nggak suka rempah yang menyengat karilam ini cukup enteng dan masuk banget.Oh iya, Karilam yang dijual disini terdiri dari dua varian yaitu ayam dan sapi jadi bisa sedikit tenang lah ya makannya hehehe...Untuk varian ayam yang dipakai (tampaknya) adalah ayam kampung. Varian lain adalah karilam sapi, dagingnya berlimpah dan dikit banget gajih-nya bahkan tampaknya hampir semua daging.Hidup aja butuh pendamping makan karilam pun butuh pendamping saat dimakan (hallaaah) kenapa? alesannya cuma satu, biar kenyang! Pendamping ini adalah nasi dan misoa. Misoa itu semacam mie tapi tipis yah lebih besar dari bihun berbahan dasar terigu. Kalau makan pakai misoa karilam langsung disiram di atasnya dan disajikan di mangkok super besar sedangkan kalau disajikan dengan nasi maka karilam disajikan secara terpisah.Masalah harga? siap-siap merogoh kantong yah, karena satu porsi karilam dan pendampingnya harus ditebus dengan 23 ribu rupiah jadi siapin aja 25 ribu biar ada sisanya hehehe... tapi nih tips dari saya supaya sedikit ngirit adalah kalau kesana lebih baik berdua jangan sendiri jadi beli aja karilam satu porsi terus tinggal nambah nasi satu lagi deh hehehe.. soalnya ini porsinya seriusan gawat banget (saya aja makannya sampai capek ). Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)