2
1
0
Jam Buka
Mon - Fri 06:00 - 00:00; Sat 06:00 - 01:00; Sun 06:00 - 00:00
Metode Pembayaran
Tunai / Cash
Jumlah Kursi
100
Info Lainnya
Minuman Beralkohol
Layanan Pesan Antar
Area Parkir
Reservasi
Pajak Penjualan
Service Charge
Buka Hingga Larut Malam
Makananan Rekomendasi
Pan Fried Pacific Sole
Ulasan (3)
Level3 2015-12-31
73 Lihat
Keluargaku dapet undangan perayaan 25th Anniversary pernikahan tante ku di hotel ini. Hotel ini bintang 5, tapi tempat nya kecil & tempat parkir nya juga kecil. Dekorasi tempat nya mewah, cuma makanan nya ga terlalu banyak & agak kecil. Jadi bentuknya kayak lorong memanjang gitu & sistem nya All You Can Eat.Aku nyoba hampir semua makanan mulai dari meat loaf, peking duck, sushi, sashimi, dll. Rasa semua makanan sangat memuaskan. Bahkan aku yang awalnya ga suka sashimi karena pakai daging mentah pun jadi suka.Oh ya, corn cream soup nya recommended. Keju nya kerasa banget.Untuk dessert nya, pilihan dessert ga terlalu banyak. Ada sekitar enam macem cake & kue" basah jajanan pasar. Ada juga choco lava cake yang masih hangat. Choco lava cake nya enak, coklat nya kerasa. Berhubung aku penggemar ice cream, aku seneng karena pilihan rasa ice cream nya lumayan banyak. Ada matcha ice cream juga & green tea nya kerasa banget, pokoknya ga kalah sama matcha ice cream di dessert house. Aku bahkan sampai makan 8 scoops ><Yang aku suka dari all you can eat di hotel, kita mau makan berapa jam ga dibatasin selama masih satu shift. Misalnya shift pertama jam 11 sampai jam 14.30, kita bisa makan dari jam 11 sampai 14.30. Ga kayak resto semacam Hanamasa yang ditentuin maksimal 2 jam.Oh ya, pakai credit card mega platinum ada discount 20%, cuma transaksi maksimal 2 juta. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level3 2014-06-27
70 Lihat
Chinese New Year a.k.a Imlek, biasa dirayakan dengan tradisi mengunjungi sanak saudara dan kumpul-kumpul makan bersama. Biasanya pula, yang usianya lebih muda selayaknya mengunjungi yang lebih tua. Saya masih ingat masa kecil dulu setiap Imlek cukup "menunggu" di rumah nenek saya karena beliau yang tertua, jadi adik-adik nenek beserta keluarganya pasti akan berkunjung kesana. Seiring berkurangnya generasi nenek saya yang satu demi satu tiada, sekarang tradisi tersebut sudah nyaris "punah" di keluarga besar kami. Kalau pun berkumpul hanya terbatas pada keluarga dari saudara kandung papa saja, sisanya cukup dengan saling telepon, SMS, Whatsapp, BBM, atau melalui social media lainnya. What a modern world!Di tahun 2014, Imlek menyambut datangnya tahun Kuda Kayu ini dirayakan dengan makan siang bersama keluarga besar papa di Le Gran Café, Hotel Gran Mahakam.Saya sudah pernah mendengar tentang Le Gran Café dari teman-teman food blogger dan mereka memberi testimoni yang bagus untuk makanannya, tentunya saya jadi mempunyai ekspektasi tinggi untuk restoran ini.Lokasi hotel ini sangat strategis di daerah Mahakam yang ramai, sekaligus sangat familiar karena hanya beberapa langkah di belakang gereja saya. Bangunannya dari luar cukup eye catching dengan gaya Eropa klasik, terlihat berbeda dari gedung-gedung di sekitarnya. Area lobby hotel juga tidak begitu luas, namun tetap ditata dengan apik dengan permainan lighting. Lobby hotel dihiasi pernak-pernik Imlek didominasi warna merah dan kuning keemasan, termasuk tebaran coklat berbentuk kepingan uang emas yang boleh diambil oleh tamu. Ada pula satu spot khusus berupa ruangan kecil dilengkapi dua buah kursi, yang disediakan untuk para tamu berfoto-foto ria dengan nuansa Imlek.Le Gran Café terletak di lantai Mezzanine yang bisa dicapai dengan tangga atau lift. Mengikuti bentuk gedung hotelnya, buffet restaurant ini memanjang seperti sebuah lorong dengan jarak ujung ke ujung yang cukup panjang. Makanan ditempatkan di sepanjang tepi-tepi ruangan tersebut, jadi untuk mengambil makanan kita perlu berjalan-jalan menjelajahi hampir seluruh penjuru ruangan jika ingin mencoba semua variannya. Di tengah ruangan ada bagian yang dijadikan semacam panggung untuk live music dan band kecil.Interior restoran masih senada dengan konsep bangunan hotelnya yaitu Eropa klasik, yang terlihat dari detail-detail ruangan, perpaduan lantai parket kayu dan marmer, serta tirai tebal yang menghiasi jendela. Konsep klasik ini berpadu cantik dengan gaya modern minimalis yang terlihat dari bentuk meja-kursi makan, station makanan berwarna hitam, serta lampu gantung logam berwarna emas-hitam sebagai aksen ruangan. Cermin-cermin besar ditempatkan di beberapa bagian untuk memberi kesan lebih luas pada ruangan.Detail-detail di meja makan juga diperhatikan dengan baik mengikuti tema Imlek. Di setiap meja terdapat ornamen kecil seperti vas bunga simple dan semangkuk kecil jeruk mini yang memang selalu ada saat Imlek. Lumayan nih, bisa untuk cemilan selagi menunggu hehehe...Saat kami tiba di restoran sebenarnya sudah mendekati jam makan siang yaitu sekitar jam 12, tetapi restoran masih lengang. Hidangan di beberapa station makanan pun tampaknya ada yang belum siap. Kami sempat menunggu lebih dari 30 menit sebelum akhirnya bisa mulai acara makan siang. Agak aneh juga melihat ketidaksiapan restoran kelas hotel bintang lima ini, apalagi di hari raya besar dimana pastinya akan lebih banyak customer yang datang. Bukankah seharusnya lebih well prepared dibanding hari-hari biasa, ya?Baiklah, mari mulai makan saja…Chinese TeaFree flow Chinese tea sudah termasuk dalam paket buffet disini. Tehnya tidak terlalu pekat dan tidak pahit, baik untuk menetralisir rasa di lidah sehabis makan berbagai menu aneka rasa. Disajikan dalam cawan kecil yang umum tersedia di Chinese restaurant, dan selalu diisi ulang jika sudah kosong.Seafood AreaSatu tempat besar berisi tiram, kepiting, dan udang yang diletakkan di atas es sehingga tetap segar. Terdapat serangkaian buah ukir yang sangat cantik di bagian tengahnya yang justru lebih menarik minat saya untuk mengamatinya. Area seafood ini bersebelahan dengan aneka sushi dan salad terletak di antaranya.Sebagai menu pembuka saya menggabungkan udang rebus dengan fruit salad dan potongan ham. Saya suka udangnya karena masih segar, tidak lembek, dan tidak berbau. Yum!Salad in Mini GlassAda 3 macam salad yang tersedia, satu fruit salad dengan mayonnaise (yang tadi saya pasangkan dengan udang rebus) dan dua mixed vegetable salad dengan 1000 island dressing. Semua salad sudah disajikan lengkap bersama dressing dalam gelas kaca mini sehingga lebih praktis, tidak berantakan, juga tampil lebih menarik. Saya tidak bisa terlalu membedakan antara kedua vegetable salad itu karena isinya sudah terbalut dressing, yang penting semuanya enak.. hehe..Assorted SushiTentunya saya hanya mengambil sushi yang tidak ada isi ataupun topping ikan mentahnya. Potongan sushi cukup besar sampai memenuhi mulut ketika disantap dalam sekali suapan, tapi rasanya enak. Sebenarnya tersedia pula salmon nigiri dan sashimi, yang tentunya tidak akan menjadi pilihan saya.Beef TenderloinYeah, saatnya makan daging! Tentunya sedikit saja karena saya memang tidak terlalu menyukai red meat. Dagingnya dipotongkan langsung sesuai porsi yang kita inginkan, lalu kita bisa memilih sendiri sausnya. Tersedia tiga macam saus yaitu barbecue, peppercorn, dan mushroom. Saya memilih mushroom sauce ditambah sedikit peppercorn sauce. Dagingnya empuk dan tidak berlemak sama sekali (ini yang saya suka!), dimasak pada tingkat kematangan antara medium well-mendekati well done. Sausnya enak, kekentalannya pas, dan rasanya balance. Antara kedua sauce yang saya coba warnanya sama, tidak jauh berbeda dari segi rasa, dan sepertinya menggunakan base yang sama. Kalau harus memilih, saya paling suka mushroom sauce karena terdapat potongan-potongan jamur champignon yang cukup banyak di dalamnya.Noodle SoupBerisi mie keriting halus, jamur enoki, sayuran, dan potongan kepiting yang sudah digoreng dengan balutan tepung, kemudian disiram kuah kaldu. Kuahnya light dan rasanya gurih tidak terlalu asin. Mie keritingnya bertekstur lembut tidak kenyal, hanya saya agak malas makan kepitingnya karena masih bercangkang dan berbalut tepung sehingga makin sulit diambil dagingnya.Carrot CakeSetelah menunggu sejenak, carrot cake yang baru di-pan fried tersaji hangat dengan cocolan sambal. Terdapat tiga varian yang hanya berbeda di topping campuran carrot cake-nya, tapi overall rasanya sama saja. Saya justru suka sekali sambalnya yang menggunakan terasi dan ebi, serta tidak pedas.Assorted Dim SumTersedia dim sum rebus dan goreng, serta ceker ayam (yang tentunya tidak akan saya pilih). Tidak ada yang istimewa dengan kategori dim sum ini, variannya umum dan rasanya standar saja.Bird Nest Dumpling SoupMenu spesial yang hanya tersedia pada special occasion seperti sekarang ini, beruntung saya bisa mencobanya. Sarang burung walet sebenarnya tidak mempunyai rasa spesifik yang mempengaruhi keseluruhan rasa masakan, hanya diistimewakan karena katanya berkhasiat untuk kesehatan dan harganya yang selangit. Ok, supnya memang lezat dengan kuah kaldu yang agak bening dan masih terbilang light. Di dalam sup terdapat sebuah dumpling dan potongan kepiting yang sudah digoreng dengan tepung sebelumnya. Saya malah tidak menemukan wujud sarang burung waletnya, apakah sudah dihancurkan sama sekali atau masuk di dalam dumplingnya mungkin. Menu ini disaikan dalam mangkuk keramik bertutup dan selalu diletakkan di steamer sehingga tersaji dalam keadaan panas. Saya suka kuah supnya, apalagi diseruput ketika masih hangat, hanya sedikit terlalu asin untuk saya pribadi.Cakes, Pie & EclairKarena sudah hampir kekenyangan, terpaksalah saya menyeleksi pilihan menjadi mini roll cake coklat, mini lychee pie, mini strawberry shortcake, dan sebuah eclair pink. Overall rasanya standar, tapi saya paling suka mini roll cake coklatnya bcoz I'm a chocoholic!Es Lobi-LobiDessert satu ini merupakan andalan Le Gran Café yang direkomendasikan oleh teman-teman food blogger saya. Sederhana saja berupa asinan lobi-lobi yang sudah dimasak dengan air gula, ditambah es serut dan butiran jelly bulat. Meskipun perut sudah hampir habis limitnya, saya coba juga satu porsi karena penasaran dengan rasanya. Ternyata… memang es lobi-lobi ini boleh jadi andalan. Asam, manis, plus sebersit rasa asin bisa kita rasakan disini, kalau lagi ngantuk dijamin segar kembali, deh!Khusus pada kesempatan Hari Raya Imlek ini Le Gran Café memberikan compliment berupa Barongsai performance, Yee Shang Ceremony, Fortune Teller, dan free photo capture & printing.Apakah itu Yee Shang Ceremony?Ya, saya pun baru kali ini mengikutinya. Konon ini adalah tradisi dari China yang biasa dilakukan pada saat Imlek yang melambangkan pengharapan mendapatkan banyak rejeki di tahun baru.Upacara ini dilakukan belakangan, pada saat para tamu umumnya sudah selesai makan, jadi semua bisa ikut serta tanpa terganggu acara makannya. Urutan upacara sudah terlampir di setiap meja, dimulai dari memasukkan komponen-komponennya dengan urutan tertentu hingga mengaduknya bersama-sama. Setiap langkah ada istilah dan maknanya tersendiri, maka sebaiknya dilakukan pas sesuai urutan. Begitulah menurut tradisinya... boleh percaya, tidak percaya pun tak apa.Acara CNY Brunch diakhiri dengan foto bersama setiap keluarga atau per meja oleh fotografer dari Le Gran Café. Tak berapa lama foto-foto tersebut sudah di-print dan dibagikan kepada para tamu sebagai kenang-kenangan.Overall makanan di Le Gran Café cukup memuaskan. Ragam menunya banyak (bahkan ada beberapa yang belum saya cicipi sama sekali karena sudah terlalu kenyang), rasanya rata-rata enak, dan presentasinya diperhatikan dengan baik pula. Untuk pelayanan tergolong baik dengan waiter dan waitress yang cukup banyak jumlahnya sehingga tamu bisa terlayani dengan baik, terutama dalam hal mengambil piring-piring kotor dan refill minuman. Tak heran jika resto ini sering dijadikan tempat gathering atau arisan ibu-ibu, demikian menurut tante saya yang memang sudah sering arisan di sini.Review dan foto lebih lengkap dapat dilihat di sini: http://andrianiwiria.blogspot.com/2014/04/cny-celebration-at-le-gran-cafe.html Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2012-06-10
37 Lihat
Suasana: Berada di dalam hotel Gran Mahakam, resto Le Grand ini terbilang sangat pas dengan suasananya yang sangat nyaman ya.. Ada beberapa resto di dalam hotel ini, ada yang nuansanya lebih ke bar and lounge, ada juga yang merupakan resto international.. Dan untuk si resto Le Grand ini sendiri sih sebenarnya merupakan resto yang pas, bisa masuk ke kalangan mana saja.. Ruangan di dalamnya sangat besar dengan dekorasi yang mewah sekali, sofa dan meja melingkarnya yang sangat nyaman dan berkelas, sangat bersih dan rapi dengan dekorasinya yang super light ya..Makanan: Dalam private dinner kali itu, kami disuguhkan dengan berbagai jenis Sushi, variant Dimsum, serta Beef with Teriyaki Sauce.. Untuk sushi nya disajikan terlebih dahulu untuk pemanasan lidah sepertinya ya.. Sushinya mayoritas didominasi dengan salmon dan udang.. Tinggal dicelupkan dengan bumbu saucenya, super enak kok, dengan sushi rice yang dibalut oleh rumput laut, di dalamnya ada telur dan daging salmon, renyah.. Sedangkan untuk si Salmon dan udangnya sendiri juga lembut, salmonnya plain rasanya dan juicy abis.. Udangnya juga crunchy dan enak banget.. Lalu Beef with Teriyaki Sauce nya disajikan dengan mashed potato, daging beef nya sendiri sudah super enak ya, lembut dan padat banget dagingnya, rasanya asin gurih dengan kadar yang pas sekali.. Guyuran sauce teriyakinya memberikan rasa yang berbeda, manis.. Nah, untuk cemilan terakhirnya, kami menikmati sajian dimsum, mulai dari Siomay, Hakau, dan Pangsit.. Disajikan dengan bumbu dan saucenya yang pas ya, dalam mangkuk kecil.. Hakaunya dibalut dengan kulit luar yang super lembut, dengan daging udangnya yang juicy banget.. Siomaynya juga harum dan kenyal.. Private dinner yang memuaskan..Pelayanan: Sangat professional ya, dan sesuai dengan seharusnya sih, karena kan pastinya di-trained dengan baik.. Tidak ada keluhan sama sekali, thumbs up juga deh Hotel Gran Mahakam.. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)