1
0
0
Nomor Telepon.
081808374431
081323772128
Baik untuk
Kumpul Keluarga
Jam Buka
Mon.-Sun. 10:00-21:00
Metode Pembayaran
Tunai / Cash
Info Lainnya
Area Parkir
Ulasan (1)
Level4 2016-02-07
41 Lihat
Selamat sore jelang malam dari Djakarte abang mpok nyak babe ncang ncing! Kali ini saya mau menyelesaikan nih laporan dari kulineran yang telah lamaaa kami pendam yaitu Kedai Seni Djakarte.Suatu nama yang melekat dengan kekotatuaan Ibukota kite tercinte Jakarta. Terletak di kompleks wisata Kota Tua, sebuah bangunan bergaya old school akan menyapa kamu di sisi kiri ketika kamu masuk ke kawasan ini dari arah Harmoni. Saya dan si pacar ketika itu mengadakan kencan yang dadakan tapi biasanya dadakan inilah yang membuat kami selalu terkenang dan lancar. Kita naik Transjakarta ke Kota Tua karena saya pribadi juga belum pernah kemari padahal dari lahir di Jakarta. Masuk kesana, memang terkesan rapi sih karena kawasan ini mendapat perhatian khusus dari Pemda DKI yang baru terpilih ketika itu. suasananya ramai namun tertata baik. Keamanan Satpol PP berjaga disana sehingga tercipta nuansa aman bagi pengunjung. Tolah toleh sejenak, kamipun langsung berjalan ke area utama Taman Fataillah. Beberapa atraksi turis ketika itu sudah tutup sehingga kami foto2 dan keliling2 saja sambil menjajal kamera i-Phon* 4 baru saya yang ketika itu sedang jaya hahaha. Luas juga kawasan yang kami jelajahi mulai dari lapangan utamanya sampai ke pinggiran kali di seberang Toko Merah. Gak terasa hari mulai gelap dan kamipun berencana menyudahi perjalanan kami.Sebelum itu, kedai yang sedari sore telah menelisik sanubari kami *ceileh tentu sayang kami lewatkan. Melihat sejarahnya, Kedai Seni Djakarte ini dulunya merupakan suatu gedung yang telah lama berdiri dan ditinggalkan penghuninya sejak tahun 60an. Pemda kemudian mengambil alihnya dan dengan mengfungsikannya seperti sekarang, bangunan ini tetap terawat dengan gaya yang tetap otentik, gaya bangunan kolonialisme Belanda. Memang dahulu tempat ini merupakan kompleks pemerintahan Gubernur Jenderal Batavia - Hindia Belanda. Kedai dengan tajuk Restaurant and Art Shop ini memang masih berdiri kokoh, sentuhan interionya pun tetap unik dengan mempertahankan bentuk aslinya.Dari lantai pertama kami beranjak ke lantai kedua. Ini bagus lho karena kita lumayan dapet pemandangan tinggi untuk sekedar melihat2 Kota Tua dimalam hari. Sebuah Sang Saka Merah Putih berkibar di jendelanya menandakan kemenangannya atas tarikh penjajahan *kala itu kami berkunjung di bulan Agustus. Kamipun melihat sejenak menu yang disajikan.WOW! Kami cukup terperangah karena apa yang disajikan disini sangaaat terjangkau! Kami tidak menyangka lho. Untuk sekedar penutup mulut *kami sudah makan berat sebelumnya, menu menu disini amatlah pas. Sajian ala tongkrongan Indonesia tersaji. Mulai dari Mie, Pisang Bakar, Roti Bakar, Jus, Es Krim, wah komplit deh. Kamipun memesan Mie, Jus dan Eskrim. Mau tau harganya? Jangan kaget ya hehe.. ini daftarnya:1. Bakmi Godog Djakarte Rp. 17.000,002. Jus Mangga Rp. 15.000,003. Es Krim Large Rp. 15.000,00Kurang dahsyaaat gimanaaa coba? Hahaha.. Kurang dari selembar lima puluh rebu kamu bisa dapatkan semua sajian ini. Gak lama, menu pesanan kamipun datang.Mie Godognya datengJusnya Mangganya datengIni eskrimnya kita agak pending dulu sih untuk penutup hehe.Gimana, secara tampilan juga oke kan? Kita bahas satu satu nih. Dari mienya, enak kok. Hangat dan bisa dipesan agak dipedesin. Kuah kaldunya juga kuat. Cocok kok untuk malem malem. Semua pasti suka deh apalagi mienya ini merupakan salah satu special dishesnya disini. Untuk jus mangga ya seperti biasalah ya hehe. Tapi beneran ngejus kok ini seratnya masih terasa so this is good juice. Untuk eskrim naaah, ini padanannya mantap jugaa! Tapi mungkin karena cuaca panas jadi cepat cair ya, tapi dengan rasa maninsnya yang tercampur dengan topping macam choco chips, mesis, kacang dan astor, siapa siiih yang gamau disajiin eskrim begini. scoopnya juga besar sehingga mau dimakan berdua ala ala romantis pun masih ngena hehe. Singkat cerita, ini adalah makanan terakhir kam sebagai bekal beranjak pulang ke tempat masing-masing.Kalo boleh saran mungkin kedai ini perlu diademin lagi tapi kalo pake AC ketutup gitu kurang bisa nikmatin suasana Kota Tuanya ya guys, mungkin pake kipas aja. Tapi kalo berangkatnya sekarang2 sih enak juga numpung cuaca lagi adem. Cocok nih buat libur Imlek besok hehe. Well, nulis begini saya jadi rindu kesana lagi sama si pacar jadinya hehe. Suatu sajian wisata yang komplit, mata sampai perut menjadi sehat, dompetpun masih kuat tegar berdiri hehe. Sangat direkomendasikan buat para OpenricersĀ  Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)