2
1
0
Nomor Telepon.
(021) 39835094
Baik untuk
Kumpul Keluarga
Jam Buka
Mon.-Sun. : 09:00-00:00
Metode Pembayaran
Visa Master Tunai / Cash Kartu Debit
Info Lainnya
Layanan Pesan Antar
Wi-Fi
Area Parkir
Reservasi
Pajak Penjualan
Service Charge
Buka Hingga Larut Malam
Ulasan (3)
Hi open ricer, kembali bersama saya (Junaidi), saya akan mereview salah satu restoran yang cukup unik yang terletak di kawasan Cikini, yaitu Kedai Tjikini. Kedai ini terletak di seberang jalan Menteng Huis, banyaknya kendaraan mobil yang parkir cukup menutupi restoran ini sehingga cukup sulit untuk ditemukan, kita harus bertanya dengan tukang parkir untuk bisa menemukan lokasi restoran ini. Kedai Tjikini mengusung suasana ''tempoe doloe''. Hal ini terlihat dari bangunan yang bercorak ''Belanda'', juga adanya benda-benda kuno seperti radio, surat kabar, mainan, toples dan masih banyak lagi benda-benda kuno lainnya sehingga tempat ini sangat cocok untuk para orang tua yang bernostalgia dan para remaja yang ingin menikmati suasana ''jadoel''.Menu yang disuguhkan didominasi oleh masakan tradisional ''tempoe doloe'', ada juga minuman khas sirup sarsaparilla dengan kemasan khas dan tentunya rasa yang khas juga. pilihan kopi beraneka ragam turut memperkaya pilihan menu minuman di ''Kedai'' ini.Suasana Berbuka di Kedai ini cukup kental, banyak pengunjung yang datang ketika waktu berbuka tiba, kami disuguhi teh hangat tawar dengan gula terpisah sehingga bisa menetukan tingkat kemanisan teh masing-masing sesuai selera. rasa teh sama seperti ditempat lain, tidak ada rasa khas, namun cukup menyegarkan bagi kami yang berbuka puasa.1. Sop Pindang Iga IDR 45.000Kuah sangat segar, aroma kemanggi sangat terasa dengan cabe rawit utuh untuk memberikan rasa pedas bagi yang hobby pedas, daging sangat lembut, sangat cocok untuk makanan pembuka awal berbuka puasa 2. Galantine IDR 45.000Daging lembut, gurih, campuran dari daging ayam dan sapi, disajikan dengan kentang goreng, namun agak keasinan, potongan wortel dan buncis semakin menambah rasa ketika berpadu dengan kuah dan daging galantine, mantap!!!3. Lontong Cap Gomeh IDR 35.000Sering mendengar nama ini akhirnya tau dan merasakan juga..Lontong Cap Gomeh, dengan Lauk Opor Ayam Paha, Potongan Telur Ayam Rebus, kuah lontong yang gurih serta lontong yang lembut kenyal, sungguh kaya akan rasa. porsi yang cukup besar membuat saya cukup kewalahan menghabiskannya, 4. Nasi Goreng belacan IDR 30.000Sungguh unik penyajiannya, dialasi daun pisang, semakin menambah aroma dan rasa khas Nasi Goreng ini, toping kerupuk udang yang gurih, bumbu belacan/terasi cukup terasa, acar (timun, bawang dan wortel) menambah kesegaran menu ini, dengan isi daging ayam dan daging sapi semakin menambah special menu Nasi Goreng ini, namun kurangnya rasa pedas menjadikan menu ini kurang menambah nafsu makan saya, overall..bagi yang tidak menyukai pedas, nasi goreng ini sungguh layak dicoba.5. Nasi Rames IDR 30.000Satu lagi menu makanan yang cukup unik penyajiannya, Nasi Rames ini terdiri dari Opor Ayam, Nasi, Orek Tempe Tahu, Oseng-oseng labu siam, Acar Ketimun Kuning, Sambal Bajak dan tidak lupa kerupuk Udang. Perpaduan menu diatas cukup memberikan rasa unik, mengajak kita kembali ke tempoe dulue, rasa orek tempe dan tahu yang manis gurih dipadukan sambal bajak dan nasi sungguh mengugah selera, opor ayam gurih berpadu dengan aseng-oseng labu siam dan acar ketimun kuning semakin menambah kaya rasa dari menu ini, ''trully Indonesia''.6. Lodehayye IDR 35.000Bahasa gaul lainnya sayur lodeh plus nasi Ayam. Sayur Lodeh gurih berisi labu siam, kacang panjang, jagung, melinjo, irisan tempe dan nangka. tidak seperti sayur lodeh pada umumnya, tidak dijumpai irisan cabe merah/hijau pada sayur ini, mungkin sudah di wakili oleh sambal ''kecombrang''. rasa sambal masih sangat asing dilidah sehingga saya kurang bisa menikmatinya, ayam kampung cukup empuk dan gurih, tempe tahu juga sama gurihnya, menu ini sungguh mengembalikan memori saya akan citarasa masakan indonesia... i love indonesian culinerSetelah menikmati menu utama tak lama kemudian hidangan penutup pun datang, dan tentunya bergaya ''jadoel'' juga1. Klappertaart IDR 25.000Merupakan makanan ringan peninggalan zaman belanda yang langka, dengan bahan dasar kopyor kelapa, mentega, telur dan tepung terigu. suapan pertama..yang dirasakan aalah rasa manis khas cemilan ini, dengan kopyor kelapa yang lembut sungguh nikmat cemilan ini, namun rasa manisnya sungguh terlalau, hanya 2 suapan saya sudah berhenti, sangat cocok untuk yang menyukai rasa manis (sangat manis) 2. Putri Singkong IDR 30.000Dari Pandangan Pertama cukup menarik perhatian saya, singkong rebus berbalut karamel dengan topping fla yang terbuat dari santan dan tepung beras, ditaburi wijen semakin menambah gurih rasa. asupan pertama rasa singkong begitu lembut, rasa gurih dan manis sangat pas dillidah, tidak membuat ''eneg''. saya pun cukup lahap menyantapnya, so delicious!!!Akhirnya gathering ditutup dengan acara foto bersama dengan panitia, sungguh pengalaman kuliner yang tidak terlupakan Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level1 2013-07-28
395 Lihat
Hai open ricers....Ini adalah review pertama kali saya di Open RiceHari ini saya datang ke resaturan bernama Kedai Tjikini, Restauran ini terletak di pinggir jalan seberang Dept. Store Menteng Huis di daerah CikiniBerikut review saya mengenai restauran tempoe doelo ini : Letak reastaurant Restaurant ini berada di pinggir jalan, di dekat Dept. Store Menteng Huis, tetapi karena letaknya berada di depan jalan yang di pakai untuk area parkir sehingga membuat kita agak susah mencari tempat ini. Saran dari saya untuk mencari restaurant ini sebaiknya kita berpatokan di Kantor Pos Tjikini, dan apabila teman-teman membawa kendaraan sebaiknya parkir di dekat kantor pos tjikini dan berjalan kaki untuk mencarinya. Tidak jauh dari kantor pos ini kedai tjikini berada. Desain RestaurantDesain restaurant ini sangat unik karena menggunakan bangunan tempoe doloe yang membuat kita bisa membayangkan berada di tempat pada masa di Jajah sama Belanda hehehe.....Dan untuk teman-teman yang ingin mengajak orang tua tempat ini sangat cocok untuk bernostalgia ke masa muda hheheeheh http://static3.id.orstatic.com/UserPhoto/photopending/0/K4/003Z70F0B47F21A108EC7Cc.jpghttp://static2.id.orstatic.com/UserPhoto/photopending/0/K4/003Z71E5C8B4B2FB741298c.jpgDi restaurant ini tersedia berbagai jenis kopi, jadi bagi pencinta kopi bisa mencoba menikmati di tempat ini. dan juga untuk Orang yang telah di atas 18 tahun keatas juga ada minuman berakhol yang dapat dinikmati, selain itu disini juga ada Kunyit Asam bagi cewe yang ingin menikmati jamu modern... Pelayanan Pelayanan di tempat ini sangat baik dan cepat, pelayan sangat cepat dalam melayani setiap tamu yang datang MenuDikarenakan saya dengan teman-teman saya datang pada saat berbuka puasa jadi pertama kali kami memilih teh manis hangat sebagai minuman pembuka.Teh hangat ini sama seperti teh hangat di tempat lain, standart saja buat saya.Setelah menikmati berbuka dengan minuman yang hangat, kami langsung makan -makan besar, berikut menu makanan yang saya sukai :1. Pindang Iga Asam, ini adalah makanan yang terbuat dari daging iga yang sangat empuk berserta kuah yang asam-asam segar makanan ini membuat saya merasa lebih segar setelah berpuasa.2. Gelatine, setelah menikamati Pindang Iga Asam, kami menikmati menu makanan yang bernama Gelatine, menurut saya ini adalah salah satu menu recomended di restaurant ini. Makanan ini terbuat dari Daging sapi yang dicampur dengan daging ayam dan di bakar seperti steak, dan disajikan dengan sayur dan kentang sebagai pelengkapnya, namun sayangnya ketika menikmati kentang gorengnya,kentang gorengnya terasa asin, mungkin kokinya mau merrit x ya hehehe, tapi over all makanan ini enyakkk....3. Lontong Cap Gomeh, pertama kali dengar nama masakan ini langsung teringat perayaan Imlek, tapi pas makanan ini datang ternyata ini adalah lontong yang disiram dengan sayur labu siem yang di campur dengan ayam yang sangat empuk....yummyyy 4. Putri Singkong, ini adalah makanan penutup yang sangat enakk banget....masakan yang dibuat dari Singking yang dikukus dan di berikan fla yang sangat gurih yang terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan. Membuat desert ini sangat pas sebagai penutup yang ringan. Itu adalah review saya di kedai Tjikini, dan keseluruhan ini adalah reaturant yang sangat cozy dan enak untuk tempat ngumpul..... Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2012-08-06
300 Lihat
Hari Sabtu malam, saya dihubungi teman saya untuk berkumpul bersama teman yang lain di daerah Cikini untuk menikmati secangkir kopi dan mengobrol dengan seru. KArena tawaran kopi dan bertemu dengan sahabatku, maka saya tidak dapat menolak ajakanmereka. Akhirnya saya berangkat ke sana dengan berbekalkan kamera kesayangan saya.Sesampai di sana, ternyata teman saya juga baru saja sampai di daerah sana. Setelah bertemu di jalan, kami mulai memilih tempat ngopi kita. Pada awalnya, kami mau memilih sebuah coffee shop yang cukup terkenal dan menyenangkan. Hanya saja, tempat itu selalu saja ramai. Akhirnya, kami memutuskan untuk mencoba sebuah kedai kopi yang bernama TJIKINITJIKINI ini berada di jl. Cikini ini. Lokasinya berada di seberang Chicken Story dan berada di sejejeran Bakoel Coffee. Sebenarnya lokasi dari tempat ini sungguh strategis dan mudah ditemukan, hanya saja karena parkirannya yang terbatas, membuat tempat ini cukup sulit untuk di jangkau.Ruang makan dari TJIKINI ini terbagi menjadi 2 bagian. Ketika kita memasuki ruangan di TJIKINI ini, kita berada di area yang bebas asap rokok. Jika kita mau menikmati kopi dengan rokok, kita harus masuk lebih dalam ke sebuah area yang diperuntukkan bagi anda yang merokok. Suasana dari TJIKINI ini sangat cantik. Pada bagian ruangan di depan, kita bisa menemukan sebuah piano vintage yang sangat cantik dan menarik. Kemudian, di bagian dalam untuk area merokok, kita akan menemukan sebuah dinding yang dijejerkan bagian dari becak yang sangat menarik sehingg amembuat suasana di TJIKINI ini menjadi sangat menyenangkan dan cantik.Untuk bagian bebas rokok, memang menggunakan AC sebagai penyejuk ruangannya. Tetapi, pada bagian merokoknya, TJIKINI menyediakan beberapa kipas angina yang membuat ruangan ini tidak terasa panas. Dengan pencahayaan yang cukup dan menyenangkan membuat TJIKINI ini tempat yang menarik untuk dikunjungi dan menyenangkan untuk acara-acara nongkrongnya.Menu yang di sajikan oleh TJIKINI ini, cukup beragam. Dari makanan berat sampai makanan ringan disediakan di kedai ini. Selain kopi, teh dan minuman hangat lainnya, TJIKINI juga menyediakan pisang bakar, roti bakar dan aneka es krim. Es krim-es krimnya berupa es potong, es Ragusa dan sebuah merk es yang cukup terkenal pada jaman dulu (maaf saya lupa nama merk es nya).Karena berada di kedai kopi, saya melihat ada sebuah menu yang tertulis sebagai kopi tubruk. Akan tetapi, pada bagian informasinya, tercatat mereka menggunakan kopi dari sumatera. ANEHnya, pada bagian bawah dari kopi tubruk, mereka menambahkan rasa-rasa seperti hazelnut, dan lainnya. Ketika saya bertanya, merke menyebutkan bahwa kopi tubruk dari TJIKINI ini memang menambahkan rasa-rasa seperti itu.Karena merasa aneh, maka saya memesan kopi tubruk tanpa rasa-rasa tambahan itu. Ketika datang, saya cukup terkejut, ternyata “kopi tubruk” dari TJIKINI ini bukanlah kopi tubruk yang sering kita temui. Kopi tubruk dari TJIKINI ini menggunakan coffee pres dalam penyediaannya. Sedikit protes dengan sang pelayan, bahwa ini bukan kopi tubruk, melainkan coffee press atau French press..Setelah menunggu beberapa lama (kurang lebih 15 menit) saya mempress coffee pressnya dan menuangkan ke dalam cangkirku. Seperti kopi dari Sumatera, memang aroma kayunya sangat terasa. Wangi yang semerbak dan rasanya yang cukup pekat membuat kopi ini cukup lezat dan sedap untuk diminum. Pada bagian piring yang digunakan sebagai tatakan kopinya, TJIKINI memberikan sebuah kue kering yang beraromakan kayu manis. Berhubung saya bukan penggemar kayu manis, maka saya memberikan kue itu ke teman saya. Teman saya menyukainya dan menikmati kue kering itu. Oh, “kopi tubruk” TJIKINI ini bisa kita nikmati dengan harga 15,000 rupiah.Teman saya memesan Es Buka Puasa yang berupa es blewah. Minuman es yang berisi potongan es blewah ini diberi harga 15,000 rupiah. Dengan es dan sirup yang menyegarkan sangat cocok dinikmati bagi anda yang sedang berbuka puasa. Sedangkan teman saya yang satunya memesan Wedang Jahe. Sama seperti minuman lainnya yang kita pesan, minuman ini seharga 15,000. Berhubung teman saya sedang masuk angina dan keukeh untuk ikut dengan acara nongkrong kami, beliau memesan minuman hangat ini. Minuman yang berwarna coklat tua ini mempunyai wangi jahe yang sangat kuat. Dengan sepotong jahe yang cukup besar di dalamnya, membuat minuman ini selain mempunyai wangi jahe yang kuat, rasa dari jahe itu sangat kuat terasa dalam minumannya. Ketika meminumnya, teman saya merasa lebih baik dan lebih sehat. Sehingga acara nongkrong kami menjadi cukup meriah dan menyenangkan.Untuk menambah kemeriahan nongkrongan kami, saya memesan sebuah es potong dari TJIKINI ini. Es potong ini berupa sebuah es yang berbentuk pipa kemudian di potong lalu ditusukkan dengan sebuah lidi dan disajikan di dalam gelas beling yang cantik. Kebetulan, pada saat itu, es potong yang tersedia hanyalah dengan rasa Durian.Es potong itu cukup membuat saya nostalgia. Mungkin karena TJIKINI ini memang bertujuan untuk menyajikan makanan dan minuman yang membuat kita bisa teringat dengan masa-masa lampau. Dimana kita bisa menikmati es potong, wedang jahe dengan suasana yang vintage dan menyenangkan.Pengalaman saya di TJIKINI ini sangat menyenangkan dan rasanya tidak sabar untuk pergi ke sana lagi dalam waktu dekat. Sekian review saya dari TJIKINI dan sampai bertemu di review selanjutnya.Cheers!!!! Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)